Environment

Cara Bijak Berplastik Untuk Kamu Yang Tidak Anti Plastik

By on Desember 23, 2018
Cara Bijak Berplastik Untuk Kamu Yang Tidak Anti Plastik
“Ngedanus kok pake mulung botol bekas?” Yang pernah ngerasain jadi mahasiswa kemungkinan besar akan tahu istilah danus. Sebuah akronim dari Dana Usaha. Segala upaya dari jualan pin, brownies, molen, hingga ngumpulin botol bekas dilakuin buat dapet duit demi bantu biayain event. Awal mula kebiasaan ngumpulin botol bekas adalah gara-gara danus. Tapi selama ini aku hanya mikir tindakan itu sebatas buat nyari duit tambahan, nggak kebayang kalau ternyata punya dampak ke lingkungan. Wow!!! Ini adalah salah satu tindakan yang termasuk cara bijak berplastik biar tercipta circularity ekonomi.

Dilema tong sampah organik-anorganik

Sejak bisa berdiri dan berlarian kesana kemari, oleh ayah dan ibu…kita sudah diajarin “buang sampah di tempatnya ya nak.” Aku tahu kalau kalian ditanya buang sampah dimana? Pasti bakal jawab “di tempat sampah.”
Suatu hari aku bertanya ke orang yang mengelola sampah pada sebuah perkantoran. Di kantor tersebut sudah ada upaya pemilahan tong sampah organik-anorganik.
“Sebenernya percuma sih dipisahin gini tongnya, karena nanti sama pengangkut sampah dicampur lagi dibawa ke TPA.” Papar dia.
Tepok jidat deh. Jangan-jangan tempat sampah warna-warni yang sering kita lihat dimana-mana hanya buat estetika semata?

Buang Sampah Dapat Duit

Sama seperti saat jaman danus mahasiswa, koleksi botol plastik di kos juga banyak. Aturan dari ibu kos, botol plastik ditaruh di pojokan buat dikiloin. Sedikit-demi sedikit, lama-lama berkilo-kilo juga ternyata.

smart drop box
Minggu lalu aku malah nemuin cara hi-tech buat buang sampah botol plastik. Namanya smart drop box yang merupakan program CSR nya Aqua. Smart drop box bentuknya seperti botol gitu, dan kita bisa buang sampah boto plastik disana. Sekali nyemplungin, dapat 60 rupiah. Mayan banget kan? Kalau buat botol selain Aqua dihargai 50 rupiah. Untuk saat ini smart drop box baru terdapat di beberapa alfamart di Jakarta.
Smart drop box ini sistem kerjanya sederhana. Botol bekas kita masukin ke box. Kalau mau dapet duit, scan barcode di botolmu. Lalu uang akan masuk ke saldo tcash. Eh tapi kamu juga harus download dulu aplikasi mySmash buat mengintegrasikan Tcash dan smart drop box.
Alur selanjutnya, botol plastik tersebut akan diangkut ke RBU (recycling business unit) yang ada di Tangerang selatan.
sampah plastik

 

Kalau di sekitar tempat tinggalmu belum ada smart dropbox, kita bisa kok manfaatin bank sampah. Bank sampah memang belum digagas pemerintah secara masif, tapi di banyak tempat sudah ada dengan inisiatif masyarakat. Misalnya di daerah Jakarta selatan yang malahan memiliki bank sampah induk guna menjangkau semua bank sampah yang ada. Sampah-sampah plastik di sini diterima, ditimbang, dipilah, untuk selanjutnya dibawa ke RBU (recycling business unit).

Tapi menurutku cara ini belum efektif. Sebab harus download aplikasi, scan, kok ribet. Apalagi e-money nya saat ini hanya dari T-cash. Asikan kalau meliputi e-money lain misal Ovo, go pay, atau koin. Jadi habis scan itu kita bisa milih pakai e-money jenis apa atau hanya keluar uang koin. Kalau uang koin tentu harus memasukan botol dalam jumlah tertentu. Misal kepilatan 2 untuk dihargai 100 rupiah. Lokasinya nggak hanya di alfamart, tapi juga public area lain seperti stasiun kereta dan mall. Nyarinya gampang, dan kemungkinan besar lalu lalang botol plastik cukup tinggi di sana.

Daur Ulang Sampah Plastik Bukan Khayalan

Dulu, aku berpikir daur ulang sampah itu khayalan semata. Selain menjadikan sampah plastik produk kerajinan melalui proses re-use, mana bisa sih botol jadi botol lagi. Apalagi, botol jadi baju dan bantal.

baju dari plastik daur ulang
1 baju dari 8 botol air minum PET

Galon bisa didaur ulang?

Wow!!! Di RBU Tangerang Selatan, mataku dibuka. Sampah-sampah botol plastik bekas minuman yang datang dari berbagai bank sampah maupun pengepul disortir. Dipilah berdasarkan warnanya. Setelah itu botol dicuci sebelum dihancurkan dengan semacam alat penggiling. Hasilnya adalah butiran plastik yang merupakan bahan baku pembuatan plastik (lagi). Butir plastik dijual oleh RBU ke pabrik pengolahan plastik. Nantinya bisa dibuat baju, bantal, atau botol plastik lagi.

recycle business unit smapah plastik tangsel
Banyak diantara kita yang sudah meminimalisir botol plastik sekali pakai (PET) untuk minuman dan menggantinya dengan galon. Alasannya karena galon bisa dipakai ulang. Tapi, kalau galonnya pecah atau sudah rusak gimana?  abang galon, botol-botol galon kosong milik kita diangkut ke distributor. Nanti dari distributor diangku ke pabrik air minum. Di sana galon disortir mana yang bisa digunakan kembali mana yang tidak bisa dan harus di recycle.
Recycle botol galon nggak beda jauh dari recycle botol plastik PET. Di Aqua Babakan pari misalnya. Selain memproduksi air galon, di sini juga ada pabrik recycle galonnya loh. Galon-galon tak layak pakai lagi dibersihkan, dicacah, lalu dibuat botol galon lagi.

Bijak Berplastik 

Ada berbagai cara bijak yang bisa kita lakukan. Tentunya jangan yang ekstrim dulu. Pelan-pelan membiasakan. Anti plastik 100% rasanya kok nggak bisa ya. Reuse, recycle, reduce, repair, pastinya bisa.
Reuse dengan menggunakan botol minum isi ulang. Meskipun sering hilang dan tap water belum tersedia dimana-mana, tindakan ini murah dan mudah. Untuk sementara isi ulangnya di kantor atau di rumah aja deh ehehe. Aku berharap semoga tap water segera mewabah. Nggak hanya si bandara, tapi juga public area lain.
Recycle dengan kiloin botol ke pemulung atau pengepul. Biar nantinya segera didaur ulang. Kalau dibuang ke tempat sampah nantinya masuk ke TPA, kemungkinan ‘leak’ atau bocor ke lingkunganya tinggi.
Reduce dengan menggunakan 1 plastik saja buat mengemas belanjaan. Seringnya saat kita belanja akan dapat plastik berlapis-lapis. Minta 1 saja deh, syukur-syukur bawa tas belanja sendiri.
Repair dengan memperbaiki furniture atau barang-barang yang berbahan plastik. Lecet dikit, jangan buang dulu lah.
Nggak sudah kan? Kalau kamu punya ide bijak berplastik lainnya boleh lho dibagikan di kolom komentar.

Continue Reading

Environment | sponsored

Bekal makanan yang wajib dibawa saat naik gunung

By on Agustus 12, 2016
mendaki, pendaki,bekal mendaki, naik gunung
Sebagai pendaki newbie, saya menurut saja ketika koordinator pendakian ke gunung Prau menugaskan membawa ini itu sebagai perbekalan. Meski mendaki ke gunung prau terkesan sangat mudah dan bukan merupakan gunung yang berada di antah berantah, bekal tetap harus dipersiapkan. Sebenarnya bisa saja membeli bekal di sekitar pos pendakian, tapi demi kelancaran semua itu dipersiapkan dari Jakarta. Meski awalnya saya merasa bekal sudah cukup, ternyata teman-teman lain lebih lengkap. Iya, mereka yang sudah biasa naik gunung tahu apa saja yang dibutuhkan.

Bekal kelompok

Mas Andri menugaskan semua peserta pendakian membawa beras dan mi instan. Sedangkan untuk bekal kelompok, bagian saya adalah membawa sayuran dan tempe. Untuk tempe ini saya membeli tempe yang sudah sekalian dibumbui agar lebih praktis.

Bekal penunda lapar

Sebenarnya membawa makanan yang menjadi andalan kita sebagai penunda lapar itu wajib ya. ada yang penunda laparnya biskuit, ada yang kacang atom, kalau saya sih sosis. Lebih praktisnya sosis yang bisa langsung dimakan.

Bekal Makanan Mendaki Gunung yang wajib dibawa

Ketika kami sekelompok sudah tiba di gunung Prau dan membuka bekal masing-masing, ternyata banyak banget dan cenderung berlebih untuk stok 2 hari. Sebenarnya apa saja sih yang harus dibawa saat mendaki agar tidak memberatkan di ransel dan tidak meninggalkan banyak sampah?

beras

Mau tidak mau, orang Indonesia belum terasa makan kalau belum menyendok nasi. Apalagi setelah tenaga terkuras karena mendaki. Sebenarnya akan lebih praktis membawa roti sebab kita tidak perlu menyiapkan penanak nasi dan air untuk memasak. Tapi, namanya kebiasaan ya mau di darat atau di laut maupun di gunung harus tetap dijalankan. Khawatirnya, perut kita tidak siap makan roti saja. Masuk angin, hipotermia, malah lebih fatal lagi kan akibatnya.

cokelat, Permen, madu

Bekal ini lebih digunakan saat di perjalanan. Daripada sedikit-sedikit minum air, akan lebih praktis dan menghasilkan tenaga memakan kudapan manis seperti ini.

air mineral

Untuk gunung yang tidak ada sumber air seperti gunung prau, air mineral harus dibawa dari bawah sebelum mendaki. Air ini bukan cuma untuk minum, tapi juga untuk memasak. Jadi, hemat-hematlah saat perjalanan mendaki.

Makanan siap saji

Makanan siap saji tidak harus mi instan ya, tapi sudah menjadi adat sepertinya untuk mengaitkan mi instan dengan gunung. Kemarin itu, kita bawa otak-otak dan sosis. Cukup goreng saja bisa langsung dibuat lauk. Namanya juga di gunung, meski sangat sederhana tapi sensasinya mewah. Nasi lauk otak-otak rasanya kok sedap sekali ya.

bekal di gunung, sarapan di gunung, pendaki
sarapan sederhana

Sampah sisa bekal

Tentang kemasan makanan siap saji yang biasanya terbuat dari plastik memang akan meninggalkan sampah. Sebaiknya memang kita meminimalisir, agar bawaan ke bawah nanti tidak berat. Tidak boleh pakai banget ya ditinggal di gunung, itu tidak sopan. Untuk mi instan memang kita mau tidak mau harus membawanya dalam keadaan berplastik, nah kalau sosis bisa sih kita bawa yang pakai kemasan edible alias plastiknya bisa dimakan.

Bagikan sisa bekal

Sayang banget sih kalau bekal kita nyisa dan harus dibawa turun lagi. lebih baik sih tawarkan ke pendaki lain, siapa tahu membutuhkan. Sudah siap naik gunung lagi? Jangan tinggalkan jejak kecuali foto, salam lestari.

Continue Reading