Food | Traveling

Kuliner Yang Wajib Dicoba Saat ke Palembang

By on Februari 27, 2017

Pindang pegagan mbok war

Menuliskan kembali cerita wisata kuliner di Palembang adalah sebuah tantangan menahan rasa lapar. Terbayang segarnya pindang Pegagan mbok War, lembutnya daging ikan baung, dan sensasi hangat kuah martabak Har yang kaya rempah. setiap datang ke warung pempek di pulau Jawa, saya selalu bingung karena jenisnya banyak banget. Ternyata itu belum seberapa dibanding dengan di tanah kelahirannya. Palembang, ibukota Sriwjaya telah memanjakan lidah sekaligus memperbaiki status gizi di tubuh anak kos ini. Tenang saja, saya membawakan oleh-oleh kok untuk kalian. Seabreg foto-foto kuliner Palembang ini siap menemani imajinasi liarmu soal makanan. Selain untuk dokumentasi pribadi, menjepret kuliner nusantara juga bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata ya kan?

Sarapan Di Warung Aba

Pagi itu perut saya masih mual, rasanya seperti masuk angin. Wedang jahe dan selembar roti tawar saya ganjalkan
ke perut biar lebih enakan. Untung saja tidak makan nasi dulu di hotel, sebab ternyata sarapan di warung Aba yang letaknya di pasar Kuto Palembang benar-benar mengenyangkan.  Saatnya memulai wisata kuliner di Palembang.
wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Pasar Kuto terletak di jalan Slamet Riyadi Palembang, mudah saja menemukannya. Banyak toko dan bangunan tua di sini termasuk ruko yang berspanduk ‘warung Aba’ yang saya datangi. Pelancong yang ingin menikmati sensasi makan ‘campur galo’ (campur semua) segala jenis pempek wajib datang kemari.

Lelaki berparas Arab menyambut kedatangan saya dan rombongan dengan ramah. Sebuah meja panjang sederhana di bagian depan kebetulan kosong. Sambil menunggu pesanan, kami mencoba ketan srundeng dan sate kerang. Ini makanan yang  biasa ditemui di tanah jawa sih.

Lho kok rasa kuah nasi Padang gini sih?

Iya, jadi sate kerangnya berempahbanget. Begitupun dengan ketan srundengnya, tahu srundeng kan? Itu lho yang
kelapa parut dikasih gula merah. Wajarnya di Jawa, ketan srundeng dominan manis. Tapi, di Palembang ini ada sensasi rempahnya juga. Pesanan makanan khas warung Aba akhirnya hadir di meja. Mba Ira dan mba Nana yang wong kito aseli menjelaskannamanya satu persatu kepada saya. Ada lakso, laksan, celimpungan, dan burgo. Minus
ragit kata mereka.

Jadi, semua ini apa pula?

Lakso

Bentuknya seperti Mi, terbuatdari tepung beras dengan kuah santan. Kuah santannya ngga kuning, tapi agakkemerahan dan encer. Selama tinggal di Bogor, saya pernah mencicipi laksa Bogor…tapi yang ini beda.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Laksan

Ngga salah ketik, memang namanyalaksan. Ngga mirip lakso padahal, karena ini sebenarnya adalah pempek yang
dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan kuah santan kuning. Bayangkan saja
lontong sayur deh, nah…mirip hehehe. diantara sajian lain, yang paling cocok
dengan lidah saya…laksan ini. rasanya balance
antara gurih dan ‘sengatan’ rempahnya.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Celimpungan

Hihi lucu ya namanya, bentuknya juga unik kok. Ini pempek berbentuk bulat dan lagi-lagi…disajikan dengan kuah
santan. Jadi terbayang gimana kalau cilok disantenin kayak gini ya?

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Burgo

Ini yang paling menakjubkan menurut saya. Betapa orang Palembang sangat terobsesi dengan kuah santan
kurasa. Burgo adalah dadar gulung yang terbuat dari tepung beras. Kalau di Jawa, kita mengenal bubur sumsum dengan kuah manisnya. Nah, di Palembang…kuahnya santan saudara-saudara. Nggak aneh kok di mulut, dan ini
sama mengenyangkannya dengan lontong sayur.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera
Di warung Aba juga ada Ragit sebenarnya. Ini roti jala yang kuahnya kari dicampur daging dan kentang. Pempek
tahu juga tersedia lho, bentuknya gendut banget. Karena sudah sangat kenyang, nyerah deh buat nyobain. Warung Aba ini milik keluarga Sahab, keturunan Arab Palembang dan sudah ada sejak 1981.

Makan Siang di Warung Mbok War

Warung mbok war sungai musi
Mungkin kurang sopan, tapi perut saya benar-benar sudah tidak tahan. Usai makan pindang Pegagan, saya langsung
buru-buru keluar warung…mual banget. Bukan rasanya tidak enak, tapi sensasi goyang-goyangnya itu lho yang aduhai.
Pasar 16 ilir palembang
Warung mbok War adalah warung yang berdiri di atas rakit alias terapung. Terapungnya bukan di empang ya gaes,
ini di sungai musi yang arusnya lebih mirip laut kurasa. Pindang pegagan mbok war sudah ngehits kemana-mana, lokasinya di pasar 16 ilir tepatnya bawah jembatan Ampera.
Warung mbok war sungai musi
Mbok war nggak hanya jualan pindang ikan, ada menu-menu lain juga lho termasuk rendang daging. Saya pesan
pindang ikan patin dengan es teh manis. Wow, nggak nunggu lama…datanglah semangkok ikan berkuah nan menggoda. Lalapan ngga ketinggalan juga dong ya meski ini bukan di tanah sunda. Parenya ngga pahit, juga jengkol mudanya itu lho gaes…jangan dianggurin ya. dengan harga belasan ribu, ini murah menurutku…lha sensasi makan sambil lihat Ampera itu lho.
Asus zenfone 3
Selain pindang pegagan, ada juga yang namanya pindang maranjat. Pegagan dan maranjat itu bukan nama ikan atau binatang khas Palembang wkwkkw. Ini adalah nama tempat asal muasal si pindang. Pindang pegagan yang saya santap punya ciri khas rasa manis asam dengan sedikit aroma terasi. Jadi, miriplah sama sayur asem. Kalau pindang maranjat, lebih dominan asam pedas.

Makan Malam di Martabak Har

Waktu tinggal di asrama dulu, teman sekamar saya sering cerita soal martabak Har. Dia anak Lampung yang aslinya Lahat, sumatera selatan. Beberapa kali martabak Har ini juga muncul di tv, hemm jadi semakin penasaran kan?

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindang pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

 

Malam itu sebenarnya saya sudah capek banget, tapi perut lapar dan pengennya diisi yang hangat-hangat. Martabak
Har ada banyak cabangnya di Palembang, tapi saya masuk ke martabak Har yang pertama. Lokasinya di jalan jenderal sudirman dekat air mancur dan masjid Agung Palembang. Oiya buat mastiin itu martabak Har asli atau engga, cek deh apakah di tempat tersebut ada foto H. Abdul Rozak (HAR) pendirinya.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindang pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera
Martabak Har ini ternyata beda dengan martabak pada umumnya. Ini jenis martabak India yang kuah karinya otentik. Benar-benar menghangatkan dan mengenyangkan sebab di dalam kuah tersebut ada kentangnya. Selain aneka jenis martabak, ada juga nasi briyani dan ayam goreng lho.

Pempek Crispy

Mirip dengan cireng crispy, ternyata versi pempeknya juga ada. Selepas dari martabak Har, mbak Ira membawakan kami pempek jenis ini. Kami menyantapnya di dalam gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC). Seperti biasa, sebelum makan…saya jepret dulu makanan unik tersebut.

Asus zenfone 3

Perbaikan Gizi

Dua hari di Palembang benar-benar perbaikan gizi buat saya. Betapa kayanya kuliner nusantara, ngga bosen buat dieksplor dan dijepret hehehe. olahan ikan segar sangat baik untuk kesehatan, hemm…saya jadi terobsesi untuk bisa masak pindang patin seperti yang tersaji di Mbok War.
Simak video wisata kulinerku di
Palembang ini ya.

Continue Reading

Indonesia | Traveling

Kampung Kapitan, Menelusuri Jejak Tionghoa Pertama Palembang

By on Februari 21, 2017

“Kenapa orang Palembang asli
kulitnya putih-putih ya?”

Itu pertanyaan saya saat berada di tingkat satu bangku kuliah. Saat mulai mengenal berbagai kultur, agama, suku, dalam atap yang sama asrama Tingkat Persiapan Bersama IPB. Ternyata, sejak runtuhnya kerajaan Sriwijaya…bangsa Tiongkok sudah masuk ke Palembang dengan niat berdagang. Jejak-jejaknya masih tersimpan di kampung kapitan kota Palembang. Setelah kemarin saya cerita soal rumah Letnan Tionghoa Pekalongan yang sekarang menjadi hotel the Sidji, kali ini adalah mengenai atasannya letnan…kapten alias kapiten tapi di Palembang.

Menyeberang Dari Benteng Kuto Besak

Mba Ira dan mba Nana memandu saya, mba Lutfi, dan Ghana…yang baru pertama kalinya ke kampung kapitan. Dari
benteng kuto besak, kami menyewa perahu ke sana…biar lebih berasa pikniknya. Sebenarnya bisa saja sih pakai mobil, hehehe.Kampung kapitan sudah terlihat dari benteng kuto besak dan jembatan ampera, tapi sungai musi yang mirip laut itu harus diarungi terlebih dahulu.
Perahu kami merapat di depan restoran yang bertuliskan ‘kampung kapitan’. Saya pikir, tulisan itu adalah gerbang ke kampung pecinannya Palembang, hehehe ternyata logo restoran. Gerbang kampung ada di belakang resto tersebut kok, ngga perlu berjalan terlalu jauh.
Heritage walk di kampung kapitan palembang, cara ke kampung kapitan palembang, kampung kapitan palembang, sejarah kampung kapitan, pecinan kapitan palembang
dermaga kapitan

Getaran Dari Masa Lampau

Beberapa langkah kemudian, nampak nyata di depan saya jejak masa lampau yang membawa getaran aneh. Seakan-akan, masih ada lalu lalang orang berpakaian abad ke-15. Lalu muncul orang yang berbadan tinggi, mungkin bangsa Belanda. Heheh..itu khayalan kok, tapi itulah yang kurasakan setiap melakukan heritage walk seperti ini.
Heritage walk di kampung kapitan palembang, cara ke kampung kapitan palembang, kampung kapitan palembang, sejarah kampung kapitan, pecinan kapitan palembang

Rumah Kapitan

Kapitan itu sama dengan kapiten, atau kapten. Jadi, para pedagang Tionghoa sejak dahulu menetap di kampung 7 ulu ini. Setelah Belanda datang, ada pembagian wilayah berdasarkan etnis dengan dikepalai seorang kapten. Makanya, kita sudah akrab sama kampung arab…kampung cina…dan sebagainya.
Heritage walk di kampung kapitan palembang, cara ke kampung kapitan palembang, kampung kapitan palembang, sejarah kampung kapitan, pecinan kapitan palembang
Konon di sini dulunya ada 15 rumah, tapi pas minggu lalu saya datang…tinggal 2 saja. Rumah tersebut berupa rumah panggung besar bergaya campuran  tionghoa, palembang, dan eropa. Rumah pertama yang saya masuki terbuat dari kayu, khas Palembang banget lah. Itulah rumah Kapitan atau rumah yang dari dahulu hingga sekarang dipakai sebagai tempat tinggal kapitan dan keturunannya.
Dari bagian teras, saya bisa memandang ke seluruh area kampung. Andai tidak ada bangunan di depan, mungkin
jembatan ampera akan nampak dengan jelas. Pintu tinggi, jendela tinggi, inilah aksen eropa di rumah sang kapitan.
Masuk ke dalam rumah, saya malah merasa seperti masuk ke rumah nenek saya dulu. Ruangan persegi panjang dengan 2 meja kayu di kiri dan kanan. Banyak lukisan dan foto di ruang ini, termasuk foto planet-planet yang saya tidak tahu maksudnya apa.
Ruang tengah diisi dengan altar doa dengan kamar di sisi kanan dan kiri. Nuansa merah, emas, dan gelap, memenuhi ruangan. Dari ruang altar, saya bisa melihatada halaman terbuka khas rumah orang Tionghoa. Dari teras tengah ini, saya melihat tanda-tanda bahwa rumah kapitan benar-benar masih dihuni.

Kantor Kapitan

Tepat di samping rumah kapitan yang didominasi kayu, ada bangunan yang eropa banget. Ternyata itu adalah
kantor kapitan yang dulu digunakan untuk aktivitas menerima tamu maupun pesta. Dari tangga, tiang, arsitektur…semuanya Eropa.
Heritage walk di kampung kapitan palembang, cara ke kampung kapitan palembang, kampung kapitan palembang, sejarah kampung kapitan, pecinan kapitan palembang
Berbeda dengan rumah kapitan, ruang utama kantor kapitan ini snagat luas. Mungkin, dulu sering ada pesta dansa di ruang ini ya hhehhe. Sekarang, ruang tersebut diisi altar doa yang setiap perayaan hari besar tionghoa selalu ramai.
Istilahnya, ini rumah abu. Para keturunan dari orang tionghoa kan masih suka ziarah ya, daripada susah mencara makam…berdoanya dari sini saja. Kurang lebih seperti itu peruntukan kantor kapitan saat ini.

Pagoda Di Taman

Bagian depan dari rumah dan kantor kapitan adalah area terbuka. Di bagian itu terdapat sebuah pagoda yang tingginya kurang lebih 2,5 meter. saat saya datang kesana, tidak ada aktivitas apa-apa kecuali anak-anank yang bermain.
Heritage walk di kampung kapitan palembang, cara ke kampung kapitan palembang, kampung kapitan palembang, sejarah kampung kapitan, pecinan kapitan palembang

Heritage Walk Selalu Menarik

Bagiku, heritage walk selalu menarik. Berkesempatan untuk masuk ke rumah bersejarah yang usianya sudah 400
tahun seperti ini sungguh menakjubkan. Biar lebih jelas soal kampung kapitantermasuk isi rumah serta kantornya, bisa tonton di video berikut:

Continue Reading