Book

Mencintai Dengan Bijaksana

By on Oktober 13, 2015
Mencintai dengan bijaksana. Sudahkah? Sedang belajar. Beberapa waktu ini memang lagi concern baca-baca buku nikah. Eh..? Maksudnya buku bacaan tentang pernikahan. Kata seorang teman “kayaknya udah siap banget mbak?” Justru karena saya belum ada persiapan sih. Cara mencintai saja masih ala anak remaja belasan tahun.

mencintai, bijaksana, infografis, kurniawan gunadi, buku

Kebetulan di buku yang sedang saya baca ini ada pembahasan sekilas tentang mencintai dengan bijaksana. 

Tidak gegabah dan terburu-buru
Terburu-buru baper (kebawa perasaan). Belum tentu segala kenyamanan yang dirasakan harus berakhir pada pernikahan. Alamak. Jauh amat ngomongngya? Iyya..kode yang bukan kode. Jangan sampai jadi Koper (korban perasaan) deh. Baper itu bisa dikondisikan. Intinya, menjadikan asumsi sebagai landasan adalah tidak disarankan. Susah yahh kalau udah urusan rasa.
Tidak terlalu menampilkan isi hati
Nahhh..karena urusan rasa ini benar-enar nggak bisa bohong, maka menyembunyikannya pun butuh perjuangan. Bukankah mencintai dan bersin itu sama? Dalam hal nggak bisa disembunyikan. Secara otomatis pasti kita bakal ingin berkomunikasi, baik-baikin, mencari tahu, dsb. Trus gimana dong? Kalau bisa jangan sampai si dia tahu, kalaupun tahu..ya jangan ‘terlalu’. 
Pandai menyiasati perasaan
Urusannya dengan baper lagi nih. Kalau lagi rindu-rindunya atau kalau lagi cemburu-cemburunya,,cobalah disiasati. 
Tapikan prakteknya susah? Iya tau, tapi coba pikir…kalau dia juga seorang individu yang punya kehidupan sosial, punya tanggung jawab dsb. In relationship nggak harus 100% bareng kan? 
Berhati-hati dalam berucap
Semua orang tahu bahwa sakit hati seringnya timbul dari ucapan. Ucapan sengaja atau nggak sengaja. Bahkan kadang niat kita baik. Tapi belum tentu diterima begitu. Sebaliknya diterima sebagai hinaan atau ‘kamu ngatur banget sih!’ . Hayoo…
Tugas kita buat tahu kepribadian dan cara komunikasi yang baik dengan pasangan atau calon pasangan. 
Pandai mengatur logika
Balik lagi ke pembahasan yang di atas, kalau sudah ngomongin perasaan logika kadang nggak tahu dimana. Asumsi malah muncul dimana-mana. Cinta nggak perlu logika? Perlu,,biar tetap bijak. 
Mengutip dari buku Lautan Langit, ‘semeresahkan apapun keadaan disertai ketidakpastian, jangan berhenti melangkah’. Melangkahlah dengan bijak. 
Masih dari buku yang sama ‘belajarlah untuk memperlakukan cinta kita kepada orang lain secara terhormat. Kita akan belajar menyikapi perasaan kita dengan bijaksana’. Kayaknya kalau bisa bijak 100% dalam mencintai, dunia tidak akan ada peperangan. Tidak ada kisah Roro Jonggrang dan Tangkuban Perahu.

Continue Reading

Book

[Review Buku] Menikah Untuk Bahagia #MUB by @noveldy

By on Oktober 3, 2015
Belajar untuk membangun pernikahan yang bahagia nggak harus nunggu dilamar orang dulu kan? Saya persiapkan dari sekarang. Munakahat itu penting, prinsip saya pay now, play later. 

buku, mub, menikah, pernikahan

Identitas buku
Judul: Menikah Untuk Bahagia, formula cinta membangun surga di rumah
Penulis: Indra Noveldy & Nunik Hermawati
Penerbit: noura books
Tahun terbit: 2015 (ekslusive edition), diterbitkan pertama kali tahun 2012
Jumlah halaman: 328
Genre: psikologi / pernikahan
Sinopsis (back cover)
Semua orang yang memutuskan menikah pastilah mengharapkan kebahagiaan. Namun, kenyataannya, mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah semulus yang dikira. Riak-riak kecil kadangkala justru menjadi ombak besar laksana badai. Bahkan tak jarang, banyak orang yang justru tidak sadar akan masalah dalam perkawinannya hingga pasangannya menggugat cerai.

Jangan sampai hal tersebut terjadi pada Anda. Bahkan jauh sebelum menikah, Anda bisa mempersiapkan diri. Temukan caranya dalam buku ini. Penulis dengan lugas membagi rahasianya dalam membantu banyak pasangan untuk meraih kebahagiaan. Mereka juga membagi pengalaman jatuh bangunnya mempertahankan pernikahannya yang berkali-kali hampir kandas.

Mungkin awalnya Anda akan kaget, menangis, atau bahkan babak belur membaca buku ini. Namun, Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan pada akhirnya. Sesuatu yang berharga untuk diperjuangkan, yakni sebuah pernikahan impian.
Jadi, siapkah Anda menjadi bahagia?

Review

menikah untuk bahagia adalah salah satu dari sedikit buku yang bisa mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan. Serius! Meski saya termasuk kutu buku (kata orang), nggak semua buku merasuk dan bisa membuat saya teriak teriak..salto..lari..garuk tembok (halah lebay). 

Buku Menikah untuk Bahagia direkomendasikan oleh sahabat saya, makasih ya #G. Beliau bahkan sudah dua kali ngadoin buku ini buat nikahan temannya. Setuju. Menikah untuk bahagia juga akan masuk list kado buku buat sahabat-sahabat saya. Hayo..siapa yang mau,,,hands up!!

Emang segimana kecenya sih? 
Kebanyakan buku pernikahan nyeritain kisah-kisah yang mengharu biru. Kalau menikah untuk bahagia, fokusnya ke sisi psikologi. Didukung teori serta contoh action yang memang sudah dibuktikan oleh penulis. 
Buat yang sedang menjalani pernihakan, kalian bakal ketampar. Yakin pernikahan kalian bahagia? Yakin kamu sudah jadi pasangan yang tepat? Yakin kamu sudah merebut hatinya setiap hari? Yakin,,,anak kalian baik-baik saja secara psikologis? 
Problem pernikahan baru kerasa kalau sudah di stadium 3. Pernikahan bukan cuma status, tapi juga hubungan. Peran kita sebagai pasangan itu nggak cuma jadi istri atau suami dan ibu atau ayah, tapi juga partner, sahabat, dan KEKASIH.  Enak kan, kalau orang terdekat kita..yang bisa dicurhati apa aja..yang bisa disharein apa aja..adalah pasangan kita? Sahabat sekaligus kekasih halal. Subhanallah 33x. Komunikasi. Pembaca akan dibimbing menciptakan pola komunikasi yang benar dengan pasangan. Ingat ya, komunikasi itu nggak cuma bicara.

Kata penulis nih, baca buku ini harusnya dikit-dikit sambil action. Nah karena saya belum nikah, ya dicatet aja dulu.
Do we plan our marriage? Yes..i plan my marriage. Mungkin salah satu alasan saya belum dipertemukan dengan jodoh karena saya masih terlampau lugu. Nggak ada bekal apa-apa (ehh tjurhat).
Salah satu bagian yang saya suka adalah ‘stop the victim mentality’. Seringnya mental kita disett sebagai korban. Terpuruk, down, yaaa gitu. Padahal, apapun masalahnya kita turut andil dalam kerusakan sebuah sistem (kecuali jika pasanganmu emang ngga normal; ini kata penulis). 

Seringnya kita mencintai seseorang dengan cara kita. Padahal bahasa kasih tiap orang berbeda. Di buku ini dipaparkan terntang 5 bahasa kasih. 
Ada kan, orang yang dikasih hadiah mukanya datar aja. Tapi ada yang cuma dibantuin jalan di tempat licin aja udah sampai susah tidur karena kebanjiran hormon cinta hahahahhaha (curhat lagi). 
Nggak harus nunggu ada masalah untuk membaca buku ini. Baca sama pasangan kamu biar sama-sama tahu. Untuk menjalani pernikahan perlu skill&knowledge, mindset, komitmen, dan berserah. Anak-anak kita nanti adalah hasil programming dari kita. 

Rate
4 dari 5

Quote
Tuhan menguji doa hambaNya. Seakan Tuhan berkata, “kamu serius dengan doamu? Jika serius, coba…Aku akan mengujimu lagi, ya.”




Continue Reading

Book

[Review Buku] Rumah Tangga

By on Agustus 11, 2015
Jika kamu suka membaca buku dengan diksi romantis, karya
Fahd Pahdepie ini recommended. Saya sempat dibuat termehek-mehek. Oke, sebelum
saya cerita lebih banyak…buat kamu yang single, buku Rumah Tangga bikin makin
ingin menikah lho hahahahha.

Identitas buku
Judul: Rumah Tangga,
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: Panda Media
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 298

Sinopsis (goodreads)
Berumah dalam Cinta di Tangga Menuju Surga

Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada
kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain.
Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri
masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga. Kita adalah dua
pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita
berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus
bertengkar. Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.

Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.

… dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, engkau bersenang hati
menghormatiku sebagai suami dan aku berbahagia menyayangimu sebagai seorang
istri. 


Review
Ini termasuk bacaan ringan,
appetizer lah. Saya beli buku ini alasannya karena follow Fahd di tumblr. Iseng
aja pas di gramed baca bentar..ohhh..lumayan..beli deh.
Desain cover serta layoutnya
lumayan mengundang sih. Nggak Cuma orang dewasa, anak-anak juga suka. Hehehhe…kekinian.
Ini bukan buku nasehat
pernikahan yang bertebaran hadits dan poin poin tentang munakahat. Penulis bertutur
dengan bahasa puisi berwujud surat cinta. Ahaaayyy. Alurnya maju, dimulai dari ‘penembakan’.
Surat cinta dari kedua belah pihak bikin saya mesam-mesem. Bagian yang paling
mbrebes mili adalah gimana saat penulis menceritakan ijab qabul. So sweet…
Nggak mudah pastinya, dan
butuh kepercayaan diri tingkat tinggi untuk membagi kisah pribadi khususnya
rumah tangga yang baru berumur 5 tahun. Salut.
Ohiya ternyata Fahd Pahdepie
ini sama saja dengan Fahd Djibran, hahhaha. Dulu jaman kuliah pernah baca
Curhat Setan. Buku yang entah sekarang dimana karena bacanya bergiliran di
kelas (bahkan di lab saat praktikum).

Rate
3 dari 5

Quote
Banyak banget quote
bagusnya,,heheh Silakan cek di tumblr saja ya..
https://ngetehsoresore.tumblr.com

Continue Reading

Uncategorized

[Review Film] Surga Yang Tak Dirindukan

By on Agustus 2, 2015

Sudah kuduga. Film yang merupakan based on novel Asma Nadia ini bakal bikin Ibu-ibu bela-belain ke bioskop. Sabtu sore kemarin, studio full dan didominasi ibu-ibu. Sejak libur lebaran “surga yang tak dirindukan” ini sliweran di socmed. Topik Poligami selalu aktual. Hingga awal pekan ini, ada screen shot status fb sebuah akun yang mau banget dipoligami. Ada-ada saja…kemudian saya balas dengan meme juga (yang saya buat setelah nonton surga yang tak dirindukan.

Film info
Directed by: Kuntz Agus
Cast: Fedi Nuril, Ladya Cynthia Bella, Raline Shah
Duration: 124 min
Language: BAHASA INDONESIA
Subtitle: 
Genre: DRAMA
Rating: 13+
Sinopsis (Blitzmegaplex)
Kisah cinta pada pandangan pertama Arini dan Pras begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan kebahagiaan lain dengan hadirnya Nadia, buah cinta keduanya. Namun suatu hari Pras menolong Mei Rose, calon pengantin yang berusaha bunuh diri. Pertemuan keduanya, lalu kehadiran Akbar, membuat pernikahan Pras dan Arini berada di tepi jurang. Bisakah cinta bertahan, setelah janji-janji untuk setia tak lagi ditepati? Apa yang harus dilakukan seorang perempuan ketika sosok yang paling dicintainya seolah menemukan tambatan baru bagi hati? Sebuah kisah menyentuh yang membuat kita berpikir ulang tentang cinta, kesetiaan dan takdir serta ujian yang harus dikalahkan.
Review
Pemilihan pemeran yang tepat adalah salah satu kunci kesuksesan film ini. Apalagi Bella. Wuhuuu…alasan sebagian besar pria nonton adalah karena dia. Hayoo ngaku deh….
Penggunaan drone juga membuat penonton termanjakan oleh pemandangan Jogja. Sett nya bagus,,dan terkesan ‘niat’. Backsoundnya jugaaaa,,,pas deh. Soundtrack nya ngenaaaa..
Tidak ada yg benar-benar ikhlas untuk saling berbagi. yang ada itu sama-sama berkorban

Bikin nangis? beres film, ada suara “sraaat sroot” dan ibu-ibu belakangku bilang “aduh bikin mata perih”. Hahahahah….
Menurut saya film ini bagus, pesan moral yang mau disampaikan kurang lebih adalah poligami itu ngga mudah, yang namanya berbagi…pasti harus ada pengorbanan. Sabar, ikhlas, syukur. 
Film ini nggak bikin saya takut nikah.
Jadi buat para single,,its ok lhoo kalau mau nonton.
Mbak kasir bioskopnya bilang gini “Surganya satu, jam setengah empat ya..”
Saya jawab “amiinnn…iya makasih mba”
[pesan surga]
Testimoni dari teman saya (pria)
Nikah lagi dengan menganggap itu bagian dari sunnah Rasul..? sudah habiskah sunnah Rasul lain yg bisa diamalkan?
Rasul jihad dan ga hidup mewah, berlaku adil, pemimpin umat, pemegang sunnah..wis siap?
Nek aku sih oke oke wae nek duwe istri Bella n Raline Syah.
Syarat-syaratnya yang ga bisa dan harus sadar diri.

Rate
4 dari 5
Quote
“Siapa yang menjamin seseorang itu baik atau engga kalau bukan kita yang mempercayainya”


Continue Reading