Book

[Review Buku] Embun Di Atas Daun Maple

By on Juni 9, 2016
Embun di atas daun maple, review buku, review novel, hadis mevlana, novel islam embun di atas daun maple
Pernahkah kita mempertanyakan
keyakinan yang selama ini sudah kita bangun? Bahasan agama dalam konteks yang
masih sederhana namun dijabarkan dengan detil dalam kisah seorang anak manusia
bernama Sofyan. Membandingkan suatu hal berdasarkan kitab suci Al-Qur’an,
alkitab, dan taurat tentu bukan hal yang ringan dan smebarang orang bisa
lakukan. Penulis berani membawanya sebagai tema dasar novel ini. Tak berlebihan
jika Embun di Atas Daun Maple disebut mampu mengeksplorasi kebenaran Islam. Sebuah
bacaan yang patut dipertimbangkan untuk mengisi waktu luang, barangkali kamu
akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini hanya mengendap di
pikiran. Misalnya, tentang ‘mengapa wanita yang menstruasi dilarang sholat atau
puasa, bukankah itu diskriminasi?’

Identitas Buku

Judul: Embun di atas Daun Maple
Penulis: Hadis Mevlana
Penerbit: Tinta Medina
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 286
ISBN: 978-602-9211-726

Sinopsis

Rerimbunan daun maple telah
bersaksi atas keimana dan keteguhan Sofyan, pemuda muslim Teluk Kuantan. Hidup
di negeri orang sekian tahun, berjarak hari dan waktu, membuatnya kerap dilanda
rindu pada Emak dan ‘Aini, seringkali ia ingin pulang meski belum saatnya.

Berulang wkatu, keyakinan akan
Dia tersampaikan dengan indah di Kanada, tepatnya di Saskatoon. Sofyan kian
diuji, hadirnya begitu berarti bagi Kiara, gadis orthodox berparas cantik
Rusia-Aceh, lengkap dengan beribu tanya tentang Tuhannya, dan Kiara mengaguminya.
Sayangnya, kekaguman ini tidak hanya milik Kiara, mawar berpuisi yang sering
dikirimkan kepada Sofyan juga menjadi bukti kekaguman seorang yang lain.

Di antara cita-cita dan cinta,
Sofyan tetap harus pulang menjadi kebanggaan Emak dan ‘Aini. Lalu, kepada siapa
rindu terjaga, atau mungkin sebagai candu saja?

Lalu, siapakah pengirim mawar
berpuisi? Dan apakah Kiara hanya mengagumi Sofyan, bagaimana dengan cintanya? Keyakinannya?
Kepada siapakah hati Sofyan akan bertaut? Ataukah hanya teruntuk Emak dan ‘Aini?

Review

1| Sampul & Layout

Sampul novel embun di atas daun
maple ini mengingatkan saya dengan 9 summer 10 autumn. Bedanya..dia apel ini
daun maple. Hehe…cukup elegan sih, lumayan foto-able lah.

Layoutnya ngga bikin sakit mata
kok, baik itu penataan teks maupun pilihan hurufnya. Hanya saja, untuk judul di
tiap bab saya mengalami beberapa kesulitan sebab penggunaan huruf sambung.

2| gaya bahasa

Kalau kamu kurang paham dengan
bahasa sastra yang njlimet, tenang saja ya…embun di atas daun maple mudah
dipahami kok. Bahasa sehari-hari saja yang digunakan. Ada beberapa kosakata
perancis yang disertai keterangan. Barangkali kamu ingin belajar bahasa
perancis, bisa sekalian deh.

3| Penokohan

Tokoh utama Sofyan, hmm…kurasa
karakternya kurang kuat. Okelah, dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan pelik
tapi kok masih kurang greget gitu ya. Justru saya merasa Kiara lah yang karakternya
paling kuat di sini.

4| Tema cerita

Anak Indonesia yang kuliah di
luar negeri, muslim, berasal dari keluarga sederhana, dipertemukan dengan
pergolakan cinta serta pertanyaan mengenai keimanan. Tema ini mengingatkan pada
Ayat-ayat cinta dan 99 Cahaya di Langit Eropa. Jujur sih, saya bosan dengan
novel Islami seperti ini.

Yang membuat saya bertahan adalah
rasa penasaran tentang diskusi-diskusi perbandingan agama antara para tokohnya.

Oiya, kalau kamu doyan baca
puisi, selamatttt deh. Ada puisi romantis bertebaran di dalamnya. Serius,
penulisnya kece banget bikin puisi.

5| Perbandingan Agama

Rasanya tidak fair jika seseorang
menafsirkan agama lain dari kacamata atau sudut pandang agamanya sendiri. Jika kamu
mau menafsirkan agama A, haruslah menafsirkan menurut kacamata agama A itu. Tentunya
harus menurut kaidah-kaidah tafsir dan teologi serta menurut asumsi-asumsi
agama itu snediri, bukan menurut agama lain. Jadi, saat kau ingin menafsirkan
al-fatihah bukan menurut asumsimu pribadi tanpa tahu secara mendalam al-fatihah
dan tafsirnya menurut Al-Qur’an dan sunnah. Apalagi subjektif sesui selera
untuk kepentingan agama sendiri. Saya sepakat dengan pernyataan penulis di
halaman 99 itu.

Rate

3 of 5

Quote

Ini adalah quote favorit saya
dari Embun di Atas Daun Maple.

‘setelah kerinduanku untuk
Tuhanku, keluargaku, dan saudara seimanku, kini kau meluluhkan perasaanku, dan
tetiba kau juga ada di rinduku’.

Embun di Atas Daun Maple cocok
dibaca untuk kamu yang penasaran dengan keyakinan yang selama ini kamu anggap
benar.

Continue Reading

Beauty

Handbody yang tahan 24 jam, Marina Natural Product Review

By on Februari 11, 2014
Menjadi engineer muda adalah pilihanku
meskipun aku ini wanita. Aktivitas di luar ruang yang panas atau di dalam
pabrik yang berdebu adalah keseharian yang harus kulakukan. Kulit kering dan
kusam sudah pasti sih, apalagi kalau lupa pakai hand & body lotion. Aku
nggak sembarangan pilih moisturizer, meskipun
saat ini sedang hits banget kosmetik asal korea yang menjanjikan kulit
mengkilap seperti porselen. Aku suka yang natural, yang bisa protecst & cares 24h. Minggu kemarin aku dapat Marina Natural protecs
& cares 24h
dari majalah gogirl! yang lagi anniversary ke 10. Langsung nih aku trial & challenge Marina to protect my skin 24h.

05.30 wib
Persiapan dimulai. Hari ini aktivitasku lebih
banyak di indoor test mengecek mesin dan melakukan beberapa test atas produk.
Seperti biasa, yang harus kupakai setelah mandi adalah MarinaNatural. Varian favoritku karena paling pas kandungan serta manfaatnya
adalah yang warna pink, apple & sunscreen. Aromanya lembut, teksturnya
tidak lengket, dan yang pasti melindungiku dari kekeringan seharian. Kulit cantik 24 jam nih ceritanya, ya karena Marina Natural rich moisturizing. Apple sebagai antioksidan melindungi dari dalam, sedangkan
sunscreen melindungi dari luar.

06.00 wib
Kukayuh sepedaku menuju tempat kerja yang
berjarak 8,6 km. Aku bike to work, ini adalah realisasi 2014 yang kurasakan
manfaatnya. Badan jadi segar pas sampai kantor, uang juga lebih hemat hehe.
Selama perjalanan pakai sepeda, sudah pasti dong debu dimana-mana apalagi ini
kawasan industri. Tapi aku nggak khawatir, karena aku pakai masker. Kulit aku?
Kan sudah pakai Marina Natural tadi, pokoknya   Marina Natural 24hNourished & Healthy. Korelasinya gini, kalau kulit aku
kering..kelihatannya kusam dan gelap. Tapi kalau kulit lembab, akan kelihatan
lebih bersih dan bercahaya.
07.40 wib
Sarapan dulu, sebelum senam pagi. Setiap
sebelum kerja memang kita melakukan senam pagi bareng-bareng. Sehat banget kan,
bisa pemanasan dan mandi sinar matahari pagi.

08.00 wib
Mulai melakukan aktivitas di indoor test. Hari
ini harus cek oli yang bocor di mesin, jadi perlu naik tangga deh. Setelah itu
harus memastikan kalau produk yang akan ditest sudah diangkut.
12.00 wib
Makan siang…istirahat..

13.00-16.00 wib
Ada meeting nih, ruangannya biasanya
dingiiinnn banget. Nah, pendingin ruangan diam-diam bahaya juga lho buat kulit
kamu. Tapi tenang, tadi pagi pakai Marina Natural
ngga dan efeknya masih terasa  smooth & glow kok di lengan aku. Habis meeting harus ke factory lagi karena harus melakukan remote mesin dengan engineer Jerman. 

17.00 wib
Balik dari kantor gowes lagi, yuhuuu aktivitas
padat sudah usai. Jangan lupa mampir ke rumah makan padang favoritku. Akhir-akhir
ini lagi suka banget sama ayam pop. kalau jam 11 siang atau jam 4 sore pastilah
terbayang-bayang sambal merahnya itu, heheh.

18.00-pagi lagi
It’s me time, bebersih diri dan melakukan hal
apa saja yang kusuka. Paling sering sih baca buku atau nonton tv. Sampai malam
ginipun aku belum pakai moisturizer lagi lho.
Bagiku, lebih baik tidur cepat dan bangun lebih pagi daripada tidur malam tapi
bangun kesiangan. Tidur cukup juga membantu membuatmu lebih sehat dari dalam
lho, kalau dari luar kan kita bisa pakai kosmetik.

Jaman sekarang, jangan mudah tergiur dengan
tren seleb yang meng endorse berbagai
kosmetik impor yang kita tidak tahu kandungannya. Lebih baik pakai yang sudah
pasti alami, terjangkau, dan terbukti melindungi 24 jam…Marina Natural. Aku nggak mau lebay, tapi bagi
engineer muda sepertiku perlindungan kulit itu harus banget. kita nggak harus
perawatan yang ratusan ribu dulu, tiap hari luangkan waktu 5 menit saja buat
meratakan Marina Natural ke sekujur tubuh adalah
bagian dari mensyukuri karunia Tuhan.

Continue Reading