Food | Pekalongan

Telisik Kuliner Pekalongan Garang Asem H. Masduki

By on November 11, 2019
garang asem megono

Ketika aku baru merantau ke tanah Sunda, aku kaget menemukan ayam berbungkus daun pisang dengan irisan tomat ketika memesan garang asem. Dalam ekspektasi aku sebagai orang Pekalongan, garang asem adalah sajian berkuah dengan isian daging sapi yang segar. Rasanya ingin tertawa sekeras-kerasnya ketika semua teman-teman perantauanku mengatakan justru garang asem yang sebenarnya adalah ayam bungkus daun pisang tersebut. Ah, mereka harus kukenalkan dengan kuliner khas Pekalongan Garang asem H. Masduki.

Continue Reading

Food | Indonesia | Traveling

Rekomendasi Kuliner Street Food Halal Gang Gloria Jakarta

By on November 26, 2018
Rekomendasi Street Food Halal Gang Gloria Jakarta
Sengaja banget nih aku nggak sarapan sabtu lalu, karena mau hunting street food di gang Gloria. Tempat itu sudah tersohor banget ya sejak lama. Tapi menyempatkan weekend untuk nggak mikirin deadline lomba rasanya sulit. Hingga akhirnya kesempatan jelajah kuliner legendrais di sana baru kesampaian. Penasaran banget dengan Kopi Es Tak Kie, Kari Ayam, Mi Kangkung, dan street food lainnya. Berhijab tak menjadikan aku anti hunting street food di Pecinan sini. Aku berikan rekomendasi buat kamu ya!

Disasarin Google maps

Ya, aku tahu kalau gang Gloria berada di dekat Pasar Glodok. Lalu kenapa rasanya taksi online yang kunaiki berjalan sangat jauh? google maps menunjukan gang Gloria berada di Ancol. Wow! Setelah sampai depan gang, memang benar tulisannya Gloria. Tapi, menurut ibu warung gang ini bukanlah yang aku cari. Gang Gloria di Ancol hanyalah sebuah kampung yang bukan
tempat kulineran pecinan legendaris itu. oke, mari kita balik kanan!

Rekomendasi Street Food Halal Gang Gloria Jakarta
alamat yang benar gang Gloria

Blusukan Ke Pasar Glodok

Lagi-lagi taksi online nyasar ke gang buntu. Kali ini bersetting mirip film-film Hongkong gitulah. Berbekal nanya ke warga setempat lokasi Petak Sembilan, akhirnya aku malah blusukan di Pasar Glodok. Asik banget ya buat foto-foto. Beneran nggak berasa deh di Jakarta. Sebagain besar pedagang di sini beretnis Tionghoa dengan dagangan yang khas Tionghoa pula. Ya ada sih sayuran alapasar tradisional pada umumnya, tapi di pasar ini banyak yang unik. Karena aku muslim, jadi lumayan hati-hati ya. pedagang juga biasanya notice kok karena aku pakai jilbab.

Kuliner Halal Gang Gloria

“pak, gang Gloria yang banyak
jajanannya itu dimana?” tanyaku ke pedagang buah
“mba lurus aja, patokannya gedung
tinggi itu tuh, nanti nyebrang…”
Ternyata, yang dimaksud Gloria itu nama gedung di depan gang ini. Gang yang ramai sejak 1920an dan masuk jalan pintu besar tersebut berada di depan gedung tinggi Gloria dan samping hotel Fortuna.
Setelah melewati lorong panjang pasar Glodok, sampai juga nih di jalan besar. Aku nyeberang, lalu sampai tepat di depan toko manisan. Sempat bingung dan nnaya tukang mi ayam, tapi dia juga ngga tahu gang Gloria wkkwkw. Aku jalan pelan-pelan, sampai akhirnya yakin banget telah berada di gang yang tepat ketika melihat plang “Bakmi Amoy”. Lucunya adalah hampir saja aku beli bakmi Amoy ini. Ahhaa padahal di berbagai review yang aku baca, ini bakmi non halal. Lagian sudah jelas di etalase warung bakmi yang sudah ada sejak 1920an ini terpampang babi. Bakso gorengnya dan somay di sana sungguh menggoda. Tapi ya cukup foto dan merekam sajalah.Mari kita mulai hunting kuliner halal gang Gloria!

Kari Ayam Lam

Ini adalah kari Ayam pertama yang kurasakan. Biasanya aku Cuma makan kari ayam dalam bentuk mi instan ahahha. Kari Ayam Lam disajikan dalam pilihan bersama bihun atau nasi. Biar kerasa otentiknya, aku pilih bihun. Wow ternyata porsinya banyak.

kari ayam lam gang gloria
bukan mi instan rasa kari

Subhanallah, nikmat banget memang kalau ketemu makanan enak, trekenal, pas lagi laper-lapernya, eh harganya murah. 40 ribu semangkok menurutmu worth it! Potongan ayamnya besar, banyak, dan santannya super gurih tanpa bikin enek. Paling pas dikasih perasan jeruk limau deh biar segeer.

Lokasinya di ujung gang dan sangat mudah ditemui. Seatap sama mi kangkung jangkung dan kopi gayo. Sampingnya toko obat Mutiara yang legendaris juga.

Mi Kangkung Jangkung

Sebagai penggemar mi ayam rasa kampung, aku puas banget makan mi ayam kangkung di sini. Mie nya kental, enak. Kuahnya kental dengan bumbu kaya. Ayamnya gurih banget, kangkungnya nggak seret. Porsi yang cukup besar dan worth it dengan harga segini.

mi kangkung jangkung gloria
ada udangnya juga lho

Kopi Es Gayo

Sebenarnya aku pengen ke kopi es Tak Kie yang sudah ada sejak 1920. Eh nampaknya aku keosrean karena pakai acara nyasar ke Ancol itu ahahha. Yasudah, lain kali kita ke sini lagi. Untuk meredakan haus dan menambah tenaga, pilihanku jatuh pada kopi es gayo pakai susu. Aaah,,,segar banget deh. 18ribu rupiah kalau nggak salah harganya. Jauh dong sama harga kopi di kafe.

kopi es gayo gang gloria
bukan di Makau

Manisan Acin dan Cokelat Jadul

Kembali berjalan keluar gang Gloria, aku ketemu sama toko manisan dan jajanan jadul. Warna-warni dengan toples besarnya enak banget dilihat. Tak ada salahnya belanja cokelat jadul dan berbagai manisan di sana. Tapi karena bawaanku sudha kayak orang habis mudik, mendingan kapan-kapan saja pas kesana lagi.

manisan Acin gloria
pilih yang mana?

Roti Sarikaya

Menyeberang jalan dan masuk ke arah pasar Glodok, kamu akan menemui roti sarikaya ini. Street food halal yang aku beli di pasar Glodok hanya ini. Padahal aneka siomay, kepiting, buah-buahan, menarik banget. Keitimewaan roti Sarikaya di sini adalah masih hangat dan ada berbagai pilihan olahan. Oven, rebus, atau goreng? aku sih nyoba 3 sekaligus, ehehhe 10 ribu saja lho. Sarikayanya homemade dan baru dioles ketika ada pembeli. Lokasinya nggak jauh dari mulut gang, di depan toko yang menjual alat sembahyang.

Roti sarikaya glodok
anget

Ketika sedang di Kari Lam, aku merekam dan membagikan Instagram stories. Kok banyak yang mengira aku lagi di Singapore ahhaha. Memang suasanya gang Gloria ini nggak berasa di Jakarta ya. Sesekali coba deh kesini. Bagi yang muslim, semoga rekomendasi street food halal gang Gloria ini bermanfaat.

Continue Reading

Food | Traveling

Kuliner Yang Wajib Dicoba Saat ke Palembang

By on Februari 27, 2017

Pindang pegagan mbok war

Menuliskan kembali cerita wisata kuliner di Palembang adalah sebuah tantangan menahan rasa lapar. Terbayang segarnya pindang Pegagan mbok War, lembutnya daging ikan baung, dan sensasi hangat kuah martabak Har yang kaya rempah. setiap datang ke warung pempek di pulau Jawa, saya selalu bingung karena jenisnya banyak banget. Ternyata itu belum seberapa dibanding dengan di tanah kelahirannya. Palembang, ibukota Sriwjaya telah memanjakan lidah sekaligus memperbaiki status gizi di tubuh anak kos ini. Tenang saja, saya membawakan oleh-oleh kok untuk kalian. Seabreg foto-foto kuliner Palembang ini siap menemani imajinasi liarmu soal makanan. Selain untuk dokumentasi pribadi, menjepret kuliner nusantara juga bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata ya kan?

Sarapan Di Warung Aba

Pagi itu perut saya masih mual, rasanya seperti masuk angin. Wedang jahe dan selembar roti tawar saya ganjalkan
ke perut biar lebih enakan. Untung saja tidak makan nasi dulu di hotel, sebab ternyata sarapan di warung Aba yang letaknya di pasar Kuto Palembang benar-benar mengenyangkan.  Saatnya memulai wisata kuliner di Palembang.
wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Pasar Kuto terletak di jalan Slamet Riyadi Palembang, mudah saja menemukannya. Banyak toko dan bangunan tua di sini termasuk ruko yang berspanduk ‘warung Aba’ yang saya datangi. Pelancong yang ingin menikmati sensasi makan ‘campur galo’ (campur semua) segala jenis pempek wajib datang kemari.

Lelaki berparas Arab menyambut kedatangan saya dan rombongan dengan ramah. Sebuah meja panjang sederhana di bagian depan kebetulan kosong. Sambil menunggu pesanan, kami mencoba ketan srundeng dan sate kerang. Ini makanan yang  biasa ditemui di tanah jawa sih.

Lho kok rasa kuah nasi Padang gini sih?

Iya, jadi sate kerangnya berempahbanget. Begitupun dengan ketan srundengnya, tahu srundeng kan? Itu lho yang
kelapa parut dikasih gula merah. Wajarnya di Jawa, ketan srundeng dominan manis. Tapi, di Palembang ini ada sensasi rempahnya juga. Pesanan makanan khas warung Aba akhirnya hadir di meja. Mba Ira dan mba Nana yang wong kito aseli menjelaskannamanya satu persatu kepada saya. Ada lakso, laksan, celimpungan, dan burgo. Minus
ragit kata mereka.

Jadi, semua ini apa pula?

Lakso

Bentuknya seperti Mi, terbuatdari tepung beras dengan kuah santan. Kuah santannya ngga kuning, tapi agakkemerahan dan encer. Selama tinggal di Bogor, saya pernah mencicipi laksa Bogor…tapi yang ini beda.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Laksan

Ngga salah ketik, memang namanyalaksan. Ngga mirip lakso padahal, karena ini sebenarnya adalah pempek yang
dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan kuah santan kuning. Bayangkan saja
lontong sayur deh, nah…mirip hehehe. diantara sajian lain, yang paling cocok
dengan lidah saya…laksan ini. rasanya balance
antara gurih dan ‘sengatan’ rempahnya.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Celimpungan

Hihi lucu ya namanya, bentuknya juga unik kok. Ini pempek berbentuk bulat dan lagi-lagi…disajikan dengan kuah
santan. Jadi terbayang gimana kalau cilok disantenin kayak gini ya?

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

Burgo

Ini yang paling menakjubkan menurut saya. Betapa orang Palembang sangat terobsesi dengan kuah santan
kurasa. Burgo adalah dadar gulung yang terbuat dari tepung beras. Kalau di Jawa, kita mengenal bubur sumsum dengan kuah manisnya. Nah, di Palembang…kuahnya santan saudara-saudara. Nggak aneh kok di mulut, dan ini
sama mengenyangkannya dengan lontong sayur.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindnag pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera
Di warung Aba juga ada Ragit sebenarnya. Ini roti jala yang kuahnya kari dicampur daging dan kentang. Pempek
tahu juga tersedia lho, bentuknya gendut banget. Karena sudah sangat kenyang, nyerah deh buat nyobain. Warung Aba ini milik keluarga Sahab, keturunan Arab Palembang dan sudah ada sejak 1981.

Makan Siang di Warung Mbok War

Warung mbok war sungai musi
Mungkin kurang sopan, tapi perut saya benar-benar sudah tidak tahan. Usai makan pindang Pegagan, saya langsung
buru-buru keluar warung…mual banget. Bukan rasanya tidak enak, tapi sensasi goyang-goyangnya itu lho yang aduhai.
Pasar 16 ilir palembang
Warung mbok War adalah warung yang berdiri di atas rakit alias terapung. Terapungnya bukan di empang ya gaes,
ini di sungai musi yang arusnya lebih mirip laut kurasa. Pindang pegagan mbok war sudah ngehits kemana-mana, lokasinya di pasar 16 ilir tepatnya bawah jembatan Ampera.
Warung mbok war sungai musi
Mbok war nggak hanya jualan pindang ikan, ada menu-menu lain juga lho termasuk rendang daging. Saya pesan
pindang ikan patin dengan es teh manis. Wow, nggak nunggu lama…datanglah semangkok ikan berkuah nan menggoda. Lalapan ngga ketinggalan juga dong ya meski ini bukan di tanah sunda. Parenya ngga pahit, juga jengkol mudanya itu lho gaes…jangan dianggurin ya. dengan harga belasan ribu, ini murah menurutku…lha sensasi makan sambil lihat Ampera itu lho.
Asus zenfone 3
Selain pindang pegagan, ada juga yang namanya pindang maranjat. Pegagan dan maranjat itu bukan nama ikan atau binatang khas Palembang wkwkkw. Ini adalah nama tempat asal muasal si pindang. Pindang pegagan yang saya santap punya ciri khas rasa manis asam dengan sedikit aroma terasi. Jadi, miriplah sama sayur asem. Kalau pindang maranjat, lebih dominan asam pedas.

Makan Malam di Martabak Har

Waktu tinggal di asrama dulu, teman sekamar saya sering cerita soal martabak Har. Dia anak Lampung yang aslinya Lahat, sumatera selatan. Beberapa kali martabak Har ini juga muncul di tv, hemm jadi semakin penasaran kan?

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindang pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera

 

Malam itu sebenarnya saya sudah capek banget, tapi perut lapar dan pengennya diisi yang hangat-hangat. Martabak
Har ada banyak cabangnya di Palembang, tapi saya masuk ke martabak Har yang pertama. Lokasinya di jalan jenderal sudirman dekat air mancur dan masjid Agung Palembang. Oiya buat mastiin itu martabak Har asli atau engga, cek deh apakah di tempat tersebut ada foto H. Abdul Rozak (HAR) pendirinya.

wisata kuliner palembang, warung aba, warung mbok war, martabak har, pindang pegagan, pempek, burgo, laksa, lakso, laksan, celimpungan, asus zenfone 3, pixelmastre camera
Martabak Har ini ternyata beda dengan martabak pada umumnya. Ini jenis martabak India yang kuah karinya otentik. Benar-benar menghangatkan dan mengenyangkan sebab di dalam kuah tersebut ada kentangnya. Selain aneka jenis martabak, ada juga nasi briyani dan ayam goreng lho.

Pempek Crispy

Mirip dengan cireng crispy, ternyata versi pempeknya juga ada. Selepas dari martabak Har, mbak Ira membawakan kami pempek jenis ini. Kami menyantapnya di dalam gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC). Seperti biasa, sebelum makan…saya jepret dulu makanan unik tersebut.

Asus zenfone 3

Perbaikan Gizi

Dua hari di Palembang benar-benar perbaikan gizi buat saya. Betapa kayanya kuliner nusantara, ngga bosen buat dieksplor dan dijepret hehehe. olahan ikan segar sangat baik untuk kesehatan, hemm…saya jadi terobsesi untuk bisa masak pindang patin seperti yang tersaji di Mbok War.
Simak video wisata kulinerku di
Palembang ini ya.

Continue Reading

Food | Pekalongan

Segarnya Bakso Balungan Pak Teguh Pekalongan

By on Mei 20, 2016
bakso balungan pak teguh pekalongan, kuliner pekalongan, bakso balungan, bakso pak teguh, bakso wonogiri,

Salah satu kuliner yang bisa kita
temui di seluruh penjuru negeri ini adalah bakso. Gumpalan daging dengan mi dan
kuah panas akan sangat cocok dinikmati di siang hari yang terik. Dari sekian
banyak jenis bakso di Indonesia, yang paling terkenal adalah bakso Wonogiri.
Mungkinkah
karena sebagian besar penjual bakso berasal dari sana? Bakso wonogiri ada di
mana-mana, termasuk di Pekalongan. Jika kamu ingin menikmati semangkok bakso
balungan bersertifikat halal dan aman dengan harga terjangkau, mampirlah ke
kedai bakso “suka rasa” pak Teguh ini. Rasanya khas bakso wonogiri yang gurih
dan ‘sapi’ banget. Pilihan jenis baksonya beragam, pun dengan pelengkapnya. Tentang
lokasi dan pelayanan jangan khawatir, sebab tidak akan membuatmu kesal dan
hilang selera makan.

Antara Aku dan Bakso
Saya punya ikatan emosional
dengan bakso. Sewaktu balita, saya adalah pecinta bakso garis keras. Suatu saat,
titik jenuh itu datang. Setiap kali makan bakso, kepala jadi pusing. Hahhaa…aneh
ya, mungkin ini namanya mabok bakso. Kegilaan dengan bakso kembali lagi saat
tinggal di Bogor. Bakso malang, minimal satu hari satu mangkok. Bahkan saat
bulan puasa, bakso adalah pengganti kolak bagi saya.

Cerita Demi Bakso Halal
Pemberitaan soal bakso seakan tak
habis-habis. Bakso begini begitu yang intinya kita harus waspada. Mulai dari
bahan yang dicampur hal-hal tak manusiawi hingga deretan bahan kimia berbahaya
perusak jiwa raga. Bagaimana dengan saya sebagai pecinta bakso? Ya tetep makan
bakso sih, tapi pilih-pilih yang sekiranya tidak mencurigakan.

Suatu ketika, saya sedang belanja
di sebuah swalayan. Di seberang kasir, terpampang spanduk besar yang intinya
bertuliskan tentang bakso bersertifkat halal MUI. Itu pertama kalinya saya
mleihat yang demikian. Tanpa perlu pikir panjang, saya memesan semangkok bakso
di sana. Yes!! Harganya 4 kali lipat dari bakso yang biasa saya beli. Memang sih,
untuk mendapat selembar sertifikat itu tidak mudah.

Bakso Pak Teguh Pekalongan
Tidak jauh dari coffee and beyond cafe,
bakso wonogiri yang cukup terkenal di Pekalongan itu sedang ramai-ramainya
pengunjung. Saya datang kesana sekitar 14.30 waktu Pekalongan. Untung saja
amsih ada meja kosong. Catet ya, meja nomor 5. Letaknya dekat tembok, nggak
jauh dari pintu, so…lightingnya lumayan bagus. Ini penting? Iya dong..penting
banget.

Menu
Di kedai bakso “suka rasa” ini,
menu baksonya cukup banyak. Tapi semuanya bakso kuah, tidak ada bakso goreng
atau bakso bakar.

bakso balungan pak teguh pekalongan, kuliner pekalongan, bakso balungan, bakso pak teguh, bakso wonogiri,

Bakso separo (harusnya saya pesan
ini), bakso biasa, bakso telur, bakso urat, bakso urat campur adalah menu bakso
yang cukup standar ya. kalau bakso balungan? Nggak semua kedai bakso
menyediakan ini. Adakah yang belum tahu bakso balungan? Jadi, bakso balungan
itu adalah bakso yang dilengkapi tulang muda (tulang rawan). Bukan tulangnya
dijadiin bakso ya, tapi di mangkok itu ada bola daging biasa sama potongan
tulang muda yang masih ada dagingnya sedikit.

Ini nih harganya yang menurut
saya sangat terjangkau (yaiyalah bandinginnya sama harga Jakarta).

Bakso balungan campur: Rp. 14.000
Bakso Balungan urat: Rp. 14.000
Bakso Spesial: Rp. 15.000
Untuk minuman, semua di bawah
Rp.5000.

Bakso Pak Teguh Aman?
Mata saya berkeliling mencari
penampakan sertifikat aman dan sejenisnya. Dan yeah…ada. Bakso “Suka Rasa”
Pak Teguh punya sertifikat dari dinas kesehatan Pekalongan dan belum kadaluarsa.

Pelayanan
Dengan pengunjung sepadat itu,
saya pikir akan lama menunggu pesanan. Eh ternyata, cepat juga ya. nggak smapai
yang bete dari laper ke nggak laper kok. Meski kedai ini indoor alias di dalam
ruangan, tapi ngga sumpek. Eh atau sumpek dan tidak itu tergantung suasana
hati? Hehehe…entahlah yang saya rasakan ya segar-segar saja.

Bakso teguh menerima pembayaran
cash, jadi kalau kamu nggak bawa duit cash cari ATM dulu atau cari pinjeman
hahaha.

Meski tidak meiliki area parkir
tersendiri, not bad kok sebab parkiran ada yang jagain dan nggak berada di
jalur super padat. Kendaraan leluasa saja keluar masuk bakso “suka rasa”.

Mau datang lagi?
Bisa iya..bisa engga. Kalau lagi
jalan daerah sini, bolehlah mampir.

Rate
3 dari 5

Lokasi
Jalan tentara pelajar no.6 kota
Pekalongan
Telp: 0813 2706 6559

Continue Reading