Traveling

Bersantai di Kopi Tombo

By on Januari 3, 2019
Bersantai di Kopi Tombo

Sengaja tak membikin judul yang fantastis, sederhana saja. Biarkan seperti gubuk kopi Tombo yang bersahaja. Berbeda dengan kedai kopi yang biasa aku jumpai di tengah kota, tempat ini cocok sebagai obat menjauh dari distraksi. Sesuai namanya, Tombo dalam Bahasa Jawa yang artinya obat. Ngopi di tengah kebun kopi saat hujan turun, membangkitkan inspirasi untuk berkarya.

Napak tilas skripsi

Motorku santai saja melewati jalan beraspal dari pantura Pekalongan, Batang, lalu masuk ke kecamatan Bandar. Dari jalan Bandar-wonotunggal, aku masuk melewati jalan desa Binangun menuju desa Tombo. Kondisinya sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika aku mengumpulkan data untuk skripsi.

Syahdu banget ya, aku skripsi di tempat yang adem dan hening bahkan duit nggak laku. Kalau nggak karena penelitian, mungkin aku nggak akan blusukan sampai ke belakang bekas pabrik kopi peninggalan Belanda. Melihat sendiri bak-bak yang dulunya berisi biji kopi.

Kopi Tombo Apa Spesialnya?

Kebanyakan coffee shop di kota menjual ambience dan fasilitas ke pelangganya. Tempat instagramable, furniture skandinavian, wifi super cepat, atau ruangan khusus untuk belajar kelompok serta meeting. Untuk kopi, rasa dan kualitas mungkin bagi awam sepertiku akan terasa biasa saja.
Kesederhanaan kopi Tombo dengan rumah kayunya itulah yang membuat tempat ini spesial. Apalagi halaman belakangnya langsung berjajar pohon kopi. Santai, tanpa wifi.

Bersantai di Kopi Tombo

Ada kopi original tubruk juga v60 di mejaku. Lidah sudah bersiap menunggu rasa pahit, eh kok yang sampai di saraf perasaku asem manis ya!!! mungkin kafeinya tinggi banget, baru beberapa sesap perutku yang ngga biasa nerima kopi langsung perih. Mungkin aku lapar, tapi sengaja nggak pesan indomie rebus karena sedang diet mi instan ahaha. Ada sih pilihan lain seperti singkong atau pisang goreng.

Aku buat video cinematicnya nih.

Ketika Anak-Anak Muda Desa Bersatu

Jika ditanya siapa owner kopi Tombo, maka komunitas ARC lah jawabannya. Dulunya nggak ada niatan untuk membuat kedai kopi. Gubuk kopi didirikan untuk memproses kopi saja. Lama-lama banyak yang datang, nongkrong, ngopi. Sosial media membuat tempat ini cepat viral dan mendatangkan banyak pengunjung. Komunitas ARC isinya pemuda desa Tombo ini. Mereka bersatu memanfaatkan potensi lokal.

Bersantai di Kopi Tombo

Salut lah. Hari gini, pemuda desa kebanyakan ya merantau ke kota. Apalagi kalau yang potensi desanya itu di sector pertanian. Halah ribet, begitu kurang lebih.

Mendahului BUMN

Sebenarnya di desa Tombo ini ada perkebunan milik PTPN IX. Di sana juga ada agrowisata, tapi ramean yang datang ke gubuk kopi Tombo. Padahal kalau mau membandingkan sarana dan prasarana, area kebun milik PTPN lebih lengkap untuk dikembangkan. Tapi kok bisa keduluan ya?

Bersantai di Kopi Tombo

 

Ada apa saja di sekitar Kopi Tombo?

Biar worth it kalau main ke Desa Tombo, sekalin saja mampir ke kebun the PTPN IX. Masih 1 desa kok dengan kopi Tombo. Dulu jaman aku skripsi, masuknya gratis lha wong belum dijadikan agrowisata. Sekarang ada tarifnya. Di kebun teh, selain menikmati suasana perkebunan di 700 mdpl kita bisa mencoba beberapa wahana di sana.

Bersantai di Kopi Tombo

Mungkin kalau mau menginap bisa camping sekalian di sini. Lebih seru kan melihat kerlip lampu kota Pekalongan dan Batang dari atas?

Oleh-Oleh Kopi Tombo

Kopi Tombo juga menjual biji atau bubuk kopi lho. Jadi bisa nih kita jadiin oleh-oleh atau sekedar stok. Harganya juga pakai rate desa. Aman lah, buat kalian yang biasa beli kopi di Starbucks mah.

Bersantai di Kopi Tombo

 

Saat yang Tepat ke Tombo

Gubuk kopi Tombo buka pukul 8 pagi hingga 10 malam. Saranku sih kalau mau tenang dan damai datang saat masih pagi. Sekalin biar dapetin suasana pagi di desa yang syahdu. Motoran atau mobilan sama saja mudah.

Bersantai di Kopi Tombo

 

Akses dari Tol Pemalang Batang

Mungkin kamu lagi dalam perjalanan mudik dan lewat jalan tol Pemalang-Batang. Bisa kok kalau mau mampir. Akses dari tol Pemalang Batang adalah dengan keluar di interchange Pekalongan depan grosir batik Setono. Setelah itu mengarahlah ke timur yaitu kota Batang melewati jalur Pantura. Dari alun alun Batang, bisa belok kanan menuju kecamatan Bandar. Setelah tiba di pasar Bandar, di perempatan besarnya ambil kanan ya. udah tuh jalannya Cuma 1 kok. Nah, usai turunan tajam, ambil jalan masuk ke PTPN IX di sebelah kiri. Lurusss saja sekitar 15 menit, di sebelah kanan akan ketemu gubuk kopi Tombo.

Selamat ngopi di 700 mdpl ya, tanpa wifi!

Continue Reading

Pekalongan

Malam minggu manis di the oasis cafe Pekalongan

By on Juli 17, 2016
The oasis cafe Pekalongan, oasis kafe
Malam minggu gerimis di tengah kota Pekalongan mengarahkan motor saya ke arah jalan semarang. Niat hati sih
mencari tukang mi ayam pinggir jalan sebab perut masih lapar. Entah bagaimana, ternyata motor malah parkir di depan the oasis cafe. Nuansa hangat langsung menyambut diiringi backsound tawa para pengunjung dan desis mesin espresso. Saya memilih duduk d dalam kafe sebab gerimis semakin deras. The oasis belum lama
opening, tapi keberadaanya sudah cukup hits di Pekalongan. Dengan tagline ‘premium coffe’ ternyata kafe ini tidak hanya menyajikan minuman serta makanan ringan ala kafe, ada indomie goreng dan makanan berat lainnya juga lho.

Instagramable place

Meski tidak begitu luas karena berupa bangunan di depan sebuah rumah, tapi the oasis ini kelihatan kekinian banget. Instagramable interior dari segala angle. Kursi yang saya pilih yang dekat jendela. Mural, wall art, furniture, bahkan lampu-lampunya memang didekor agar enak difoto kurasa. Sambil menunggu pesanan datang, sayapun foto-foto untuk stok instagram hahaha.

The oasis cafe pekalongan

Menu ala the oasis

Sesuai tagline, oasis menyajikan premium coffe dari seluruh nusantara dengan berbagai cara penyajian. Ada manual brewing juga lho buat kamu yang cinta banget kopi. Dan percaya atau tidak, semua kopi itu harganya di bawah 30ribu. Misalnya french press, semua kopi dihargai 15ribu, sedangkan syphon brewing 25ribu.
Bener mariah aceh, sindoro temanggung, gesha jawa barat, bali kintamani, peaberry pekalongan, milla toraja, kayumas situbondo, red caturra pekalongan, adalah kopi-kopi hitam yang disediakan. Kalau saya memesan taro latte saja, hehhe.

Ternyata, kafe ini juga menyediakan makanan berat lho. Ada indomi goreng juga rebus lho,,,ahay. Indomie goreng plus telur dan kornet cukup dibayar dengan uang 16ribu. Bahkan menu soupseperti grilled beef soup nodle juga ada. Kalau appetizer ya normal lah,pancake…roti bakar…yang nggak normal adalah harganya, iyak..di bawah 30ribu. Memang sekali lagi, saya tidak bisa membandingkan harga di Jakarta dan di Pekalongan. Alhamdulillah banget, dengan selembar 50ribu bisa jajan banyak di kafe.

The oasis cafe, menu the oasis cafe pekalongan

Pelayanan

Pesanan datang tak perlu menunggu lama. Meski malam itu pengunjung cukup ramai, tapi nggak sampai bete nunggunya. Nyaman-nyaman saja, bahkan ketika hujan makin deras.

Rekomendasi

The oasis caffe saya rekomendasikan buat kamu yang mencari kafe homey, instagramable, harga terjangkau, dan lokasinya mudah dijangkau.
Kalau kamu mau mengadakan acara mengundang puluhan orang, the oasis kurang cocok deh. Selain ruangan kafe yang tidak mencukupi, parkirannya juga khawatir akan kerepotan. Jarak antara satu bangku dan bangku lainnya cukup dekat, kurang nyaman kalau untuk kerja atau meeting.

Datang lagi?

Iya dong. Kapan-kapan saya akan kesini lagi kalau pas pulang ke Pekalongan. Tapi, mau jelajah kuliner place
lain dulu. Kayaknya nggak habis-habis exploring culinary spot in my hometown.

Rate For Oasis Cafe Pekalongan

4 dari 5

Contact the oasis

Jl. Semarang no.15 kota
Pekalongan
Reservation:
081914105001/085742725165
Open hour: 15.00-23.00/15.00-24.00
(saturday)
Instagram: @theoasiscafepkl

Continue Reading