Tought

Sisa hujan dan kembang api di teras rumah bupati

By on September 1, 2017
Tiba-tiba aku teringat senyum percaya diri Adit, cowok setengah plontos berkulit sawo matang itu. Adit yang cool namun bisa meluluhkan hati Tita si cewek polos dan baperan. Tentu bukan karena dada bidang Adit, meskipun itu salah satu hal yang memesona. Kalian kenal Adit dan Tita kan, yang ada di film Eiffel I’m In love? Kembang api di pendopo Kajen kemarin malam menggoreskan perasaan aneh buatku. Tentang kepasrahan dan memakai rasa dibanding logika. Iya, jangan pakai logika saja dalam mendefinisikan cinta.

Sebuah Draft Yang Hilang

Tadi, dengan mengumpulkan keberanian dan kekuatan aku sudah nulis draft yang 100% curhat ini. saking capek karena baper, aku ketiduran. Bangun tidur beresin beberapa paragraf. Ketika aku mau pindahin ke blog, dokumennya sudah tidak ada. Word yang ada di tabletku ternyata settinganya ngga auto save. 
Mungkin ini cara Tuhan biar aku lebih plong kali ya, pakai nulis ulang hingga dua kali. Kalau curhat ngga memungkinkan, nulis di blog saja deh. Ngga terlalu beda harusnya, karena perasaanku yang campur aduk seperti soto tauto jadi tersalurkan. 

Undangan Dadakan dan Pemeran Pengganti

Masih ingat kan, kalau aku di awal Agustus ikutan Amazing Petungkriyono National Explore 2017. Acaranya sudah selesai, lombanya bahkan sudah pengumuman. Nah, untuk penyerahan hadiahnya ternyata dibarengin sama perayaan malam puncak hari jadi kabupaten Pekalongan ke 395. Cukup mendadak sih terutama bagi yang di luar Pekalongan, undangan fix baru diterima H-1 dari acara.
Malam kamis Pon, 30 Agustus 2017 memang sudah aku rencanakan untuk berada di Pekalongan. Tujuan utamanya ya mudik idul adha sih, tiket sudah kupesan sejak aku belum mengenalmu *eeeaa. Pemenang lomba di Amazing Petungkriyono National Explore 2017 nggak semuanya dari Pekalongan, malah banyakan orang luarnya lho. Termasuk pemenang lomba blog, mba Nunik Utami. Beliau tidak bisa hadir dan akhirnya mendelegasikan aku sebagai pemeran pengganti untuk acara penyerahan hadiah.

Hujan Membuat Perasaanku Bocor

Biasanya nih, kalau ada event gede terlebih yang lokasinya outdoor sudah diupayakan agar tak turun hujan. Entah itu pakai mesin penangkal awan ataupun cara konvensial si pawang hujan, yang penting karpet merah jangan sampai basah apalagi becek. 
Sore itu, aku masih santai menyetrika jarik batik dan mewiru kain yang akan dipakai di malam harinya. Hujan mulai turun, tapi aku nggak mikir aneh-aneh apalagi punya firasat buruk sih. Semua kunikmati saja dengan perasaan positif.
Lepas Isya, aku sudah memarkirkan mobil di samping pendopo kabupaten Pekalongan. Karena banyak jalan yang diblokir, hampir saja kejantananku keluar. Tentu keanggunan kebaya satinku serta kain jarik batik berwiru bakal sirna kalau sampai lompat pagar dan nerabas taman. Meski memutar menembus barikade masyarakat yang memenuhi area kajen expo di alun-alun, sampai juga di depan panggung wayang kulit. 

Inayah di teras rumah dinas bupati

Tak lama kemudian rombongan teman-teman yang berangkat dari hotel tiba dengan bus pemkab. Sebelumnya sudah ada aku, Andika, dan mas Panta yang menunggu di teras pendopo. Wow, semacam reuni lagi dengan mereka. Teman-teman baruku, yang…karena kami menjalani adventure 2 hari langsung akrab semua. Kecuali…satu orang yang ternyata selama ini aku cuekin tanpa sengaja. 

Pemenang lomba apne 2017

Dia yang ternyata pernah mengirimkan pesan pribadi tengah malam sebelum keberangkatanku ke Pekalongan awal Agustus itu. Ngajak ketemuan jam 3 di stasiun Pekalongan, lalu nggak ku follow up.  Tentu bukan mas Rudi Belalang dan Faisol, karena aku ketemu mereka tanpa janjian jam 3.45. Bukan juga Bang Doel dan rombongan Jakarta, sebab kami janjiannya jam 5 an. 
Hujan semakin deras di sekitar lokasi acara memaksa masyarakat tunggang langgang dari area alun-alun mencari tempat berteduh. Aku aman, nggak basah, nggak kena tampias, hangat meski tenda tamu undangan bocor di beberapa bagian. Perasaanku ikut-ikutan bocor, menggenang, dan agak becek untuk dilewati *hah!

Lagu Petungkriyono Enak Buat Joget

Kalau ini bukan acara formal pasti kami sudah menuju depan panggung untuk ikut joget bersama dedek-dedek yang membawakan lagu ‘Petungkriyono’. Nadanya mudah nempel di kepala, pas nulis ini saja masih keingetan kok. Liriknya juga sederhana, musiknya rampak enak buat joget.
Selain lagu ‘Petungkriyono’ ada juga ‘kajen kota santri’ yang lirik reff nya masih kuingat hingga sekarang. 

“Kajen kota santri, Kajen kota santri, kajen kota santri, slalu di hati”

Justru lagu hymne dan mars Pekalongan aku nggak ingat sama sekali. Bagaimana ingat, dengar saja baru sekali malam itu. Duh, malu ya nulisnya secara aku orang asli Pekalongan dari lahir heuheu.
Nih lagunya ada sepotong di vlog aku:

Tukang Tahu Yang Dirindukan

Malam semakin larut, hujan sudah reda. Perut mulai keroncongan, terutama bagi teman-temanku yang berangkat dari hotel. Untung saja sebelum ke pendopo aku sudah makan sate ayam dan cimol di RSUD Kajen.

Hari jadi kabupaten pekalongan ke 395

Kalau sudah duduk di bangku undangan, bukan hal mudah buat keluar mencari makanan ringan. Untung saja ada pedagang asongan, ya namanya juga di Indonesia…jangan khawatir soal lapar mendadak. Tukang tahu hilir mudik, tapi yang tahunya masih bisa dibeli karena belum kehabisan baru di asongan yang ke-3.
Bermodal gorengan dan air mineral, kami bertenaga kembali untuk berbaris di depan panggung penerimaan hadiah. Salaman euy dengan bupati Asip dan wakilnya bu Arini. Jarik batik kutata kembali sebelum maju, pasang senyum paling manis sebab fotografer dimana-mana yeyyeye.
Pemenang apne 2017

Kembang Apinya Adit

Usai penerimaan hadiah, aku dan peserta Apne 2017 yang hadir berkumpul di teras rumah dinas bupati. Wah ternyata, area pendopo sudah penuh oleh masyarakat yang mau menyaksikan wayang kulit dalang Enthus.

Kembang api

Sebelum wayang dimulai, ternyata ada pesta kembang api layaknya tahun baruan. Gegap gempita seperti perasanku malam itu. Scene Adit dan Tita menyaksikan kembang api di film Eiffel Im in Love langsung terjembreng bagai layar tancap. Sisa hujan dan kembang api yang heboh tanpa sengaja membuka ‘hidden file’ dalam hatiku. 

Untuk Kamu Yang Kuabaikan

Barusan saat aku membuka folder foto ‘Apne 2017’ di laptop, langsung terhenyak oleh foto ke-2. Barisan paling atas, kiri. Foto random pada acara pembukaan yang berlangsung di  hotel sahid mandarin. Ternyata ada dia, berpose di belakangku tanpa kukenali dan kupedulikan. Dia yang japriannya kuabaikan malam sebelumnya. 

Aku pasti butuh beberapa hari untuk mencerna segala perasaan campur aduk ini. Rasanya luar biasa sekali. Yang sudah pernah, pasti tahu apa yang aku maksud. Yang belum pernah, tidak akan cukup ruang lagi untuk menuliskannya.

Paragraf di atas terinspirasi dari caption foto Raisa sata siraman. Jika Raisa bahagia seutuhnya, aku sih…sedikit cemas banyak rindunya.
Aku pulang dari pendopo kabupaten Kajen diiringi gamelan dari panggung wayang kulit dalang Enthus. Tak terasa langkahku makin lama makin ringan meski pakai wedges dan jarik yang sempit. Untung saja aku segera sampai di parkiran sebelum bablas melayang.
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, termasuk juga untuk yang korban perasaan.

Continue Reading

Indonesia | Traveling

Malam Minggu di Borobudur International Festival

By on Agustus 1, 2017
Borobudur internatioan festival 2017
Kapan terakhir ke Borobudur? Saya sih jaman piknik SD, jadi ya,,,sekitar 17 tahun yang lalu. Sebagai warga Jawa Tengah yang selalu haus akan piknik, kok saya jadi malu. Magelang itu dekat lho dari Pekalongan, tapi mengapa ke-skip gitu? Makanya pas ada event Borobudur International Festival 2017 akhir Juli lalu saya tak mau ketinggalan. Secara ini acara besar dan 4 tahunan, pasti dong istimewa dan memesona.

Sebuah obrolan di kereta

“mba turun mana?”
“jogja, kalau mba?”
“sama…”

Obrolan saya dengan teman sekereta pagi itu menghangatkan suasana pagi yang mendung di gerbong fajar utama Jogja. 
Saat melirik ke bawah, terlihat tas berlogo Borobudur dengan tulisan yang sama dengan buku di tangan saya.

“saya kerja di Taman Wisata Borobudur” tuturnya.
“oalah, saya lagi baca buku sendratari Borobudur yang diterbitkan Taman wisata Borobudur lho mba”

Obrolan kami semakin akrab saat kereta merapat di stasiun Tugu. Kami berpisah, sebab saya harus segera menuju ke mahakarya putera bangsa Borobudur di Magelang. 


Gemerlap Di Bawah Stupa Mahakarya Borobudur

Malam minggu jam tujuh, stupa terbesar di puncak Borobudur nampak gemerlap menyapa. Tentu pemandangan ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun 1835 saat Borobudur pertama kali dibuka untuk umum. 
Borobudur international festival kuliner 2017
Tak jauh dari jalan masuk dekat resort Manohara, berjajar warung-warung yang menjajakan menu kuliner khas Jawa Tengah. Ternyata sedang ada festival kuliner yang merupakan bagian dari Borobudur International Festival.
Borobudur international festival 2017
Tua muda, wajah lokal wajah international, semua tumpah ruah di bawah kerlip lampu hias. Meja kayu atau tikar untuk lesehan bisa kita pakai sembari menikmati kudapan. 
Dari panggung utama terdengar alunan gamelan. Lengger Banyumas yang kocak dan sangat menghibur tampil malam itu. Tari tenong dari Pemalang membuat penonton berebut kue jajanan pasar yang dibagikan penari. Tak ketinggalan seniman dari Tiongkok, India, Jepang, memeriahkan malam ke-2 Borobudur International Festival 2017. 
Lengger banyumas bif 2017
Di sela-sela pertunjukan seni, sekelompok pemuda-pemudi yang tergabung dalam genpi (generasi pesona Indonesia) Jateng mendeklarasikan semangat juangnya. Berjuang bukan dengan parang membabat hutan seperti pasukan Thomas Stamford Raffles untuk membuka reruntuhan candi Borobudur pada 1872-1822. Genpi Jateng siap memperlihatkan pesona Jawa Tengah kepada dunia lewat dunia digital sosial media maupun berbegai aksi di dunia nyata.
Genpi jateng bif 2017

Dua bule di samping saya berdecak kagum saat reog dari Temanggung tampil memungkasi kemeriahan malam itu. Meski semakin larut, penonton justru makin antusias. Rasanya pengen teriak “one more…one more…one more” saat Fahmi Anhar sang MC menutup acara.
Biar lebih tahu bagaimana serunya, nih saya bagikan vlognya.
Malam sebelumnya, gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka festival 4 tahunan ini. Sayang banget saya belum nyampe Magelang, padahal pengen selfi hehe. 

Bukan Malam Minggu Kelabu

Borobudur cerah malam itu, bulan sabit nampak di langit seakan awan telah ditiup entah sampai nun jauh di sana. Mungkin dipindahkan ke tempat banyak jomblo berdoa agar malam minggu hujan saja, seperti itu?
Nggak kebayang kalau candi terbesar di pulau Jawa ini dulu  mau dipreteli reliefnya dan disimpan di museum, rasanya pasti ngga semenarik sekarang. Pernah lho ada ide seperti ini, untung nggak kejadian ya. Borobudur yang saya saksikan malam minggu kemarin adalah bangunan sama yang dibuat pada 800M. 
View borobudur dari puthuk setumbu
Badan lelah, mata ngantuk, hati ‘gemebyar’ atas pengalaman malam yang memesona di candi Borobudur. Hey kamu iya,,,kamu, tertarik mau ke Borobudur juga?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Generasi PesonaIndonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia
Jawa Tengah.

Continue Reading

sponsored

Awkward bertemu mantan saat bukber? Ajak dia makan Pocky dan coba 3 cara lain

By on Juni 12, 2017
Momen bukber (buka bersama)
selalu ditunggu saat bulan Ramadhan. Buka puasa bersama keluarga besar, rekan
kerja, teman kuliah, teman SD, komunitas, dan lain sebagainya mewarnai indahnya
bulan suci. Tak jarang, diantara tamu yang hadir dalam bukber adalah seseorang
yang pernah berkesan di hati kita. Sebut saja misalnya mantan pacar saat
kuliah, uhuk. Weekend kemarin, jauh-jauh saya ke Bogor dari Bekasi untuk bukber
teman sekelas Teknik Mesin dan Biosistem IPB angkatan 2007. Bertemu mantan
adalah keniscayaan bagi beberapa teman. Nih, saya bagi cara untuk mengatasi
awakward momen yang bisa kamu coba.
buka puasa bersama pocky

1| Senyum, salam, sapa

Yoiii…please behave! Ini basic
keramahan yang nggak hanya dimiliki oleh mba-mba minimarket atau mas pom bensin
sih seharusnya. Cuman ya gimana ya, kadang kok rasanya awkward dan takut
dianggap flirting alias centil. Apalagi kalau si mantan sudah berpasangan,
nggak enak aja gitu. Kecuali kalau sama pasangan baru tersebut sudah kenal,
jadi ya lumayan nggak ngeri dilempar garpu aja sih.

“assalamualaikum, apa kabar?”
mungkin plus salaman nggak sampai semenit lah ya. 

2| Berani basa-basi

Siapa yang susah basa-basi seperti
saya? Memulai percakapan kalau sama mantan itu effortnya lebih gede. Yang sering
ketemu saja masih awkward, apalagi sama mantan yang ngga pernah ketemu tau-tau
dia sudah gandeng anak istri.
pocky share happiness
Tapi, cobalah…daripada sepanjang
momen bukber lirik-lirian doang kan ngga asik dan ngga enak sama teman-teman
yang lain. Di acara bukber kemarin, saya salut sama teman-teman yang bisa saling
ngobrol hangat dengan mantan atau pasangan mantan.

“hai…anak udah umur berapa?” 

“setahun setengah, itu adeknya
bentar lagi lahir” 

“wah…mantep banget” 

“namanya siapa dek?”

3| Sedia #pockyinmypocket halal

Si mantan pasti tahu juga lah
sama pocky, coba tawarin buat takjil. Sekalian kasih juga ke anaknya si mantan
kalau sudah punya, pasti dia suka tuh snack biskuit stik warna-warni.

“nih pocky, lumayan buat ganjel
takjil bentar”
“nggak ah, belum halal kan?”
“eh…kamu belum tahu ya, pocky halal
sejak masuk Indonesia tahun 2014 lho, ini ada label halal MUI nya malah”
“masa sih? Kok aku baru tahu ya”
“Pocky, Pretz, dan Pejoy yang produksi
mulai pertengahan 2017 sudah mencantumkan logo halal MUI…meski dulu juga
sebenarnya sudah ada sertifikasi halal Thailand sih”
“oh gitu, kamu tuh masih sama ya.
Selalu update dan cerdas”
“ehem…bisa aja. Tuh tawarin istri
kamu, dari tadi liatin kita tau. Bilang juga, ini nggak akan ngerusak lipen dan
bikin belepotan karena no crumbs alias tanpa remah”
“yaudah…makasih ya…keep contact” 

—- kemudian hening—-

pocky snack biskuit stick tanpa remah

Pergi bukber enaknya kita
persiapan bawa takjil sendiri, ya meksi kadang ada tempat yang ngasih kurma
gratis. Bawa snack saja biar gampang, ngga perlu bawa timun suri juga kali ya. Pocky
mah pocketable dan shareable, tinggal masukin tas kecil atau saku juga bisa. Lebih
santai saja rasanya bisa berbagi dan makan biskuit dengan teman atau keluarga.

4| Phone a friend

Jika awkward momen sudah berhasil
ditanggulangi tapi kamu mulai mati gaya, coba deh phone a friend hahaha. Ini cara
paling cupu tapi ampuh buat menghindar dari ketidakberesan lahir batin.
ensemble buka bersama
Saya belajar tabah dari kalian
yang harus mengalami momen bertemu si dia.  Share happiness di bulan ramadhan itu
pahalanya berlipat-lipat, tapi tetap jaga diri dalam koridor dan norma yang
berlaku umum di masyarakat. Jangan sampai bukber kacau dan kita nggak bisa
menikmatinya karena awkward bertemu mantan. Saksikan keseruan acara buka bersama kami di inavlog beriut ini.

Continue Reading

Tought

Tipe-Tipe Pria di Sinetron Dunia Terbalik

By on Mei 3, 2017
Ini semacam rekor ya, saya itu
nggak pernah ngikutin sinetron. Palingan sih kalau bulan puasa saja, sinetron
yang tayang jelang buka atau sahur. Tahun lalu ada Para pencari Tuhan dan
Preman pensiun yang menemani kesendirian di kamar. Secara tidak sengaja, pada
suatu malam saya terhenti pada tayangan sinetron berjudul dunia terbalik. Awalnya sih cuma sekedar lewat ganti-ganti channel, eh kok lumayan juga. Ternyata
teman-teman kantor juga suka nonton sinetron yang menceritakan soal fenomena
para suami ditinggal istri jadi TKW ini. Sebagian besar pemain dunia terbalik
memang pria, dari sana kalau kita mau cermat banyak pelajaran hal yang bisa didapat.
tipe pria di sinetron dunia terbalik


Cerita dunia terbalik dekat
dengan kenyataan

Di mobil usai dari Ciater
kemarin, saya cerita soal sinetron ini. Kata teman saya, dunia terbalik itu
benar-benar terjadi di desanya.

“kalau di tempat saya mba, memang
benar adanya seperti itu. Para bapak yang ngasuh anak sebab para istri jadi
TKW”

Pembawaan sinetron ini memang
ringan banget dan cocok dengan masyarakat menengah ke bawah yang emang penikmat sinetron tv swasta. Nggak
ada tuh penampakan pemain yang naik mobil mewah atau tinggal di rumah gedongan
komplek cluster. Pakaian, pemilihan dialog, bisa disesuaikan dengan tidak
berlebihan. Kalau kamu ingat sinetron keluarga cemara, ya kurang lebih seperti
itulah.
Sebenarnya, kalau di tv swasta saya lebih suka Sitkom seperti The East, Ok jek dan Keluarga besar yang tayang di Net Tv. Oiya, berikut ini ada infografis tentang sinetron di Indonesia dari Kumparan .

Tipe-tipe pria di dunia terbalik

Ada empat pemeran utama pria di
sinetron ini dengan latar belakang hampir sama. Yang menarik, mereka berempat
karakternya berbeda-beda.
  • Aceng si tukang gombal

Hampir semua wanita cantik di di
desa Ciraos pernah digombalin oleh Aceng. Ditinggal istri banting tulang jadi
TKW, eh malah dia asik menebar janji. Sempat mendekati Entin pemilik warung
yang cantik, bu guru Yola, bu dokter Clara, eh…si penjual susu segar juga
kena. Tapi, dibalik kenakalannya, Aceng masih menyimpan norma-norma.
Saat penjual susu segar
mengajaknya nikah siri, permintaan itu langsung ditolak oleh Aceng.

“saya punya istri, nggak bisa”

Pria dengan karakter seperti
Aceng ini bertebaran dimana-mana. Dari yang bertampang dan berdompet pas-pasang
hingga yang emang beneran tajir sehingga merasa bisa membeli apa saja termasuk
kehormatan dan hati wanita.
Dokter Clara dan Bu Yola bisa
kita teladani dalam hal bertahan dari godaan pria gombal. Mereka tidak membenci
secara frontal, tapi benar-benar mengabaikan segala bentuk perhatian tidak
biasa dari Aceng.
  • Akum si rajin bekerja

Akum yang diperankan oleh Agus
Kuncoro memilih bekerja membantu memasak menu makanan untuk warung milik
Koswara. Meski harus begadang, dia berpendapat jika sudah semestinya suami yang
membanting tulang mencari nafkah. Dia merasa mampu untuk menghidupi keluarga
dan berharap istrinya tidak lagi menjadi TKW.
Nah, ini…suami ideal itu
seperti Akum. Mengurus anak bisa, mengepel rumah mau, eh masih pula bekerja
memasak untuk warung.
  • Idoy si polos

Aduh, dijamin capek deh kalau
dengar Idoy bicara. Dia adalah pemeran paling polos di dunia terbalik. Bukan
hanya polos sih, tapi kadang benar-benar nggak nyambung dengan kawan-kawannya.
Meski begitu, dia sangat sayang kepada Jenifer anak perempuannya yang masih SD.
  • Dadang si pelit

Dadang ini adalah orang yang kaya
di kampung Ciraos. Prinsip dia adalah, orang sekampung tidak boleh ada yang
melebihi kekayaanya. Dadang benar-benar menjaga harta yang dihasilkan dari
hasil istrinya menjadi TKW.
Sebenarnya ada
banyak lagi sih karakter pria di sinetron ini. Misal Koswara, yang sabar banget
menghadapi istrinya. Istrinya itu cemburuan banget, bahkan kadang sampai nggak
masuk akal bapernya. Koswara melarang istrinya si Kokom menjadi TKW, gantinya
adalah dia membuka warung makan.

Pria tanpa wanita bisa apa?

Meski mungkin
tak sebaik wanita, nyatanya pria juga bisa mengasuh anak. Bahkan di dunia terbalik ada sekelompok
bapak-bapak yang setiap hari membawa anak mereka ke taman bermain. Pria tanpa
wanita bisa kok multitasking juga, meski ada yang akhirnya stress dan hampir
gila. Mungkin bagi pria yang setipe dengan Aceng, tanpa wanita hari-hari terasa
hampa. Makanya dia selalu menggombali wanita dimana-mana.
Sejauh ini saya
masih bisa menikmati sinetron dunia terbalik. Semoga saja nanti tidak
kemana-mana alur ceritanya seperti Tukang bubur naik haji. Bagaimana pendapatmu soal dunia
sinetron di Indonesia, adakah yang menjadi favorit?

Continue Reading