Tought

Rasanya nonton pertandingan Sepak bola Asian Games 2018

By on Agustus 23, 2018
Nggak nyangka kalau euphoria Asian games 2018 sekuat ini. Makanya pas udah beberapa bulan lalu ada temen yang pamer tiket opening ceremony aku santai saja. Eh ternyata nyesel karena acaranya keren banget. Streaming dari hape sambil berdiri di KRL saja terharu apalagi yang nonton langsung. Biar nggak ketinggalan feelnya, aku nyobain nonton pertandingan nih. Tepatnya sepak bola putera yang kebetulan stadionnya dekat rumah. Wow ternyata pengamananya super ketat.
Rasanya nonton pertandingan Sepak bola Asian Games 2018

Membeli tiket di tiketbox

Hal yang harus kita lakukan saat akan menonton pertandingan Asian games 2018 adalah membeli tiket. Kata banyak orang sih, dapetin tiket susah banget ya. Setahuku kiostix itu official tukang tiketnya, tapi mengecewakan. Yups, percaloan masih ada. Yang aku lakukan bukan membeli online, tapi manual ke depan stadion. 
Karena saat itu pertandingannya masih laga grup dan bukan timnas yang main, maka dengan mudahnya aku mendapatkan tiket. Beli saja yang termurah, ehhehe. Harganya lumayan sih, buat aku yang terbiasa nonton sepak bola antar kampong 75ribu itu mahal. Wow, ini pertama kalinya aku nonton bola berbayar ahhahaa.

Scan bagai masuk bandara

Dari ticket box, aku diarahkan masuk ke stadion melewati pintu scan mirip di bandara. Serius lho, barang-barang aku ditaruh di tray untuk xray dan akunya discan sebadan. Setelah lolos Xray, tiketku gentian discan barcodenya. Okay, aku melenggang ke halaman stadion menuju pintu yang sesuai dengan tribun.
tiket asian games
Ternyata pemeriksaan tak berhenti sampai situ. Masih ada mas-masdi depan pintu masuk yang siap membongkar semua isi tasku.

Dilarang membawa kamera

Salah satu hal yang menarik buatku dari Asian games adalah momen motret sport. Eh tapinya, kameraku nggak lolos pemeriksaan.

“maaf mba kamera nggak boleh”
“kenapa mas?”
“karena ada flashnya”
“kan flashnya nggak saya pakai mas”
“tetap nggak boleh mba kalau DSLR dan sejenisnya”
“Hape boleh?”
“boleh”
“kan ada flashnya”

Demikianlah, intinya kameraku nggak bisa buat motret pertandingan di semua venue kecuali aku adalah media. Ya, aku nonton pertandingan sepak bola Asian games atas nama masyarakat biasa bukan blogger atau apapun yang bersponsor. 

Pertama kali nonton bola beneran

Wow rasanya luar biasa banget lho. Aku duduk di belakang gawang (tiket termurah btw lokasinya memang begitu). Stadion megah banget, hahah padahal ngelewatin tiap hari. Saat itu pertandingan Korea Utara. Yak, greget dong aku nonton korut. Gimana sensasinya pas timnas yang main ya, duh ketagihan pengen nonton lagi. Nggak sampai 15 menit aku di dalam stadion. Ada agenda yang lebih urgent soalnya, deadline ngedit foto ahahha. Yasudah,pulang saja daripada nggak tenang.
sepakbola_asiangames

Jangan nerbangin drone dekat venue

Di stadion aku papasan sama 2 bapak official Asian games yang habis menangkap drone. DJI mavic, sebatang kara tanpa remote dan entah siapa pemiliknya. Sepertinya drone tersebut dijatuhkan paksa. Oiya, kalau mau tahu hal-hal basic soal drone, bisa baca blog aku yang cinematic.id .
Kebetulan aku tinggal nggak jauh dari salah satu venue sepak bola Asian games 2018. Pada suatu pagi yang sepi, aku nerbangin drone di sekitaran stadion. Saat itu nggak ada pertandingan (mungkin atlet belum bangun malah). Yang aneh adalah, drone aku hilang kendali padahal baru ketinggian 30m. catat, ini bukan GBK dan sekitarnya lho ya. 
Niatnya pengen ambil gambar saja, toh sepi kan pagi buta. Rasanya resiko buat mencelakakan orang lain sangat minim. Ternyata mungkin ada jammer ahhaha. 
Lepas kendali dari remote control, aku pakai paksa drone melakukan RTH (return to home). Alhamdulillah meski akunya panik banget, drone tersebut bisa landing dengan selamat dan sejahtera.

Asian games 2018 branding nasional

Kesel ya sama yang membumbui Asian games sama hal-hal nggak ok semacam kasus stuntman dan lypsinc. Ini cara kita ngebranding negara ini di mata dunia lho. Mending kita ramein deh dengan jadi tuan rumah yang baik. Aku nggak nyesel nonton pertandingan sepak bola, meski yang kunikmatin sesungguhnya adalah euforianya saja. 

Continue Reading

Review

Cara Mewarnai Menggunakan Cat Air Untuk Pemula

By on Mei 21, 2018
Apa yang akan kamu lakukan saat
menunggu yang durasinya 2 jam? Kurasa sebagian besar dari kalian akan memilih
main hape. Nonton youtube, memantau grup whatsap, scrolling Instagram, atau
ngegame. Sejujurnya aku juga sering kayak gitu sih, tapi kalau lagi sedikit
nggak waras aku lebih suka menggambar. Kenapa nggak waras? Ada kalanya pikiran
lagi rungsing, lihatin hape malah nambah-nambahi beban hidup hahaa. Sahabatku yang
master dalam bidang keperawatan sepakat dengan ucapanku beberapa waktu lalu “aku
akan nggambar biar rumah sakit jiwa ngga penuh”. Cat air adalah alat gambar
yang paling aku suka, sejak jaman SD sepertinya. Kebetulan kemarin ini aku baru
ikutan workshop sambil ngabuburit bareng kak @Intannurshabrina yang kalau
ngelukis portrait itu kece banget (cek aja instagramnya deh).

Cara Mewarnai Menggunakan Cat Air Untuk Pemula

Comeback dengan Cat Air Karena
Stress

Tahun lalu bisa dibilang
masa-masa aku come back setelah vakum dari urusan nggambar cukup lama. Jaman kuliah,
nggambarnya pakai kertas kalkir atau laptop. Nggak perlu juga diwarnai, cukup
detail dan akurasi yang dinilai. Sebut saja gambar teknik, sungguh itu
aktivitas yang menguras hati dan menyita waktu ahahhaa.
Aku follow akun-akun art di Instagram
seperti om motuls, mba ayangcempaka, mba ditut, dan idekuhandmade. Tiap kali
ngeliat yang kayak begituan kerasa relax aja. So, pada suatu pagi aku
menyengaja ke gramedia. Aku membeli cat air termahal yang pernah aku beli. Koi watercolor
with brush pen, nggak lupa juga sekalian buku sketch merek croquis.
Niatanku emang pengen bisa
nggambar pakai cat air dimanapun, jadi bisa sebagai media stress healing gitu. Terbukti
lho, jaman-jaman lagi rungsing hampir tiap malam aku sketching. Yang tadinya
aku susah tidur, jadi rada mendingan. Menggambarnya juga nggak bagus-bagus amat
kok, yang penting hawa relax saat kita berinteraksi dnegan cat air serta
kertas.

Watercolor Portrait Workhop

Hujan mengguyur dengan derasnya
saat aku sampai di kampus Stan Bintaro. Di student center building, kak Intan
Nur Shabrina sudah memulai workshopnya satu jam yang lalu. Dalam workshop ini,
kami dikenalkan dengan cat air dalam penggunaanya sebagai alat warna untuk
gambar portrait.
Merupakan suatu tantangan
tersendiri lho mewarnai portrait. Soalnya, setiap detil warna harus
menghasilkan dimensi yang pas. Ngga beda jauh sama make up, ada aturan
penggunaan highlight dan shading. Sepertinya inilah pengalaman pertamaku
mewarnai wajah dengan benar. Hahaha, selama ini ngasal banget.

Mengenal Teknik mewarnai

Sebagi pemula, aku belum tahu
banyak soal hal-hal teknis. Salah satu kunci penggunaan cat air adalah teknik
pencampuran warna. Ada beberapa teknik yang aku baru tahu namanya lho ahhaha. Kalau
wet in wet sudah tahu, karena kalau nontonin tutorial youtube kebanyakan pakai
itu.
cara-mewarnai-dengan-cat-air
Flat wash
Ini yang paling umum dan
sepertinya aku lakuin jaman SD dulu. Cat air kita encerin lalu kita ambil pakai
kuas. Setelah itu kuas digoreskan ke bidang gambar yang mau diwarnain.
Graded/Variegated wash
Kelanjutan dari flat wash,
penyapuan berlanjut dnegan warna lain sehingga terbentuk gradasi.
Wet in wet
Biasanya aku basahi kertas gambar
dengan kuas bersih. Setelah itu baru deh pakai kuas yang sudah dicelup cat. Hasilnya
bisa menakjubkan lho, cobalah biar tahu hehe.
Backrun
Kadang kita ngelakuin kesalahan
saat mewarnai. Meski pakai cat, kita maish bisa kok mengoreksinya. Aku biasanya
pakai tisu kering ditotol gitu ke cat. Jangan buru-buru ya, nanti malah
ngerusak warna yang lain.
Glazing
Teknik ini dilakukan dengan
menimpa cat yang sudah kering dengan warna lain. Karena cat air itu transparan,
jadinya bisa keren banget lho perpaduannya.

Step-step mewarnai gambar portrait

Kesalahan yang aku sering lakuin
saat mewarnai menggunakan cat air adalah pemilihan warna yang terlalu heboh. Padahal,
kata kak Intan…untuk tahap awal tipis-tipis saja. Berikut ini step-step dalam
mewarnai.
1| gambarlah dengan benar,
yaiyalah. Buat pemula kayak aku sih ngga bisa spontan langsung pakai cat air. Perlu
disketch dulu pakai pensil.
2| aplikasikan kuas secara tipis
pada layer pertama ini. Untuk wajah, warnanya cenderung sangat pucat. Jangan langsung
pakai warna cokelat gitu ya. Sisakan bagian untuk highlight biar wajah terlihat
berdimensi.
3| setelah layer pertama kering,
mulailah dengan warna kulit yang agak berani. Bikin shadow-shadow kontur wajah.
4| untuk bagian mata, pakailah
ujung kuas yang kecil atau lebih aman pakai drawing pen.
kanvastan
Bersama kanvastan squad
Ada tips dari kak Intan nih, cat
putih itu bukan untuk mewarnai, tetapi untuk memberi sifat opaque pada cat air.
Jadi, untuk bagian wajah yang ter-highlight ya biarkan saja berupa kertas
putih.
Kalau tips dari aku, dalam
mencampur warna guna mendapatkan komposisi yang pas sesuai keinginan ngga bisa
instan. Coba terus dan pastikan kamu mencobanya dulu di kertas lain supaya
gambarmu aman.
Penggunaan cat air membutuhkan
kertas yang kuat. Sebisa mungkin sih kertas khusus untuk media cat air. Bisa sih
pakai kertas HVS, tapi mungkin kuat buat 1 layer saja. Setelah itu, kertas akan
bergelombang (apalagi kalau pakai wet in wet).
Setelah diajarin langsung oleh
kak Intan Nur Shabrina tentang watercolor portrait coloring, aku semakin
termotivasi buat berkarya. Bagaimana, apakah kamu sebenarnya tertarik mewarnai
dnegan cat air tapi maish takut? Yuk dicoba, kalau belum pede nggambar…ngeprint
gambar dari internet dulu aja lalu diwarnai.

Continue Reading

Tought

Kaleidoskop 2017, Catatan akhir tahun Inayah

By on Desember 8, 2017
Jujur saja aku masih nggak
percaya kalau 2017 akan segera habis. Jika biasanya sejak bulan November aku
sudah nyiapin kaleidoskop dan target tahunan, 2017 ini sungguh nggak kepikiran.
Bagiku, ini adalah tahun teraktif dan tergreget. Mau dibilang titik balik juga
bukan, ini semacam tahun terobosan kalau aku boleh kasih judul buat 2017.
Kaleidoskop 2017, Catatan akhir tahun Inayah

Aku mengawali 2017 dengan banyak
kebimbangan sebenarnya. Ada kayak gejolak meledak-ledak yang bikin aku di awal
tahun itu stress berat. Gejolaknya apa? Aku juga nggak paham. Tapi yang pasti,
masa-masa itu nggak ada namanya bisa tidur nyenyak. Nggak ada namanya hari
tanpa marah-marah. Kualitas hidup menurun, junk food everyday.


Highlight 2017

Perjalanan tak terduga ke bumi
Sriwijaya

Aku kira, inilah awal terobosan
dan pintu gerbang menuju Inayah yang baru. Berawal dari nulis soal Perayaan Imlek di Pekalongan, aku bisa berangkat ke Palembang. Nggak nyangka dan nggak nargetin sih
sebenarnya, tapi biasanya yang begini malah dapet yak an?
KAMPUNG ARAB PALEMBANG
Di Palembang aku ketemu banyak
orang baru, termasuk para blogger juga. Palembang adalah daerah pertama yang
aku kunjungi selain pulau jawa seumur hidup. Aku yang bulan sebelumnya
mengalami carut-marut hidup dan kesehatan, eh langsung sehat dan segar. Rupanya
aku beneran stress dan kurang piknik.

Akhirnya ke Bromo

Usai  dari Palembang, hidupku lebih positif. Badan lebih
ringan, ibarat habis masuk angin hebat lalu dikerokin dan dipijitin. Kesempatan
lain juga datang tak terduga. Lagi-lagi lewat jalan ngeblog, tulisanku membawa
kaki ini menapaki pasir berbisik gunung Bromo. Aku pernah menuliskan ‘bromo’ di
target 2015, dan ketika itu tidak tercapai…sebenarnya aku sudah puas jika hanya
diganti dengan bermalam di gunung prau dieng pada medio 2016.
BROMO
Tak hanya sekedar piknik, aku
malah menanam pohon di Bromo. Jawa timur bagian Pasuruan saya telusuri termasuk
merasakan naik-turun bukit dengan jalan terjal dan penuh kabut. Bromo membawa
kesan indah seperti yang aku bayangkan selama ini.

Nekat Ke Kuala Lumpur

Lewat obrolan singkat di lift
saat mau checkout hotel dengan seorang sahabat sejak kuliah, aku memutuskan ke
Malaysia di awal September 2017. Ini semacam perjalanan tanpa beban bagi aku
dan Drupadi sahabatku. Selama di KL, kami nggak hanya jalan-jalan…tapi banyak
diskusi dan merenung soal masa depan.

Kencan di wedangan kota Solo

Solo itu dekat, bahkan sering
ngelewatin ko. Tapi baru di 2017 aku kesana. Anggap saja ini kencan yang greget
di wedangan. Sama sekali nggak kepikiran bakal ke Solo, nonton wayang sriwedari
yang melegenda, guling-guling di rumput stadion, dan menikmati Solo bersama
sosok yang menemani aku itu.
WAYANG SRIWEDARI

Belajar musik

Ada banyak highlight di 2017,
tapi yang paling nggak kusangka ya keputusanku belajar musik khususnya biola. Sama
sekali nggak ada lho dalam target tahunan manapun. Bagiku, musik itu sulit dan
ngga bisa deh kalau dipelajari pas udah dewasa. Oowwow ternyata, aku salah. Saat
nulisin ini, aku sedang kepikiran not balok…kunci…dan sedang memikirkan project
pertamaku mengcover biola.

Umroh

Pernah melakukan hal impulsive? Ya,
2017 itu banyak banget hal impulsive kok. Nggak hanya soal beli unit apartemen
Meikarta…tapi juga soal umroh. Beberapa bulan lalu aku sempat membaca postingan
blog teman tentang pengalaman umrohnya. Di sana aku merasa kayak terketuk,
kayak yang…aku bisa juga kok. Aku whatsap teman tersebut untuk menanyakan
travel umroh yang terpercaya. Segera setelah mendapatkannya, aku menghubungi
pihak travel.
Di bulan agustus, pihak travel
mengirimi aku pricelist umroh usai idul adha…jadi pas beres musim haji. Aku pikir,
inilah saat yang tepat untuk memulainya dari 0. Keputusan untuk umroh ini aku
ambil seminggu sebelum aku berangkat ke KL. Setelah aku pertimbangkan
matang-matang, aku rasa kedua orang tuaku lebih utama untuk umroh sekarang. Ya,
insyaAllah aku ada kesempatan lagi.
Alhamdulillah semua proses umroh
lewal al-fairus tour and travel yang ada di Pekalongan berjalan lancar. Dari pembayaran
DP, membuat paspor, keberangkatan, selama di tanah suci, hingga pulang…lancar
jaya. Padahal waktu itu lagi rame-ramenya kasus first travel yang bikin orangtuaku
was-was.

Mengenal lebih Dalam Pekalongan

Selama 10 tahun merantau, 2017
adalah tahun dimana aku paling sering pulang kampung ke Pekalongan. Ada saja
penyebabnya, dari mulai sekedar kangen hingga karena ada event. Misalnya saja
pada acara pecan batik, aku full berada di Pekalongan.
BATIK PEKALONGAN
Makin banyak orang yang kukenal,
juga makin aku mengenal lebih dalam kampung halamanku. Entah aku bakal selamanya
di sana atau engga sih. Yang terbaru, aku diberi kesempatan sharing di akademi
berbagi.

No mi instan, No kopi saschetan

Dari 2009 aku sudah menstabilo
hal ini. Ngurangin mi instan dan kopi sachetan. Ya,,,kuanggap 2017 ini
berhasil. Ada satu tambahan lagi, aku juga mulai mengurangi penggunaan
obat-obatan kimiawi seperti paracetamol. Ya, kelihatanya biasa aja sih ya…tapi
kalau keseringan ngga baik juga.
Sepertinya 2017 aku lebih sehat. Jarang
migraine, meski pernah ke UGD dan diinfus karena hal konyol. Pijet juga rasanya
jarang sih. begitupun dengan jerawat dan komedo. Wooww…alhamdulillah.

Renungan

Blog dan sosial media
telah membuka banyak pintu untukku tahun ini. Bukan hanya soal materi namun
juga takdir-takdir baru. 2017ku wow banget! Kadang aku
berpikir, kok Tuhan ngasih aku banyak banget kesempatan keren di 2017? Apa aku
disuruh nyeleseiin hal-hal yang selama ini aku pengenin dulu sebelum aku masuk ke
fase kehidupan lainnya? Wallahu a’lam bishowab. Meski banyak pencapaian yang
kurasakan, tetap sih yang paling tahu aku merugi apa engga ya yang maha kuasa.

Oiya…aku rutin lho nulis
kaleidoskop. Kali aja penasaran.

Kaleidoskop 2016 awal yang baru
Kaleidoskop 2015 menemukan jati diri
kaleidoskop 2014 Revolusi
mental
Kaleidoskop 2013  titik balik
Kaleidoskop 2012  mencari jati diri

Selamat tinggal 2017 tahun terobosan, Selamat datang 2018

Continue Reading

Tought

Belajar biola untuk pemula, progres 2 bulan

By on Desember 4, 2017
Televisi di kamarku semakin berdebu, bahkan remotenya saja
aku tak peduli ada dimana. Biasanya setiap pulang kerja, suara TV lah yang
memenuhi ruangan. Sekarang, aku lebih memilih menggesek biola. Ya, suaranya
mungkin masih fals di bulan ke-2 ini. Tapi, semakin aku belajar semakin
penasaran. Nggak hanya soal biola sih, tapi keseluruhan soal dunia musik.

Belajar biola untuk pemula, progres 2 bulan

Berani bongkar biola

Sering aku frustasi saat latihan biola dan merasakan
gesekanku kacau. Entah suaranya yang sumbang atau akunya yang ngga bisa
konsentrasi. Pada suatu malam, string di biolaku malah lepas. Kata coach aku,
apapun itu jangan terpaku nyari tutorial di youtube. Dicoba sendiri dulu saja. Oke,
aku mencobanya dan akhirnya bisa terpasang kembali.

Mengetahui frekuensi nada

Bulan ke-2 ini, coach aku mulai mengenalkan dasar-dasar
musik. Seperti berbagai kunci, juga frekuensi yang berbeda-beda antar nada. Ternyata
setiap nada punya standar frekuensi, aku baru tahu itu. Angkanya pasti sekian
hertz dan aku nggak bisa mengakalinya ahahah.

Biola alat musik termudah

Awalnya aku nggak percaya waktu coach bilang biola adalah
alat musik termudah. Di bulan kedua ini aku sedikit mengenal…ehem..sedikkit lho
ya soal piano dan gitar. Ya, ternyata biola itu lebih sederhana ya. Tapi nggak
ada yang sulit kan kalau mau belajar?

Telunjuk Kapalan

Ini rada ngga penting, ujung jari telunjukku sedikit
kapalan. Dikit sih, anggap saja ini bukti keseriusan ya. Seperti pemain bola
mungkin harus ngalamin keseleo.

Kurang lebih inilah progress 2 bulan aku latihan biola. Biar
jelas, aku bikinin vlognya. Aku mau nunjukin kalau apapun itu perlu proses. Dan
mengetahui dasar dengan benar, akan lebih baik untuk kemampuanku kedepannya.

Continue Reading