Malaysia | Traveling

Budget Traveling 3 Hari 2 Malam di Kuala Lumpur Kurang dari 1 Juta

By on September 29, 2017
Selepas trip singkat 3 hari 2 malam ke Kuala Lumpur beberapa waktu lalu, teman-teman banyak yang menanyakan soal budgetnya. Budget di sini lebih ke uang saku ketika di sana sih, sebab untuk pesawat dan penginapan kan biasanya sudah disiapkan dari tanah air. Aku juga nggak nyangka sebenarnya, ketika mau check out dan meriksa sisa uang ringgit di dompet kok ternyata masih banyak. Padahal selama di Kuala Lumpur aku makan 3x sehari dengan hidangan yang layak. Untungnya semua pengeluaran sempat aku catat sih di notes, jadi bisa aku bagikan deh ke kalian pengalamannya.
budget traveling 3 hari 2 malam di kuala lumpur

Menukar Uang Ringgit

Tiga hari sebelum keberangkatan ke Kuala Lumpur, sepulang kerja aku sengaja ke money changer dekat rumah. Harusnya sih jam 6 sore masih buka, tapi kok itu sudah closed sampai kudorong-dorong pintunya hhaha. Keesokan harinya aku kesana lagi sebelum jam 6 sore, eh sudah tutup lagi. Sebenarnya bisa saja sih aku nukar duit ringgit di bandara Soeta atau KLIA2, tapi maunya kan well prepared.
 
Bosku nawarin untuk pakai ringgit punya dia dulu, sekedar untuk naik bis dari KLIA2 ke penginapan katanya. Yasudah aku okein, Alhamdulillah banget malahan. H-1 beneran pagi-pagi beliau ngasihin 6 lembar 50 ringgit Malaysia dong. Wah ini kalau dirupiahin sudah 1juta, lebih dari cukup untuk biaya transport dari KLIA2 ke bukit bintang.
 
Selama di KL aku nggak nukar uang lagi bahkan uang pinjaman dari si bos masih nyisa 150RM hahaha. Waktu aku ngabarin soal ini, beliau kaget “hah, kamu makan apa disana? Kok segitu nggak abis?”
 

Pesawat dan penginapan

Aku nggak dapat tiket promo sih, karena memang belinya juga lumayan dadakan. Berangkat pakai Air Asia dan pulang pakai Lion. Iya, aku pakai Lion yang ternyata terminalnya di KLIA bukan di KLIA2. Harap dicatat ya jangan sampai salah terminal sepertiku hahaha. Untung selama di Kuala Lumpur suasana hatiku ceria tanpa beban, jadinya meski salah terminal dan harus naik KL transit juga nggak panik. Untuk pesawat P.P habis sekitar 1 juta rupiah, agak mahal ya dibanding kalau promoan.

Urusan penginapan ini agak gambling, tadinya aku mau nginap di hotel sekitar Chinatown. Tapi atas saran bos aku sih, jangan disitu karena banyak preman. Ya pertimbangan juga kan, aku cewe di negeri orang harus
aman dan sentosa dong.
 
Akhirnya aku memilih kawasan bukit bintang yang katanya daerah elitnya Kuala Lumpur karena banyak shopping mall besar. Tadinya mau di apple hotel yang di jalan alor, tapi atas berbagai pertimbangan review sana-sini akhirnya memilih my hotel bukit bintang. Rate nya semalam 300ribu, jadi kalau 2 malam ya 600ribu.
my hotel bukit bintang
 
Oiya, ada kebijakan baru nih di Malaysia soal pajak penginapan. Mulai 1 September 2017, tamu hotel yang bukan warga maupun penduduk tetap negara Malaysia diwajibkan untuk membayar pajak turis
sebesar MYR 10 per malam per kamar (berlaku untuk semua hotel yang terdaftar pada Pemerintah Malaysia). 
Ini merupakan biaya tambahan dari pajak yang telah ada dan akan dipungut ketika
check-in.

Uang Saku selama ngetrip

Dari Indonesia aku bawa 300RM, uang ini kuperuntukan buat uang saku termasuk transportasi selama di kuala lumpur. Biar gampang, aku coba tuliskan rinciannya seperti ini.

Pengeluaran uang di Kuala Lumpur: Day 1

  • Beli kartu perdana: 30 RM
  • Bus dari KLIA2 ke KL sentral: 12 RM
  • Monorel KL sentral ke bukit bintang: 3 RM
  • Makan malam nasi goreng thai + the manis : 8 RM
  • Mango sticky rice: 10 RM
 
 

Pengeluaran uang di Kuala Lumpur: Day 2

Acara hari ke-2 ini aku full keliling batu caves dan Kuala Lumpur.
  • Sarapan roti canai + teh Tarik: 3RM
  • Monorail Bukit bintang – KL sentral: 2.6 RM
  • Monorail KL Sentral – Batu caves : 2.3 RM
  • Air mineral : 1 RM
  • Makan siang nasi Briyani di foodcourt KL Sentral: 10 RM
  • Green tea ice di kampung baru: 3.5 RM
  • Souvenir gantungan kunci di Central market: 6RM
  • Souvenir magnet kulkas di Central market: 15 RM
  • Makan malam Mie rebus + jus apel: 9.5 RM
BATU CAVES KL

Pengeluaran uang di Kuala Lumpur: Day 3

Saatnya check out
  • Sarapan nasi lemak + teh Tarik : 10 RM
  • Monorail Bukit bintang – KL sentral: 2.6 RM
  • Bus ke KLIA2 dari KL sentral: 12 RM
  • Monorail KL transit KLIA2 ke KLIA: 2 RM
Total pengeluaran uang saku selama di Kuala Lumpur: 170 RM (jika dirupiahkan sesuai kurs saat tulisan ini dibuat, jadi 544.000 rupiah).

menara KL
 

Transportasi Umum Gratis

Budgetku bisa minim kayak gitu karena terjadi penghematan besar-besaran pada transportasi. Lihat deh di aktivitas hari ke-2,bisa-bisanya aku keliling kuala lumpur free. Thanks to bus GO-KL gratisan yang sudah membuatku hafal jalanan di kota ini. Yaps, bus GO-KL yang warnanya pink ini ada bebera koridor, kamu kalau mau kemana-mana tinggal cek saja rutenya trus transit kalau perlu.
BUS GO KL
 
Urusan transportasi memang sering menyedot pengeluaran yang banyak tapi nggak kerasa lho. Kalau traveling di negara maju dan travel friendly memang biasanya urusan transport ngga jadi masalah. Aku kalau
pas ngebolang di tanah air justru sering kesel.
 
Naik transportasi umum di Indonesia itu jujur sihbelum nyaman. Bukan soal armadanya tua atau supir ngebut, tapi kadang tarifnya ngga jelas. Apalagi kalau sudah masuk ke pelosok, musti tawar menawar dengan lihai dulu.
 
Keberadaan taksi dan ojek online akhir-akhir ini cukup membantu, tapi kalau disana belum ada bagaimana? Mendingan rental deh, kayak pas aku jalan di Bandung saja rental motor dong. 
 
petronas tower KL
Jadi, sebenarnya budget traveling itu bisa
disesuaikan dengan kemampuan kita. Prinspiku sih mending ngga beli oleh-oleh
daripada kelaparan di negeri orang. Pesan orang tuaku, urusan makan dan minum
itu jangan ketat-ketat banget aturannya hahaha. Nyatanya aku bisa 3 hari 2
malam di Kuala Lumpur dengan uang saku kurang dari 1 juta.

Continue Reading

sponsored | Traveling

Piknik Hemat ala Backpacker di kota Bogor

By on Februari 2, 2017
Dibandingkan dengan puncak, saya lebih nyaman piknik di wilayah kota Bogor. Tempat wisata tak ada habisnya untuk dijelajah. Meski saya adalah bekas warga Bogor, rasanya selalu ada yang baru di kota hujan itu. terhitung sudah 5 tahun sejak saya boyongan dari Bogor, tapi masih sering lho main kesini. Tak perlu khawatir, meski sudah tidak ada rumah tinggal…kan penginapan murah di Bogor itu sangat banyak pilihannya.
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor

Sekedar staycation sabtu-minggu menikmati sejuknya pedestrian kebun raya atau gerimisnya jalan pajajaran…adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Tentu acara piknik singkat saya di Bogor selalu ala backpacker. Weekend kemarin ketika libur imlek, saya pun sengaja menyambangi kota dimana oksigen rasanya murah meriah.

Mengapa Orang Maksa Ke Puncak

Sabtu siang saya makan nasi tutug oncom dengan lauk dendeng, tahu, tempe, dan sambal terasi di RM Saung Kuring. Ditemani Irfan yang habis kena buka tutup arus lalu lintas di puncak, kami bertukar cerita soal keseharian masing-masing. Irfan sekarang adalah bapak dari seorang anak cowok yang cakep. Kalau saya, masih sama seperti yang dulu ahahhaha.

“kenapa sih orang masih suka maksa jalan ke puncak?”

Pertanyaan Irfan sebenarnya juga saya amini. Puncak ya begitu-gitu saja kok, sama sejuknya kayak kota Bogor
(kalau musim hujan). Sudah tahu selalu macet, tetap saja ramai dikunjungi. Kalau kamu sama dengan orang-orang yang antre di tol Ciawi itu, silakan saja. Main di puncak, nanti nginap bisa di kota Bogor.

Itenerary piknik di kota Bogor

Misal kamu memulai perjalanan dari Jakarta nih, mau berencana piknik ala backpacker di kota Bogor untuk Sabtu dan Minggu.

sabtu pagi: naik KRL tujuan Bogor

Bogor adalah salah satu stasiun besar untuk KRL commuter line jabodetabek. Paling nyaman emang pakai KRL sih dibanding roda 4. Macetnya tol Jagorawi bisa kamu skip sekian jam lho. Biar puas di Bogornya, kamu jalan dari pagi deh. Sampai Bogor sebelum makan sianglah.

sabtu siang: explore Kebun Raya Bogor

Dari stasiun, kamu bisa naikangkot 2 ribu rupiah ke kebun raya. Tapi, saran saya sih jalan kaki saja. Kamu bisa menikmati pedestrian dari stasiun Bogor, taman topi, kantor walokota, dan…istana Bogor. Menyeberanglah di depan kantor walikota Bogor dan melipirlah di sepanjang kebun raya. Area ini bagus banget kalau kamu suka
street photography.

istanam bogor, backpacker kota bogor
Kebun raya Bogor itu luas banget,gak akan kerasa deh tahu-tahu sudah sore saja. Oiya, kalau kamu
beruntung…bisa ketemu pak Jokowi lho kayak saya waktu itu.

Sabtu Sore: Check In di Penginapan Dekat Kebun Raya Bogor

Nah, saya ada nih rekomendasi tempat menginap yang affordable buat backpacker. Lokasinya strategis banget, dan gampang banget ditemuin, alamatnya di jalan jalak Harupat 9A Bogor. Depan penginapan langsung kebun raya Bogor lho yang uadem itu. Angkot lalu lalang, dan…ada kafe yang hits nempel sama penginapan ini. Pas lah buat nyantai menikmati malam minggu.
Penginapan ini namanya Airy Kebun Raya Bogor. Di depan gerbangnya malah tertulis ‘Maraca book and cafe’. Yoops, anak gaul Bogor pasti tahu deh kafe yang menyediakan ambience perpustakaan hangat.
Oiya, kalau kamu book kamar di Airy Rooms, kamu akan dapat 7 jaminan kenyamanan berupa: air hangat, wifi, tv layar datar, pelatan mandi, peralatan tidur bersih, air minum,dan AC. Saya sempat bertanya kepada staf penginapan

“mas, kalau saya booking ngga
lewat Airy Rooms bakal dapat fasilitas kayak gini  ngga?”

“engga mba, ini khusus buat yang
book via Airy” jawabnya.

Oalah gitu tho. Tapi memang, pas cek di website booking penginapan yang lain, harganya lebih mahal dibanding kalau saya book via website atau aplikasi Airy Rooms.
Ini harga kalau booking lewat Expedia :
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor

 

Ini harga kalau booking lewat Traveloka :
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor

 

Ini harga kalau booking lewat id.hotels.com :
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
Ini harga kalau booking lewat website resmi Airy Rooms  :
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor

 

Dan ini harga kalau booking lewat Airy App (Android) :
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
Paling murah memang booking lewat Airy App ternyata. Udah booking, cuuss leyeh-leyeh di kamar.
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
kamarnya terang
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
luas banget
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
lemari gede

Salah satu kenyamanan yang tersedia di kamar ini adalah air hangat. Terasa sangat penting sebab saat menginap kemarin Bogor sedang diguyur hujan seharian. Airnya cepat hangat, ngga perlu menunggu dulu.

Malam Minggu di Maraca Book and Cafe

Malam itu saya nggak ada janji dengan siapapun, jadi…demi melepas penat ya ke Maraca aja yang lokasinya pas di samping penginapan. Kafe ini bernama “maraca” yang dalam bahasa Sunda berarti “baca-rame-rame” kurang lebihnya sih hehehe.
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor
kamarku di seberang kafe ini, pas banget

 

Selain menu ala kafe seperti beraneka macam kopi dan minuman, ada makanan juga lho. Ya bukan soto Bogor sih, tapi bisa kok mengganjal perut. Saya suka hawa di ruangan ini, ah…kedamaian dalam lampu temaram dengan aroma kopi dan buku.
Yuk…lihat Vlog saya pas main ke Maraca Book and Cafe di akhir postingan ini.

Minggu Pagi: Explore Pedestrian Kota Bogor

Bangun tidur dan disambut hujan pagi memang enaknya mager-mageran saja di kamar. Nonton tv selimutan sungguh nikmat. Saya keluar kamar sekaligus check out dari penginapan ala backpacker itu jam 9 pagi. Sarapan sebentar di Maraca lalu naik angkot ke arah jalan Pajajaran.
wisata backpacker kota bogor, wisata kota bogor, pengginapan kota bogor, penginapan backpacker kota bogor, kebu raya bogor

 

Kalau kamu follow instagramnya pak walikota Bima Arya, pasti tau deh di Kota Bogor sekarang ada jalur pejalan kaki dan sepeda super luas dan indah. Iya, nikmatilah sepanjang jalan setapak itu hingga tugu kujang. Jangan kaget kalau kamu melihat ada tiang tinggi layaknya bangunan khas Yunani kuno di jantung kota Bogor. Itulah lawang salapan, tempat strategis untuk menikmati hiruk pikuk kota hujan.

Minggu sore: kembali ke Jakarta

Dari Lawang Salapan, kita bisa nyetop angkot arah stasiun Bogor. Cukup 3ribu saja ongkosnya karena dekat sih. Kalau amu naik bis, tinggal lanjut jalan ke terminal Baranangsiang. Oiya di Pasar Bogor dan Baranangsiang ini, banyak banget penjual oleh-oleh khas Bogor lho. Sekalian lewat saja sembari pulang.
Seru kan, piknik singkat ala
backpacker di kota Bogor? Ngga perlu mahal dan jauh lah…yang penting pikiran
bisa fresh kembali.

Continue Reading