Social media

Sisi Lain Bisnis Selebgram di Indonesia

By on Mei 23, 2017
Instagram
Pernah nggak sih kamu lagi scroll timeline instagram lalu kepikiran pengen beli sesuatu. Sebagian besar dari kita sudah males follow online shop, tapi iklan versi halus bertebaran setiap hari ya kan? Yang lagi rame misalnya tanpa ada embel-embel “pakai ini deh” atau “beli itu yuk” pemirsa instagram bisa berbondong-bondong antre demi segelas es kopi di Jakarta. Penyebabnya karena ‘penasaran sering muncul di timeline’. Saya bukan artis, belum juga bisa disebut selebgram, tapi baru-baru ini berkesempatan ngobrol-ngobrol dengan instagramers yang sudah malang melintang di dunia bisnis selebgram.

Kamu selebgram?

Jadi yang disebut selebgram itu siapa sih? kalau ada artis layar kaca followersnya 100 biji, rasanya belum bisa kita sebut selebgram. Pernah baca di Kompas, katanya selebgram itu kalau followers sudah di atas 20.000. ya, saya sepakat dengan definisi itu…meski nyatanya followers kan bisa didapat dari cara-cara yang tidak syar’i juga hehehe. 

Meski followers ribuan, like pun bejibun…saya sih ngga peduli kalau feed instagramnya kacau. Foto nggak ada nyeni-nyeninya, udah gitu minim banget interaksi berupa komentar dari si pemilik akun maupun dari followers dia. 
Jangan salah kaprah juga bahwa yang disebut selebgram hanya instagramers yang sering foto ootd atau review produk kecantikan. Ya meski peluang untuk menggaet followers lebih banyak dari segmen itu.

Selebgram Bisa Dibisnisin

Dengan pertimbangan bisa menjangkau audience lebih banyak dan kepraktisan lain, brand sudah biasa memakai jasa selebgram. Nggak hanya selebgram yang sering nongol di tv atau sering foto ootd lho. Akun-akun komedi, art, komik, blogger, dan masih banyak lagi bisa saja mengiklankan sebuah produk. 
Nggak heran, sudah layaknya sebuah bisnis seseorang bisa merekrut tim manajemen untuk mengelola akun instagramnya. Ada fotografer, make up artis, stylist, editing, juga marketing. Tapi, kebanyakan sih teman-teman saya yang menajdi selebgram mengelola akun mereka sendiri. 


Sisi Lain Sebuah Postingan Endorse

Ketika instagramers idola kita memposting foto dengan mentag sebuah brand, mungkin kita akan berpikir “wow, keren…brand gede itu, dibayar berapa ya? enak banget tinggal jepret dapet barang kece”. Pemirsa, nyatanya buat mendapatkan sebuah foto produk yang bisa menarik konsumen dengan cara halus itu nggak mudah. Ini nih, saya bagikan hasil wawancara dengan selebgram yang namanya tidak bisa disebutkan.

Selebgram juga bayar pajak

Ngga seindah yang dibayangkan orang. Kita kalau dapet barang dari luar negeri musti nebus pajak gede lho ke bea cukai. Kalau ada pak pos datang bawa amplop cokelat, kemungkinan besar itu tagihan pajak. Mending dibayar duit daripada dapet barang, apalagi kalau dari luar. Tapi nanti kalau produk dalam negeri juga kena pajak, ya mau bagaimana lagi. 

Akun rentan dihack

Followers yang banyak bisa mengundang orang usil untuk ngehack akun si selebgram. Biasanya hack itu berwujud tidak bisanya akun diakses karena password dan email telah diubah hacker. Dari kasus teman-teman sih awal mulanya dari link email yang seolah-olah tawaran kerjasama atau dari instagram pusat.

Effort gede demi konten

Brand yang mengajak kerjasama selebgram selalu memberikan brief mengenai konten yang harus dibagikan. Ngga bisa sekali jepret langsung OK lho, si selebgram harus mengeluarkan effort gede buat konten kerjasama. Apalagi jika brand tersebut sudah punya nama, ya jangan sampai merusak imej mereka dong ya kan? 


Lagi-lagi soal followers

Ukuran yang paling nyata memang jumlah followers. Saya dapat petuah dari seorang selebgram yang sudah menjadi suggested user. Sudah tahu belum suggested user? Itu lho, instagramers yang sudah di follow balik sama pihak instagram. 

Jaga konsistensi postingan kamu. Followers bakal datang kalau fotomu bagus-bagus. cari referensi di instagram, kreasikan lagi. Ngga salah kok nyontek gaya foto orang, eksplor sampai dapet style yang bisa jadi andalan kamu. Yang ngga kalah penting adalah, jaga interaksi yang baik. Saling komentar dan like dengan instagramers lain, jangan sombong.

Selebgram manusia biasa

Dibalik akun dengan feed yang rapi, followers yang puluhan ribu, komentar dan like yang bejibun, ada manusia biasa yang punya kesibukan lain di luar main instagram. Jadi, kalau papasan di jalan atau dimana gitu dengan instagramers idola lalu tak sesuai dengan bayangan yang selalu sempurna ya mohon dimaklumi. 
Membuat sensasi, menjadi social climber, ngutang demi dapetin foto bagus, nggak bakal kita nyaman menjalani hari-hari sebagai selebgram. Mungkin bakal cepat sih dapat enggage dari followers, tapi apa iya harus seperti itu? 
Kalau kamu mau jadi selebgram juga, inilah masa yang tepat. Belum ada peraturan pajak penghasilan di Indonesia, brand dalam dan luar negeri masih percaya instagram sebagai platform marketing, yuk mari terjun ke bisnis selebgram.

Continue Reading

Social media

Alasanku Unfollow Socmedmu, silakan baper

By on April 27, 2017
Alasan unfollow socmed


Hampir setiap hari ada saja yang
memberikan komentar ‘folbek dong’ atau bahkan mengirimkan pesan pribadi. Jika itu
berasak dari orang yang saya kenal, mungkin saja akan langsung diterima. Jika tidak?
Ya lihat nanti deh. bagi saya, perkara follow unfollow di social media itu ngga
terlalu penting. Maksudnya, kalau kamu adalah teman yang sekedar kenal lalu
mengunfollow saya…ya ngga akan baper. Lain cerita jika kamu adalah sahabat
yang kemana-mana bareng, biasa berinteraksi di sosial media, eh kok tiba-tiba
unfollow…ya perlu introspeksi. Ada banyak hal yang menjadi alasan saya mengunfollow
orang, mungkin salah staunya akan membuatmu baper.

Aplikasi Melihat Yang Unfollow

Jadi sedih mana, ngga di folbek
atau diunfollow? Hahaha. Kalau saya sih mending ngga difolbek. Banyak banget
kok akun yang saya follow karena saya suka, bukan karena saya kenal. Lha apa
terus saya berharap akun-akun itu mengikuti saya balik? Engga lah.
Keberadaan aplikasi yang dapat
mengetahui siapa saja pelaku unfollow atau yang belum follow back sangat
membantu buat pengguna socmed yang merisaukan hal ini. Saya pernah install
hanya karena penasaran. Oh seperti itu cara kerjanya? Lalu yasudah. Nggak sampai
tuh unfollow akun teman-teman yang ternyata nggak memfollow balik saya.

Alasanku Unfollow kalian

Dua social media yang hampir
steiap hari saya update dan buka adalah twitter dan instagram. oleh karenanya,
nggak boleh tuh isi timeline dan feed dua socmed tersebut bikin jiwa raga jadi
ngga sehat. Saya punya beberapa alasan untuk mengunfollow kalian, mau tahu?
1.      
Sara
Suku, ras, golongan, agama itu hal yang sensitif
banget untuk saya. Makanya pas kemarin ramai-ramai Pilkada DKI lumayan banget
akun baik itu teman maupun anonim yang saya unfollow. Beda pendapat beda
pilihan itu pasti ada, tapi kalau sudah saling menjelekkan mendingan unfoolow
dulu.
Masalah paham negara juga entah mausk Sara engga ya,
tapi sensitif. Sedekat apapun saya dengan si teman di dunia nyata, kalau dia
sering ngetwit atau membagikan konten yang kontra dengan demokrasi dan
Pancasila sih loe gue end saja.
2.      
Flooding
Buzzing, endorse, adalah hal yang sangat biasa di
socmed. Saya suka juga menyimak tweet teman saat nge-buzzer produk atau event. Yang
nyebelin adalah jika buzzing itu bikin flooding alias banjir. Flooding sehari
saja itu masih saya terima, wong akunku juga kadang gitu. Kalau tiap hari? Mending
unfollow.
3.      
Membosankan
Kalau alasan yang ini lebih cocok untuk instagram sih.
Basis instagram kan visual ya, baik itu foto maupun video. Nggak semua yang
membosankan itu karena jelek lho, yang bagus juga bisa. Masa?
Mungkin ada yang feed isinya foto wajah semua dari
berbagai angle. Meski kamu cantik, menarik, bak model profesional. Tapi kamu
membosankan shay…mbok sekali-kali upload kaki doang kek…tangan doang
kek…langit biru. Monoton adalah istilah yang tepat saya rasa. Tone yang
seragam itu enak dilihat mata, tapi bagaimana caranya dong bisa bikin orang
ngga bosen lihatnya.
4.      
Konten Kurang Berkualitas
Saya suka foto yang bercerita, yang ngga cuma nampilin
model cantik atau cangkir kopi unyu. Bagaimana dengan selfie tiga kali sehari? Big
NO! Ada lho, akun yang pernah saya follow itu hampir semua fotonya berupa
selfie dengan angle yang sama dan gaya senyum yang sama pula.
Mungkin branding dia gitu kali ya. Jadi, mau dia itu
lagi traveling…lagi shoping…atau lagi makan dimana gitu ya fotonya sama. Menciptakan
konten berkualitas di twitter maupun instagram itu seharusnya ngga sulit. Khususnya
instagram, kita bisa bercerita lewat foto yang kita sajikan.
Nggak semua orang suka baca caption saya rasa,
so…janganlah upload foto selfie sehari tiga kali. Upload foto yang terlalu
blur, noise, pecah, buram, juga mohon dikurangi. 2017 sudah banyak smartphone
yang proper banget buat fotografi, belum lagi aplikasi editing yang makin
beragam.
Diantara semua alasan, alasan nomor 4 yaitu soal kualitas
konten adalah yang paling sering membuat saya unfollow socmed kalian. Bukan karena
saya merasa paling baik, tapi…saya ingin melihat yang sekiranya punya manfaat
minimal penyegaran mata. Jadi, jika kalian tahu saya tidak follow balik atau
bahkan mengunfollow kalian…bukan karena benci yang gimana-gimana.

Continue Reading

Social media

9 Hal Penting Tentang Profil Bisnis Di Instagram

By on September 4, 2016
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Instagram sudah menjadi koloni besar dengan banyak sekali user di dalamnya. Bukan lagi galeri seni dan diary online, instagram telah berubah menjadi pasar sekaligus tempat memasang reklame. Hal ini yang menjadi pemicu munculnya fitur ‘profil bisnis’ di instagram. Apa sebenarnya tujuan dari profil bisnis? Mengapa kita perlu mengubahnya?
Siapakah yang sebaiknya memiliki profil bisnis? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu beberapa hari ini menyambangi berbagai platform chat yang saya miliki. Sebenarnya, ada tiga hal inti dari fitur ini. Profil bisnis digunakan untuk menonjolkan brand, mendapatkan informasi statistik, dan tentunya untuk menarik followers baru.

1| Cara Mengubah profil personal ke profil bisnis

Hampir semua user instagram penasaran ingin mencoba fitur baru ini, termasuk saya. Beberapa kali mencoba sendiri mengalami kesulitan. Eh kebetulan seorang teman blogger menuliskannya secara rinci. Kalau profil instagram kamu belum diubah dan ikutan penasaran, bisa baca tulisannya Mirna ini ya.
Baca: Langkah Mengubah Profil Instagram ke Bisnis

2| Sebagai Branding

Setelah berhasil mengaplikasikan tutorial yang ditulis Mirna, saya menemukan tulisan ‘blog pribadi’ di bawah nama saya. Coba cek punya Mirna tulisannya ‘Blogger’. Ooh…jadi disinilah kita meletakkan branding kita sebagai apa. saya rasa, branding Blogger lebih tepat ya. Lalu bagaimana caranya saya bisa mengubah ‘blog pribadi’ ke ‘blogger’?
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Follow aku ya….
Caranya adalah dengan masuk ke facebook fan page kita dan melakukan pengeditan pada setting. Cari aja yang sesuai dengan branding yang mau ditonjolkan.
Tanpa kepo lebih dalam, kita jadi tahu nih si pemilik akun itu ‘apaan’ kalau sudah mengubah ke profil bisnis.Baca: Cara membuat iklan di instagram (tanpa kartu kredit)


3| Melihat statistik postingan

Sebelumnya kalau kita mau melihat statistik instagram, kita harus memiliki tools pihak ketiga yang berbayar. Nah, seperti halnya statistik twitter…akhirnya instagram pun bisa.
Foto yang kita upload setelah mengubah akun ke bisnis, akan memiliki fitur cek ‘insight’ yang lokasinya di bawah foto.
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Ketika diklik, akan ada 3 hal yang kita temukan. Ada Impression yang artinya adalah berapa kali foto kita dilihat. Reach adalah berapa akun yang melihat foto kita, nah kalau Engagement maksudnya adalah berapa banyak like serta komentar atas foto yang telah kita upload.

4| Melihat statistik Followers

Saya sih termasuk orang yang penasaran dengan followers instagram. Seperti halnya google analytics yang saya pasang di blog untuk menganalisa pengunjungnya, instagram fitur baru ini memungkinkan hal tersebut.
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Banyak mas2 dan mbak2 nih followersku
Gender, age rank, termasuk top location bisa dicek lho.
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Ternyata followers saya adalah pria dan wanita dewasa di Jakarta. Mereka lebih aktif di hari kerja pada sore hari. Hey…ini bisa dipakai untuk tawaran ke brand dong? Iya banget. Nah dari sini juga saya tahu jam-jam primetime buat upload foto biar banyak engagement.

5| Penawaran ke customer

Misalnya saya blogger atau influencer, keberadaan statistik bisa saya jadikan tool untuk penawaran ke brand. Nah kalau saya brand, misal online shop nih…bisa dong jadi tahu target kita tuh siapa saja. Followers kan target pasar kita.
Omong-omong penawaran, di fitur bisnis ini kita bisa bikin iklan sendiri. Yeah.
Profil bisnis instagram, tips instagram, sosial media, branding instagram
Bisa bikin iklan lho

6| Harus buka gembok

Kalau akun kamu digembok, sayang banget nggak bisa diubah ke profil bisnis. Yaiyalah.

7| Harus memiliki Facebook Page

Profil Bisnis di Instagram terkait dengan Facebook Page, jadi untuk bisa menggunakan fitur bisnis di Instagram, harus punya Facebook Page terlebih dulu. Gampang kok buatnya, tenang saja.

8| Harus mengisi kontak

Nah, ketika kita membuat profil baru, ada minimal 1 kontak yang harus kita isi. Disitu ada 3, alamat…no telpon…dan email. Kalau saya sih cukup memasukkan alamat email saja.


9| Bisa kembali ke akun personal

Kalau kamu Cuma penasaran saja lalu merasa tidak ada manfaatnya, bisa kok balik ke akun personal.
Bagaimana, tertarik untuk mengubah profil instagram kamu ke bisnis?
Tulisanku yang lain soal instagram bisa dibaca di sini ya:

Continue Reading

Social media

5 cara promote akun instagram

By on Juli 29, 2016
Promote akun, instagram, ciptaloka

Kalau kamu masih menganggap instagram hanya sebagai sosial media tempat pamer, berarti kamu nggak kekinian. Sosial media yang setiap hari saya update dan saya cek timelinenya saat ini adalah instagram. Mungkin karena saya termasuk orang yang visual, terlebih memang punya ketertarikan dengan dunia fotografi. Sejak menggunakan instagram pada tahun 2012, yang saya rasakan perkembangannya cepat sekali. Jika dulu yang disebut selebgram adalah artis sinetron, penyanyi, pejabat, anak artis, pacar artis, hehehe…sekarang semua orang bisa jadi selebgram pada jalur dan stylenya
masing-masing.

Lebih dari sekedar tempat selfie, instagram telah membumbung tinggi menjadi galery seni dan ladang emas berlian. Agak lebay? Ah kurasa tidak. Di luar aspek material, ada hal lain seperti pembentukan personal branding. Ya,,,sebegitu luasnya pengaruh social media yang telah dibeli facebook ini. Bagaimana dengan akun instagrammu? Mau lebih hits dan dikenal? Jangan selalu mencitrakan negatif dengan kata ‘dikenal’ ya. Ada beberapa cara yang bisa kamu pakai untuk mempromosikan akun instagram kamu lho.

Baca: Cara Promote Dengan Membuat Iklan di Instagram (Tanpa Kartu Kredit)

1| follow akun terverifikasi

Kalau  followersnya sudah 11k (meski dia bukan artis) kita perlu follow akun terverifikasi. Misal kita follow Rafi Ahmad, like deh tuh beberapa fotonya.
Nanti akan muncul beberapa followers baru di akun kita

2| like, komentar yang baik

Diantara bermacam-macam akun yang kita follow, pasti dong ada akun-akun yang menarik bagi kita. entah menarik si pemiliknya atau fotoya memang keren. Coba saja like, beri komentar juga. Siapa tahu kita difollow balik. Terlebih jika itu teman kita sendiri, biasanya sih followbacknya lebih cepat. Tapi, nggak usah deh komentar “follow balik ya kaak” hehe..kesannya gimana gitu hehhe.

3| Percantik galery

Saya pernah membahas secara khusus soal ‘membuat akun instagram bertema khusus’ untuk mempercantik galery Instagram ini. Kalau masih susah membuat akun IG berniche tertentu, tak masalah kok fotonya campur-campur. Tapi yang perlu diingat adalah tetap menampilkan
galery yang cantik. Beda tema, 1 tone warna…bisa.

4| Gabung komunitas

The power of community sih ya sekarang jamannya. Di dalam komunitas pasti kita punya ketertarikan yang sama. Akan lebih mudah untuk saling follow secara suka rela lewat komunitas. Sering tuh ada yang upload foto bertema sama sebagai challenge harian, atau pakai hashtag yang sama. Selain bisa saling mempromosikan akun instagram, kemampuan kita juga akan semakin terasah *setajam pisau tukang sate.

5| Buat kaos custom

Ini cara yang paling anti mainstream dan sekalian bisa buat gaya-gayaan. Sekarang sudah banyak lho tempat buat kaos satuan alias nggak perlu partai besar. Kayak yang saya lakukan pas malam minggu kemarin, iseng-iseng desain kaos untuk promote akun instagram saya yang berniche kuliner.
Saya membuatnya di Ciptaloka yang ternyata menyediakan berbagai macam jenis dan pilihan desain kaos custom. Namanya Indonesia banget ya? iya..saya suka karena mudah diingat. Ketika masuk halaman utama, tersaji berbagai pilihan menu. Eh ternyata ada custom casing handphone juga
selain t-shirt. Boleh nih ah buat buka usaha jualin ke temen-temen kantor.
kaos custom ciptaloka, kaos custom, ciptaloka
yuk desain sendiri
Saya pikir akan lama saat memilih model kaos, bahan, warna, hingga menambahkan quote sebagai pemanis kaos. Eh ternyata loadingnya cepet banget kok, tapi saya sarankan lewat PC saja ya biar lebih leluasa. Kenapa? Karena kamu pasti bakal bingung deh lihat aneka font
unyu-unyu juga clip art yang bisa kamu pakai di kaos.
kaos custom ciptaloka, kaos custom, ciptaloka
desain akhir
Setelah selesai mendesain segera saya selesaikan pengisian alamat pengiriman, model pengiriman, juga pembayaran. Yey, nggak harus jadi member dulu ternyata ya. wah gampang banget. Tinggal pembayaran dan konfirmasi saja dong.
Kalau kamu nggak selalu online email, tenang saja…karena ciptaloka memberikan infonya juga lewat sms mengenai pembayaran dan resi pengiriman.
Kaos custom ciptaloka
Trendy ngga? 🙂

 

Senin pagi pembayaran, eh Rabu sudah dapat sms nomer resi dan kamis paketan mendarat di rumah. Kualitas cetakannya bagus, sesuai dengan warna saat kita mendesain. Yang paling penting adalah jahitannya rapi.
Jadi, kamu siap mempromosikan
instagrammu sendiri tanpa menebar komentar “folbek dong kaak”?

Continue Reading