Beauty | Review

Review Bedak Wardah Acne Face Powder

By on Mei 20, 2019
wardah-acne-face-powder
acne face powder wardah
Bedak Wardah Acne Face Powder adalah yang aku pakai sehari-hari dan sudah saya aplikasikan selama 2 tahun belakangan ini. Memiliki kulit berminyak dan mudah berjerawat memang tidak cocok memakai bedak padat. Awalnya aku sudah memakai bedak tabur merek wardah juga, tapi bukan yang khusus untuk kulit berjerawat seperti wardah Acne Face Powder.

Kandungan 

Berbeda dengan bedak tabur biasa, mengandung 3 bahan aktif yaitu triclosan  sebagai anti bakteri, Salicylic Acid yang membantu mengurangi jerawat, dan Soybean extract.

Ingredients 

Mica, Methicone, Kaolin, Corn (Zea Mays) Starch, Zinc Stearate, Titanium Dioxide, Silica, Isopropyl Myristate, Salicylic Acid, Triclosan, Water, Butylene Glycol, Glycine Soja (Soybean) Protein, Allantoin, Methylparaben, Fragrance.

Cara Pakai

Sapukan pada wajah dan leher yang telah dibersihkan. Kalau mau lebih tahan lama, pakai Bb cream dan pelembab dulu ya.

Packaging

Jangan sampai salah dengan bedak tabur wardah yang lain, sebab packagingnya sangat mirip. Bedanya, acne face powder warna tutupnya putih. Kardus pembungkusnya juga putih, bukan hijau tosca.
wardah-acne-face-powder
Tutup sudah pecah, spons sudah amburadul
Aku kurang cocok dengan packaging acne face powder. Beberapa kali re-purchase, selalu saja sebelum bedak habis tutupnya sudah pecah. Meski tidak pernah jatuh, tutup ini sangat rapuh.

Review 

Spons

Sponsnya nyaman dipakai dan sudah ada handle-nya, tapi spons ini gampang sobek. Seperti halnya tutup bedak, spons rusak sebelum bedak habis. Bisa cek review lengkapnya di Female daily network deh.

Shade

Wardah Acne Face powder hanya ada satu shade. Alhamdulillah shade itu pas di wajahku, tidak terlalu putih atau terlalu kuning. Mungkin shade-nya sudah disesuaikan dengan mayoritas warna kulit orang Indonesia.

Dispersi

Ketersebarannya not bad, tapi sebaiknya pakai pelembab dulu deh biar nempel. Perlu re-apply 2 jam sekali, tapi saya sih males hahaha. Secara kerjaan sehari-hari mengharuskan cucuran keringat. Palingan bedakan lagi sore saat mau pulang dari kantor.

wardah-acne-face-powder
Mau kondangan, pakai Bb cream dan lipstick wardah juga

Non comedogenic

Bagi pemilik kulit yang mudah jerawatan seperti aku, milih bedak itu susah. Salah-salah malah jadi komedoan. Hal yang membuat aku bertahan memakai bedak ini adalah karena tidak meembuat kulit saya komedoan.

Kelebihan

  • Mudah didapat
  • Aman untuk kulit berjerawat
  • Halal

Kekurangan

  • Tutup dan spons cepat rusak
  • Shade terbatas

Harga

Rp.43.000

Repurchase

Ya
Jangan sembarang memakai bedak, apalagi hanya tergoda iklan. Cek dulu sebelum membeli, apakah cocok dengan jenis serta problematika kulitmu. Review ini saya tulis berdasar pengalaman pribadi, kecocokan pada setiap orang bisa berbeda-beda.

Continue Reading

Review | Traveling

Bilangnya Sudah OTW Naik GOJEK, Berani Pakai Fitur Bagikan Perjalanan?

By on Mei 3, 2019
Uninstall khawatir gojek

Sering enggak sih, janjian sama teman, eh dianya enggak dateng-dateng. Bilangnya sih sudah OTW naik GOJEK, ditunggu sampai ganti purnama enggak muncul di lokasi saya. OTW memang penuh arti, bisa saja yang si teman maksud adalah “Oke Tunggu Wae” (iya tunggu saja).

Tapi tenang, saya mau kasih tahu sekarang, GOJEK ada fitur baru namanya Bagikan Perjalanan, yang mungkin bisa menjadi salah satu jawaban atas masalah di atas. 🙂

Bagikan Perjalanan

Biasanya kalau sudah nunggu lama seperti kondisi di atas, saya minta teman saya screen capture bukti orderan GOJEK. Setelahnya, saya minta dia share location secara real time pakai Whatsapp. Demi ketenangan bersama, ya kan? Kalau dia enggak berani, mungkin beneran OTW-nya bukan On The Way, tapi Oke Tunggu Wae. Kesel, kan, kalau sudah dandan atau mempersiapkan segalanya, eh, ternyata dianya PHP.

travel-blogger-hijaber

 

Nah, setelah update aplikasi GOJEK, ternyata ada fitur baru yang seperti menjawab kerisauanku tadi. Fitur itu bernama Bagikan Perjalanan, yang memungkinkan kita membagikan tautan kepada teman, keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

Enggak hanya informasi mengenai nomor polisi kendaraan driver, jenis kendaraan, tapi juga sedetail titik pick up dan drop off. Bisa memantau juga si temen yang OTW mampir-mampir dulu apa langsung menuju ke lokasi saya sekarang karena terdapat fasilitas live location. Iya, ada live location, jadi kita tahu rute yang diambil si driver. Kadang kejauhan, kadang dekat, tapi terkadang harus melewati macet. Nah, kita bisa memberi tahu teman kita rute-rute terbaik.

Memang sih, sebenarnya GOJEK bikin fitur Bagikan Perjalanan ini buat keamanan, ya. Misal kita menyasar, salah menentukan titik drop off. Mau ke jalan Pangkal Pinang, eh, malah ke gang Tanjung pinang. Kalau lagi buru-buru sih bisa saja terjadi. Ya saya pernah soalnya, salah jalan waktu janjian. Untungnya sempat share lokasi saya ke teman, eh ternyata keliru. Fitur ini sudah berlaku di seluruh Indonesia baik untuk GO-CAR dan GO-RIDE.

Ada fitur keren lainnya

Jadi, coba deh, update aplikasi GOJEK kalian ke yang terbaru. Ketika kita sudah order GO-RIDE atau GO-CAR, ada menu Pertolongan Pertama pada Trip. Nah, di menu ini ada sub-menu: Trip ini diasuransikan, Buku Keamanan, Bagikan Perjalanan, dan Tombol darurat.

Uninstall khawatir gojek

Loh, ternyata banyak ya fitur dan layanan GOJEK! Iya, memang lengkap banget. Fitur Tombol Darurat, misalnya, yang memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena fitur tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24 jam non-stop jika terjadi keadaan darurat bagi penumpangnya. Keadaan darurat ini misalnya kalau ada tindakan kriminal di jalan, yang tentunya bisa saja terjadi kapan saja.

Tombol Darurat sudah bisa diakses costumer GO-CAR se-Indonesia. Semoga bisa diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita gak pernah pakai fitur ini ya dan selalu aman di jalan. Bermanfaat banget buat aku yang suka traveling mblusuk-mblusuk.

Baca: 5 hal menarik di Belitung (selain pantai)

Program edukasi dan Driver Jempolan

Selain fitur keren di atas, kalian suka heran enggak sih, kok driver GOJEK itu ramah-ramah. Nah, ternyata GOJEK memang melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

GOJEK juga bekerjasama dengan Rifat Drive Labs (RDL GOJEK) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver, yang programnya juga merupakan hasil inisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar, lho.

Dalam waktu 4 tahun terakhir, lebih dari 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota Indonesia sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih berjalan dan setiap bulannya diikuti sekitar 10 ribu driver. Program ini memberikan edukasi mengenai. Pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre-trip inspection, dan sesi praktek.

Selain itu, GOJEK juga memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

GOJEK pun menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan super dan memiliki kontribusi positif di masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Asuransi GO-RIDE

Enggak cuma itu, lho. GOJEK juga memberikan perlindungan asuransi kepada customer GO-RIDE. Perlindungan asuransi ini merupakan bentuk nyata GOJEK dalam memberikan rasa keamanan, kenyamanan, hingga memastikan, penumpang telah terlindungi dalam perjalanannya. Asuransi ini otomatis aktif, berlaku di seluruh Indonesia, dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan. Jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, kita memanfaatkan perlindungan asuransi ini.

Bagaimana keren-keren enggak fitur-fitur GOJEK di atas? Bagi saya, fitur-fitur tersebut akan membuat saya makin “kerasan” menggunakan GOJEK. Saya juga dapat #UninstallKhawatir karena perjalanan tentunya bisa semakin nyaman dan aman.

Kalau kamu bagaimana? Buat yang mau mencoba fitur-fitur di atas, jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK ke versi terbaru ya! Udah waktunya pakai GOJEK!

Continue Reading

Book | Review

[Review Buku] Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Pendekatan yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik

By on Maret 4, 2019

Aku pencemas, aku terlalu peduli dengan orang lain, aku terlalu banyak meikirkan hal yang harusnya dibikin bodo amat. Buku yang relatable dengan yang kurasakan akhir-akhir ini. Ingin seperti orang kebanyakan yang bisa cuek, atau setidaknya tak terlalu memikirkan sesuatu. Heu…itu alasan terbesarku membaca buku berjudul The Subtle Art of not giving a f*ck.

Identitas buku

Judul Asli : The Subtle Art Of Not Giving F*ck
Judul : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis : Mark Manson
Penerbit: Grasindo
Beberapa kali buku bersampul orange ini lewat di IG story aku. Teman-teman sepertinya lagi suka membaca buku yang judulnya konyol, pikirku. Suatu pagi di Bandara Ahmad Yani Semarang, aku melihat buku ini secara fisik. Ehmm,,tapi mahal banget. Singkat cerita, malam harinya aku bersua lagi dengan buku ini di etalase best seller book Gramedia Balikpapan. Langsung deh aku cari ke rak.

“mas, buku bodo amat di sebelah mana ya?”
“heh..apa?”
“iya,,buku bodo amat”

Percakapan nggak jelas antara aku dan pramuniaga gramedia.

Review

Jaman sekarang ini mau nggak mau kita dipaksa mikir tentang banyak hal. Misalnya, pag-pagi buka Instagram. Ada si A update galau, jadi kepikiran deh. Lalu scroll…ada si B update lagi liburan.
Kepikiran lagi. Belum lagi jika ada si C, update quote yang kayaknya kok nyindir kita. Hadeu…lelah.
Gimana sih caranya biar bisa bodo amat? Nggak semua hal yang ada di ahdapan kita perlu disikapi dengan serius. Tapi gimana?

Ada 9 bab dalam buku ini yang diharapkan bisa kita jadikan renungan. Lewat candaan-candaan satire dan kisah-kisah yang fresh, aku sih merasa santai membacanya.

[Review Buku] Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Pendekatan yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik

Bab 1, jangan berusaha. Sebagai mukadimah, Mark Manson menjelaskan apa inti buku cara bersikap bodo amat.

Bab 2, kebahagiaan itu masalah. Bahagia, nyatanya berasal dari pemecahan masalah. So, kalau nggak ada masalah maka hidup flat…gitu.

Bab 3, Anda tidak istimewa. Seringkali kita measa istimewa lalu berpikiran sebagai korban. Dalam semua hal. Korban yang ingin diistimewakan, diperhatikan.

Itu preview saja ya, sisanya baca sendiri ehehe. Bab yang paling aku suka adalah “PENTINGNYA BERKATA TIDAK”. Karena ini sungguh sangat teramat related sekali denganku. Huh!

Pasti kalian yang membaca ini ada juga ya yang tipe nggak enakan dengan orang lain. Asli deh sifat ini tuh bikin kita sering cemas. Overwhelming. Lalu nggak bisa nikmatin momen hidup.

Tetapi kita perlu menolak sesuatu. Jika tidak, kita kehilangan alasan untuk bertahan. Jika tidak ada sesuatu yang lebih baik atau lebih diinginkan daripada yang lain, kita akan merasa hampa dan hidup kita menjadi tanpa makna. Kita hidup tanpa nilai dan akibatnya kita menghidupi kehidupan tanpa tujuan.

Menghindari penolakan (baik memberi atau menerima penolakan) sering ditawarkan kepada kita sebagai jalan untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Tetapi menghindari penolakan memberi kita kenikmatan sesaat yang membuat kita tanpa kemudi dan tanpa arah dalam jangka panjang.

Kurang lebih seperti itulah The Subtle Art Of Not Giving F*ck. Hingga jadi new York time best seller. 4 dari 5 bintang deh.

Mungkin momennya pas, saat manusia terlalu banyak pikiran. Isi kepala rasanya penuh. Ada tuntutan untuk selalu positif, untuk mencoba segala macam hal, untuk berlomba dalam menggapai kebahagiaan dengan memiliki sebanyak-banyaknya sumberdaya.

Continue Reading