Environment

Cara Bijak Berplastik Untuk Kamu Yang Tidak Anti Plastik

By on Desember 23, 2018
Cara Bijak Berplastik Untuk Kamu Yang Tidak Anti Plastik
“Ngedanus kok pake mulung botol bekas?” Yang pernah ngerasain jadi mahasiswa kemungkinan besar akan tahu istilah danus. Sebuah akronim dari Dana Usaha. Segala upaya dari jualan pin, brownies, molen, hingga ngumpulin botol bekas dilakuin buat dapet duit demi bantu biayain event. Awal mula kebiasaan ngumpulin botol bekas adalah gara-gara danus. Tapi selama ini aku hanya mikir tindakan itu sebatas buat nyari duit tambahan, nggak kebayang kalau ternyata punya dampak ke lingkungan. Wow!!! Ini adalah salah satu tindakan yang termasuk cara bijak berplastik biar tercipta circularity ekonomi.

Dilema tong sampah organik-anorganik

Sejak bisa berdiri dan berlarian kesana kemari, oleh ayah dan ibu…kita sudah diajarin “buang sampah di tempatnya ya nak.” Aku tahu kalau kalian ditanya buang sampah dimana? Pasti bakal jawab “di tempat sampah.”
Suatu hari aku bertanya ke orang yang mengelola sampah pada sebuah perkantoran. Di kantor tersebut sudah ada upaya pemilahan tong sampah organik-anorganik.
“Sebenernya percuma sih dipisahin gini tongnya, karena nanti sama pengangkut sampah dicampur lagi dibawa ke TPA.” Papar dia.
Tepok jidat deh. Jangan-jangan tempat sampah warna-warni yang sering kita lihat dimana-mana hanya buat estetika semata?

Buang Sampah Dapat Duit

Sama seperti saat jaman danus mahasiswa, koleksi botol plastik di kos juga banyak. Aturan dari ibu kos, botol plastik ditaruh di pojokan buat dikiloin. Sedikit-demi sedikit, lama-lama berkilo-kilo juga ternyata.

smart drop box
Minggu lalu aku malah nemuin cara hi-tech buat buang sampah botol plastik. Namanya smart drop box yang merupakan program CSR nya Aqua. Smart drop box bentuknya seperti botol gitu, dan kita bisa buang sampah boto plastik disana. Sekali nyemplungin, dapat 60 rupiah. Mayan banget kan? Kalau buat botol selain Aqua dihargai 50 rupiah. Untuk saat ini smart drop box baru terdapat di beberapa alfamart di Jakarta.
Smart drop box ini sistem kerjanya sederhana. Botol bekas kita masukin ke box. Kalau mau dapet duit, scan barcode di botolmu. Lalu uang akan masuk ke saldo tcash. Eh tapi kamu juga harus download dulu aplikasi mySmash buat mengintegrasikan Tcash dan smart drop box.
Alur selanjutnya, botol plastik tersebut akan diangkut ke RBU (recycling business unit) yang ada di Tangerang selatan.
sampah plastik

 

Kalau di sekitar tempat tinggalmu belum ada smart dropbox, kita bisa kok manfaatin bank sampah. Bank sampah memang belum digagas pemerintah secara masif, tapi di banyak tempat sudah ada dengan inisiatif masyarakat. Misalnya di daerah Jakarta selatan yang malahan memiliki bank sampah induk guna menjangkau semua bank sampah yang ada. Sampah-sampah plastik di sini diterima, ditimbang, dipilah, untuk selanjutnya dibawa ke RBU (recycling business unit).

Tapi menurutku cara ini belum efektif. Sebab harus download aplikasi, scan, kok ribet. Apalagi e-money nya saat ini hanya dari T-cash. Asikan kalau meliputi e-money lain misal Ovo, go pay, atau koin. Jadi habis scan itu kita bisa milih pakai e-money jenis apa atau hanya keluar uang koin. Kalau uang koin tentu harus memasukan botol dalam jumlah tertentu. Misal kepilatan 2 untuk dihargai 100 rupiah. Lokasinya nggak hanya di alfamart, tapi juga public area lain seperti stasiun kereta dan mall. Nyarinya gampang, dan kemungkinan besar lalu lalang botol plastik cukup tinggi di sana.

Daur Ulang Sampah Plastik Bukan Khayalan

Dulu, aku berpikir daur ulang sampah itu khayalan semata. Selain menjadikan sampah plastik produk kerajinan melalui proses re-use, mana bisa sih botol jadi botol lagi. Apalagi, botol jadi baju dan bantal.

baju dari plastik daur ulang
1 baju dari 8 botol air minum PET

Galon bisa didaur ulang?

Wow!!! Di RBU Tangerang Selatan, mataku dibuka. Sampah-sampah botol plastik bekas minuman yang datang dari berbagai bank sampah maupun pengepul disortir. Dipilah berdasarkan warnanya. Setelah itu botol dicuci sebelum dihancurkan dengan semacam alat penggiling. Hasilnya adalah butiran plastik yang merupakan bahan baku pembuatan plastik (lagi). Butir plastik dijual oleh RBU ke pabrik pengolahan plastik. Nantinya bisa dibuat baju, bantal, atau botol plastik lagi.

recycle business unit smapah plastik tangsel
Banyak diantara kita yang sudah meminimalisir botol plastik sekali pakai (PET) untuk minuman dan menggantinya dengan galon. Alasannya karena galon bisa dipakai ulang. Tapi, kalau galonnya pecah atau sudah rusak gimana?  abang galon, botol-botol galon kosong milik kita diangkut ke distributor. Nanti dari distributor diangku ke pabrik air minum. Di sana galon disortir mana yang bisa digunakan kembali mana yang tidak bisa dan harus di recycle.
Recycle botol galon nggak beda jauh dari recycle botol plastik PET. Di Aqua Babakan pari misalnya. Selain memproduksi air galon, di sini juga ada pabrik recycle galonnya loh. Galon-galon tak layak pakai lagi dibersihkan, dicacah, lalu dibuat botol galon lagi.

Bijak Berplastik 

Ada berbagai cara bijak yang bisa kita lakukan. Tentunya jangan yang ekstrim dulu. Pelan-pelan membiasakan. Anti plastik 100% rasanya kok nggak bisa ya. Reuse, recycle, reduce, repair, pastinya bisa.
Reuse dengan menggunakan botol minum isi ulang. Meskipun sering hilang dan tap water belum tersedia dimana-mana, tindakan ini murah dan mudah. Untuk sementara isi ulangnya di kantor atau di rumah aja deh ehehe. Aku berharap semoga tap water segera mewabah. Nggak hanya si bandara, tapi juga public area lain.
Recycle dengan kiloin botol ke pemulung atau pengepul. Biar nantinya segera didaur ulang. Kalau dibuang ke tempat sampah nantinya masuk ke TPA, kemungkinan ‘leak’ atau bocor ke lingkunganya tinggi.
Reduce dengan menggunakan 1 plastik saja buat mengemas belanjaan. Seringnya saat kita belanja akan dapat plastik berlapis-lapis. Minta 1 saja deh, syukur-syukur bawa tas belanja sendiri.
Repair dengan memperbaiki furniture atau barang-barang yang berbahan plastik. Lecet dikit, jangan buang dulu lah.
Nggak sudah kan? Kalau kamu punya ide bijak berplastik lainnya boleh lho dibagikan di kolom komentar.

Continue Reading

Environment

5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui dibalik Sebotol AQUA

By on Mei 14, 2017
Apa kamu adalah orang yang lebih
mudah bilang ‘AQUA’ dibanding menyebut ‘air minum dalam kemasan’ atau ‘air
mineral’? Produk pertama biasanya memang akan selalu diingat. Selama ini kita
tahu bahwa AQUA adalah pionir air minum dalam kemasan. Baru-baru ini saya berkesempatan
mengunjungi dua pabriknya yang ada di Pasuruan, Jawa timur yakni pabrik Kebon
candi dan Pandaan. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari melihat proses
produksinya. Seteguk air yang tadi atau kemarin kamu minum itu bisa saja
berasal dari tetesan air hujan puluhan tahun lalu. Masa sih? Ini dia lima hal
yang harus kamu ketahui dibalik sebotol AQUA.
5 fakta di balik sebotol AQUA

1 | AQUA tidak dimasak, tapi aman

Bayangkan seberapa besar kualinya
jika AQUA harus dimasak dulu sampai mendidih sebelum dikemas. Jadi kita minum
air mentah? Iya, mentah lho tapi aman kok. Air yang dikemas itu asalnya bukan
dari air sungai seperti di rumah kita.
Air bebas dari kontaminasilah
yang digunakan untuk bahan baku produksi AQUA. Dalam pemilihan air baku juga
nggak sembarangan lho. Ada parameter fisik, kimia, mikrobiologi, hingga
kesinambungan siklus airnya yang dipertimbangkan.
Sumur air AQUA kebon candi
tak sembarang orang boleh masuk
Ini adalah sumur air baku yang
ada di pabrik AQUA kebon candi Pasuruan. Saya berkesempatan masuk ke dalam
bangunan tersebut. Airnya jernih banget dan menyembur dengan derasnya, jadi
bikin haus deh hehhe.
Air dari sumur tersebut dialirkan
ke dalam pabrik untuk proses pengemasan. Dalam salah satu tahap produksi, ada
yang namanya ozonisasi. Di sini, air dipastikan bebas dari bakteri berbahaya saat
sampai di tangan konsumen.
pabrik AQUA kebon candi memproduksi AQUA galon


2| Botol dibuat sesaat sebelum diisi

Sebelumnya saya berpikir kalau
botol AQUA itu dibuat di pabrik tersendiri. Itu nggak sepenuhnya salah, tapi
juga ngga benar hahaha. Sebab ternyata botol dibuat sesaat sebelum diisi air.
Preform PET Bottle adalah botol setengah jadi yang nantinya akan ditiup
menggunakan udara panas dengan cetakan di luarnya. Preform PET Bottle itu
bentuknya masih polos dan ukurannya kecil banget. Benda unik tersebut saya
lihat pertama kali di pabrik AQUA Pandaan Pasuruan.
Dalam proses manufaktur air minum
dalam kemasan, pembuatan botol sesaat sebelum pengisian namanya in line
production. Keuntungannya adalah meminimalisir kontaminasi sebab semua proses
harus higienis bukan?

3| Proses Produksi Tak Tersentuh
Tangan

Tiap hari saya masuk ke area
pabrik, tapi ya nggak sebersih di AQUA. Yaiyalah, namanya juga pabrik minuman. Mesin-mesin
buatan Jerman yang mulus berada dalam ruangan dengan kontrol suhu dan
kelembaban. Seluruh proses produksi tidak tersentuh tangan manusia, biarkan
saja mesin dan sensor yang bekerja.

4| Masa Kadaluarsa 2 tahun

Menurut kalian, AQUA sebagai air
bening itu ada masa kadaluarsanya nggak sih? Di badan botol ada kode
produksinya. Masa kadaluarsa AQUA adalah dua tahun dari tanggal produksi
tersebut. Begini cara membaca kode produksinya.
Aqua botol
cek kode produksi
Misal tertulis 190319, itu
artinya produk dibuat pada 19 maret 2017. Angka 19 di bagian akhir adalah tahun
kadaluarsa, yakni dua tahun setelah tahun produksi. Angka 17:47 menandakan jam
produksi, sedangkan CJR 2 adalah kode pabrik.

5| Kode di Tutup Botol Harus Sama Dengan
Di Badan Botol

Kalau kamu memperhatikan lebih
jeli, di tutup botol AQUA ada kode yang tercetak dengan tinta putih. Kode tersebut
harus sama ya dengan kode produksi yang ada di badan botol. Jika tidak,
kemungkinan besar itu AQUA abal-abal alias palsu.
biar lebih jelas, bisa cek di
video ini deh.

Daur Ulang Botol AQUA

Oiya, botol AQUA itu sekali pakai
ya. Jangan diisi ulang, apalagi malah buat nampung air panas. Sudah menjadi
komitmen AQUA untuk bisa mendaur ulang botol bekas. Salah satu hasil daur
ulang botol adalah kaos. Kalian lihat kaos kuning dan biru yang dipakai
pria-pria di bukit cinta saat menanam pohon itu? Iya, ada campuran biji plastik
hasil daur ulang botol AQUA bekas.

bukit cinta bromo
fokus ke kaos kuning dan biru itu ya

Kalau tas-tas cantik yang dibuat
Ibu-ibu binaan CSR AQUA Pandaan ini kalian kira pakai apa? Itu bahannya dari botol
AQUA gelas bekas lho.

tas dari botol AQUA
Tas cantik daur ulang AQUA
Jadi, sudah tahu kan beberapa hal
yang selama ini mungkin belum kamu ketahui dibalik sebotol AQUA? Jangan lupa
minum air putih secara rutin dan cukup, demi wajah 2017 yang semakin glowing.

Continue Reading

Environment

Sebatang Pohon Untuk Bukit Cinta di Bromo

By on Mei 7, 2017

Sudah berapa batang pohon yang
pernah kamu tanam sepanjang hidup? Pohon cabe dan pohon tauge tidak termasuk
dalam hitungan ya. Baru kali ini saya mendatangi spot wisata yang ngehits
dengan membawa misi yang sangat indah. Tuhan maha baik, mimpi saya melihat
langsung gunung Bromo diwujudkan dengan menakjubkan. Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru (TNBTS) telah menjadi saksi langkah awal untuk menanam pohon
lebih banyak di muka bumi. Saya telah menanam sebatang pohon waru di bukit
cinta, Wonokitri kabupaten Pasuruan. Semoga bisa berlanjut untuk pohon-pohon
selanjutnya di jengkal bumi yang lain.

Bromo Ada di Dreamboard

Sejak lama saya sudah menerapkan
konsep menulis dreamboard. Tidak hanya ditulis lalu dilupakan, target-target
kehidupan itu saya pasang di dinding kamar agar terbaca setiap waktu. Salah
satu yang tertulis di dreamboard adalah ‘Bromo’. Mengapa Bromo? Saya bukan
pendaki kok, tapi rasanya ini tempat wajib 
kunjung khususnya kalau kamu tinggal di Indonesia.
2015 adalah tahun dimana saya
seharusnya melihat langsung Bromo. Ternyata hingga 2016, belum terwujud juga.
Malah, di tahun tersebut sunrise di gunung Prau Dienglah yang saya saksikan
meski ini tidak ada dalam dreamboard.

“it’s OK Tuhan, jika Engkau
mengganti Bromo dengan Prau pun saya ikhlas”.

Gunung Prau dengan segala
perjuangan untuk menaikinya saat menerjang badai petir mengajarkan saya banyak
hal. Belum lagi keindahan yang terbentang di pagi harinya yang syahdu itu.
Ternyata, di bulan yang sama
setahun berikutnya…kesempatan melihat Bromo itu datang. Berawal dari lomba
blog yang diadakan Aqua, saya berhasil memenangkannya. Rencana awal lomba yang
bertema pengelolaan air limbah rumah tangga tersebut berhadiah trip ke Klaten.
Eh kok pas pengumuman malah ke Bromo, ya saya justru bahagia berlipat-lipat
dong.

Menembus Kabut Menuju Wonokitri

Jika biasanya orang-orang
berjejalan ke Bromo jelang sunrise saat weekend, saya dan rombongan blogger dan
team CSR AQUA kesana pada jumat sore. Sepanjang jalan dari pabrik AQUA keboncandi
terasa lengang. Makin ke atas, kondisi jalan makin mengular dengan bentuk berkelok-kelok
serta menanjak. Mata saya tak dapat terpejam, kabut di depan mata terlalu indah
untuk dilewatkan. Kesannya magis, tapi ada ketenangan tersembunyi.
penanjakan
Hampir 2 jam perjalanan,
sampailah kami di Wonokitri yang merupakan gerbang masuk ke area penanjakan Bromo.
Perkampungan di sana mengingatkan saya dengan Dieng. Yang berbeda, di sini
banyak banget jeep yang siap membawa wisatawan ke area Penanjakan.
tnbts
Jeep khas Bromo membawa kami menaiki
jalan yang semakin menyempit. Meski kondisi di bawah tadi sangat berkabut,
makin ke atas kok langitnya makin biru ternyata. Tak begitu lama perjalanan
ini, tiba-tiba saja bukit cinta sudah berada di depan mata.

jeep-bromo

Melihat Bromo Dari Bukit Cinta

Gunung Bromo dan gunung batok
sore itu malu-malu.

‘hey, kamu…ayo buka selimut
kabutnya, saya datang nih’

Di tangan saya sudah ada sebatang
pohon waru yang masih tertanam di polybag. Diameter batangnya tak sampai 1cm.
Kata orang, pohon waru adalah pohon cinta karena daunnya berbentuk hati.
menanam-pohon-bukit-cinta
Selama ini saya tahunya kalau mau
lihat sunrise ya harus lewat penanjakan 1 atau penanjakan 2. Eh ternyata dari
bukit cinta ini Bromo dan jajaran gunung di dekatnya juga nampak cantik banget.
Sekali waktu kabut menutupi seluruh pandangan lalu kemudian cerah kembali.
Semakin magis dan eksotis saja pemandangan di depan mata.

Bromo sore itu dinikmati sambil menyantap
kentang Tengger yang legit mirip ubi mentega. Kawan kentangnya adalah bakwan
petis yang empuk. Semua makanan yang terhidang ini spesial karena dibuat dengan
bahan organik oleh pak Karyadi, pecinta alam sekaligus petani binaan CSR AQUA.

kentang-tengger
25 pohon sepanjang hayat

Rasanya dulu saya suka menanam
cabai, singkong, tomat, tapi kalau pohon besar yang berkayu? Belum pernah deh.
Padahal, sepanjang hayat minimal setiap orang harus menanam 25 batang pohon
agar bumi tetap lestari.

bukit-cinta-bromo (2)Bukit cinta di kawasan TNBTS ini
merupakan kawasan wilayah konservasi AQUA pabrik Keboncandi. Luasnya 17 Ha
kalau yang di kawasan ini. masih ada lagi lho, 7 Ha yang dikelola bersama
Perhutani.
team-aqua-lestariKalau pohon sudah ditaman, apakah
didiamkan begitu saja? Tidak dong ya. setiap pohon yang ditanam akan dimasukkan
dalam database pohon secara online dengan geo tagging untuk mempermudah
monitoring pertumbuhannya.

Tanamlah 25 pohon sebelum dirimu
ditanam – Rony Rusdiansyah

Iya, pak Rony dari AQUA bilang
seperti itu. Semua orang harus tahu, khususnya untuk kamu yang sekarang sedang
membaca tulisan ini.

Nggak asik dong kalau anak cucu
kita nanti sudah tidak bisa menikmati bukit cinta sebab bukit tersebut telah
raib terkena erosi. Alam ini bukan punya kita, ini titipan dari generasi
selanjutnya. Ayolah kita buat aksi nyata, nggak mahal kok bibit pohon yang
dijual di tukang tanaman. Sudah siap menanam pohon? 

Continue Reading

Environment

Lakukan Ini Sebelum Membuang Air Limbah Domestik Ke Selokan

By on April 4, 2017
Kamu pernah mengalami krisis air
hingga harus mandi pakai Aqua galon? Biasanya kita yang mandi dan mencuci bebas
jebar-jebur tiba-tiba harus menghemat air besar-besaran. Air sekawasan
perumahan mati  total. Masjid, musola,
pom bensin, bahkan mall saja tidak ada air. Begitulah kondisinya jika suatu
saat air bersih makin menipis. Di sisi lain, kita dengan santainya menghasilkan
limbah cair domestik yang jumlahnya makin fantastis dari hari kehari.
infografis air limbah domestik

Ratusan tahun lalu, tanah dan
cinta jadi penyebab perang. Puluhan tahun ke belakang minyak
bumi dan gas alam memecah belah bangsa. Bisa jadi, puluhan tahun yang akan
datang…airlah yang menjadi rebutan. Kita semua sudah diajari siklus air sejak
SD. Sudah hapal di luar kepala, tapi yang mungkin terlupa adalah bahwa jumlahnya
tak pernah berganti.

Air mengalami siklus,
kuantitasnya tidak akan berubah, yang berubah adalah kualitasnya.

Jadi, ibarat ada 1 liter air layak
pakai di bumi nih…kalau sudah menguap lalu jadi air hujan, ya tetap 1 liter.
Tapi, apa kualitasnya masih sama? Apa yang bisa kita pakai masih 1 liter juga?
Belum tentu.


Bau Got Atau Bau Hantu?

Kebangun tengah malam karena bau
got? Saya pernah mengalaminya, bahkan sempat berpikiran ini adalah kerjaan
hantu. Ih bener nggak sih bau-bauan busuk di malam hari adalah pertanda makhluk
halus yang iseng? Yang pasti, bau got dan bau-bauan aneh adalah hal yang wajar
untuk orang yang tinggal di kawasan industri seperti saya. Kadang malah air
keran baunya mirip kopi luwak gitu, bukannya enak sih malahan bikin mual.
Sungai petungkriyono
salah satu contoh sungai yang airnya masih alami di Pekalongan
Komplek saya sudah punya water treatment untuk industri
sebenarnya. Soalnya industri kan ada undang-undangnya kalau ngga boleh buang
limbah langsung begitu saja. Bagaimana untuk perumahan? Meski saluran drainase
sudah keren dan terintegrasi, sayangnya semua itu langsung mengalir ke sungai.
Ngeri banget kan? ya pantes sungai Citarum jadi sungai terkotor di dunia.

Tifus Menjangkiti

Dua tahun yang lalu badan saya
tiba-tiba drop dengan gejala kurang nyaman di perut. Tanpa pikir panjang, saya
datang ke dokter penyakit dalam. Kenapa ngga ke dokter umum? Karena antrinya
panjang banget. Hasil pemeriksaan fisik, bu dokter langsung tersenyum dan
bilang seperti ini:

Perut orang sini nggak ada yang
bersih, sudah sana cek lab dulu

Benar saja, hasil cek darah di
lab rumah sakit membuktikan saya positif tifus. Penyakit yang erat hubungannya
dengan sanitasi.
hasil uji lab tifus
Lima tahun saya tinggal di
perumahan yang merupakan bagian dari kawasan industri. Sejak awal di sini, saya
tidak pernah menggunakan  air keran
sebagai air minum. Meski begitu, mandi…cuci…termasuk sikat gigi pakai air
keran. Hiiiii paparan masih bisa banget masuk kalau gitu.

Keinget Jaman Kuliah

Beberapa hari sebelum hari air
yang jatuh pada 22 Maret, saya hadir di event di Danone Aqua Institute. Rasanya
seperti ditampar sama pak Gunawan Wibisono yang menjadi pembicara pagi itu.

Bincang air aqua
source: twitter Aqua Lestari

Hello…itu dapat kuliah
pengelolaan limbah berapa SKS kok ngga diaplikasikan? Kataku dalam hati

Nggak cuma teori, saya juga
pernah praktikum ke instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di rumah potong
hewan Bogor. Soal reaktor biogas yang bisa mengelola limbah tinja dan urin,
hmm…sudah praktikum juga di lapangan. Soil water analysis tools yang dipakai
AQUA untuk pemetaan kondisi air tanah, dapat juga praktikumnya. Tapi apa yang
saya lakukan? Ikut-ikutan memenuhi selokan kompleks dengan limbah domestik.


4 Cara Mudah Mengelola Limbah
Cair

Kenapa sih kita musti ngurusin
limbah cair rumah tangga? Kan cuma sisa mandi sama nyuci doang? Itu mungkin
yang ada di pikiran kita sejauh ini, sepertinya tak ada salah jika busa sabun
ngalir ke selokan. Sabun, detergen, shampo, mengandung fosfor dan nitrogen. Zat
ini bisa mengganggu kestabilan ekosistem, mencemari air tanah, selain juga
secara pandangan mata nggak enak.
mengapa mengelola limbah cair
Saya sempat melontarkan
pertanyaan soal pengelolaan air limbah ke beberapa grup whatsap. Jawabannya
hampir sama ternyata,

Limbah cair rumah tangga ya
langsung dialirkan ke selokan saja, kecuali kalau industri…itu baru harus
diolah dulu.

Adapula yang menjawab begini

Kalau limbah kamar mandi langsung
ke selokan, tapi kalau septic tank…pakai pasir dan kerikil gitu di
konstruksinya.

Memang sih, menurut data UN water
80% limbah air di dunia langsung dibuang tanpa dikelola dahulu. Tapi ya masa
kita mau jadi bagian dari perusak ekosistem?
Pas di bincang air, pak Gunawan
memaparkan soal pengelolaan limbah. Apa saja yang bisa kita aplikasikan sendiri
di rumah?
1| Membuat Saluran limbah cair
yang memadai.
Beruntung deh kalau air sisa
cucian wastafel atau kamar mandi kamu sudah pakai paralon yang baik. Paralon
itu ditempatkan di lokasi yang aman sehingga limbah tidak ngalir bebas
kemana-mana. Kenapa saya bilang beruntung? Meski ini sangat sederhana, masih banyak
yang belum sadar akan hal ini terutama di wilayah yang kumuh atau di desa-desa.
Akan lebih baik jika pipa
pembuangan limbah cair domestik ditempatkan di bawah permukaan tanah.
2| Memanfaatkan
Air Bekas Cucian.   
 
Kalau kamu ngga pernah ngalamin
krisis air, pasti bakal santai nyuci kaos kaki sepasang dengan air seember.
Setelah itu, air pembilasnya seember lagi deh. Bekas rendamannya langsung saja
ngalir ke selokan. Ini langkah simpel banget lho, si bekas cucian kita itu bisa
dipakai buat nyiram tanaman. Kalau nggak punya tanaman gimana? Ya bolehlah
siram tanaman tetangga. Apalagi kalau cuma nyuci sayur dan buah, airnya kan
ngga sebutek nyuci kaos kaki ahahhaa. Sayang atuh kalau dibuang langsung mah.
3| Menggunakan sabun, detergen,
dan shampo ramah lingkungan.
Salah satu cara meminimalisir
limbah cair domestik adalah pakai sabun, shampo, dan detergen ramah lingkungan.
Sekarang sudah banyak kok homecare seperti itu, ya mungkin agak mahal
sedikit…tapi nggak apa-apa ya demi lingkungan yang lebih baik. Kalaupun ngga
nemu yang ramah lingkungan, bisa kok dengan cara meminimalisirnya. Misal, nyuci
piring pakai jeruk nipis.
4| Merancang Individual Wetland
(Taman Tanaman Air).
Nah, kalau ini…butuh sedikit
modal. Kita bisa merancang individual wetland sederhana. Wetland adalah hal
yang baru saya ketahui dari pak Gunawan. Lho kok ternyata sederhana, menarik,
dan estetik. Kamu pernah melihat rawa? Konsepnya mirip seperti itu sebenarnya.
Wetland atau lahan basah buatan adalah cara pengelolaan limbah cair domestik
dengan mengalirkannya pada sebuah area. Di area tersebut terdapat tanaman air
sebagai penyerap nitrogen dan fosfor yang terkandung dalam limbah cair.
wetland constructed
Air limbah tersebut mengalir ke
bagian lain untuk disaring lalu bisa kita pakai. Buat apa? Bolehlah nyuci
kendaraan pakai air itu.

wetland design
source: limnos.si

Langkah sederhana dari saya,
kamu, dan kalian…bisa memperbaiki planet ini. Percayalah,ini bukan kalimat
yang berlebihan.

Kalau kamu punya ide lain soal pengelolaan limbah cair rumah
tangga…boleh banget dibagikan di kolom komentar. 

Continue Reading