Traveling

Wisata Malam UGM Jogja

November 25, 2019
wisata-malam-ugm-jogja-pegipegi

Malam itu adalah malam senin, aku masih di Jogja untuk tujuan wisata selow ala orang lokal. Sama sekali tanpa itinerary, aku sama soulmateku berjalan kaki dari stasiun Lempuyanagn ke UGM. Niat kami adalah menikmati Jogja sambil jalan kaki. Romantis memang tak harus mahal kok, sama seperti kuliner malam di dekat UGM.

Jalan kaki Romantis

Palang kereta menghentikan langkah kami.

“Menurutmu berat mana kerja pilot atau masinis?” Tanya dia ke aku

“Ya masinis dong, kalau pilot kan engga berhenti-berhenti. Di atas sudah ada jalur dan plan flight dengan akurasi tinggi. Kalau kereta, palangan pintu dimana-mana. Belum lagi misal diminta memperlambat laju kereta karena area belum clear. Di sisi lain jadwal kereta harus tepat.”

Dia tersenyum, sepertinya puas dengan jawabanku. Sepanjang jalan dari stasiun Lempuyangan hingga ke UKDW kami asik diskusi soal kereta api. Memasuki jalan Suroto yang luas dengan trotoar lebar kami istirahat sebentar.

Mencoba Transjogja

Sampai di seberang Gramedia dan deretan kafe-kafe itu, kami jadi terpikir mencoba Transjogja. Transjogja sistemnya seperti Transjakarta, namun ukuran busnya lebih kecil.

“mau kemana mba” Tanya bapak-bapak di loket

“ke UGM pak”

“Lha ini sudah di UGM”

Iya sebenarnya dari tadi kami sudah berada di kawasan UGM, tapi UGM kan luas. Niat kami menghabiskan wkatu bersama berdua menikmati suasana saja.

Transjogja pun datang. Kami melintasi beberapa halte lalu turun di tempat yang agak sepi. Nampaknya ini di depan rumah sakit Sarjito.

Menyusuri UGM di Malam hari

Jalan kaki berlanjut di kawasan Fakultas kedokteran UGM. Sepi, kiri dan kanan pohon tinggi. Kami berdua tidak takut hantu, jadi ya santai-santai saja. UGM beda dengan kampusku, maksudnya tingkat kehororannya. Mungkin karena UGM di tengah kota ya, beda dengan kampusku yang di pedesaan. Bukan soal horror hantu, akutuh horror begal ahahhaa.

wisata-malam-ugm-jogja

Kuliner Warung Tenda UGM

Keluar dari jalan sains yang remang, kami dismabut jalan persatuan yang hiruk pikuk dengan warung tenda. Aneka kuliner tersedia disana. Aku engga ada pandangan mau makan apa, yang jelas sih laper banget dan haus.

seafood-pak-purwanto

Berjalan ke arah selatan, kami menemukan warung seafood yang sepertinya ramai sekali. Tapi ramainya masih dalam toleransi ya, engga sampai musti berdiri gitu. Aku engga ada ekspektasi soal harga, kupikir ya 50.000 buat berdua sudah sangat murah. Eh ternyata beneran murah lho.

Seafood murah Pak Purwanto

Aku duduk lesehan di trotoar berhadapan dengan soulmateku. Keringatnya mengucur deras, pertanda aku harus segera memesankan minuman untuknya. Segelas jeruk hangat nampaknya cocok.

Meski pengunjung banyak, dapur Pak Purwanto siap menerima orderan sebab personilnya lumayan rame. Saya memesan Tomyam yang sudah sepaket dengan nasi. Jadi nambah nasi satu lagi saja. Jangan kaget ya melihat daftar harga yang jauh banget dibandingkan dengan warung tenda seafood di Jakarta.

seafood-pak-purwanto-ugm

Tengok kiri kanan, pengunjung warung seafood pak Purwanto kebanyakan mahasiswa. Pesennya juga bisa smapai 2 menu. Ya wajar sih harganya murah. Bagaimana dengan rasanya?

Wow ternyata ini tomyam beneran. Ahahha emang ada tomyam palsu? Ya, dengan harga segitu aku engga nyangkan dapat seafood asli, bukan frozen food. Ada nanasnya juga, kauhnya juga segar banget. Seporsi tomyam yang kupesan pas banget dimakan berdua sebagai lauk.

Acara makan dan ngobrol kesana kemari diakhiri dengan ajakan soulmate ku menerbangkan drone. Aku excited banget karena Gedung pusat UGM terlalu indah untuk tidak dipotret dari atas pada malam hari.

Kembali ke Penginapan

Malam semakin larut, kami harus beristirahat. Memilih penginapan di Jogja tidaklah sulit. Ada banyak banget pilihan dari Hotel berbintang macam yang dipesan soulmateku, hingga yang bertipe guesthouse macam yang kutinggali. Aku tinggal buka aplikasi Pegipegi untuk mencari penginapan di Jogja lalu booking deh. Yang aku suka dari Pegipegi adalah sering ada promoan. Sering ada notification promo masuk ke hape yang membuat hasrat liburan bergejolak.

Menikmati wisata malam di UGM Jogja memberikan kesan tersendiri buatku. UGM adalah mantan calon kampusku dulu. Tak perlu disesali belum sempat kuliah di UGM yang lingkunganya sepertinya asik. Sebuah deskripsi untuk romantisme ala kami adalah…seperti jogja yang selalu istimewa.

Tinggalkan Balasan