Tech

Kantin Ala Millenial di President University Bayar Pakai QR Standar

November 16, 2019
qr-standar-bi

Deretan kontainer warna-warni menyambutku yang sedang kelaparan sore itu. Aku mengambil kuliah malam di President University jurusan MM Tech. Sepulang dari kantor jam 5 sore, langsung tancap gas ke kampus yang berlokasi di kota Jababeka. Kantin di kampusku tak hanya desainnya saja yang millenial banget, cara pembayarannya pun begitu. QR Standar sebagai pembayaran digital ala millenial sudah diterapkan di sini.

Millenial suka hidup cashless

Meski di kampus President University ada ATM Center, aku jarang banget ambil uang cash buat jajan. Selain karena biasanya jadi lebih boros, Jajan pakai uang cash sering ribet dengan kembalian. Ternyata engga hanya aku sih yang lebih memilih cashless dalam kehidupan sehari-hari.

kantin-president-university
Kantin President University

Berdasarkan Indonesia Millennial Report 2019 yang memotret pola perilaku, sikap, dan minat millennial Indonesia (salah satunya tentang perilaku para millennial dalam hal keuangan) ternyata kami-kami ini memang lebih suka hidup non tunai hahaha.

Sistem pembayaran nontunai mulai dari pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debit, hingga transaksi menggunakan sistem teknologi perbankan seperti e-money atau e-wallet jadi pilihan.

Cara Pakai QR Standar di kantin president university

QR-standar-BI
Bentuk QRIS nih…

Awalnya aku rada bingung pas ke kantin kampus. Kok kata mbak kantinnya suruh ke kasir di ujung. Yaudah kan aku ke ujung saja. Ternyata alur beli jajan dan pembayaran dengan QR Standar di kantin president university seperti ini:

  1. Pembeli memesan makanan di tenant
  2. Pembeli menuju ke kasir untuk menyebutkan nama makanan yang dipesan serta melakukan pembayaran dengan scan code QR
  3. Pembeli mendapatkan struk
  4. Pembeli memberikan struk ke tenant
  5. Selamat makan….
QRIS-millenial-kantin-president-university
Engga takut lupa bawa dompet

Nah, bagi pembeli ini menguntungkan ya. Sebab sebagai millenials kita jadi engga ribet musti bawa dompet. Lalu apa manfaatnya bagi penjual? Tentunya penjual jadi lebih konsen membuat pesanan. Engga direbetkan dengan pembayaran, ngitung kembalian, belum lagi kalau uang pembeli gede kan. Intinya sih praktis di kedua belah pihak.

Tantangan Gelombang besar transaksi non tunai

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2018 mencatat data fantastis. Dari total populasi Indonesia sebesar 265 juta jiwa, millennial Indonesia atau penduduk berusia 20 sampai 35 tahun berjumlah 63 juta. Sudah barang tentu ini semacam gayung bersambut. Kemajuan di bidang finance technology dibarengi dengan berbagai strategi pemasaran merchant membuat sebuah gelombang transaksi non tunai.

Seiring transaksi pembayaran digital makin popular di masyarakat, pemerintah dan Bank Indonesia gencar mendorong adopsi pembayaran digital. Salah satu sasaran pemerintah mendorong pembayaran digital yakni meningkatkan inklusi keuangan.

Tapi, sebagai pengguna nih…kadang merasa repot kalau mau bayar pakai scan QR eh penjualnya engga menyediakan dompet digital yang sama denganku. Sementara bagi penjual juga jadi ribet dengan semakin banyaknya dompet digital yang dimiliki konsumen.

QR Standar Ala Millenial

“mas, bayar pakai Ovo ya”

“aduh mba… bisanya gopay”

Pernah ngalamin kayak gitu? Nah, tantangan gelombang cashless society ini dijawab Bank Indonesia dengan QRIS sebagai solusi pembayaran non tunai anti ribet. #QRStandarPembayaranDigitalAlaMillenial

Jika biasanya merchant menyediakan banyak kode sesuai dengan dompet digital konsumen, maka kini cukup dengan 1 kode saja untuk semua. Pengen coba jajan pakai QR Standar di kantin president university?

Salah satu upaya mendorong inklusi keuangan adalah dengan menerbitkan aturan standardisasi kode Quick Respons atau QRIS pada Agustus 2019. Aturan ini akan berlaku wajib pada Januari 2020. QRIS merupakan penyeragaman standard dari QR Code, sehingga nantinya semua merchant hanya perlu satu alat untuk membaca QR Code yang disediakan fintech dan bank.

Kelebihan QRIS

  1. Fleksibel, dapat menerima seluruh alat pembayaran digital seluruh dunia seperti visa dan mastercard
  2. Bagi pebisnis tidak perlu menyediakan uang kecil
  3. Mengurangi potensi penyebaran uang palsu
  4. Pedagang tidak perlu mengumpulkan uang cash untuk dimasukkan ke bank, karena uang hasil berjualan langsung masuk ke rekening.

Yang harus dipersiapkan ketika QRIS sudah diberlakukan secara masif adalah jaringan internet yang memadai.

QR-Standar-Pembayaran-Digital-Ala-Millenial
Suasana kantin President University

Aku saat ini punya 4 dompet digital yaito Gopay, Ovo, Jenius, dan Dana. Semua punya keunggulan yang engga bisa diganti. Jadi, dengan adanya QRIS ini memudahkan aku banget. Engga khawatir kalau mau bayar dimana-mana takut si penjual engga bisa nerima.

Sebagai millenial tentunya menyambut baik QRIS. Pengennya QRIS tak hanya ada di mall, kafe, kantin kampus, tapi juga pasar tradisional, abang-abang bakso gerobak, tukang sol sepatu, pokoknya semua lini termasuk urusan sedekah dan bayar-bayar iuran.

Selamat datang di era pembayaran digital dengan QR Standar!

Referensi

IDN Research institute. 2019. Indonesia Millennial Report 2019

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Bank-Indonesia-Terbitkan-Ketentuan-Pelaksanaan-QRIS.aspx

https://tekno.kompas.com/read/2019/08/17/11055727/bi-luncurkan-standar-qr-code-indonesia

  1. pas kemarin liburan ke jakarta, beberapa mall melakukan hal ini. cashless.
    untuk parkiran terutama, yang pembayarannya harus via ovo. sedangkan gue di jakarta hanya dua bulan, dan enggak menggunakan ovo serta go pay. adek gue sih pake. tapi menurut gue, yang tinggal cuma dua bulan, agak ribet sih. jadinya malah minta di bayarin sama temen karena mereka menggunakan ovo. karena gue tipikal orang yang enggak enak untuk minta tolong orang lain, hal ini bikin malu gue sih.

    enggak kebayang, kalo gue main-main di kampus lu. kayaknya lebih milih jajan di luar kampus.

    1. nah justru dengan adanya QRIS dari Bank Indonesia itu, kamu udah ga perlu khawatir. sebab QRIS dapat menerima aneka rupa dompet digital, termasuk visa dan mastercard

  2. Salah satu kawan sma ku yang paling pintar waktu itu ambil pendidikan di president university nay, aku jadi mikirnya yang kul di sana emang yg pinter2, termasuk dirimu huehe

    Makanya sejak kamu ngepost kul di president university ku langsung kepow ama lingkungannya

    Tapi kalau urusan bayar cashless aku kok nda bgitu nyandak ya, alias aku prefer pake duit cash, entah aku ngrasa ribet ngisi layaknya pulsa atau gimana hahaha

    Btw aku salfok sama ilustrasinya, bagus jeung gambarmu…

    1. hihi makasiii Nit, kuliah di president rasanya beda bgt sama kampuskita dulu wkkwkw.
      anaknya modis2 ya..
      kalau pinter sih bener.

      oiya cashless itu enak Nit, soale akeh promoan ahahah

Tinggalkan Balasan