Traveling

Melamun di Lembah UGM Alternatif Wisata Jogja

November 1, 2019
wisata-jogja-ugm

Berkali-kali ke Jogja tapi baru sekarang bisa sesantai ini, menikmati kota gudeg ala orang lokal. Bukan Kalibiru, Malioboro, atau Mangut mbah Marto yang kucari. Motor sewaan membawaku siang hari yang terik itu ke daerah UGM. Tanpa panduan google maps, aku benar-benar berkendara mengikuti naluri. Wisata Jogja di lembah UGM ternyata bisa jadi pilihan untuk mencari Keheningan yang menghasilkan banyak inspirasi.

UGM adalah mantan calon kampus

Sejak kecil aku sudah tahu kalau kampus UGM adalah kampus favorit. Aku enggak kepikiran buat kuliah di Jabodetabek atau Jabar. Pilihanku ya antara Undip atau UGM. Ternyata takdir Tuhan berkata lain. Aku malah terdampar di bumi Pasundan.

UGM adalah mantan calon kampusku ahaha. Jadi waktu itu aku sempat mau ngajuin beasiswa masuk kedokteran UGM, tapi karena kuota dari sekolahku dibatasi jadi aku ngalah buat teman yang lain. Jangan ditiru ya, harusnya sih aku tetap dengan pilihanku ahaha.

Aku sudah diterima di Universitas Teknologi Jogja dan Universitas Islam Indonesia (Jogja juga), tapi karena biaya kuliah di IPB lebih murah (sudah diterima dari jalur undangan pula) jadinya yang kuambil IPB. Meski aku engga punya siapa-siapa di Jabodetabek dan belum pernah ke Bogor sama sekali.

Wisdom Park UGM

Karena sangat haus aku sempat emnepi ke minimarket di dekat fakultas peternakan. Selepas itu tancap gas lagi hanya mengikuti alur jalanan kampus yang super adem, ya mirip IPB sih. Selepas pos karcis parkir ada papan penunjuk jalan ke wisdom park UGM.

Membaca kata wisdom park membuatku memaksakan mencari padanan dalam Bahasa Indonesia. Hmmm taman bijak? Ouw unik juga, bukan nama ala-ala jaman sekarang macam teletabis, cinta, love, pelangi, ahahah.

Karena penasaran dan aku memang cari tempat buat melamun-melamun santai, aku jadi antusias dong sama tempat ini. Jujur deh sebelumnya aku sama sekali engga tahu ada yang namanya wisdom park atau apalah itu. yang kutahu, UGM kalau minggu pagi ada Sunmor (pasar tiban).

Lembah UGM

Jalanan agak menanjak dan berputar, lalu ada pintu masuk. Lagi-lagi dengan naluri adventureku, motor kubelokan kesana. Wah yang parkir banyak juga ternyata. Aku belum expect apa-apa hingga berjalan beberapa langkah dan melihat kondisi tanah yang menurun. Oh, inikah lembah UGM itu?

Aku benar-benar merasakan hawa yang sungguh adem layaknya di Kebun Raya Bogor. Tepat jam 12 siang, suhu di Jogja 38 derajat celcius. Tapi yang kurasakan mungkin 34 an ahhaha.

danau-bijak-lembah-ugm

Sekelompok mahasiswa sedang syuting untuk pertunjukan puisi, sekelompok lagi sedang asyik dengan perahu karet. Ya, di bagian tengah taman ada danau yang cukup luas dan bersih. Nama danau itu danau bijak. Di IPB juga ada danau, namanya danau LSI. Hayo pada tahu ngga tuh singkatan LSI? LSI itu kependekan dari Layanan Sumberdaya Informasi. Tapi danau LSI malah terkenal horornya, ada mitos aneh-aneh macam kuda nil jadi-jadian ahahaa.

Jalan setapak tertata apik, pepohonan diberi label nama ilmiah, sungguh tempat melamun yang ideal. Segera kucari tempat untuk duduk di bangku beton bawah pohon mahoni. Di depanku beberapa mahasiswa sedang mengerjakan tugas kuliah.

Kalau kamu pengen ke lembah UGM, tinggal masuk aja area kampus. Bisa dari pintu manapun. Dan ternyata parkiran di kampus UGM meski ada karcisnya tapi gratis. Udah was-was bakal bayar mahal karena kan aku lama dari siang sampai sore. Ehehe emangnya kampusku, kuliah parkirnya bayar perjam.

Pikiran bijak

Kurasa, keputusanku buat ke UGM siang smapai sore itu cukup bijak. Selain membaca buku mengenai artificial intelegence, aku juga jadi berpikir soal kehidupan. Bagaimana seharusnya menyikapi hal yang tak kita suka. Terutama jika kita tidak menyukai seseorang karena suatu hal. Bukan pikiran bijak jika kita membuka aibnya, membicarakanya, sebab itu menjadikan dia punya panggung yang semakin luas di pikiranmu juga khalayak. Abaikan saja dia, maka lama-lama mungkin dia akan tak mengusikmu lagi. Benar begitu?

wisata-jogja-lembah-ugm

Mungkin tulisan ini bisa jadi nostalgia untuk para alumni UGM ya, aku yang hanya pendatang merasa kerasan. Lembah UGM bisa jadi alternatif wisata jogja yang snatai dan tidak berdesakan dengan wisatawan lain.

  1. Sebagai mantan mahasiswa yang kampusnya di Jogja walaupun kampusnya bukan UGM, aku pun pernah nongkrong di Lembah UGM 😀 Ini tempat favorit buat merenung dan curhat lho. Soalnya tenang dan teduh rindang gitu.

    Kalau akhir pekan lebih ramai, terutama Minggu. Ada beberapa temen yang malah ngamen di situ untuk cari dana proyek amal.

    Baca ini jadi kangen ke Lembah UGM, ahahaha.

  2. Wah aku blom pernah ni menyengaja masuk UGM..pernah sesekali pas naik travel n ada yg diantar dulu ke sana..haha..
    BTW, blusukan di kampus Darmaga skg sdh pernah Nay? Kayaknya asyik juga ya..

Tinggalkan Balasan