Food | Pekalongan

Telisik Kuliner Pekalongan Garang Asem H. Masduki

November 11, 2019
garang asem megono

Ketika aku baru merantau ke tanah Sunda, aku kaget menemukan ayam berbungkus daun pisang dengan irisan tomat ketika memesan garang asem. Dalam ekspektasi aku sebagai orang Pekalongan, garang asem adalah sajian berkuah dengan isian daging sapi yang segar. Rasanya ingin tertawa sekeras-kerasnya ketika semua teman-teman perantauanku mengatakan justru garang asem yang sebenarnya adalah ayam bungkus daun pisang tersebut. Ah, mereka harus kukenalkan dengan kuliner khas Pekalongan Garang asem H. Masduki.

Garang Asem Atau Rawon?

Ketika aku menceritakan perihal garang asem versi Pekalongan, aku teringat kuliner khas jawa timur yang namanya rawon. Aku jelaskan saja ke mereka bahwa garang asem Pekalongan itu rawon encer yang tidak pakai tauge. Mereka akhirnya terbayang. Sepertinya deskripsi garang asem di Wikipedia ini perlu diperbaiki.

megono kuliner pekalongan

Orang luar Pekalongan biasanya makin tertarik ketika aku menyebutkan megono dan tomat pete sebagai pelengkap garang asem. Meski wujudnya mirip rawon, tapi ada sensasi yang berbeda. Rasa Pantura nya dapet gitu.

Sejarah dalam misteri nama garang asem

Misteri mengapa garang asem Pekalongan kok bukan ayam dibungkus daun pisang dan bukan juga dinamakan rawon, akhirnya terungkap hari ini.  Dalam buku yang berjudul “Garang Asem H. Masduki Cita Rasa Kuliner Pekalongan” tulisan Taufic Emich terungkaplah sejarah nama Garang Asem.

buku garang asem masduki kuliner pekalongan

Asal mula Garang Asem adalah karena pemrosesannya yang digarang yaitu kuah dan daging diambil dari panci besar di atas kompor yang menyala. Kuah tersebut encer menerbitkan cita rasa asem-asem segar lantaran irisan blimbing wuluh atau tomat hijau.

garang asem h.masduki kuliner pekalongan

Pak Slamet Sudiyono, putra H. Masduki meneruskan resep dari orang tuanya ini hingga sekarang. Kalau mau cerita perjuangan hidup H. Masduki bisa panjaaang banget, intinya beliau bukan termasuk orang yang kaya dari lahir. Tapi keuletannya luar biasa, khas orang Pekalongan yang seneng dagang.

Istri dari pak H. Masduki awalnya masak menu Garang Asem sebagai resep keluarga saja. Namun akhirnya H. Masduki terpikirkan untuk membuat menu ini menjadi “branding” warung makannya. Benar saja, Garang Asem booming dan viral pada awal 1980an. Nama “Duki” atau “Masduki” melekat dalam kosa kata “Garang Asem”.

Mencoba Garang Asem H. Masduki Cabang Jensud

Aku termasuk yang jarang kulineran di Pekalongan, tapi kalau menu garang asem memang sering dibuatkan di rumah. Nah, kemarin sempat mampir dan nyobain Garang Asem H. Masduki Cabang Jensud. Aku terkesan dengan interior pendopo dan tentunya pilihan menunya. Wah ini Pekalongan banget!

Interior khas jawa

Berbeda dengan warung makan di wilayah Pantura lainnya, Garang Asem H. Masduki Cabang Jensud sepertinya memang dirancang untuk orang yang lewat. Ada kesan homey, nyaman, jadi bukan sekadar mencari kepuasan lidah dan perut. Pendopo dan gazebonya khas jawa banget.

Pilihan menu

Dari daftar menu ini kamu mungkin akan bingung, signature dish nya yang mana sih? oke, pesan saja garang asem dengan megono dan tomat pete. Kalau kamu pengen garang asem versi ayam juga ada lho. Hmm, mau ngopi-ngopi sekalian? Ada juga. Kalau melihat dari harganya, untuk sekelas rumah makan legendaris sih masih masuk akal.

Daftar harga garang asem masduki
Menu makanan
daftar menu garang asem masduki pekalongan
menu minuman

Fasilitas

Karena biasanya kalau orang lewat pantura itu mau makan sekalian istirahat, di Garang Asem H. Masduki Cabang Jensud ada musola yang cukup nyaman juga. Tentunya ada tempat wudhu yang terpisah antara pria dan wanita. Kalau untuk area parkir memang agak kurang luas, namun bisa parkir di seberang sepertinya.

Baca: 25 tempat buka bersama di Pekalongan

Selain di Jensud, ada juga Garang Asem H. Masduki Alun-alun. Aku malah belum tahu yang disana ehehe. Oiya, jangan khawatir palsu. Meski ada dua lokasi tapi manajemennya sama kok. Engga perlu nyari mana Garang Asem H. Masduki yang asli.

Garang Asem H. Masduki tak setua megono atau tauto, tapi yang kita tahu menu ini selalu masuk daftar ketika  menyebutkan kuliner khas Pekalongan. siapa tahu suatu saat ada indomie rasa Garang Asem H. Masduki.

Tinggalkan Balasan