Tought

Belajar di Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2019

Oktober 28, 2019
tpn 2019

Sebelum kamu membaca lebih jauh, aku mau kasih tahu dulu ya bahwa aku bukan guru di sekolah. Pendidik memang selalu identik dengan guru, tapi dengan semakin berkembangnya aneka medium belajar maka pendidik bisa siapapun. Bukan begitu? Temu pendidik nusantara adalah event yang dihelat Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal. Ternyata aku juga bisa ikut bahkan jadi pembicara di dalamnya. Kok gitu?

Tentang Komunitas Guru Belajar

Awalnya aku tahu Komunitas Guru Belajar ya dari Instagramnya Ibu Najella Shihab. Lalu mulai akrab dengan istilah #semuamuridsemuaguru dari podcast curhat babu. Meski di Pekalongan ada komunitasnya, aku engga ikutan gabung. Sepertinya demi pertimbangan kefokusan saja ahhaha.

Komunitas Guru Belajar itu sistematis dan aktif banget berkegiatan. Kalian kenal Akademi Berbagi? Ya, sejenis itu sih. Tapi KGB (aduh singkatanya ngingetin aku sama organisasi di Rusia, LOL) lebih fokus ke dunia pendidikan.

Buat kamu yang guru atau dosen aku saranin sih buat gabung, sebab banyak praktik baik yang diajarkan dari banyak banget pendidik di Indonesia. Kegiatanya juga engga hanya kelas offline, namun juga online lewat telegram dan whatsap.

Aku pernah nanya ke beberapa saudara dan teman yang guru. Ternyata mereka belum pada kenal KGB atau malah salah paham. Anggapannya Komunitas Guru Belajar itu buat para guru yang aktif, pintar, senior. Padahal justru kalau kita masih merasa kurang, gabung komunitas bisa jadi salah satu jalan. Ya ngga?

Jadi Pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2019

Ketika info mengenai Temu Pendidk Nusantara merebak, aku ikutan kepo. Oh ternyata ini event keren ya, karena mempertemukan 1000-an guru dari seluruh nusantara. Disana kita enggak hanya belajar tapi juga bisa sharing praktik baik pembelajaran yang kita lakukan.

Lah kalau bukan guru gimana? TPN juga terbuka buat jalur mandiri (hemmm kayak masuk kampus aja nih). Jadi, aku yang bukan anggota Komunitas Guru Belajar dan bukan dari instansi pendidikan juga bisa ikutan.

Membuat esay

Jadi seleksi pertamanya adalah membuat ringkasan esay. Ringkasan? Iya, wong Cuma 300 kata gitu. Aku memang suka nulis, tapi untuk ide sharing diantara para guru apa ya? jujur saja sih aku dapat ide esay waktu senam pagi. Beres senam aku langsung ngetik, jadi, kirim. Yak…sesimpel itu. Aku ikutan kelas kemerdekaan. Selain itu ada kelas kolaborasi, kompetensi, dan kelas karier. Apaan deh? Kepoin aja websitenya di : Temu Pendidik Nusantara Kampus Guru Cikal.

temu pendidik nusantara

Seleksi tahap satu yaitu ringkasan esay bisa lolos dengan mudah. Ternyata masih ada seleksi tahap 2. Yaitu esay sebenarnya (yang agak panjang, dengan format yang ditentukan) serta mengirimkan power point presentasi. Seingatku tahap 2 ini lama banget pengumumannya, sampai lewat deadline. Mungkin karena banyak yang daftar.

Ternyata aku lolos bersama ratusan pembicara lain. Wow, aku masuk kelas kolaborasi untuk literasi dengan topik yang kuangkat seputar inovasi dalam praktik pelaksanaan ujian.

Literasi Menggerakkan Negeri

Ketika membaca judul-judul topik dari para guru, aku merasa “wow…ini kok banyak topik sederhana tapi aku ga kepikiran ya”. Jangan bayangin kayak jaman “Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS)” deh. Esensinya adalah praktik tersebut dimanfaatkan dan dilaksanakan, sesederhana apapun. Sesuai dengan tema Temu Pendidik Nusantara Tahun 2019 yaitu literasi menggerakkan negeri.

TPN Event Keren

Pagi itu jalanan lengang, cukup 1 jam saja dari apartemenku di km 29 Tol Jakarta-Cikampek menuju Sekolah Cikal Setu. Wow, sudah ramai ternyata. Sekolah Cikal emang keren sih, kami yang datang dari seluruh Indonesia ini terkagum-kagum. Jadi inget layout kampus di Sydney.

Kelasku dimulai tepat pukul 8 Pagi. Di kelasku ada bu Fitri asal Klaten dan bu Anifah asal Pekalongan yang sharing juga tentang membangun kolaborasi dengan murid. Jadi, di sesi kelas kemerdekaan itu ada banyaaak banget kelas. Bahkan ada lokasi lain yaitu di Sekolah Cikal Cilandak. Btw, yang dapat di Cilandak bisa ketemu mas Nadiem Makarim mentri baru nih wow seru ya.

Sesi setelah kelas kemerdekaan adalah kelas kompetensi yang pesertanya lebih banyak dalam 1 kelas. Aku dan Mahendra gabung di kelas pembuatan video pembelajaran dari inibudi.org .  Engga hanya teori, namun kami praktik langsung lho. Sama sekali engga ngantuk. Aku dan Mahendra berkomitmen buat bikin kolaborasi dengan komunitas kami yaitu Komunitas Sinematografer Pekalongan. Acara TPN hari 1 kelar sebelum maghrib, capek tapi mindful.

Hari kedua acaranya di sekolah Cikal Cilandak. Disini lebih ramai ya karena semua peserta dan pembicara bergabung jadi satu. Meriah banget dan lagi-lagi belajar di TPN 2019 ini menambah banyak insight baru. Aku masih terngiang lagu Honocoroko dari bu Tasya yang digunakan untuk memperkenalkan Bahasa Jawa dengan fun. Ahahah sampai pas nyetir sepulang dari sekolah Cilandak masih nyanyi-nyanyi ini sama Mahendra.

Oiya, buat teman-teman yang tertarik nih…tahun depan tema Temu Pendidik Nusantara adalah “Teknologi Untuk Masa Depan”. Aku sih udah punya banyak ide buat di kepala ahahaha. Semangat untuk para pendidik dimanapun kalian berada…dan tak kalah semangatnya juga buat semua murid untuk terus belajar sepanjang hayat.

Tinggalkan Balasan