Zakat Mengurangi Pajak, Jangan Takut Berzakat

zakat-mengurangi-pajak

Kolak pisang dan labu masih tersaji di pojokan, aku memilih membasahi tenggorokan dengan teh manis. Buka puasa kali ini aku lakukan bersama teman-teman kantor. Salah satu hal yang menjadi concern pembahasan petang itu adalah mengenai pajak penghasilan. Meski pajak adalah kewajiban warga negara, banyak diantara penerima penghasilan masih kurang ikhlas. Mungkin kalau bentuknya zakat, orang-orang (yang mayoritas muslim) bisa lebih ikhlas. Tahukah kamu jika zakat dapat mengurangi pajak?

Kewajiban Zakat Profesi

Sudah tahu zakat profesi atau pekerjaan? Selain zakat fitrah, ada yang namanya zakat hasil pertanian, zakat profesi, dan zakat maal (harta). Kali ini kita bahas zakat profesi yang besarannya itu 2.5% dari penghasilan.

Tentunya penghasilan ini setelahdikurangi kewajiban-kewajiban seperti pembayaran hutang, dan keperluan sehari-hari ya, serta perhitungannya disetahunkan. Istilah fikihnya adalah haul. Jadi zakat profesi haulnya 1 tahun dengan nisob 2,5%.

Dasar hukumnya ada di Al-quran surat Al Baqarah: 267 yang menentukan bahwa setiap pekerjaan yang halal yang mendatangkan penghasilan, setelah dihitung selama satu tahun hasilnya mencapai nisab senilai 85 gram emas) maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%

Menurut kalkulator zakat, 85 gram emas murni itu kalau dirupiahkan per week 1 Mei 2019 adalah senilai 50juta rupiah. Jadi jika penghasilan kita dalam setahun sudah mencapai 50juta, maka wajib mengeluarkan zakat profesi. Biar jelas simulasi perhitungan zakat harta dan zakat profesibisa cek di kalkulator zakat.

Zakat mengurangi pajak

Pajak dipakai untuk kemaslahatan negara ini. Membangun infrastruktur hingga membeli alat pertahanan negara. Aturan undang-undangnya pun sudah jelas. Tapi, wajib pajak masih banyak yang skeptis. Mereka enggak percaya alokasi pajak itu kemana.

Tapi karena pajak penghasilan itu wajib, ya pasrah saja. Apalagi kalau kalian adalah karyawan, otomatis dipotong dari gaji kan? Mau itu 100ribu atau satu juta lebih, ya memang aturannya seperti itu.

Kadang berpikir, apakah pajak itu bukan zakat? Untuk saat ini, pajak dan zakat masih beda pengelolaanya. Tapi asal kamu tahu, zakat bisa jadi pengurang pajak lho. Asalkan dibayarkan di lembaga yang resmi.

Mekanisme pengurangan pajak dari zakat

Setiap tahun kita lapor SPT, nah di kolom zakat bisa dimasukkan tuh. Jangan lupa bukti pembayaran zakatnya harus ada ya. Aturannya sudah ada sejak lama, tapi belum banyak wajib pajak yang mengetahuinya. Padahal pemerintah sudah memikirkan, biar masyarakat tidak terkena beban ganda. Makanya, jangan takut berzakat.

Mekanisme zakat mengurangi pembayaran pajak diatur dalam UU No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, dan kemudian dipertegas oleh UU Zakat yang terbaru yang menggantikan UU 38/1999, yaitu UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Intinya sih Zakat yang telah dibayarkan oleh pembayar zakat (muzakki) baik itu melalui BAZNAZ ataupun LAZ akan dikurangi pada penghasilan kena pajak.

Lembaga penerima zakat resmi

Bayar zakat di masjid bisa mengurangi pajak tidak? Maaf, meski ada kwitansinya hal itu tidak diakui oleh direktorat jenderal pajak (DJP) berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-33/PJ/2011.

Dalam peraturan tersebut disebutkan Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional, 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ), 3 Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shaaqah (LAZIS) dan 1 Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia. Salah satu lembaga tersebut adalah Dompet Dhuafa Republika.

Nah, gimana…masih sayang buat bayar pajak? Yasudah, bayar zakat saja tapi di lembaga resmi ya agar besaran pajaknya bisa berkurang.

2 Replies to “Zakat Mengurangi Pajak, Jangan Takut Berzakat”

  1. Zakat Dapat Mengurangi Pajak, Jangan Takut Berzakat says: Balas

    […] Baca Selengkapnya […]

  2. […] Baca: Bayar zakat bisa mengurangi pajakBayar zakat bisa mengurangi pajak […]

Tinggalkan Balasan