Food

Sejarah dan Jenis Nasi Goreng

Mei 10, 2019

Siapa yang tak kenal nasi goreng, menu praktis ini ada dimana-mana dari kaki lima hingga resto hotel  bintang lima. Dulu aku mengenal nasi goreng sebagai cara orang rumah menghangatkan nasi sisa kemarin. Tidak ada topping telor ceplok apalagi bakso dan sosis.

Sejarah nasi goreng

Menurutmu apakah benar nasi goreng itu Indonesia tulen? Aku malah ragu. Tapi kalau rending, gudeg, khakul yaqin sih asli nusantara. Nasi goreng itu banyak yang miripin, walaupun akhirnya diklaim sebagai Indonesian Food.

Berdasarkan referensi yang kubaca, nasi goreng berasal Tiongkok pada dinasti Sui. Awalnya menjadi makanan kerajaan. Disuguhkan oleh para koki istana dengan memanfaatkan nasi dan bahan-bahan tambahan yang ada.

Lalu nasi goreng masuk ke Indonesia, berasimilasi dengan berbagai bumbu yang ada di nusantara. Karena Indonesia itu kulinernya kaya banget, terciptalah beraneka varian nasi goreng. Meski yang kukenal hanya nasi goreng kampung dan nasi goreng kota, haaahaa.

Jenis nasi goreng

Bicara jenis nasi goreng, mana favoritmu? Atau malahan baru nyadar kalau nasi goreng itu ada jenis-jenisnya. Tahu nasi goreng Aceh kan? Nasi goreng Aceh paling kaya bumbu diantara semua jenis nasi goreng di Indonesia.

jenis-nasi-goreng

Nasi goreng Padang, waaahhhh…meski menu ini nggak ada di warung Padang, aku pernah nikmatin. Dan sebagai penggemar berat kuliner Minang, aku puwaass.

Jenis nasi goreng yang paling sering kumakan itu nasi goreng magelangan atau semarangan. Sama saja sih. Ada citarasa kecap manis dengan nasi yang cenderung kering. Kadang dicampur pula dengan mi serta suwiran ayam.

Diantara semua jenis nasi goreng, nasi goreng gila yang baru kutemui di Jabodetabek paling enak sih. bumbunya lebih berani, mungkin bawang putihnya banyak. Ada rasa kecap asin dan nggak begitu manis jadinya. Dikasih pete ok, sekadar telor ceplok juga mau.

Nasi goreng Wonopringgo

Ketika aku menginjakan kaki di kota hujan buat kuliah, di dekat kampus ada warung nasi goreng Pekalongan. Sebagai orang asli Pekalongan aku heran lah. Lha di Pekalongan saja nggak hits kok. Apa bedanya?

Dalam masa perantauan tersebut akhirnya aku tahu bahwa salah satu kecamatan di kabupaten Pekalongan yaitu Wonopringgo adalah penghasil nasi goreng. Hehe bukan pabrik gitu ya, tapi para warganya adalah penjual nasi goreng di Jakarta.

Bahkan sejak tahun 2017, di Wonopringgo nya sendiri diadakan festival 1000 piring nasi goreng setiap momen agustusan. Apa bedanya dengan nasi goreng semarangan? Sama saja kok. Tapi orang-orang Wonopringgo itu sepertinya berhasil membentuk clan pedagang nasi goreng lalu membrandingnya secara masif.

Nasi goreng kambing Kebon Sirih

Kalau di Jakarta, yang legendaris adalah nasi goreng kebon sirih. Sudha ada sejak tahun 50an, lapak nasi goreng kebon sirih selalu ramai di malam hari. Tapi harganya lumayan, lebih mahal dari nasi goreng seafood di Solaria. Nggak masalah ya, sekali-kali aja tapi heheh.

Nasi goreng Thai

Nasi goreng paling segar yang pernah kumakan adalah nasi goreng Thailand. Penyajiannya di dalam buah nanas gitu. Sebagai pecinta buah nanas aku merasa ini paket lengkap. Efisien banget kan makan ansi sekalian sama buah.

Nasi goreng Balacan di Kuala Lumpur

Kawasan Alor, bukit bintang di Kuala Lumpur terkenal dengan wisata kulinernya. Salah satu menu yang kucoba di sana adalah nasi goreng balacan atau terasi. Ternyata enak juga makan nasgor dengan cocolan terasi pedas dan gurih.

nasi-goreng-thai

Jaman belum marak gofood, sellau ditunggu tukang nasi goreng di malam hari. Lapar melanda, suara tek tek wajan dan sutilnya membahana seantero komplek. Ada yang jadi pengen nasi goreng setelah baca ini?

Tinggalkan Balasan