Berbuka puasa bersama teman (rasa keluarga)

buka-puasa-nasi-kabsah-kebuli-biryani

Ramadan 2019 ini aku sudah merencanakan untuk membatasi buka bersama teman. Sampai pernah nulis 5 cara menolak ajakan buka bersama. Kalau bersama keluarga, hampir sebulan ini belum pernah ngalamin. Biasa saja sih, sudah begini dari 12 tahun lalu. Seminggu lalu aku berbuka puasa bersama teman di apartemenku. Setelah enggak ketemu 3 tahunan dengan mereka.

Teman-teman seangkatan

Aku punya squad MT batch 2, orang-orang yang dipersatukan oleh program management trainee sebuah perusahaan. Aku masih bertahan di perusahaan tersebut, yang lain sudah menjaid future leader di perusahaan-perusahaan lain yang sungguh mencengangkan. Ada BUMN, multinational company, swasta, bahkan perusahaan kompetitor.

Teman rasa saudara

Meski mereka ini anak-anak cerdas karena saringan dari reputable university, tapi mereka enggak sombong tuh. Dari jaman ngerjain tugas OJT (on the job training) hingga sudah pada beranak pinak dan jadi bos, masih saling support. Bisa dibilang teman rasa saudara.

Jarang ketemu fisik

Karena kesibukan masing-masing, kami sangat amat jarang ketemu. Apalagi ketika sebagian besar dari kami telah memiliki buah hati, tinggal enggak sepulau. Yang hanya beda kecamatan saja belum tentu bisa ketemu, bahkan yang amsih sekantorpun.

Terakhir trip ke nusakambangan

Awalnya aku berencana mengadakan acara berbuka bersama teman MT di apartemenku pada hari sbatu. Tapi salah satu teman sebut saja Danang, bisanya minggu. Fyi dia itu pilot salah satu maskapai komersial, jadi jadwalnya memang sulit klop. Makanya pas dia ngajuin buat geser ke minggu, semuanya pada sepakat.

tips-info-wisata-telukpenyu

Yang konfirmasi bisa hadir ada 7 orang, tapi yang actual datang 4 orang. Maklum ya, udah mau musim mudik gini ada yang urusin mobil di bengkel. Trus juga ada teman yang anaknya sedang di Rumah sakit. Tanpa mengurangi sedikitpun kebersamaan, berbuka puasa bersama teman-teman tetap terlaksana dengan bahagia. Aku, Laras, Danang, Bang Paul.

Terakhir dengan formais begini tuh pas ngetrip ke nusakambangan. Betapa sangat lamanya itu ya. Jaman Danang masih persiapan mau tes masuk sekolah pilot. Yak arena aku ingat betul, dia di kereta sambil baca-baca materi sambil cerita tentang mantan bosnya.

Go-Food sajalah buat bukber

Biar enggak repot masak, mendingan aku go-food aja. Geprek bensu smabal matah, tapi aku lupa pesan sama nasinya. Jadi nasinya go-food juga tapi di warung lain, sekalian pesan pisang keju buat takjil. Minumnya the botol sosro beli di Indomaret. Mantap kan?

Hikmah berbuka puasa bersama teman

Bukber yang bagus itu ada hikmahnya dong ya. Banyak insigt baru, kami cerita ngalor ngidul dari jaman kenangan masih sekantor hingga analisa Boeing 737 Max. Dari gosip hingga bahas urusan investasi saham. Jaman masih pada single, enggak cukup 2 jam kalau ngumpul, kadang malah sampai lanjut ke tempat ke-2. Misal awalnya ngumpul di kafe A, lalu masih asik cerita dan berpindah ke warung B.

Sebelum berpisah, teman-temanku bilang “pasti nanti acara bukber ini tayang diblog”. Ahaha iya, pas banget joint nulis di Blogger Perempuan bertema buka bersama.

Tinggalkan Balasan