Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma

Satu tahun setelah pembelian kamera sony A6000, baru nulis reviewnya. Ahahha biar nggak bodong dan kredibel juga sih isinya. Kamera super mungil dan ringan ini aku beli buat ngegantiin Fujifilm XA2. Aktivitasku dengan kamera adalah seputar pembuatan konten untuk blog dan Instagram dalam bentuk foto dan video. Kalau preferensimu sama kayak aku, bolehlah pilih A6000 ini.

Alasan pindah dari Fujifilm Ke Sony

Kamera mirrorless pertamaku adalah Fujifilm XA2. Mungkin karena kamera pertama ya, jadi rasanya tuh belahan jiwa banget. Waktu beli aku belum tahu segala macam pencetan kamera. Maklum ya, selama ini cuma kenal kamera hape dan kamera pocket. Waktu aku beli Fujifilm XA2, kamera mirrorless masih asing. Kebanyakan orang punyanya DSLR

Baca: Alasanku memilih Fujifilm XA2 Mirrorless

Setelah menjalani panas dan hujan bersama hingga melintasi benua, Fujifilm XA2 kulepaskan. Alasannya sih mau cari kamera yang ringkes dan buat video stabil. Ehemm,,waktu itu mulai jadi hamba warp stabilizer. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, aku beli sony A6000 body only secara online.

Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma

Kelebihan Sony A6000

Ringkas dan Enteng

Sesuai dengan ekspektasi, sony A6000 memang enteng dang lebih ringkes dari Fujifilm XA2. Bahkan kamera ini dengan lensa fix 35mm dapat mausk ke tas kondangan ahaha. Rasanya nggak perlu beli tas kamera kalau gini.

Video stabil

Ini sudah kubuktikan, meski Cuma pakai tangan…hasilnya tak seburuk Fujifilm XA2. Ya untuk hasil terbaik pakai gimbal saja lah ya. Tapi sekiranya terpaksa banget mau bikin video handheld pakai sony A6000 sudah lumayan.

Banyaknya pilihan Lensa

Aku beli kamera sony A6000 body only ya, jadi belum sama lensa. Ya amu gimana motretnya? Tenang, sony itu pilihan lensanya buanyak dna murah-murah. Ada loh yang ratusan ribu doang. Selama setahun ini aku sudah mencoba beberapa lensa. Diantaranya lensa tele sony 55-210 mm, lensa fix Fujian 35mm f 1.8, Lensa fix sony 35mm f 1.8, Lensa sigma 35mm F 1.4 . semoga nggak bingung ya. oke aku bagikan hasil gambarnya ya biar bisa bedain satu dengan lainnya.

Lensa Tele Sony 55-210mm

Salah satu motivasi aku beli lensa tele adalah buat motert bulan. Ehehe, tapi ternyata lensa tele bagus juga buat photo portrait. Aku beli merek sony, bekas seharga 2jutaan.

Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma

Lensa Fix Fujian 35mm F 1.8

Ini lensa termurah yang pernah kubeli, 700ribu saja loh. Pengennya sih dapetin foto bokeh-bokeh gitu. Kalian tahu lensa fix kan? Itu loh yang nggak bisa zoom in zoom out. Ternyata Fujian ini memang superbokeh ya, tapi ku tak terlalu suka bokenya yang lebay. Kayak membentuk lingkaran gitu. Dan sepertinya kurang tajam.

Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma
portrait (no male up lagi panas2an di pasar baru)
Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma
contoh low light

Lensa fix sony 35mm f 1.8

Yay, kelemahan Fujian bisa aku hilangkan dengan ganti lensa sony fix f 1.8. urusna bokehnya alami bangte. Tajam dan warnanya memuaskan. Buat foto maupun video mumpuni deh. Waktu itu dapat lensa bekas yang masih buagus ini seharga 2 jutaan juga.

Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma

Lensa fix Sigma 35mm f1.4

Aku lupa alasan membeli lensa sigma yang merupakan lensa termahal yang pernah kubeli. 3 jutaan bekasnya, fiuhhh. Tentunya aku menjual semua lensaku untuk membeli lensa ini.

Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma

Kekurangan Sony A6000

Tidak ada Charger Eksternal

Kesan pertama ketika unboxing adalah kaget karena ternyata dalam paket pembelian nggak ada charger externalnya. Maksudnya bukan kabel ya, tapi adapter gitu. So, ketika mau ngecas kamera harus nancepin kabel langsung ke body.

Selain jadinya panas, kayak gini juga kurang efisien. Misal nih, aku lagi traveling lalu baterai habis. Yaudah, mau nggak mau ngecas dulu baru bisa motret lagi. Kalaupun ada baterai pengganti, kan ngecasnya musti di body.

Tapi tenang, adapter sejenis merek Kingma gitu yang bisa ngecas sampai 2 baterai di luar body nggak mahal kok. 70-100 lah kalau beli online. Di toko mungkin 200an. Waktu itu pas di Pasar baru malah aku ditawari seharga 500. Oh noooo.

Layar LCD belum bisa diputar

Buat yang suka vlog dengan gaya selfie, harap kecewa ya. sebab LCD A6000 belum bisa diputar loh. Aneh padahal seri sebelum-sebelumnya dengan kepala 5 sudah bisa diputar.

Tidak bisa dipasangi Mic

Aku sudah beli mic eksternal merek Boya seharga 800ribu. Nganggur banget nih silakan kalau mau dibeli. Soalnya sony A6000 nggak ada colokan buat mic eksternal. solusinya pakai recorder wireless, yang harganya lebih mahal ehehe.

Belum touchscreen

Kita sudah terbiasa mencet-mencet LCD nih, mungkin terasa rempong kalau harus mencetin tombol pas milih menu. Apa cuma aku yang mikir gitu?

Sony A6000 worth it to buy?

Bat pemula kayak aku atau yang preferensinya buat sehari-hari, silakan sih ini worth it. Dengan 6 jutaan untuk body saja ya. tapi kalau mau professional, ya kamu musti siapin budget buat beli lensa maupun wireless eksternal sepertinya. Juga charger dan baterai cadangan. Oiya cage atau pelindung buat body sebab kamera ini nampak imut sekali dan ngeri jatuh.

Setelah setahun bersama sony A6000, aku belum merasa memiliki kamera ini. Meski sudah eksplore banyak dan sering jalan bareng. Mungkin aku akan pindah ke lain hati, murtad, hmmm ganti ke Lumix gimana?

2 Replies to “Review Sony A6000 dipasangi lensa fix Fujian, Sony, Sigma”

  1. pas gue beli sony a6000, gue dapet kok, nay. adapter untuk ngecas batrenya. gue nambah casan lainnya juga sih, karena emang sengaja beli dua batre sony, karena kalo sering baca d grupnya lebih cepet abis jika dibandingkan fuji.

    sampe sekarang masih menggunakan lensa kit bawaan. lagi sering ngulik aja sih, kalo pun ada budget kayaknya bakalan beli lensa fix 35mm. walaupun sejatinya pengen juga beli lensa wide gitu. tapi mahal uy

  2. Penting banget untuk punya kamera yang mumpuni selaku blogger, apalagi vlogger. Kebutuhan foto untuk konten, sudah harusnya diperhatikan, bukan melulu download di google. Hahaha.

    Mesti nabung untuk punya kamera sendiri. Semangat…

Tinggalkan Balasan