Cerita Part Time Blogger: Resep Rajin Update Meski Banyak Kegiatan

Part time atau fulltime blogger

Content placement, sponsored post, Alhamdulillah tetap masuk meski aku nggak beredar di event-event. Aku mengimbanginya dengan beredar di sosial media. Memperkuat personal branding dari apa yang aku bagikan – Inayah, Part time blogger

Dalam satu bulan ini ada sekitar 5 orang teman yang chat ke aku. Mereka bertanya apakah aku sudah resign. Ahahha, alasannya karena kata mereka aku nampak jalan-jalan terus dan sering update blog. Itu memang benar, tapi sungguh itu nggak berkorelasi. Atau kalau ada korelasipun kecil sehingga tak bisa dijadikan kesimpulan, ehmm teori mata kuliah statistika dasar. Alhamdulillah wasyukurilah ‘ala ni’matillah aku masih ngeblog sambil ngantor sambil ngajar sambil nyuting.

Beda Part Time dan Full Time Blogger

Menjadi part time blogger istilahnya, untuk posisi aku sekarang ini. Sebenarnya kalau mau jadi full time blogger, dengan keuntungan lokasi geografis domisiliku sekarang ini sangat asik. Tapi untuk saat ini demi alasan keamanan finansial aku masih menjadikan profesiku sebagai buruh korporat menjadi sumber penghasilan utama.
Nulis bisa dimana saja dan kapan saja kok, teknologi mempermudah segalanya. Yang bedain antara part time dan full time blogger itu bukan kuantitas tulisan. Aku part time blogger tapi postinganku bisa setiap hari tuh dengan ikutan Blogger Perempuan 30 Days Challenge.
Aku memang nggak bisa datengin event-event yang dihelat secara offline. Itu saja sih. senin-jumat tentunya kerja, sabtu-minggu biasanya ngerjain project tukang syuting atau tukang edit. Malah kadang dipanggil dadakan ke kantor lho.
Jadi bedanya apa? Kalau banyak goody bag sponsor di rumahmu, itu kamu full time blogger hihiii.

Pemasukan dari blog

Bicara masalah pemasukan, ini juga terkait dengan kualitas serta personal branding. Meski sekarang waktuku banyak dihabiskan di kantor atau di tempat antah berantah sambil gendong tas kamera, penghasilan dari blog ada saja yang masuk. 
Content placement, sponsored post, Alhamdulillah tetap masuk meski aku nggak beredar di event-event. Aku mengimbanginya dengan beredar di sosial media. Memperkuat personal branding dari apa yang aku bagikan.
Kadang dapat bonus lebih banyak dengan menang lomba. Seperti bulan lalu yang Alhamdulillah menang lomba blog 2x yang skalanya nasional. Kalau skalanya Pekalongan sih nggak perlu dihitung ya.

Resep Rajin Update Blog

Kadang aku senyum-senyum sendiri kalau ada yang mention atau melabeli aku sebagai blogger rajin update. Ehehe, makasih ya teman-teman apresiasinya. Aku mau bagiin resep ala aku ya.
  1. Segera tulis ide jika ketemu.
  2. Catat point penting ketika datang ke tempat baru atau mencoba produk. Nyatetnya bisa di twit atau di iG story, nanti dikembangkan do blog.
  3. Biasakan motret dimana-mana karena bisa jadi bahan postingan.
  4. Draft selagi sempat, bisa di smartphone dulu.
  5. Luangkan waktu sehari paling tidak 30 menit buat cek blog. Balas komen, cek stat, biar masih inget punya blog.
  6. Aku biasanya posting blog pagi hari sebelum mulai kerja atau siang saat istirahat.
  7. Mampet ide? Me time dulu. Bebas ngapain aja yang penting jadi fresh lagi. Jangan maksain nulis kalau lagi beneran blocked.

Menjadi part time atau full time blogger itu pilihan. Yang penting tetap berkarya, berbagi hal yang positif.

4 Replies to “Cerita Part Time Blogger: Resep Rajin Update Meski Banyak Kegiatan”

  1. Mirna Kei Rahardjo says: Balas

    Nayah mah rajin di sosmed bagiian hal berfaedah kalau aku lagi males2nya udah capek duluan di kantor, ide ambyar gak tertulis hiks, semoga habis gini rajin deh huhu…

  2. Sweet Lemonine says: Balas

    Pokoknya harus rajin update blog dulu ya

  3. Saya sampai skrng masih belum bisa ngatur waktu/jadwal jadi part-time blogger. Klo lg senggang gni sih enak bisa BW ato ngumpulin ide, tapi klo lagi ribet kadang blognya yang ngalah harus dilupain dulu sejenak.

  4. Mantap mba, salut dengan kekonsistennya. semoga kedepannya bisa bekerja sama.

Tinggalkan Balasan