Tipe Kepribadian ISFJ Yang Ternyata Ada Di Diriku



Tipe Kepribadian ISFJ Yang Ternyata Ada Di Diriku
Pernah ikutan tes kepribadian? Pastinya dong, minimal jaman
penjurusan di sekolah. Tapi paling sering sih ketika melamar kerja. Hasilnya
gimana? Kalau sudah lupa, nih dicoba lagi deh tes di 
https://www.16personalities.com/.
Tesnya online dan ringan kok dibuka dari hape. Tipe kepribadianku si pengasuh yaitu ISFJ (Introvert-Sensing-Feeling-
Judging). Rasanya
memang pas kalau baca analisanya.

Gambaran Umum ISFJ

Pada dasarnya, kepribadian ISFJ adalah makhluk sosial, selalu mengetahui hal terbaru mengenai apa yang dilakukan teman-temannya. Peduli banget dengan perasaan orang lain dan berupaya menciptakan lingkungan yang tertib di manapun.

Bener banget! Aku merasakan gitu sih, selalu pengen bikin
orang-orang yang kulayani itu puas. Senang mendukung teman dan orang yang
dicintai, mengorganisasikan silaturahmi sosial dan melakukan yang terbaik
untuk memastikan semua orang senang. 


Meskipun dengan ini, negatifnya jadi bikin kita cemas.
Kalau-kalau ngga bisa bikin orang-orang sekitar senang. 

Keunikan ISFJ

Aku memiliki empati yang cukup gede, tapi bisa jdi super galak saat harus melindungi orang-orang yang kucintai. Mungkin yang sering ketemu sama aku nggak percaya aku introvert, lha aku suka ngomong kok. ISFJ memang seperti itu, kami memiliki kemapuan komunikasi yang baik dan hubungan sosial kuat. Aku tahu kapan harus berkata dan tidak demi menjaga kestabilan dunia ahhahaa. 

Suka Mengamati Manusia

Ketika mengenal seseorang, aku sering ngga bisa nahan untuk
mengamati persifatan dia. Memang sih aku nggak ada basic ilmu psikologi, tapi
kadang kayak sudah ada feeling “nih orang begini begitu” meski baru pertama
ketemu.

Asik dong? Enggak juga. Kadang aku jadi jaga jarak dengan si A
atau si B. Atau ya sekedar kenal saja, padahal baiknya ga begitu kan?

Bertanggung Jawab

Eheheh katanya aku anak yang taat aturan. Padahal ya bukan
berarti aku bukan pelanggar. Ketika ada yang melanggar aturan, aku punya
pandangan dan sebisa mungkin ngga menjudge mereka ngga bertanggung jawab. 

Para ESFJ menegakkan otoritas dan peraturan. Penting bagi kami
untuk mengingat bahwa orang berasal dari berbagai latar belakang dan
perspektif, dan apa yang tampaknya benar bagi mereka belum tentu merupakan
kebenaran absolut.

Mengambil Jalan Tengah 

Daripada terlibat dalam drama atau konflik, aku lebih suka
berada di tengah. Sering banget dari jaman SD aku itu dijadikan mediator. Misal
ada konflik si A dan si B. Si A curhat ke aku, si B curhat juga. Dari situ aku
jadi paham sebenarnya apa yang terjadi dari sudut pandang masing-masing.
Kemudian berusaha untuk memediasi mengambil jalan tengah. Tipe ESTJ selalu
berusaha menjaga ketertiban sosial dan perdamaian dunia.

Sisi nggak enaknya, aku jadi sering dianggap nggak punya
pendirian oleh tipe kepribadian lain. “Jangan kayak aliran air gitu lah, pilih
mau ikutan yang mana!” Ahahah. 

Mengingat Hal Kecil

“Loh kamu kok ingat nama lengkapku” suatu kali teman kuliah ada
yang bilang gitu saat aku memanggil dia dengan nama lengkap. Ahahaha, itu
contoh sepele. Aku penginggat hal-hal kecil. Misalnya saja tentang warna baju
yang si X pakai di acara anu, atau nama kecil si Z saat TK. ISFJ memanfaatkan ingatan yang istimewa dimana tidka menyimpan data trivia. Kami ingat pada orang dan informasi mengenai kehidupan sekitar. 

Makanya aku senang mendengar cerita orang-orang. Dan nyatanya
sering banget tiba-tiba dicurhati siapa gitu entah baru kenal atau sudah lama
tahu. Mother Teresa, Kate Middleton, Anne Hathaway, adalah tokoh yang punya kepribadian ini. 

Kepribadianku tadinya ESTJ, seorang eksekutif alias eksekutor
untuk setiap proses. Entahlah, kenapa minggu lalu pas tes kok jadi ISFJ.
Katanya kepribadian bisa saja berubah, mungkin karena mindset tertentu atau
kondisi pada saat tes.

Blogger Perempuan 30 Day Challenge:

Tinggalkan Balasan