Cara Membuat Footage Drone Dramatis

Salah satu pilot drone yang foto-fotonya aku kagumi di Instagram adalah Indra Pramadi. Dia bisa menyajikan tampilan berbeda di tempat yang sudah biasa. Nggak berlebihan kalau aku bilang foto-fotonya dramatis. Akhir pekan lalu aku berkesempatan hadir di charity workshopnya, membahas tentang membuat footage drone dramatis.
drone pulau padar

Preproduction

Agak berbeda sih dari membuat video dengan kamera darat. Video aerial menggunakan drone perlu beberapa persiapan sebagai berikut:
1. Regulation. Pahami aturan penerbangan drone ya. Ini bukan mainan lho, meski bentuknya kecil drone itu mudah banget mencelakakan.
2. Pre flight check. Sudah bisa nerbangin drone bukan berarti langsung whuzzz begitu saja. Perhatikan ini:
a. Baterai
b. Body drone
c. GPS locked
d. Home point recorded
e. Surrounding (crowd, NFZ, line of sight)
f. Orientation
3. Flight plan/story board. Kita harus tahu mau syut apaan, tujuanya apa, gerakanya bagaimana, so ketika drone berada di udara bisa lebih efisien. Nggak asal terbang saja, hasilnya lihat nanti.

Production

Footage yang dramatis itu ditentukan oleh beberapa elemen berikut ini.
1. Piloting skill. Pasti semua sepakat, piloting skill itu utama. Jam terbang nggak dapat diabaikan lah ya.
2. Videography skill. Jujur aku sering banget melihat video aerial yang sangat biasa saja. Dronenya canggih lho tapi kok terlihat amatir ya. Skill videography seperti pengambilan angle,point of view, focus, maupun moving menentukan hasilnya nanti dramatis apa engga.
3. Sense of art. Ini sih bawaan orok, ahahha. Rasa seni setiap orang beda-beda, juga seleranya sih. Saran dari Indra Pramadi, perbanyak referensi biar skill dan seleranya naik terus. Tension dan timing yang tepat, narasi, serta musik memiliki kekuatan dahsyat dalam menciptakan mood dramatis. Penonton suka dengan visual adventures.

Post production

Pada tahap ini sih konsepnya samapersis dengan video darat.
1. Pull your footage together to create the story. Tanpa cerita, footage hanya sekedar gambar bergerak belaka. Sama sekali nggak menarik.
2. Tambahkan music. Saat ini music non copyright sudah banyak banget. Jadi jangan pakai backsound yang itu-itu sajalah. Sesuaikan denga nisi cerita. Ceria? Epic? Adventure?
3. Narrative. Aku suka memberikan narasi, karena untuk saat ini rasanya belum bisa menciptakan video yang mampu bercerita banyak tanpa kata-kata.
4. Mood. Bangun mood yang dramatis melalui color grading. Percayalah, video yang terlalu apa adanya itu ndak keren.
5. Editing tools. Aku biasa pakai adobe premiere pro. Pakai aplikasi handphone juga bisa sih tapi rasanya masih kurang memuaskan. Saying footagenya kalau diedit dengan tidak baik.
Dari sini dapat diambil sebuah benang merah dari penjelasan Indra Pramadi saat membuat footage drone dramatis. Harus ada dimensi ruang dan tension yang tepat untuk memberikan kesan dramatis pada sebuah cerita di video. Apa menurutmu video ini sudah dramatis?

Tinggalkan Balasan