Health

Pengalaman Membersihkan Telinga Di Dokter THT

Mei 20, 2018
Beberapa waktu lalu saat terbang dari Bali menuju Jakarta, telinga kiriku sakit banget. Biasanya sih longflight pun nggak ada masalah dengan telinga. Selain karena faktor aku duduk di barisan pertama pesawat, nyeri telinga itu juga mungkin disebabkan kotoran telinga. Selama beberapa bulan ini setiap bangun tidur, telingaku mampet. Sebenarnya
saat medical checkup tahunan sudah diberi tahu, kalau aku perlu ke dokter THT. Tapi aku pikir masa sih harus separah itu, mending juga bersihin pakai cutton bud.

membersihkan-kotoran-telinga-tht
image source: alodokter.com

 

Manfaat Kotoran Telinga

Rasanya ketika di pelajaran IPA waktu jaman SD sudah dijelasin deh soal fungsi kotoran telinga. Sebenarnya ini bukan kotoran ya, tapi minyak yang berfungsi nangkap debu dan air agar tidak bablas ke dalam telinga. Jadi, kalau setiap hari dikorek akibatnya apa hayo?
Seakan-akan kita sudah didoktrin untuk rajin ngorek telinga. Padahal tanpa minyak telinga, justru telinga kita bakal nggak ada pelindung lagi dari foreign material. Kita merasa rishi aja kalau telinga terlihat atau terasa kotor.

Cutton bud itu produk konspirasi?

Silakan tertawa, tapi 5 tahun lalu aku ngalamin hal konyol tersebut. Aku masuk UGD untuk pertama kalinya karena telingaku mampet parah setelah dikorek pakai cutton bud. Sebenarnya sudah mencoba mencairkan si kotoran itu pakai air hangat, tapi nggak ngefek. Apotek juga nggak berani ngasih obat tanpa resep dokter.
Lalu apa fungsi cutton bud sebenarnya? Apakah ini hanya produk konspirasi semata guna merusak telinga-telinga sehat? Ahahha sepertinya aku berpikir trelalu jauh. Nyatanya seperti itu. Mengorek telinga meski menggunakan kapaspun tidak dianjurkan.

Biaya Membersihkan Telinga di Dokter THT

Nama tindakannya extraksi cerumen sedang untuk membersihkan kotoran telinga. Nggak lama kok, Cuma 5 menit saja. Tapi ya agak geli gitu dimasukin kayak udara mungkin. Yang pasti pas kotoranya kena, lega banget. Wow…besar dan menggumpal keras efek kedorong cutton bud. Beres dari tindakan, nggak ada obat. Langsung ke kasir dan membayar 220.000 rupiah. Mahal ya? Ahhaha. Mungkin ngga perlu sering-sering, cukuplah 3 bulan sekali.
  1. Banyak juga ternyata orang yang ketergantungan sama cotton buds, apalagi di keluargaku. Kalau nggak gorek kuping pakai cotton buds katanya rasanya gatal padahal bahaya kalau kebanyakan.

  2. waktu kecil telingaku pernah kemasukan binatang kecil, sakit banget, tp setelah ditetesin air garam dia keluar, tp kayakny masih ada sisa2 gak tau apa, eh lama-lama ternyata bkin luka di telinga, sakit banget dan ada nanahnya langsung deh ke dokter THT, di kuras gitu telinganya.

  3. adekku prnh ada gumpalan gitu. Selama ini msh nyetok cotton bud sih bwt korek2, haha. Tp jrg lah krn klo sering2 telinga jd sakit. Anakku mlh gk pnh tak bersihin kecuali dy blg gatel

  4. Anakku pernah mba, dari bayi kotoran telinganya enggak pernah muncul keluar, ternyata pas 8 bulan periksa ke THT kotorannya sudah menggumpal. Bukan karena cotton buds tapi emang kotorannya enggak pernah keliatan sejak bayi

  5. saya juga punya pengalaman ke bagian THT karena nyeri pada bagian telinga sebelah kiri takutnya gendang telinga kenapa napa, setelah di periksa alhamdulillah ternyata bukan gendang telinga tetapi peradangan saja. dan yang kagetnyya biaya dan obatnya itu mahal. dulu hampir 400rb tahun 2015. hha

    1. urusan telinga, gigi, itu kliatanyanya tindakannya sepele tapi ya begitu maaahal. ehe makanya sering diabaikan. semoga puskesmas makin masif lah

Tinggalkan Balasan