Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Seberapa sering kamu mengirimkan
paket lewat jasa ekspedisi? Mungkin ada yang setiap hari ya, maklum jaman
sekarang urusan jual beli bisa jarak jauh. Keberadaan jasa ekspedisi pengiriman
juga semakin mengakomodir. Kalau dulu rasanya cuma POS saja tempat mengirim
paketan. Sekarang setelah JNE, JNT, eh muncul Wahana, Ninja, dan jasa
pengiriman lain termasuk yang menggunakan kereta api. Dari sekian banyak
pengalaman ngirim paket, pernah nggak sih ditolak sama jasa ekspedisi dan
terang-terangan disuruh ganti ke ekspedisi lain? Biar ngga kejadian, aku mau
bagi ceritaku soal cara packing paketan yang baik.


Paketan Ditolak JNT karena
packing tidak baik

Sebelum menuliskan ini, aku
sempat membuka websitenya JNT. Aku nyari standar packing yang baik itu seperti
apa. Penjelasan detil malah aku dapatkan di websitenya PT Pos Indonesia. Jadi gini,
beberapa waktu lalu aku mau mengirimkan paketan berupa catridge printer. Packingnya
berupa kardus dengan menggunakan kardus asli catridge tersebut. Di dalamnya sudah ada bubble warp tentunya. Sedangkan pada bagian luar, kardus dilapisi selotip 100% alias menyeluruh. Sebelum ini, aku pernah
mengirim paketan dengan bentuk serupa lewat JNE dan Tiki.
Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi
Entah sedang banyak pikiran atau
bagaimana, petugas JNT terang-terangan menolak paketan bahkan menyuruh untuk
pindah jasa pengiriman saja. Alasannya packing paketan tidak sesuai standar. Katanya,
seharusnya diberikan bubble warp (bukan bubble warp yang biasa dipencet itu
lho).
Daripada eyel-eyelan semakin
panjang, yasudah paketan itu berpindah ke JNE. Yey, dan Alhamdulillah ngga
dikomplain sama sekali. Apakah aman sampai ke tujuan? Ya, aman dan tidak ada
cacat sedikitpun pada barang yang dikirimkan tersebut.
Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Ketahui Jenis Bahan Packing Yang
Tepat

Sebelum memilih bahan packing
yang tepat, kita harus tahu dulu apa yang akan dikirim ahhaha. Packing itu
komponen yang nggak gratisan kan? Jadi ya harus seefisien mungkin. Misalnya aku
mau mengirimkan remote AC, rasanya nggak perlu pakai packing kardus tebal. Cukup
buble warp atau malah pelapis Koran saja sebagai bantalan. Berikut ini
jenis-jenis bahan untuk packing.
1| kertas kado atau amplop
Aku beberapa kali mengirimkan
buku, pakaian, menggunakan ini. Semua aman dan nggak ditolak saja ekspedisi
pengiriman.
2| Kardus
Ini packing paling standar sih,
apapun itu emang bagusnya dikardusin. Nggak hanya perangkat elektronik, alat
kosmetik dan peralatan rumah tangga juga seperti itu. Untuk saat ini, jasa
ekspedisi Ninja yang ngasih cuma-cuma packing kardus. Bentuknya juga bagus gitu
jadinya sih.
3| Buble warp
Ada beberapa jenis bubble warp
yang digunakan dalam packing paketan. Biasanya sih bubble warp yang bisa kita
pencetin itu hahaha. Ada lagi lho bubble warp yang lebih mahal dan mampu
menahan guncangan lebih baik. Itu bentuknya satuan, bubble warp ini biasanya ikut
dalam pembelian alat elektronik berukuran besar atau mesin.
4| Styrofoam
Nah, kalau Styrofoam agak jarang
sih. karena biasanya toko atau produsen besar saja yang mencetak Styrofoam sesuai
patern produk yang akan mereka kirim. Udahlah aman banget kalau ada Styrofoam dalam
packingan. Konsekuensinya ya lebih mahal dan berat.
5| Box kayu
Untuk alat elektronok atau pecah
belah berukuran kecil hingga sedang, sebaiknya menyertakan packing kayu. Beberapa
jasa ekspedisi memberikan pelayanan untuk mempackingkan kayu barang semacam
handphone, tentunya dengan biaya tambahan. Setidaknya kita nggak perlu modal
tenaga nyari kayu dan makuin paketan kan?

Sertakan kelengkapan alamat

Meskipun bentuk packingan paket sudah
sempurna, bisa saja jasa ekspedisi masih menolak lho kalau nggak ada keterangan
yang jelas. Penting mencantumkan alamat penerima beserta nomor handphone, begitupun
dari sisi pengirim.
Nggak mau kan, repot paketan
hilang karena salah nulis kode pos misalnya? Aku pernah mengalami kejadian
paketan JNE CRISS CROSS dan itu ngurusnya agak memakan waktu. Inginnya sih
urusan kirim mengirim paketan lancar dari saat di jasa ekspedisi hingga barang
diterima.
Pernah juga aku mengirimkan buah
dengan packing berupa karung plastik. Diterima sih oleh jasa ekspedisi, tapi
buahnya keburu matang di jalan jadi banyak yang busuk (karena kepanasan). Ada pengalaman
mengenai packing paketan? Yuk berbagi di kolom komentar.

6 Replies to “Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi”

  1. Ngirim paketan juga kudu jeli membandingkan harga. Terkait pengiriman ke LN, harga jd slh satu faktor pemilihan ekspedisi. Melalui PT POS skrg ckp aman dan lbh terjangkau alias lbh murah. Tapi ternyata beda lokasi jg bs beda harga. Mungkin krn pencantuman harga nominal barang terkirim pengaruh ke biaya asuransi, semakin tinggi nilai semakin mahal. Akhirnya nyoba k PT POS pusat dgn ngurangin harga barang, lumayan bgt lho selisih 500rb utk pengiriman ke Perancis.
    Salah satu ekspedisi swasta jg ketika peak season gak jadi jaminan cepat nyampainya, malah yg terkirim melalui Pos lbh duluan nyampe… Gitu deh

    1. wah tips bagus nih mba, buat yang kirim2 jauh

  2. Aku belum pernah sih kirim paket keluar negeri, paling juga keluar Pulau Jawa. Yang jelas, tetap bandingin harga paketlah, cari yang lebih murah dan aman pastinya ^^

    1. enak ya sekarang banyak pilihan jasa

  3. Tanteku pernah ngirimin kue lebaran ke Bandung cuma pakai kardus, ngga di-bubble wrap atau kayu. Sampai bandung udah jadi bubuk tuh kue-kue.

    1. waduh jangan sampe deh ya kayak gitu

Tinggalkan Balasan