Ketahui 5 Hal Ini Agar Tak Sakit Hati Saat Kalah Dalam Lomba

Beberapa hari yang lalu baca
status sosmed saudara, katanya anaknya nangis pulang dari lapangan karena kalah
lomba makan kerupuk. Ya namanya juga anak kecil, meski hadiahnya cuma buku
tulis sebiji juga baper. Aneka macam lomba dalam rangka agustusan bertebaran
dari tingkat RT hingga Istana Negara. Kamu ikut lomba apa? Dalam kompetisi
pasti dong ada yang menang dan kalah, lalu bagaimana biar ngga sakit hati saat kalah
dalam lomba? Saya bukan psikolog, bukan juga lomba hunter, hanya mau mencoba
berbagi pengalaman saja karena pernah mengalami sendiri pengalaman kalah dan
menang.
agar tak sedih kalah lomba

1| Ketahui Ketentuan Lomba

Setiap lomba mau itu makan
kerupuk, balap karung, lomba blog, lomba SEO, lomba fotografi, pasti punya
ketentuan dong. Coba ketahui dan pahami dengan sebaik-baiknya, kalau ada yang
kurang paham atau ambigu segera tanyakan ke penyelenggara.
Ketentuan lomba itu berbeda
dengan kriteria penilaian lho. Contohnya ketentuan dalam lomba makan kerupuk,
peserta tidak boleh sambil minum apalagi makan nasi plus sambal.

2| Ketahui Kriteria Penilaian

Setelah aturan main lomba
diketahui, pahami juga kriteria penilaian. Kecuali kamu ngga pengen menang,
hanya ikut berpartisispasi meramaikan lomba saja. Kriteria penilaian mengacu
kepada hal yang menjadi concern juri
dalam menilai. Saya mengambil permisalan lagi dari lomba makan kerupuk. Kecepatan
makan kerupuk biasanya yang dijadikan kriteria penilaian, kostum dan gaya makan
mau itu elegan atau gragas ya tidak
dinilai.
Biasanya di kampung sudah ada
sosok-sosok jagoan lomba. Kalau si A ikutan, pasti deh menang. Di dunia
blogging, salah satu blogger  yang malang
melintang menang lomba adalah Langit Amaravati. Beliau ini mau-maunya lho
bagiin tips menang lomba di blognya. Saya sudah nyontek sih, tapi tetap ngga
sekeren blognya kalau ikutan lomba.
Kalau ada lomba yang nggak
menyertakan kriteria penilaian bagaimana? Sebegai peserta yang waras sebaiknya
tanyakan ke panitia atau penyelenggara. Siapa tahu panitia punya, tapi lupa
menyampaikan saja.

3| Kenali Juri

Ini penting, jangan sampai kamu
ikut lomba susah-susah ternyata nggak ada jurinya hahaha. Bayangin deh, lomba
makan seblak level 10 misalnya. Pas kamu udah beres duluan, lha jurinya ngga
ada. Keputusan penyelenggara adalah lomba dinyatakan batal dan hadiah buat
panitia. Nyesek from earth to the moon
and back.

Tapi, nggak semua lomba menjembrengkan sosok juri sedari awal. Ada
yang demi objektivitas, jurinya disembunyikan dulu. Sebenarnya ini nggak
masalah sih, asal beneran dijuri dengan objektif. Jangan sampai mencantumkan
nama si anu ternyata si anu tersebut nggak melakukan penjurian.
Saya senang saat ada senior
blogger sebut saja mba Haya Aliya Zaki terang benderang memaparkan info bahwa
beliau sedang menjuri untuk lomba X beberapa waktu lalu. Selain jadi tahu bahwa
ada lomba x tersebut, langsung kebayang juga kriteria penilaiannya meski belum
membaca. Mba Haya ini concern banget
urusan EYD, alur tulisan, dan kawan-kawannya.
Juri yang kredibel dan berada di
bidangnya itu penting, makanya kamu harus tahu dulu sebelum ikutan lomba. Melakukan
penjurian secara baik dan benar itu ngga mudah, hal ini pernah diceritakan oleh
mas Efenerr dalam postingan blognya.

4| Ketahui penyelenggara lomba

Setiap penyelenggara lomba punya
kepentingan dong pastinya. Kamu harus tahu siapa yang nyelenggarain. Lomba balap
karung yang ngadain pak lurah, masa pas menang kamu malah terima kasih ke pak
RW misalnya.
Lomba agustusan yang diadakan di
tingkat RT atau desa sih ngga terlalu masalah ya soal penyelenggara. Tapi kalau
lomba tingkat nasional yang menyangkut banyak sponsor patut diperhatikan. Penyelenggara
lomba juga terkait dengan profesionalitas dan kredibilitas lomba lho.

5| kepoin hadiahnya

Poin terakhir ini khusus buat
yang punya hasrat memenangkan lomba. Meskipun kadang kita nggak peduli
nominalnya sih, tapi kebanggaanya itu lho. Seperti saat lomba makan kerupuk
tingkat RT dengan hadiah sebuah gayung platik warna shocking pink.
“yaelah lomba dengan begini
banyak syarat hadiahnya cuma begono?” normalnya memang hadiah adalah penarik
utama peserta lomba. Jangan sampai kamu menang malah ribet sendiri dengan
hadiahnya. Saya pernah soalnya, dapat hadiah ban motor satu doang. Iya, satu glundung itu saja bukan sepasang. Ya bisa
sih dijual, tapi kan ngerepotin juga.

Selamat berlomba, katanya kalah
atau menang itu biasa. Sakit hatinya sebentar saja deh, segera move on dan
menangkan harimu. 

49 Replies to “Ketahui 5 Hal Ini Agar Tak Sakit Hati Saat Kalah Dalam Lomba”

  1. "Juri yang kredibel dan berada di bidangnya itu penting" nah itu yang utama
    Ketentuan lomba oke
    Ketentuan penilaian oke
    Juri juga oke
    Semua fair….. :v

  2. Noorma Fitriana M. Zain says: Balas

    Pantesan aku kalah terus, aku ga kenal jurinya
    #ehhh

    1. salim dulu mba…sama jurinya

  3. Bibi Titi Teliti says: Balas

    Wah, penting nih!
    Walo belakangan ini udah males ikutan lomba2 sih, kecuali kalo hadiahnya ke Korea lagi baru mau ikutan bhahahaha.
    *anaknya sok pokus*

    1. bagus gitu dong, fokes.

  4. Kalo juri sekaligus panitia lomba gimana?!
    Aku tuh, lomba 17an. Wkwkwkwk

    1. malahan ebner, jadi maksud dan tujuan langsung terkover hahaha

  5. Wah, aku nggak kenal jurinya… lalu lihat peserta lainnya yang lebih jago. Hiks..

  6. Mirna Kei Rahardjo says: Balas

    Bulan ini tuh aku nge draft 3 tulisan buat lomba sangking semangarnya tapi kok makin males nerusinnya trus pagi tadi juga ada langgangan juara share tulisannya jadi makin males wkwkwkwk… aku gak kreatip !!

    1. maju Mir…sayang udah didraft

  7. Haryadi Yansyah says: Balas

    Balik-balik emang ke selera juri. Mau sebagus apa juga kalau jurinya suka tipe yang sederhana, maka yang bagus (dan lengkap) akan dianggap lebai. Bener-bener mengenal juri itu wajib. Makanya respek dengan penyelenggara lomba yang membuka identitas jurinya.

    omnduut.com

    1. Sepakat tuh, kecuali lombanya cerdas cermat atau balap karung rasanya juri rahasia gapapa

    2. deddyhuang.com says: Balas

      jadi kalian nanti ikutan gak lomba yang jurinya aku? :p

  8. Ketahui penyelenggara memang tak kalah penting jgn smp ikut lomba di wlyh tgs Lurah A eh tulisan kita mengacu ke Lurah B… Wkwkwk…

    1. waduh, maaf ya pak lurah

  9. Muhammad Catur Nugraha says: Balas

    Terus lihat aturan lombanya. Apa disuruh piknik dulu seharian sampai capek terus malamnya langsung disuruh kerjain artikel demi menjaga orisinilitas tanpa peduli kualitas

    1. Ghozali Qodratullah says: Balas

      wkwkwkw ngetik artikel tanpa tahu kriteria penilaian. Yang penting yakin, hahaha

    2. beneran adventure berarti, memacu adrenalin di gunung dan di hotel

    3. Udah capek-capek begadang eh bisa diundur dengan beragam alasan :v

  10. Tambahan: kenali kompetitor. Setidaknya, tahu kekuatan lawan. Waktu ikut lomba KEB aku riset tulisanmu sebagai pemenang di periode sebelumnya. Jadi tahu poin-poin apa aja yang harus dikedepankan.

    1. wew, makasih sudah mendatangkan traffic yeeaah

  11. wew postingan baru to ini, kaget lihat tanggalnya,hehe.So far aq sama kayak Mbak Inayah dan Mbak Langit, kalo penyelenggaranya sama, bisa kepoin pemenang sebelumnya. Terus tiap ada yang menang lomba blog, juga kita lihat kekuatannya dia apa, jadi next time kita bisa maksimalkan kekuatan kita dimana, atau malah belajar bila beda dengan kekuatan kita. Kenali selera/kemauan juri juga penting. Sekedar cerita, waktu pidato Pak Asip K. kemarin, beliau sempat menyebutkan harapannya terhadap tulisan yang akan ditulis oleh blogger/jurnalis,dan poin tersebut aq catat. Nah, pertanyaanku, kalau nama jurinya ada, sementara kita nggak kenal, cara mengenali seleranya gimana? Googling blog atau tulisan beliau? Terus dari situ bisa ketahuan karakter atau seleranya? Anyway, soal kalah atau menang itu biasa, nikmati aja prosesnya. Pernah baca Mbak Evrina tuh menang puluhan lomba misalnya, tapi ga ada yang tahu kalau dia ga menang lombanya juga banyak. Oh ya menambahkan, tema lomba juga jadi pertimbangan. Misalnya kayak aku, kalau temanya gadget atau tekno duh rasanya effortnya lebih dan banyak kalahnya, karena nggak terlalu mudeng soal spek=))