Book | Review

[Review Buku] Imaji Terindah, Sitta Karina

Maret 2, 2017

Maaf Chris, bagian hati saya
sudah tidak menyisakan tempat untukmu. Diaz telah memenuhinya melebihi yang
saya kira.

review novel imaji terindah sitta karina, novel keluarga hanafiah

Judul: Imaji Terindah
Penulis: Sitta Karina
Genre: Novel
Penerbit: Literati
Tahun terbit: 2016 (cetakan
pertama 2005)
Jumlah halaman: 290
Ini adalah novel tentang
Christopher Hanafiah, salah seorang anggota keluarga Hanafiah yang masih sepupu
Diaz. Buat kamu yang belum tahu, Sitta Karina penulis novel ini memang
bercerita tentang kisah hidup para anggota keluarga Hanafiah. Meski begitu,
kamu tidak harus membacanya secara urut dari yang pertama yaitu Lukisan Hujan. Saya
sangat terkesan dan telah menulis Review Lukisan Hujan dua tahun lalu. Sosok Diaz Hanafiah adalah pria idaman saya versi novel, hehhe.
Siapa sih dia? bisa apa? saya juga pernah cerita kok soal profil Diaz Hanafiah di blog ini. Masih soal Diaz, seri hanafiah lain ada putri hujan dan ksatriamalam. Tapi favorit masih tetap Lukisan hujan sih. So, bagaimana dengan Imaji Terindah
? not bad, ada nama Diaz disebut beberapa kali saja saya sudah bahagia.

Sinopsis (back cover)

“Jangan jatuh
cinta kalau nggak berani sakit hati.”

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya
pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk
memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang
tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai
rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat
hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling
tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.


Review

Sudah seperti dugaan awal, saya tidak tertarik dengan sosok
Christ. Mungkin karena christ ini anak SMA ya, jadi…kisah cintanya dan cara
pandangnya ya anak SMA.

Alur

Ini ceritanya FTV dan teenlit banget, harap maklum. Pertemuan
antara para tokoh utama juga terkesan agak aneh dan dipaksakan. Alurnya mudah
banget dipahami, ini termasuk novel ringan kok.
Dari awal sampai menjelang halaman akhir, saya ngga nemu
greget sih. Justru rasa penasaran muncul di sisipan yang sepertinya ditunjukan
sebagai pembuka untuk seri selanjutnya terkait Nara Hanafiah.

Bahasa

Saya rasa, Sitta Karina bisa mengedukasi pembaca soal bahasa
Indonesia yang baik. Minim banget istilah asing, pun dengan bahasa pergaulan
yang kasar meski para tokoh adalah anak SMA.

Desain

Sekarang lagi jamannya buku dengan cover bagus dan kadang
malah isinya penuh ilustrasi dan warna. Imaji terindah punya desain sampul yang
minimalis serta tidak malu-maluin kalau dibaca di tempat umum seperti kereta
atau kafe. Bagian dalamnya juga enak dibaca, ukuran font dan spasi  terasa pas. Masalahnya cuma saya menemukan
halaman yang tidak urut saja.

Pesan Persahabatan

Meski saya tahu dia adalah orang yang mengagumkan, tapi saya
memilih bersahabat saja. Sebab dalam persahabatan, biasanya lebih ringan…ngga
ada jaim, bareng terus dalam suka dan duka. Beda dengan pacaran.

Seperti itu yang dirasakan si tokoh wanita, Aki. Pesan itu
pula yang ingin disampaikan penulis, bahwa…sahabatan lebih baik daripada
pacaran hehehe. Apalagi kalau masih sama-sama anak SMA, ya kan? Jadilah teman
terbaik untuk orang yang kamu kagumi, jika suatu saat dia berhasil kamu
nikahi…maka beruntunglah bisa menikahi teman sendiri.

Rate

3 dari 5


Kesimpulan

Novel Imaji terindah cocok untuk bacaan ringan saat santai
atau menunggu, daripada main smartphone terus.

Membaca memang membuat saya menjadi lebih waras, rasanya lama
sekali tidak menuliskan review seperti ini. Saya punya enam buku yang sedang
dibaca dari beberapa genre. Imaji terindah yang pertama kali selesai.
  1. Kayaknya karena kita dah di usia dewasa (((dewasa))), makanya klo karakternya abg alias usia anak dewasa udah ngga 'grebg'lagi ya inay.,,hahhahah
    Aku suka tergoda beli tuh klo covernya artistik gimaanaaa gitu

  2. Aku juga suka bacaan ala teenlit, biasanya kubaca sambil makan siang hahaha. Udah ngga sanggup baca buku yang berat. Tapi, anyway, covernya nggak keliatan kayak teenlit yah. Aku kira tadi sekilas kalo liat covernya doang akan tentang novel 'berat' dan serius. Nay udah pernah baca teenlit keluaran Stiletto yang Dear Friend With Love? Lucu banget deh, sukaaaa <3

  3. hmmm, kenapa ya kalimat jangan jatuh cinta kalau gak berani sakit hati sudah saya baca beribu-ribu kali di lini masa, dan itu kalimat dari penulis yang berbeda. Baru tahu nama penulisnya nih, nanti ku kepoin deh

    Tanks for sharing ya Mbak Nay,

    Tabik, ^ ^

  4. membaca membuat saya waras kwkwkw suka kalimatmu In 😀
    daripada main smartphone terus hahahha

    penasaran aku sama bukunya, judulnya bikin jleb 😀

  5. Kalo aku nih team Reno n Nara Hanafiah, bad boy-bad boy gituuu. Kalo Diaz terlalu baik banget sementara Chris terlalu ganteng-ganteng kalem jadi kurang greget, haha. Baca novel Sitta Karina mah selalu bikin nostalgia zaman kuliah.

Tinggalkan Balasan