Tought

Perempuan Itu Gaptek (?)

Maret 26, 2017
Minggu
lalu saat wawancara untuk seleksi beasiswa, saya ditanyai topik seputar
teknologi. Imajinasi saya menjadi sangat liar ketika memberikan opini mengenai
desain smartphone masa depan. Entahlah, saya ngoceh berapa menit dalam bahasa
Inggris siang  itu. Topik yang berhubungan
dengan teknologi memang selalu menarik untuk dikulik lebih jauh. Bahkan
perkembangan teknologi sama menariknya bagi saya dengan perkembangan tren make
up. Perempuan sering dilabeli sebagai kaum gaptek, apalagi kalau penampakan
luarnya adalah emak-emak.
blog inayah


Sadar
atau tidak, label perempuan sebagai kaum gaptek itu bisa membunuh kreativitas. Merasa
nggak mampu dan pusing duluan padahal belum dicoba. Atau…sudah tahu tapi
takut mencoba karena khawatir dengan hasilnya. Bergaul dengan banyak blogger
perempuan belakangan ini,  semakin
membuka mata saya bahwa perempuan yang nggak gaptek itu banyak. Dan menurutku,
itu adalah salah satu pesona yang menambah inner beauty dari seorang perempuan.

Berani
Utak-Atik Blog Sendiri

Sebagai
blogger, mau nggak mau saya harus bersentuhan dengan hal-hal teknis. Coding,
webmaster, analytics, belum lagi optimasi foto, domain, dan lain sebagainya.
Blog ini adalah rumah yang saya bangun sendiri meski perlahan-lahan. Pada masa
awal-awal ngeblog, nggak banyak tutorial yang ditulis blogger berjenis kelamin
perempuan. Apalagi jika itu sudah menyangkut coding dan seo (search engine
optimation).
Sekarang,
ketika mengetikkan sebuah kata kunci terkait tutorial, banyak juga lho blog
dengan penulis perempuan yang muncul. Saya punya blogger-blogger perempuan yang
sering menjadi rujukan untuk urusan ini. Memesona banget nggak sih kalau
seorang perempuan bisa mereview lipstick sekaligus jago mengoprek blog?
Semua
hal sudah ada petunjuknya, mau yang bentuk tulisan atau video. Jadi tidak ada
alasan bagi saya untuk takut mengutak-atik blog. Baru-baru ini saya membuat
blog di wordpress dengan self hosted domain. Dari mulai beli domain dan
hosting, instalasi, seo, semuanya mengandalkan tutorial.
Sekian
tahun yang lalu ketika saya masih pakai putih abu-abu, nggak ngerti deh kenapa
harus belajar html. Manfaatnya sekarang, urusan blog mau pakai blogspot atau
wordpress pasti bersinggungan dengan html.

Memaksimalkan
Gadget Yang Dimiliki

Kamu
punya gadget apa saja? Yang dipakai setiap hari yang mana? Setidaknya, setiap
orang sekarang punya satu gadget andalan yang digunakan untuk berbagai
keperluan. Smartphone setuju? perempuan yang nggak gaptek mampu memaksimalkan
setiap gadget yang dimiliki. Untuk keperluan fotografi dengan hasil ciamik
layaknya kamera mahal, untuk membuat video keren, dan masih banyak lagi.

“kak,
ini fotonya pakai kamera apa? Lensanya yang berapa milimeter?”

atau
“kak,
ini settingan kameranya biar bisa foto begini gimana?”

Yang
lebih aneh

“kak,
aku juga pakai kamera ini…cara pakainya gimana?”

Kadang
saya bingung menjawab direct message (DM) yang masuk di instagram. Mau dijawab
jujur nanti dibilang nutup-nutupi ehehhe. Biar pasti, saya sering cuma jawab
begini:

“download
aja manual booknya, googling. Atau cek di yutub, banyak tutorialnya.”

Gadget
entah itu smartphone atau kamera, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Banyak
teman instagramers yang fotonya hasil jepretan smartphone kelas menengah saja
tapi hasilnya bisa sejajar dengan jepretan smartphone high end. Terlebih jika
objek fotonya adalah hal yang biasa seperti hasil masakan sendiri, eh tapi
ketika masuk feed instagram jadi kece parah ala-ala foodgram yang kalau motret
harus setting ini itu.
perempuan tidak gaptek

Foto-foto
di instagram saya diambil dari mirrorless dan kamera smartphone tanpa tambahan
lensa apapun. untuk aplikasi juga pakai yang gratisan saja kok. Begitupun video
di chanel youtub Innnayah, sebagian besar hasil rekaman smartphone yang diedit
pakai aplikasi gratisan.


Menginspirasi

Meski
seorang perempuan sudah high tech banget, ketika kemampuan itu hanya dipakai
sendiri maka hasilnya kurang memesona. Perempuan cerdas akan berusaha membuat perempuan
lain ikutan cerdas. Begitupun dengan urusan teknologi, bukan berarti harus
memiliki gadget-gadget terbaru lho ya. Jika merasa belum tahu tentang suatu hal
yang berkaitan dengan teknologi, sumber jawaban sudah ada dimana-mana kok. #memesonaItu
adalah perempuan yang nggak gaptek dan mampu membawa perubahan positif ke
sekelilingnya. Teknologi yang semakin dekat dan memasuki ranah kehidupan tidak
perlu ditakuti. 
lomba blog memesonaitu

Apa
Arti #memesonaItu menurut kamu? Yuk bagikan curhatannya, siapa tahu dapat
mirrorless. Jangan remehkan kalimat yang sedang berjejalan di kepalamu itu,
mungkin sebagiannya bisa memberikan inspirasi lho. Kalau kamu blogger, bisa
nulis di blog
dengan minimal 500 kata dan jangan nyinggung SARA. Nah kalau
nggak punya blog langsung bisa tulis di situsnya
Info lengkap soal lomba ini silakan cek di #memesonaitu. Lomba berlangsung dari 10 Maret-10 April 2017, masih
ada waktu untuk merenung sejenak ya wahai kalian wanita yang memesona.
  1. Teman2 itu banyak yang takut2 utak atik blog. Padahal semua bisa di search caranya di google. Kalau tujuannya utk tampilan profesional memang harus membayar ahlinya, tapi kalau cuma mau customized dikit2 seharusnya nggak perlu takut. Cuma bahayanya kalau sdh pede, tiap mood berubah, ganti template sendiri wkwkwkkwk

  2. Benar Nay, lihat cewek dandan tapi ahli utak-atik emang kece yach. sebenarnya bukan gaptek kali yach hanya banyakan malas. itu berlaku bangat buat aku heehehe..

  3. Nenek ku usia 70an masih lincah main whatsapan hahaha… sebenernya sih dogma perempuan gaptek apalagi emak2 emang ga bisa dipungkiri tapi sekarang ga semua sih.. tergantung perempuan itu mau mengembangkan diri atau engga…

Tinggalkan Balasan