Indonesia | Pekalongan | Traveling

6 Persamaan Palembang Dengan Pekalongan

Februari 13, 2017
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
Ketika saya pergi keluar kota,
jarang banget ngerasa homesick. Bahkan
pernah hampir dua hari nggak ada sinyal waktu mencoba naik gunung prau di Dieng. Kangen kasur rumah itu pasti, tapi nggak sampai
lah yang keingetan terus gitu. Kenapa di Palembang saya merasa sangat kangen
dengan Pekalongan ya? karena alasan pekerjaan, saya tinggal di Bekasi…dan
sudah sebulan nggak pulang ke Pekalongan. Ah, tapi kayaknya bukan karena itu
deh. Saya merasa ada banyak persamaan antara Palembang dengan Pekalongan. Inilah
hasil perenungan semalam waktu di dalam bis dari bandara, menjelang tengah
malam yang basah dengan badan super lelah.

1| Sungai Loji Vs Sungai Musi

“mau ke Palembang, jangan lupa
foto-foto di jembatan Ampera dan sungai musi”

Begitulah kalimat teman-teman serta
orang tua waktu tahu saya akan ke Palembang. Jujur sih, saya mengenal Palembang
dari pelajaran IPS waktu SD sebagai kota yang memiliki sungai musi. Sungai yang
katanya panjaaang dan besaar. Ketika lulus SMA lalu masuk asrama IPB, teman-teman
saya banyak banget orang Sumatera Selatan. Lahat, prabumulih, pagaralam,
palembang, dan kota-kota lain. Ada organisasi mahasiswa IKAMUSI yang isinya
adalah mahasiswa-mahasiswa sumsel. Di acara gebyar nusantara yang diadakan
setiap tahun, IKAMUSI selalu stand out
dan masuk jadi juara. Rasanya sampai hapal legenda pulau kemaro itu, hihihii.
kali loji
source: panoramio.com
Sungai Musi memang ikon Palembang
dari jaman baheula, pun dengan kali loji di Pekalongan. meski kali loji
sekarang sudah tak digunakan untuk lalu lintas perahu, konon pada jaman dahulu inilah
jalur transportasi utama sekaligus pintu gerbang Pekalongan dengan dunia
internasional. Kapal-kapal dagang dari laut Jawa masuk ke wilayah Pekalongan
raya melalui kali loji. Pedagang arab, cina, kemudia eropa…semua masih
menggunakan perahu. Arus modernisasi akhirnya menyurutkan pesona kali loji. Jalur
darat pantura serta pelabuhan Pekalongan menggeser fungsi kali loji menjadi
sungai biasa saat ini.

2| Legenda Pulau Kemaro Vs Legenda
Dewi Lanjar

Kemarin pagi saya menyusuri
sungai musi dengan kapal kecil yang mirip arung jeram. Sensasinya luar biasa,
lebih menantang daripada saat menyeberang ke pulau nusakambangan.
Tujuan perjalanan kali ini adalah ke pulau kemaro. Pulau yang selalu ramai di musim
imlek ini tak begitu luas tapi menarik untuk ditelusuri. Cerita soal Tan Bun An
saudagar Cina yang nyebur ke sungai musi diikuti pengawalnya serta Siti Fatimah
sang kekasih adalah salah satu daya tariknya.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
ini (bukan)  siti fatimah

Begitulah, dimana-mana…urusan
cinta dan harta sering menyebabkan petaka lalu jadi legenda.

Cerita siti Fatimah ini hampir
mirip legenda Dewi Lanjar. Dewi Lanjar ini konon penguasa laut utara sekitaran
Pekalongan Raya. Kalau kamu penasaran, bisa deh baca cerita saya soal legenda
dewi Lanjar.


3| Imlek

Salah satu berkah ngeblog di 2017
ini adalah saya berkesempatan menyaksikan festival imlek Indonesia yang
diadakan di Palembang. Kok bisa? Jadi waktu itu ada lomba blog, saya menulis cerita tentang perayaan imlek di klenteng pho an thianPekalongan di blog pekalongankita.wordpress.com. Tulisan itu nyangkut di
hati juri dan menerbangkan saya ke bumi Sriwijaya.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
paar pemenang lomba blog festival imlek Indonesia
Masyarakat Tionghoa di Palembang
dan Pekalongan sama-sama sudah established
sejak dulu. Mungkin mereka datang di jaman yang sama sih. Daganganya pun
mungkin serupa, yaitu komoditas tekstil.
Semenjak kita bebas merayakan
imlek, acara cap go meh atau perayaan di tanggal ke-15 dari bulan penanggalan
Cina setelah tahun baru selalu ramai. Terlebih Palembang, di sini diadakan
festival Imlek Indonesia.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
ada yg aneh ga sama seorang tokohnya? temukan !
Jika di Pekalongan imleknya
didominasi kebudayaan tionghhoa, di Palembang ini lebih beragam. Ya skalanya
kan sudah nasional ya, jadi…budaya sumsel secara global disajikan dengan
apik. Nggak Cuma sehari, rangkaiannya dua hari dua malam…hihihii. cap go meh
kali ini meriah banget buatku.
Di acara festival imlek ini saya
juga baru tahu kalau Palembang punya wayang kulit. Bentuknya sama seperti di
jawa, tapi dalangnya pakai bahasa Palembang…wkkwkw yaiyalah. Jadi, pas acara
pembukaan pestival Imlek yang diadakan di PSCC (Palembang sport and convention
center) itu…MC nya pakai dalang. Unik deh, jadi berasa nonton OVJ gitu. 


4| Kampung Arab Al Munawwar Vs
Kampung Arab Klego

Selepas hadir di pembukaan
Festival Imlek Indonesia, saya dan rombongan blogger melipir ke kampung arab al
munawwar. Hari itu, gubernur Sumsel resmi membuka kampung Arab tersebut sebagai
ikon wisata baru kota Palembang. Sebelumnya, saya tahu al-Munawwar dari
postingan blog Arievrahman dan Kadek Arini. Ekspektasi saya soal Al-Munawwar
ternyata sama dengan realita. 
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
para wanita kampung arab 🙂
Sebagai kota yang egaliter dan
metropolis, Palembang dan Pekalongan sangat terbuka dengan kaum pendatang. Di zaman
VOC, penduduk memang dikelompokkan sesuai asalnya. Makanya kita kenal kampung
cina, kampung arab, kampung eropa, kampung bugis, dsb. Katanya sih, biar lebih
mudah dalam pengawasannya.
Kentalnya budaya arab masih sangat
terasa di Al-Munawwar, sama seperti kampung arab Klego di Kota Pekalongan. selain
dari wajah penduduk lokalnya yang ‘arab’ banget, kita juga bisa merasakan
atmosfer berbeda ketika mulai masuk ke perkampungannya. Arsiterktur rumah jaman
dahulu yang memadukan nuansa arab dan kondisi lokal sangat indah dinikmati di
zaman milenial.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
seru ya pintunya bagus-bagus
Kampung arab Al-Munawwar saya
rasa masih otentik, jadi panteslah kalau dijadikan ikon wisata heritage. Kampung
arab klego Pekalongan lebih cocok untuk destinasi wisata belanja. Beraneka macam
butik batik ada disana, heheh.

5| Kopi Sendok Mas Al Munawwar VS
Kopi Tahlil

wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
kopi sendok mas
Masih soal kampung arab Al-Munawwar,
selepas solat dzuhur di musola yang letaknya pas di pinggir sungai musi…saya
dan rombongan mencoba kopi sendok mas khas Al-Munawwar. Dari cerita-cerita yang
saya browsing sih, kopi ini harusnya pakai rempah gitu. Sama lah kayak kopi
Tahlil di Pekalongan. Tapi yang kemarin saya rasakan, masih murni kopi hitam. Oiya,
kopinya itu agak asam tapi manis. Saya coba tanpa gula lho ya, oke…ini aman
di lidah dan perutku.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
ngopi di sungai musi
Kopi rempah di Pekalongan dikenal
dengan istilah kopi Tahlil. Ada hubungan dengan tahlilan? Iya, jadi katanya
sih…kopi tahlil lahir dari kebiasaan orang Pekalongan yang menyajikan kopi
untuk acara mengaji di malam hari. Biar badan anget, dicampur deh sama rempah.

6| Tenun Palembang Vs Tenun Pekalongan

Di Palembang, saya ketemu dengan
mba Nana yang punya blog Pink Traveller. Hihihi, mba Nana seru banget lho…dan
banyak membantu motoin ootd ala-ala buat saya, makasih mba Nana. Sore hari
selepas dari kampung arab, kami belanja oleh-oleh di Fikri. Di sana banyak
banget kain aneka rupa dari songket hingga batik. Ada tempat workshop tenun
ATBM juga di belakang toko. Oiya, tenun ATBM itu kain tenun yang dihasilkan
dari alat tenun bukan mesin.
wisata di palembang, objek wisata di palembang, traveling di palembang, ikon wisata palembang, sungai musi, jembatan ampera, kampung arab al-munawwar, kopi arab al-munawwar, legenda pulau kemaro, festival imlek indonesia, cap go meh, kopi sendok mas, kopi tahlil, legenda dewi lanjar, kampung arab klego, legenda dewi lanjar
gadis penenun sriwijaya 🙂
Kata mba Nana, tiap ingat
Pekalongan…pasti ingat Dian Pelangi. Betul banget, Dian Pelangi itu desainer
yang lahir di Palembang dan besar di Pekalongan. Makanya dia sering memadukan jumputan,
batik, dan tenun dalam karya-karyanya.
Pekalongan juga punya sentra
tenun lho di wilayah Medono. Di sana malah dijadikan kampung wisata gitu, yang
masih memakai ATBM (alat tenun bukan mesin). Bahkan kalau kamu baca buku sejarah ‘pekalongan yang (tak) terlupakan,  akan ketemu penjelasan bahwa masyarakat
Pekalongan sudah memakai kain tenun warna-warni sejak sebelum bangsa Eropa
datang.

Persamaan Budaya

Saya merasa ada persamaan budaya
yang banyak antara Pekalongan dan Palembang. Mungkin itulah penyebab mengapa
saya jadi homesick dan kangen
Pekalongan banget pas jalan-jalan di Palembang kemarin.
  1. Teryata banyak sekali ya yang menarik dari Palembang yang bisa dikaji 🙂
    Suatu hari berharap bisa ke Palembang mba 🙂

  2. Banyak juga ya persamaannya.
    Waktu saya ke palembang dlu cuma dalam rangka dinas ga sempet main ke Al munawwar, kayaknya nanti kalau ke palembang lagi harus kesana.

    Btw pas saya perhatiin2 … ternyata ada mbak innayah di gambar wanita wanita aram al munawwae hahah
    Pangling

  3. Wuih seru banget Mba Nayy. Eh ngomong ngomong ATBM, di rumah buyutku masih ada alat itu lho dan rumahnya di Medono haha. Semoga nanti bisa main ke Palembang juga ah penasaran euy

  4. Nice article, mbak ��
    Mungkin bisa ditambahin satu lagi.
    Ada kawasan pecinan tak jauh dari Sungai Musi yaitu Kampung Kapitan Vs Pecinan di Pekalongan (sekitar Sampangan) ��

  5. Hwah iya, banyak kesamaannya. Oke sip, aku harus main ke Pekalongan ya kalo gitu, biar bisa ngebandingin kayak gini ^_^

    omnduut.com