Photography

Hunting Street Photography Pakai Kamera Hape

Desember 15, 2016
jokowi, preside, ri, ri 1
Kalau mendengar istilah hunting
foto, yang terbayang di benak kita mungkin adalah kamera profesional. DSLR,
mirrorless, yah minimal kamera digital lah. Memang hasilnya akan lebih
memuaskan kalau pakai mirrorless misalnya, saya sudah membuktikan. Tapi, untuk
urusan street photography saya sejujurnya lebih nyaman memakai kamera yang
tidak mengintimidasi objek. Maksudnya bagaimana? Apasih street photography? Kenapa kamera profesional dibilang
mengintimidasi? Kalau kamu selama ini hanya foto-fotoan di area rumah, tentu
tidak akan mendapatkan pengalaman diusir petugas keamanan. Bukan soal takutnya,
tapi lebih ke ‘malu’ hahaha. Bagi saya yang belum pro, memang lebih aman pakai kamera hape jika mau foto-foto di
tempat umum.

Apa itu Street Photography?
Sebenarnya saya lebih suka street
photography daripada foto yang terkonsep apalagi foto model, hehhe. Lebih banyak
kejutan pada hasil. Apa sih pengertian street photography?

Fotografi jalanan (bahasa Inggris: street photography) adalah salah satu aliran dalam fotografi. Fotografi jalanan umumnya memuat objek yang
diambil di ruang terbuka publik dalam kondisi 
candid atau tanpa pengarahan. Belum ada kesepakatan mengenai
padanan yang baku untuk 
street
photography
 dalam bahasa Indonesia, namun istilah fotografi jalanan sering dipakai dalam beberapa kesempatan.
Foto-foto dalam 
street
photography
 dapat mengambil lokasi dari berbagai
ruang publik seperti 
jalan, pasar, mal
, terminal, stasiun kereta api, dan sebagainya. -Wikipedia

Tantangan street photography
Biar makin akrab, kita pakai
istilah ‘nyetrit’ ya buat menyapa hunting street photography. Kalau lagi
nyetrit, tantangan terbesar adalah kesabaran.
Menunggu momen sampai dapat yang
terindah. Paling aman sih jepret terus aja, nanti dipilih mana yang paling
bagus. Tapi, karena nyetrit itu sifatnya candid,
ngga seru dong kalau objek kita jadi sadar
kamera
. Mending kalau setelah sadar kamera, diam saja. Nha kalau
marah-marah? Nggak semua orang suka difoto.
Beberapa kali saya harus
sembunyi-sembunyi memotret dengan kamera mirrorless fujifilm XA2  saya yang mungil itu. beberapa kali pula ketahuan dan dimarahin satpam. Beberapa tempat umum seperti mall, perumahan,
bahkan taman…kudu ijin dulu kalau mau foto.
kacang bogor, kebun raya bogor, hunting street photography, kamera iphone 5s
kacang Bogor hangat

Modal Kamera Hape

Untuk nyetrit, amannya memang
pakai kamera hape. Kendalanya ya kualitas saja sih. Weekend lalu saya hunting di sekitaran kebun raya Bogor. Semua foto yang yang
ada di postingan ini pakai kamera hape saya lho. Modal iphone 5s yang kamera utamanya 8MP dengan f 2.2, 29 mm. Bagaimana?
kebun raya bogor, kamera iphone 5s
rimbunnya pepohonan

Untuk urusan editing saya juga
ngga pakai aplikasi luar kok. Pakai editing yang ada di iphone itu aja. Ini mode
‘fade’ dengan beberapa settingan dasar seperti exposure dan shadow. Bentuk menu
editing di iphone mirip banget dengan aplikasi snapseed dan vsco. Ya, seperti
gabungannya lah.
Foto Yang Bercerita
Katanya sih, setiap foto harusnya
bisa berbicara dan bercerita. Jadi,
tanpa caption pun orang yang melihat bisa paham. Apakah foto ini demikian?
istana bogor, teratai istana bogor, teratai, kamera iphone 5s
teratai kebun raya Bogor yang ikonik

Pada foto teratai depan istana Bogor itu saya mengambil beberapa fokus. Ada fokus di istana, fokus di bunga, dan pakai auto fokus. Ternyata hasil terbaik menurut saya ada di fokus bunga teratai. Cuaca Bogor pagi itu tidak terlalu terik, jadi…kesan dramatisnya dapet banget hhhahaa. adem kan liatnya?
talas bogor, kamera iphone 5s
talas Bogor terkenal sejak dulu, ngga tahu kenapa
nah, foto aki-aki penjual talas Bogor ini termasuk yang FAIL. Saya jepret sambil berjalan terburu-buru sebab kondisinya lumayan berdesakan. Niatnya fokus di talas atau si aki, tapi malah fokus ke rolling door toko. 
anggrek kebun raya bogor, anggrek, orchid, kamera iphone 5s
kecantikan objek anggrek entah apa
Yuk, eksplorasi dan maksimalkan
kamera hape kita. Kreativitas itu penting banget ya, karena ini kan termasuk
seni. Jangan ragu nyontek inspirasi dari foto orang lain, itu sah-sah saja. Yang
ngga boleh adalah memakai foto orang lain tanpa ijin.                                                                 
  1. Saya nggak pede mbak street photography di kota saya. Mending di tempat lain saja. Pernah ada yang neriaki saya. Waktu itu mau ambil gambar di pasar jajan. Banyak banget orangnya. Berdesakan dilihati orang sampai grogi. Hahaha…benar2 amatir.

  2. jadi lazimnya gmn klo jepret org dgn candid? setelah di jepret baru minta izin atau biarin dia ga tau? krn setiap org blm tentu mau di photo. jd klo street photography dgn kata lain, org yg di jepret diam2, tetap di photo? meski kita ga tau dia suka atau ga? tahu2 photonya ada di medsos? hehe

  3. "Yang ngga boleh adalah memakai foto orang lain tanpa ijin" —>misal kita belum ijin tp nyantumin "source/sumber/link" ke caption gitu gimana mbak?

  4. Saya teh suka kesusahan kalau moto gaya street photography. Komposisi saya masih berantakan banget. Cluttering. Gak jelas fotonya mau nyeritain apa aheuheuheu. Harus sering2 hunting foto klo street photography mah ya. Saya sering moto pake hape. Tapi bukan iphone 😀 pengen iphonnneeeeee! Heuheuheu. Bisa beli lensa tambahan kalo iphone, Nay. Plus juga aplikasi foto utk iOS menurut saya mah bagus-bagus & eksploratif karena emang bawaan kamera hapenya udah bagus. Cobain app moment (atau moments, lupa pake 's' atau enggak). Mirip VSCO tapi lebih 'sadis' kata saya mah hehehehe.

  5. Nay hp aku gk bisa diatur fokusnya, suka seenak sendiri mocusin objek. Yaa alloh dekatkan aku dengan henpon Bagus yaa alloh.. Amin

  6. Aku belum bisa euy street fotografi. Pake kamera hape aja susah apalagi kamera mirrorless belum bisa komposisi dan ngatur-ngatur yang lainnya. Harus banyak jalan piknik ini mah buat mengasah street fotografi #loh.