Tought

Pengaturan Keuangan Untuk Wanita Yang Telat Nikah

November 15, 2016
financial planning untuk wanita yang telat nikah, financial planning untuk wanita lajang, pengaturan keuangan untuk single, smile with me, yuk atur uangmu

Bagi sebagian besar orang di Indonesia, wanita usia 27 yang masih lajang itu sudah masuk kategori telat nikah. Yang seumuran sudah punya anak dua, yah..minimal lagi hamil muda deh. Bagi sebagian lagi, usia 27 adalah masa-masa penuh semangat menggapai karir.
Ada benarnya juga sih, merasa nggak ada tanggungan jadi bebas ngembangin apa aja yang saya suka. Orang-orang terdekat mulai khawatir saya terlena. Terlena melajang lebih lama dan terlena nggak nyiapin apa-apa buat masa depan. Masa depan yang seperti apa? Maksudnya tabungan gitu? Atau aset yang mendatangkan passive income?

Jika Waktu Gajian Tiba

Yang saya lakukan selama ini adalah menghabiskan gaji sesegera mungkin. Apa? Usai gajian, karena memang belum ada tanggungan apa-apa langsung saja bayar ini itu. Cicilan kendaraan, kost, arisan, nyisihin buat uang belanja sebulan, dan sisanya masukin ke tabungan. Saya punya beberapa rekening bank yang emang disiapin buat beberapa keperluan.


Usai Dapat THR dan Bonus

Jika teman-teman kantor yang notabene 90% sudah berkeluarga menanti bonus tahunan dan THR untuk renovasi rumah, saya mah engga. Renov rumah ibu kost? Hehe. Kemana larinya uang itu? Kalau pas THR ya sebisa mungkin buat zakat lah. Kalau bonus, dikumpulin aja atau buat beli gadget incaran

Ngga Buka Bisnis

Jaman sekarang, apa aja bisa dibisnisin ya kan? Minimal jadi reseller online shop teman lah. Lalu kenapa saya nggak lakuin? Kan bisa sambil kerja? Entah ya, apa ini karena dalam keluarga tidak ada darah bisnis sehingga rasanya kayak mustahil deh.
Nggak yakin bisa bikin usaha dari 0, direct selling ataupun engga…sama saja parno ah. Padahal, kalau di agamaku dibilang pintu rizki itu paling banyak dari perdagangan lho.

Belum Punya Rumah Sendiri

‘Berapa kosan sebulan?’
‘950.000’
Tiap kali saya jawab jujur kayak gitu, si penanya pasti bakal nimpalin
‘Hah! Segitu sih mending nyicil rumah’
Alhamdulillah, saya pernah sampai hampir bayar DP rumah yang lokasinya sangat strategis. Sudah survey, sudah tahu benefitnya lokasi tersebut dsb. Apa mau dikata, orang tua belum mengijinkan. Meski saya lontarkan dalil-dalil investasi, tetap saja pendapat mereka sudah bulat.

‘Beli rumah nanti saja kalau sudah nikah. Kalau sudah rejekinya, nanti juga bisa kok…meski mungkin harganya beda dengan sekarang’.

Kalian semua sepakat kan, kalau investasi property itu bagus banget? Bahkan teman saya ada yang sampai buka usaha kontrakan di Jakarta sebagai bisnis sampingan.

Digoda Asuransi Investasi

Di kantorku lagi ramai prospekan asuransi sekaligus investasi. Kalau dengar cerita para membernya sih, ngeriiii…deh. ya nggak separah Dimas Kanjeng juga gandain uangnya, intinya sih makin kita punya banyak member…kita dapat komisi banyak gitu.
Nah, yang model member-memberan dari dulu aku kurang sreg. Entah ya, bukan cuma soal legalitas di agamaku…tapi ya kurang nyaman saja.

Nggak Ngerti Cara Ngatur Duit

Saya mengakui, perihal literasi keuangan masih sangat minim. Cuma tahu pepatah ini:

‘hemat pangkal kaya’. 

Dan satu lagi, penggalan syair lagu jaman kecil.

‘bang bing bung yook kita nabung, bang bing bung hey…jangan dihitung…tau-tau kita nanti dapat untung’. 

Hehehe yang bacanya sambil nyanyi, kita seumuran nih. Tingkat literasi keuangan kita hanya 24%, padahal Jepang 60%. Jadinya apa? Kita kurang refleks dengan kondisi keuangan yang ada.
smilewith me, yuk atur uangmu, sinarmas, warung blogger
ini di Jakarta Digital Corner

Pada suatu pagi yang mendung di Jakarta, saya datang ke event yang diadakan Sinarmas MSIG life. Acara ini bertajuk ‘yuk atur uangmu‘ yang menghadirkan praktisi financial planer. Awalnya saya berpikir, hm…palingan isi acara nggak akan jauh dari prospekan asuransi. Ternyata salah besar pemirsah, justru ada hikmah tersembunyi di baliknya. Apa saja itu?

Menabung Harus Punya Tujuan

Selama ini saya cuma tahu nabung itu baik, hemat pangkal kaya. Ternyata, menabung harus punya tujuan yang jelas. Buat transaksional, Emergency, atau Kebutuhan jangka pendek? Produk bank ada macem-macem, sesuaikan dengan tujuan tersebut. Tabungan hariankah, tabungan rencana, atau deposito. Jangan menaruh semu telur di 1 keranjang yang sama.

Inilah Perencanaan Keuangan Yang Baik

smartmoney games, financial planning
mirip banget monopoli kan?

Di acaranya sinarmas msig life itu, saya dan para blogger lain memainkan smart money games. Mirip banget sama monopoli. Dalam satu kelompok ada beberapa orang yang menjalankan berbagai profesi. Setiap orang punya alur keuangan yang berbeda-beda termasuk aset, investasi, serta hutangnya. Tujuan dari permainan ini adalah untuk literasi keuangan. Siapa yang menang? Yang persentase hutangnya menurun paling banyak dan asetnya bertambah.

yuk atur uangmu, sinarmas msig, smile with me, pengaturan keuangan, financial planing
Profesi yang saya jalankan adalah sebagai pengacara dengan rasio kekayaan 43% dan sisanya hutang hehhee. Ketika dadu di gelindingkan, maka semua mulai berjalan dari start. Tiba di kotak ‘gajian’ artinya kita dapat uang cash. Tiba di kotak PHK artinya kita tidak berjalan 1 putaran permainan. Yang paling menyedihkan adalah jika tiba di kotak musibah. 50% dari uang cash kita harus dibuang. Tapi, kalau kita pernah beli asuransi maka hal ini tidak akan terjadi.

smart money games, yuk atur uangmu
sudah main, susah berhenti

Selain kotak tersebut, ada juga kotak Oye. Disitu kita mendapatkan sesuatu, misal saham. Ada juga kotak wow yang isinya pilihan investasi serta usaha. Mau nggak mau saya harus mengeluarkan uang cash lagi jika tiba di kotak oops. Waktu itu judulnya melakukan service kendaraan.

Setelah mengalami kejadian musibah, saya mulai berpikir bahwa punya uang cash banyak-banyak itu nggak perlu. Jadi, saat ada penjualan saham…saya beli banyak-banyak deh. Buka warnet dan buka usaha donat juga saya lakukan untuk menambah aset.

Eh ternyata lumayan banget hasilnya, bisa buat bayar hutang-hutang sekalian ningkatin aset. Sebenarnya, itu kan yang disasar dari sebuah financial planning? Ini, vlog keseruan main smart money games.
Dilabeli telat nikah oleh lingkungan, ada baiknya juga sih. Saya jadi bisa jalan lebih jauh, mencoba lebih banyak hal, dan belajar lebih banyak. Menikah bukan sebuah life goals, tapi itu adalah fase dalam kehidupan yang harus dipersiapkan.

yuk atur uangmu, financial planing, smile with me, sinarmas msig,

Setelah memainkan smart money games, saya bertekad akan lebih berani untuk meningkatkan aset. Lewat apa? sepertinya sih ke property seperti tanah. Jangan lupa, asuransi dong. Sudah dapat modal asuransi si Peci, berupa asuransi jiwa dari Sinarmas MSIG life untuk satu tahun. 

  1. Jujur nay aku baru tahu umurmu habis kamu imut sih… aku kurang ajar banget berarti manggil nay nay nay doang hahaha… Untuk beli rumah emang bujuk keluarga banget nay, jangan kayak aku yang main beli rumah eh sekarang malah ga ditempatin, agak nyesel sih udah diingetin ortu tapi yaudalah lah… banyak hal yang masih bisa dilkaukan.. bener katamu, nabung, asuransi dan investasi. Semangat!

  2. Btw kok ada kata telat nikah? Telat atau kecepetan mah relatip.
    Btw rumah mah dibdp aja. Kalo ga ditempatin ya dikontrakin, harga rumah pertahun naiknya min. 30% loh. Udahhhh dp aja. Hahahaha

  3. Waah ternyata Mbaknyaaaa lebih tua dari aku (=^ ^=) aku pikir seumuran mueheheheeh

    Beruntung banget ya kita dapet seminar gratis, kemudian dibekali dengan ilmu yang bermanfaat dan nisa diterapkan dikehidupan sehari-sehari

  4. Mau menikah sekarang, besok, ataupun memilih gak menikah itu hak setiap orang. Baiknya kita gak perlu usil mempertanyakan keputusan orang lain.

    Termasuk soal kamu bayar uang kosan yang bisa dijadiin cicilan. Aku sih gemes lho kalo ada yang komentar gitu. Rasanya jadi malas jawab kalo ada yang nanya hanya buat mencela.

    Mau sudah menikah atau belum, ngatur uang itu penting. Semoga kita bisa yaaa 🙂

  5. Nay, kontenmu bagus… tetapi aku kurang setuju sama judulnya, "Wanita yang telat menikah" apalagi yang menulis juga wanita. Literally, untuk orang-orang yang hanya suka membaca headline aja, you'll feed them ego. 😀

    **No offense yah Kaka Nay, ini murni pendapatku aja. 😀

  6. Duluuu aku anti ama asuransi mba.. Tapi skr, stlh sadar kalo aku memang boros bgt, susah nabung kecuali utk traveling, aku mulai mikir asuransi sbnrnya yg terbaik.. Makanya aku bikin beberapa, sekedar utk proteksi dan pegangan buat anakku kalo sampe ada kenapa2 ama orangtuanya ini :). At least bisa menjamin hidup mereka nanti.. Mikirnya dulu kan asuransi cm bisa dinikmati hasilnya ama ahli waris.. Tp skrg toh udh bnyk bgt produk asuransi yg juga sekaligus investasi jd bisa kita nikmatin juga. Ga cuma ahli warIs