Indonesia | Traveling

Berenang Dalam Kabut Telaga Sidringo

Oktober 14, 2016
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng
Orang sering menyebutnya kembaran Ranu Kumbolo di gunung Semeru. Dari foto yang beredar, saya mengamininya. Tak banyak yang tahu bahwa di kabupaten Batang ada tempat setenang itu. Langkah kaki telah membawa saya ke padang rumput yang konon sebelumnya adalah sebuah kawah. Rasanya tak percaya jika pijakan saya ini secara geografis masih berada di kabupaten Batang, Jawa Tengah. Terlebih saat tiba-tiba tubuh tertelan kabut pekat yang datang dari dataran tinggi Dieng. Magis, satu kata untuk menggambarkan pengalaman siang itu di telaga sidringo. Ketenangan tak terkira memasuki jiwa yang terbiasa terkena paparan bising kota.

Sebuah Patok Perbatasan

Ketertarikan saya pada Sidringo bermula saat perjalanan turun dari gunung Prau lewat jalur Dieng bulan Mei 2016 lalu. Saat itu saya melihat sebuah tugu kecil menyerupai patok bertuliskan “perbatasan kabupaten Batang dan kabupaten Wonosobo”. Seketika saya mengingat peta jawa tengah.
“emangnya…kita ini sekarang di wilayah Batang ya?”
“iya, daerah Gerlang, aku kemarin kan lewat situ dari Pekalongan” jawab teman mendakiku
“Gerlang? Yang katanya ada telaga itu bukan?”
“iya..yang itu…”
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng
Perbatasan sebelah selatan kabupaten Batang dengan Banjarnegara dan Wonosobo ternyata indah sekali. Jalur Dieng memperlihatkan semua itu, terutama hutan pinus berkabut mirip di film Twilight.

Camping Yang Gagal

Serombongan trip Dieng memutuskan akan kamping di telaga Sidringo bulan Juni. Apa mau dikata, rencana tinggal rencana. Kesibukan kembali memaksa kami menunda sampai entah kapan. Telaga ini memang sering digunakan untuk mendirikan tenda. Kebanyakan traveler mengejar sunrisenya Sidringo.

Panduan Menuju Telaga Sidringo

1| Persiapkan semuanya di pasar Bandar

Sebelum memasuki jalur sesungguhnya, motor harus dalam kondisi prima. Bensin full, ban tidak kempes, dan jangan lupa bekal makanan dan minuman untuk di jalan. Satu hal yang terlewat dari persiapan saya adalah jas hujan. Dengan sangat percaya diri, outer berbahan kain tipis menjadi pelapis badan.
Bandar merupakan kecamatan yang cukup ramai di kabupaten Batang. Letaknya sekitar 30 menit perjalanan dari arah Pantura Batang atau Pekalongan. Dari arah pasar Bandar, mengarahlah ke selatan. Ada papan penunjuk kok ke ‘Dieng’ tepat di perempatan pasar.

2| Masukilah Hutan Kecamatan Blado

Jalan lurus beraspal halus dengan pemandangan sekeliling yang indah akan menyapamu saat memasuki wilayah kecamatan Blado. Motor matic tidak akan mengalami kendala berarti di sini. Jembatan panjang Sibiting, rimbunnya hutan dengan aneka pohon besar pasti deh bikin pengen foto di tengah jalan. Berasa di Jepang atau Kanada gitu lah, hahaha.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng

3|Berhentilah di Tikungan Letter S Kembang Langit

Ketika kamu melihat ada rumah pohon dan sekelompok anak remaja berfoto selfie dengan latar belakang jalan beraspal berbentuk huruf ‘S’, itu artinya perjalanan telah memasuki desa kembang langit. Tempat itu selalu ramai didatangi kawula muda untuk mengabadikan diri dalam lukisan cahaya.

4| Temukan Jalan Beraspal Kebun Teh Pagilaran

Perkebunan teh Pagilaran adalah perkebunan pertama yang saya ketahui berjalan aspal halus nan lebar. Hampir semua perkebunan di Indonesia, jalan kebunnya menggunakan batu. Masih di daerah Kembang Langit, Pagilaran menghamparkan rona hijau yang mengingatkan saya pada Gunung Mas puncak pass Bogor.

5| Jangan Nyasar Ke Dieng

Memasuki kecamatan Reban, jalan makin terjal tapi indah. Bukan lagi sawah dan hutan pinus yang terlihat. Ladang kentang, kubis, dengan gubuk-gubuknya yang persis dengan wilayah Dieng. Udara makin basah, bahkan sesekali kabut menghadang kami. Saya sempat was-was karena gerimis tiba-tiba turun. Nggak bawa jas hujan nih, tapi nanggung kan kalau mau balik.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng
Desa-desa yang seakan menggantung di awan selalu membuat saya takjub. Kubah masjid di kejauhan dan….jeng-jeng…menara BTS berdiri di atas sebuah bukit. Yeah, sinyal aman dan tentram selama perjalanan.
Di perempatan desa Gerlang, saya dihadapkan pada pilihan arah. Belok kiri adalah ke Sidringo dan lurus untuk lanjut ke Dieng. Perempatan ini cukup ramai, sepertinya adalah pasar desa sebab banyak yang berjualan.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng

7| Wonopriyo, Kampung Terakhir

Dari perempatan desa, jalan semakin terjal. Bukan lagi batu atau beton…ini semacam kubangan. Beruntung, motor matic kuat meski hujan mulai mengguyur jalanan. Karena hari itu kebetulan jumat, kami berenam memutuskan singgah sebentar di kampung wonopriyo sekalian untuk menunaikan sholat jumat.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng
Tepat pukul setengah 12 siang, motor merapat di sekitar masjid. Perjalanan dari kecamatan Bandar ke Wonopriyo memakan waktu satu jam. Rasanya lama sekali sebab medannya memang sulit.
Udaranya dingin sekali, seperti ketika berada di gunung prau. Ketinggiannya memang hampir sama yaitu di atas 2000 mdpl makanya hidung kok perih buat nafas. Jangan ditanya bagaimana rasanya wudhu di sana, uh,,,kayak pakai air kulkas. Lantai masjid saja basah berembun gitu.

8| Berjalan Atau Nekat Berkendara

Berdasarkan cerita ibu pemilik warung kopi yang saya temui, telaga Sidringo hanya setengah jam lagi menggunakan motor.
“bu…kalau pakai mobil kuat ngga kesana?”
“kuat sih, tapi mobil offroad mbak” jawab si ibu.
Warga wonopriyo saya lihat sih banyak yang memiliki mobil sejenis minivan. Sesekali truk juga turun dari wilayah yang lebih atas. Itu artinya, jalanan bisa dilewati roda empat asalkan pengemudinya handal.
Di depan warung, banyak lalu-lalang orang-orang kampung sini berkendara naik motor trail. Iya, tidak ada penampakan motor matic seperti punya saya. Tapi, nekat sajalah daripada jalan kaki kan lebih lama.
Andai jalannya sudah aspal halus, palingan 10 menit sampai kok di telaga sidringo.

9| Titipkan kendaraan di tempat yang aman

 “pak…motor aman di sini?”
“aman…”
“bapak jaga 24 jam?”
“engga,,kalau ada yang kamping sih 24 jam..tapi kalau engga ya sore pulang”
“banyak yang kamping?”
“biasanya sabtu minggu sih banyak”
Itulah obrolan saya bersama seorang bapak yang menjaga motor. Cukup 3000 rupiah si bapak meminta tip. Bukan tempat parkir sih, tapi semacam tanah rata saja. Tidak ada loket tiket atau pos perijinan. Masuk sih masuk saja, jadi…jaga diri masing-masing ya.

Kaldera Tetangga Candradimuka

Lima menit dari tempat menitipkan motor, mata saya dikejutkan oleh hamparan air di bawah padang rumput yang berada di tengah bukit. Seumur hidup, inilah pertama kali saya menyaksikan tempat seperti ini.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng
Telaga Sidringo merupakan kawah kaldera bekas letusan gunung. Ternyata, tempat ini dekat dengan kawah Candradimuka Dieng. 10 tahun lalu saya pernah melemparkan batu di sana. Konon, kalau kita bisa melihat jatuhnya batu tersebut maka kita akan kaya raya hehehe.

Berenang Dalam Kabut

Dari padang rumput di bukit tunggangan, kami turun untuk mendekat ke telaga. Rasanya, telinga ini berada di mode ‘mute’. Senyap, tenang, detak jantung saja terdengar. Kabut menggulung perlahan dari arah dataran tinggi dieng lalu hilang di utara.
Sekali lagi, saya tak pernah merasakan berada di tengah kabut semacam itu. Makin lama, kabut berubah menjadi titik air. Itulah yang sering saya sebut gerimis. Subhanallah, magis sekali rasanya.
Tak ada tempat atau pohon untuk berlindung. Kami berenam kembali ke tempat penitipan motor. Ternyata, bapak yang menjaga di sana menyiapkan tenda kecil dari terpal. Lumayan banget lah untuk neduh karena hujan turun sangat deras.

Lokasi

Ini peta jika kamu ingin ke Telaga Sidringo juga.

Akan kesini lagi

Terlampau sayang jika kamu ke Sidringo hanya sebentar dan tanpa melihat sunrisenya. Sebaiknya kamping saja sambil bawa mobil offroad. Wow, pasti akan jadi pengalaman sangat menarik. Meski hujan dan lelah di motor, saya tidak kapok. insyaAllah akan kesini lagi suatu saat nanti.
Telaga sidringo, sidringo, batang, visit jawa tengah, lomba blog visit jateng