Caraku Sembuh dari DBD dan Tifus Tanpa Opname

Theragran-m, multivitamin theragram, pulih dari sakit, dbd, tifus
Merantau sudah saya lakukan kurang lebih 9 tahun ke belakang. Selama jauh dari keluarga, tak pernah tubuh ini dimasuki selang infus. Beberapa waktu lalu, demam berdarah dan tifus menghampiri tanpa saya sadari. Tiket untuk pulang kampung sudah hampir dipesan, untunglah dokter menyatakan saya tidak perlu opname. 

Anak kost

Namanya juga anak kost, sering cuek dengan pola hidup terutama konsumsi air putih dan buah. Ditambah lagi saya tinggal di perumahan kawasan Industri yang polusinya tidak hanya mencemari hidung namun juga makanan yang saya konsumsi. Untuk makan memang lebih sering membeli daripada membuat sendiri. Apa iya air yang digunakan untuk mengolah makanan bersih? Apa iya bahan makanan tersebut sehat? Semuanya tidak bisa saya kontrol. 

Demam tak terduga

Dini hari itu saya sedang menulis postingan untuk blog ketika tiba-tiba telinga terasa berdenging. Badan limbung dan seperti hilang keseimbangan. Paginya saya masuk kerja seperti biasa dengan kaki yang pegal sekali. Masih bisa berpikiran positif bahwa semua itu hanya karena kelelahan setelah seminggu sebelumnya roadshow kondangan Cilacap-Depok.
Siang harinya, badan semakin tidak karuan sehingga saya minta ijin untuk pulang cepat. Rumah sakit depan kompleks adalah yang saya tuju. Kebetulan, untuk dokter umum antriannya tidak begitu panjang. 
Masuk ke ruang dokter, saya menceritakan segala yang dirasakan termasuk soal kaki yang lemas. Dokter lalu melakukan observasi. Ternyata, panas tubuh saya 39 derajat celcius lho. Pantas saja telinga terasa tidak nyaman dan badan limbung. Setelahnya, saya dipersilakan melakukan tes darah lengkap dan menunggu hasilnya. 

DBD dan Tifus

Kurang labih setengah jam kemudian nama saya dipanggil masuk ke ruang praktek dokter. Hasil uji lab sudah di tangan beliau. Dengan senyum tersungging, si dokter bilang
“benar kan…dugaan saya. Nih lihat trombosit kamu sudah turun, masih dalam batas normal sih..tapi ini patut dicurigai. Gejala DBD kamu,,, kalau tifusnya positif”.
“trus dook..?”
“Besok kamu kesini lagi, cek darah lagi,,, kita pantau 3 hari kedepan”.
Theragran-m, multivitamin theragram, pulih dari sakit, dbd, tifus
Hasil uji lab
Memang benar, DBD itu tidak bisa terdeteksi seketika saat penderitanya mengalami demam. Siklus trombosit pelana kuda adalah yang dikhawatirkan oleh pasien. Maksudnya, kondisi ketika seakan badan sudah sehat tapi ternyata itu adalah fase kritis. 

[Hari Pertama] Tak harus opname

Mungkin karena fisik saya masih kuat bahkan tertawa hahahihi, dokter tidak menyuruh opname. Ini sebenarnya enak sih, karena tidak harus diinfus hehhee. Nggak enaknya, sebagai anak kost saya harus berjuang sendiri menaikkan trombosit di luar memulihkan badan yang positif tifus.

[Hari Ke-dua] Trombosit makin Turun

Keesokan harinya, sesuai petunjuk dokter saya kembali melakukan pengecekan darah. Hasilnya mengindikasikan gejala DBD yang semakin jelas. Trombosit drop tapi badan saya tetap segar. Mungkin ini juga yang kembali membuat si dokter menyuruh saya istirahat di rumah saja. 
Dokter memberikan pilihan, jika hari minggu trombosit saya makin turun…maka opname adalah kewajiban. Jika tidak, observasi selesai dan saya cukup menjalani pola hidup sehat selama pemulihan.

[Hari Ke-tiga] masuk UGD

Hari ke-3 observasi ternyata jatuh tepat hari minggu. Tidak ada dokter praktek, mau tidak mau saya melakukan pengecekan darah via dokter UGD. Serem banget ya hawanya ruangan UGD itu, tapi daripada saya periksa hari senin…kelamaan kan. 
Hasil tes keluar, alhamdulillah trombosit saya jauh lebih baik dari hari pertama. Jika saya bandingkan dengan hasil medical check up akhir tahun lalu, kurang lebih sama. Im FIT, mari piknik lagi hehhee. 

Yang Dilakukan Selama Masa Observasi

Selama masa observasi tiga hari yang alhamdulillahnya tidak harus opname, saya melakukan beberapa hal berikut ini:

Gelonggong jus jambu

Sepulang dari rumah sakit, saya tidak membeli jambu merah. Secara ya, di kostan tidak ada blender…hiks. Mau beli jus pinggir jalan malah ngeri kotor dan banyak gula. Akhirnya, jus botolan adalah pilihan saya. Udahlah yang penting judulnya ‘jus jambu sehat’.

Tidak makan pedas dulu

Ini yang sulit, tidak makan pedas. Padahal kalau lagi demam, inginnya makan bakso pedas gitu kan. Bubur adalah pilihan terbaik, meski aroma nasi rendang sangat menggoda. 

Santai Kayak Dipantai, Selow kayak di Pulau

Kebetulan hari pemeriksaan pertama saya itu jumat siang. Jadi, keesokan harinya bisa istirahat total di kost. Beda dong ya rasanya tiduran saat weekend dan weekday itu. Saya benar-benar mencoba santai demi pulihnya kondisi badan.
Theragran-m, multivitamin theragram, pulih dari sakit, dbd, tifus

Menghabiskan resep dokter

Karena kondisi masih dalam tahap observasi, dokter hanya meresepkan paracetamol untuk menurunkan demam. Sekali minum, alhamdulillah badan sudah agak segar. Apalagi malam harinya saya tidur dengan sangat pulas. 
Theragran-m, multivitamin theragram, pulih dari sakit, dbd, tifus
Kabut gunung
Kamu punya cerita soal pemulihan pasca sakit? Yuk share.

78 Replies to “Caraku Sembuh dari DBD dan Tifus Tanpa Opname”

  1. kalau dbd aku milih dirawat deh, ngeri, nah dulu pas kena typus aku gak dirawat, cuma menghabiskan waktu sebulan perawatan di rumah, hasilnya aku ketinggalan banyak mata kuliah statistik

    1. Wahdooh metode statistik. Mba Ev pasti jago ni

  2. Untung ga sampai dirawat ya. Yang penting itu masa pemulihannya supaya gak sakit lagi.

    1. Iya Li…alhamdulillah langsung piknik lagi

  3. Kena dbd atau typhus keludian kudu opname itu emang gk enak banget. Trakir kena gejala thypus sih, alhamdulillah gk sampe opname.

    Kena Thypus kan belum boleh yg berserat dulu ya, alhasil minum miltivitamin juga untuk memulihkan energi dan tenaga.

    1. Dilema juga ngejus apa engga…akhirnya ngejus

  4. sakit ini tuh gaboleh makan macem2
    tapi justru makin pengen makan yang aneh2 :p

    1. Pengen seblak ceker pinggir jalan haha

  5. aku sih mendingan opname rulnay kalo sakit ini, biar bisa bedrest maksimal dan ada yang jagain (alias susternye) gaperlu bingung cari makan pun

    1. Aku takut infus Nin

  6. Wahh.. sakit tapi jauh dari keluarga tu rasanya kiamat dehh.. Takutnya kalau ada apa2 di kosan dan enggak ketauan yg lain. Tapi untungnya bisa terlewati dengan baik ya.. Sehat selalu! 🙂

    1. Engga banget dan gmau lagi kayak gitu…heuheu

  7. Hebat yah bisa gak diopname.. nice post mam. Kindly mampir di psotingan terakhir aku ya 🙂 Thank you.

    1. Makasi sudah membaca ya…

  8. anaknya teman kantor saya juga sedang sakit dan dirawat, sakitnya sama DBD dan tifus, tapi katanya gak boleh minum jus jambu dulu, karena ada tifusnya. trombositnya memang anjlok