Hapuskan saja upacara bendera?

makna upacara, makna upacara 17 agustus, upacara 17 agustus

Pagi itu sebuah pesan singkat
masuk ke smartphone saya. Ternyata dari seorang adik tingkat kuliah, sebut saja
namanya Budi. Jika biasanya isi chat seputar kegalauan dengan para gebetannya,
kali itu sungguh berbeda. Dia tiba-tiba saja bertanya seputar upacara bendera
di hari besar nasional dan hari senin. Jujur saja saya tidak pernah memikirkan
perihal mengapa kita harus upacara setiap senin di sekolah atau mengapa hari
besar nasional selalu dirayakan dengan upacara juga. Terlebih upacara 17
Agustus yang terasa sangat sakral. Apakah semua ini bermakna? Apakah tidak kita
hapuskan saja dan diganti sesuai selera jaman? Yuk cari tahu makna tersembunyi dari kegiatan upacara 17 agustus. 

Pertanyaan Budi

Begini isi chat antara saya dan
Budi pagi itu.
“mbak, mau tanya. Kenapa ada
upacara bendera? Dan kenapa harus dilakukan saat hari besar nasional?”
“karena Rangga balikan sama
Cinta” jawab saya asal sebab tak berpikir bahwa Budi bertanya serius.
“ini aku serius”
“Ya mungkin sih biar kita ingat
peristiwa-peristiwa di masa lalu, dan itu adalah salah satu warisan budaya
nenek moyang. Kita terbiasa ‘slametan, bancakan’ pada hari-hari besar. Di luar
negeri tidak ada kayaknya ya”
“upacara bendera merupakan budaya
Indonesia ya mbak?”
“menurutku gitu, kita sudah
terbiasa menyembah-nyembah benda dari zaman nenek moyang dan terbiasa melakukan
upacara adat”
“kalau kita mau menghapus upacara
bendera menurutmu bagaimana?”
“Jangan dong. Itu berarti
menghapus budaya. Kalau tidak ada upacara bendera…kapan aku nyanyi Indonesia
raya? Soalnya, kita kan perjuangannya ratusan tahun buat jadi begini. Kalau
tidak mau menghormat ke bendera ya monggo…tapi biarkan upacara tetap lestari”
“menyanyikan lagu Indonesia raya
kan tidak harus saat upacara. Atau ada aturannya? Wah musti buka Undang-undang
45 nih”
“by the way, kamu kenapa mau
menghapus upacara?”
—–chat terputus—–

Makna Upacara 17 Agustus

Buat Budi, Yuk cari tahu makna tersembunyi dari kegiatan upacara 17 agustus  semoga kamu baca tulisan ini ya.

1| Mengenang jasa pahlawan

Terkesan klasik banget kalimat
ini. Tapi percayalah, bahwa kemerdekaan kita bukan merupakan sebuah pemberian.
Kakek moyang kita angkat senjata dan mengorbankan segalanya untuk sebuah kata,
kemerdekaan. Dibandingkan dengan perjuangan mereka apakah pantas bagi kita
untuk mengeluh hanya karena diharuskan mengikuti upacara bendera dihari yang panas?
Jawaban ada di tanganmu.

2| meningkatkan nasionalisme

Bergetar nggak sih tiap nyanyi
lagu Indonesia raya. Jangan jauh-jauh deh, misal kita nonton upacara 17an dari
TV melihat bendera dikibarkan tim paskibraka saja sudah mau nangis. Getaran itu
namanya bukan jatuh cinta, tapi nasionalisme atau patriotik feeling. Bukankah
nasionalisme ini yang kita khawatirkan akan segera pudar?

3|melatih kedisiplinan

Tertib dan disiplin adalah ciri
dari upacara. Bahkan saat jaman sekolah kita biasa pakai seragam baru demi
upacara 17 agustusan. Yang biasa sepatunya dekil mendadak kinclong karena habis
dicuci. Kedisiplinan awalnya memang harus dipaksa agar menjadi kebiasaan.

4| meningkatkan kemampuan
bekerjasama

Upacara tidak ada yang
dilaksanakan sendiri. Sejak hari kemerdekaan, upacara pengibaran bendera
dilakukan berkelompok. Meski bisa saja hanya satu orang yang membawa dan
mengibarkan bendera. karena apa? Karena para pahlawan mengusahakan kemerdekaan
secara bersama-sama.
Jadi, apakah kamu sudah tahu
makna upacara 17 Agustus? Kalau rasa nasionalismemu mulai terasa hambar, coba
deh dengarkan lagu Tanah Air atau Indonesia Raya. Mau yang kekinian? Lagu
Bendera nya Cokelat boleh juga lho.

Merdeka!

this is a sponsored post, read disclosure on this blog

21 Replies to “Hapuskan saja upacara bendera?”

  1. setuju mbak. masih bergetar hati ini. bahkan ikut mendoakan agar upacara lancar. gimana juga, itu show-off kita ke dunia bahwa kita masih ada.

    1. Terharu banget ya..mba.

  2. Benefit upacara bendera : menghapal pembukaan uud45 secara doktrinasi. Tiap hari senin denger, lama2 apal ahahahaha
    Aku kangen upacara.

    1. Bettuul banget. Lagu2 juga

  3. Rach Alida Bahaweres says: Balas

    Kalau lihat perkembangan saat ini, kayaknya nggak mungkin melupakan jasa para pahlawan, mba 🙁
    Aku setuju pengibaran bendera masih tetap ada, mba 🙂

    1. Iya…sepakat banget kan. Hemm…jangan sampai anak2 yang sekarang masih kecil2 g ditanamkan nasionalism

  4. Kalo aku, tetap mendukung pelaksanaan upacara bendera, baik yang setiap hari Senin di sekolah-sekolah atau pada occasion2 tertentu. Kenapa? Karena untuk ke 4 poin di atas itu. Setuju dengan tulisan ini, Nayah! Keren deh!

  5. Heryani Syafitri says: Balas

    Setuju sama poin-poinnya Mbak 😀
    Kangen ikutan upacara bendera 🙂

  6. Siti Mudrikah says: Balas

    Dulu aku gak suka setiap senin harus panas2an upacara bendera, sering pingsan juga pas upacara.
    Tp tadi pas liat pengibaran bendera berasa merinding, udh lama gk ikut upacara.

  7. Siti Mudrikah says: Balas

    Dulu aku gak suka setiap senin harus panas2an upacara bendera, sering pingsan juga pas upacara.
    Tp tadi pas liat pengibaran bendera berasa merinding, udh lama gk ikut upacara.

    1. Nah pas udah gedean baru nyadar ya kita heuheu

  8. Chela Si Guru Kecil says: Balas

    saya setiap senin upacara, hari2 besar nasional juga kalau ada upacaara ya upacara..suka heran juga masih banyak yg nyinyir makna upacara itu apa. poin ke 4 saya setuju banget mbak ^_^

    1. Karena mereka belum tau ya mba…

  9. Mirna Kei Rahardjo says: Balas

    aku aja pengen banget ikut upacara masak mau dihapuskan haduuuh

    1. Iya jangan sampai ya Mir

  10. Beberapa teman saya yang kuliah bilang kalo kampus mereka ada upacara 17an. gatau sih gimana upacaranya tapi saya pikir itu bagus sekali.

    1. Iya di kampusku juga..tahun pertama wajib upacara

  11. Salah satu tindakan yang mungkin kecil bisa kita lakukan untuk menghargai perjuangan bangsa, dan memupuk nasionalisme sedini mungkin. Salam kenal mba…

    1. Makasih ya sudah berkunjung. Salam kenal juga…

Tinggalkan Balasan