sponsored

Engineer under cover: Inilah sepatu favorit kami

Agustus 13, 2016
sepatu casual kece (sumber: www.mapemall.com)

Sepertinya saya memang
ditakdirkan untuk tak jauh-jauh dari sepatu berwarna hitam dengan potongan
maskulin. Ketika sekolah, kebijakan di SMA adalah mewajibkan siswa-siswinya
menggunakna sepatu hitam bertali. Hitamnya polos ya, nggak boleh bermotif
apalagi berpita-pita lucu. Ketika teman-teman dari sekolah lain bebas memakai
flat shoes unyu dan berkaos kaki warna-warni, saya hanya mengamati dari kejauhan. Sepatu
sekolah saya terasa membosankan dan jauh dari kesan cantik. Di perguruan tinggi
tentunya tidak ada aturan seperti itu, sejenak saya bebas menentukan style alas
kaki. Kenapa sejenak? Karena di tempat kerja ternyata saya diwajibkan memakai
safety shoes yang lebih mengerikan bentuknya dibanding sepatu SMA saya. Oktober
tahun ini tepat 5 tahun saya kerja sebqgai engineer. Itu artinya ada berapa jam yang saya
habiskan bersama safety shoes? Meski begitu, safety shoes adalah jenis sepatu
favorit kami para engineer.

Apa sih safety shoes?

Safety shoes itu sepatu yang
menjamin keamanan kaki kita secara penuh. Di bagian depannya terdapat logam
yang melindungi mata kaki. Ya namanya juga engineer, bahaya ada dimana-mana.

Safety shoes juga cantik?

Untuk karyawan wanita, disediakan
sepatu yang desainnya serupa wedges pendek. Tapi tentu ini kalah cantik dengan
sepatu kasual wanita Mapemall .

Wajib pakai ya?

Itu adalah kebijakan yang sudah
tertulis di peraturan kerja bersama. Bisa sih lolos dari gate pemeriksaan
security jika mau, tapi itu sama saja membiarkan diri sendiri dalam bahaya.
Bukan bahaya kena surat peringatan saja lho, tapi juga bahaya ke fisik kita.
Engineer di perusahaan manufaktur
tentu beda kebijakan keselamatannya dibanding engineer di perusahaan software
misalnya. Saya sebagai junior yang masih newbie ini hanya bisa mematuhi.

Sepatu ganti

Ada loker yang bisa digunakan
jika kita ingin mengganti sepatu. Tapi saya lebih nyaman pulang-pergi masih
memakai safety shoes. Karena apa? Nggak yakin deh kaki aman kalau naik motor
pakai flat shoes.

Suka-duka bersama safety shoes

Yang saya ingat di hari pertama
memakai safety shoes adalah kaki lecet. Ya bagaimana tidak, waktu itu masih
masanya on the job training dan saya harus keliling factory. Jalan di area
puluhan hektar dengan sepatu seberat itu tentu membuat saya kerepotan.
Sekarang saya tidak pernah lagi
beli kaos kaki mahal. Beli saja yang 5 hari pakai langsung buang. Hah? Percuma
dicuci lagi, karena di minggu ke-2 pemakaian biasanya sudah berlubang. Memang
keras banget lho bagian dalam safety shoes itu.
Ada pengalaman lucu yang pernah
saya alami ketika mengenakan safety shoes. Suatu saat kondisi jalan sedang
sangat macet. Ternyata penyebab kemacetan itu adalah ada mobil parkir
sembarangan. Dengan emosi di ubun-ubun, ketika berada tepat di samping mobil
tersebut saya menendang body mobil. Ternyata tindakan impulsif itu menimbulkan
suara yang cukup keras karena bertemunya logam di ujung sepatu dan mobil.
Untung saja alarm mobil tidak berbunyi dan mobil tidak penyok.

Masih doyan belanja sepatu?

Yaiyalah. Sudah naluri wanita
geregetan kalau lihat sepatu atau tas lucu. Sepatu kasual wanita mapemall  warna monokrom tanpa tali dengan sedikit tambahan alas
adalah yang sedang saya incar. Barangkali ada yang mau ngasih gift itu, boleh
banget lho hehhee.
Itulah salah satu fakta dari kehidupan
engineer di perusahaan manufaktur. Meski saya wanita dan merasa cantik kalau
pakai wedges warna nude, ya tetap saja keselamatan adalah yang harus diutamakan
ketika berada di factory. Jika bukan kita sendiri, siapa yang bisa menjamin. Di
luar kerja, masih ada kok kesempatan bergaya dengan beraneka macam alas kaki
sesuai dengan kondisi dan selera kita.
Fakta apa lagi yang ingin kamu
tahu dari dunia engineer?
*this is a sponsored post, read disclosure on this blog

  1. Aku juga punya sepatu seperti itu. ada logam diujungnya demi keamanan kaki saat tertimpa palet.
    Berat dan kadang lecet jika tidak pakai kaos kaki tebal. Memang seperti itu.

Tinggalkan Balasan