Blogger Baru Kok Mendapat Sponsored Post?

sponsored post, blogging tips, blogging, tips ngeblog

Saya blogger baru, belum setahun
rasanya memiliki domain sendiri dan bergabung di beberapa komunitas blogger. Meski
ngeblog sejak masanya platform multiply dengan niatan iseng dan ikut-ikutan
orang, akhirnya tahun 2015 adalah awalan saya. Sebuah awalan untuk serius
menjadikan media blog sebagai tempat berkreasi, menjalin relasi, menebar
inspirasi, dan tak dapat dipungkiri ternyata juga menghasilkan rezeki.
Sebelumnya, saya tak pernah menyangka akan masuk dalam dunia blogger yang ingar
bingar ini. Minggu lalu, ada pesan singkat dari teman yang menanyakan soal asal
muasal postingan bersponsor di blog ini. Saya tidak akan menuliskan teori monetize
blog ala blogger senior kok, cukup cerita sederhana dari sisi seorang blogger
baru.

Tentang Penawaran Kerjasama

Siang itu, sebuah pesan masuk ke
smartphone saya. Dari seorang teman blogger ternyata. Begini kurang lebih chat
kami.
“Nay, kamu kan sering nulis
advertorial di blog. Nah, itu caranya kamu dapat email permintaan dulu atau
sukarela?”
Seminggu kemarin memang saya post
beberapa artikel bersponsor di label “advertorial”. Di akhir postingan saya
tuliskan bahwa itu merupakan postingan bersponsor.
“aku dapat penawaran kerjasama
mba, lewat agency, dari brandnya, via email.”
Ketika menuliskan postingan
bersponsor, memang di akhir artikel saya tambahkan informasi mengenai hal itu. Berbeda
dengan postingan ‘review sukarela’ meski bercerita soal produk, saya tidak
menambahkan tulisan ‘sponsored post’.
“ooh..gitu. emailnya japri (jalur
pribadi) ya? Aku pernah daftar Sxxxx (salah satu komunitas yang menjembatani
brand dan blogger) tuh, hampir tiap hari ada email masuk yang isinya penawaran
nulis advertorial post. Tapi, email tersebut dikirim dari auto email…apa
seperti itu?”
“bukan mba. Saya juga daftar di Sxxxx
itu. Tapi sponsored post yang kemarin bukan dari sana, kebetulan langsung
dikirimi email dari agency.”

Domain Berbayar

Chat berlanjut…
“kalau sampai dikirimi email
pribadi gitu berarti blognya sudah terkenal dan ramai ya Nay?”
“aku mulai sering dapat email
penawaran kerjasama setelah ganti domain dot com mba.”
Top level domain (TLD) alias
domain berbayar memang jadi dilema ya. Inginnya kita ngeblog itu abadi, tulisan
tetap ada dan dapat diakses meski kita tidak ngotak atik blog…apalagi bayar
domain. Teori dari para blogger senior mengatakan “TLD lebih disukai brand, dan
ini adalah modal untuk monetize blog”. Kebukti? Iya. Sudah saya buktikan.
Soal domain ini, saya masih pakai
hostingan blogspot kok. Jadi, saya beli nama domain saja. Murah meriah lho say,
cara pasangnya juga dibantu dari yang jualan kalau kamu takut kerepotan karena
merasa gaptek.

Sering Ikut Lomba

Ini sih teorinya belum valid,
karena masih berdasar pengalaman saya saja. Ikut lomba apalagi dari brand
besar, itu ngefek banget. Bukan cuma soal kita jadi belajar cara nulis yang
enak dibaca, cara berkompetisi, tapi juga blog kita jadi dikenal.
“kalau ikut lomba-lomba…aduh
aku banyakan kibasin bendera putih” kata si teman blogger.
Nggak harus menang kok, yang penting
kita ngasih tulisan terbaik kita. soal menang, itu tergantung dengan saingan
juga dong ya apalagi kalau ‘si blogger andalan menang lomba’ ikutan. Nah, saat
ikut lomba kita juga bisa bandingkan dengan blogger lain. Ketika membahas topik
yang sama, bagaimana sih sudut pandang blogger lain? Sedalam apa analisanya? Seniat
apa penyajiannya?
Beberapa email penawaran
kerjasama datang setelah saya ikut beberapa lomba. Silakan buktikan.


Sharing di sosial media

Blogger manapun sepakat akan hal
ini. maka beramai-ramailah para blogger meramaikan jagat sosial media saya. Punya
akun sosmed A-Z tidak akan berguna kalau kitanya “malu” untuk berbagi.
“Aku masih ada mental block
malu-malu, mau kalau share ke sosial media” teman blogger saya ini mengakuinya.


Komunitas

 “oiya, misal kayak post Cxxxx (merek kosmetik)
itu ndaftar atau tiba-tiba dikirimi barang untuk direview?”
Beberapa waktu lalu jagat
perbloggeran Indonesia diguncang postingan sebuah produk pembersih wajah merek
CXXXX. Nggak cuma beauty blogger yang mereview pada waktu hampir bersamaan. Menjadi
keheranan bagi blogger yang tidak ikut mereview dong pastinya.
Jadi, waktu itu penawaran masuk
lewat sebuah komunitas blogger. Bagi blogger yang berminat untuk mereview
tinggal mendaftar saja dan barang akan dikirim ke alamat masing-masing. Setelah
mereview, ada hadiah juga bagi yang beruntung.
Pintu komunitas blogger kadang
juga dipilih brand untuk mendapatkan jasa para blogger. Bagi blogger baru,
komunitas blogger adalah tempat yang membangun banget. Saya merasa, titik balik
sebagai blogger itu setelah bergabung di Kumpulan Emak-Emak Blogger, Blogger
Perempuan, dan Fun blogging.
Berkomunitas bukan cuma soal
dapat penawaran job, tapi juga jadi kenal blogger lain, dan tanpa sadar kita
diajari untuk lebih Pro termasuk soal attitude lho. Banyak ilmunya kalau kita mau.
Awalnya saya kira komunitas hanya untuk share artikel dan saling blogwalking. Eh
ternyata, banyak lho event-event yang komunitas adain. Entah itu event dengan
brand, workshop, juga kompetisi.

Niche blogger

Penawaran kerjasama dari brand ke
blogger akan lebih mudah menghampiri blog berniche atau beraliran tertentu. Itu
adalah teori dari para master blogger yang saya amini. Saya percaya, nyatanya
memang begitu kok. Food blogger, beauty blogger, fashion blogger, travel
blogger, lebih mudah diajak untuk program afiliasi dengan brand. Misal afiliasi
antara brand e-commerce kecantikan SXXXX dengan para beauty blogger tuh
buktinya. Blogger yang berafilisasi dikirimi produk untuk direview setiap
bulannya.
Jadi bagaimana yang lifestyle
blogger? Blog yang isinya campur-campur masih bisa kok terkonsep dan mengundang
brand. Buat blogger baru seperti saya ini, belum terlambat buat ngerapihin
postingan ke beberapa label tertentu. Saya pernah membahasnya di postingan ini.

Step by step mendapatkan
penawaran kerjasama bagi blogger pemula

Jadi, apa yang saya lakuin sih
selama beberapa bulan ini?
1| Beli domain
2| nulis yang bagus, teratur,
terkonsep
3| jangan malu share ke sosial
media
4| berkomunitas, bersilaturami
lewat blogwalking juga
5| ikut lomba (yang sesuai minat
saja sih, ngga perlu maksa diikuti semua)
6| Kalau jenuh ngeblog, piknik
dulu …hehhee.
Semoga tulisan jujur saya ini
nggak terkesan menggurui atau normatif ya. Nggak salah kok kalau kita ingin
jadi dikenal, dibayar untuk hal yang kita suka, diberi penghargaan untuk yang
kita lakukan. Justru karena kita blogger yang masih baru…pas banget untuk belajar
dari para master yang baik hati dan selalu punya ilmu baru.
Tulisan soal ngeblog, bisa dibaca
di label Blogging ya.
Kalau ada step yang terlewat,
bisa ditambahkan di kolom komentar. Feel free untuk diskusi bareng demi iklim
blog yang makin asik di Indonesia.

105 Replies to “Blogger Baru Kok Mendapat Sponsored Post?”

  1. aku lupa dulu dapat pertama kali penawaran email seperti apa, tapi saya amini juga soal domain TLDnya.

  2. setujuuuu…
    tp aku pernah dpet dlu dr zxxxxx, pas blog aku blm .com, duuhh rasanya amazing bgd, skrg begitu ber .com alhmdulillh tawaran jg makin bnyak.
    tp masih kalah bnyak sih dr dikau mbk nay 🙂

    1. Wah masa sih mba. Rezeki sudah diatur…tenang saja.

    2. wah bener banget dulu aku pas belum .com ditawarin Zxxxxx senengnya minta ampyun, skg setelah ganti alhamdulillah mulai bertambah tawarannya walaupun sedikit2 😀

  3. Budy TravellingAddict says: Balas

    Oh begitu ya, beberapa kali saya juga mendapatkan tawaran seperti itu tapi ada beberapa sponsored post yang invoice nya gak cair2 🙁

    makanya kadang males kalo ada tawaran sponsored post

    1. Hehee asal ada perjanjian jelas sih. Kadang ada yang 30 hari setelah posting kan.

  4. Meninggalkan jejak Innayah, tengkiss :* :*

    Btw, most of the comments here talk about TLD ya? Jadi mengen-mengeni, tapi kayaknya masih belum masuk prioritas nih. Salah satu karena bbrp waktu lalu aq baca posting siapa gitu ttg ceritanya balik ke non TLD dg alasan jika nanti dia sudah tak ada, blog nya akan lebih 'abadi' dan bisa dibaca lebih banyak orang karena tdk perlu repot mengurus pembayaran. Makanya aq jadi masih bimbang mau TLD or menunda dulu.

    1. Itulah dilema dari TLd mba. Makanya bloger senior Mas DaniRachmat pernah bilang kalau item 'perpanjang domain' harus masuk di list surat wasiat

  5. Yasinta Astuti says: Balas

    Aku paling suka ikut lomba blog, karena jadi ada ide ngeblog dan termotivasi. Dan emg betul soal menang atau tidak ga jadi soal, yang penting do the best hehe

    1. Iya…kadang paa stuck gitu malah dapat ide gegara lomba.