sponsored

Lulusan SMK Tak Perlu Minder

Juli 15, 2016
Manfaat sekolah kejuruan, esemka, smk bisa
Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah sekolah buangan untuk mereka yang nggak lolos seleksi masuk SMA. Itu adalah fikiran negatif yang pernah saya percayai saat kelulusan SMP.

Jadi, SMK tidak ada dalam list sekolah idaman. Lulusan SMK tidak bisa melanjutkan kuliah, nanggung, dan suka tawuran. Beberapa waktu lalu, di desa saya berdiri sebuah SMK. Pun di desa-desa lain, SMK bermunculan dengan bermacam-macam bidang keahlian. Ternyata, pemerintah memang sedang gencar mengkampanyekan ESEMKA BISA sebagai cara mendapatkan SDM dengan skill siap pakai. 

Esemka, Smea, Dan Esteem

Jaman kecil sih masih sering dengarn istilah smea dan esteem. Sekolah menengah kejuruan memang hits banget di tahun 80an katanya. Jadi, oom dan tante yang sekarang kerja itu banyak yang hasil tempaan sekolah kejuruan. Tahun 90an hingga 2000an awal, stereotipenya memang esemka itu anak tiri.

Kamu dari esteem mana?

Ketika saya praktek lapang, salah stau tugas yang dilakukan adalah memeriksa tegangan listrik di mesin-mesin produksi. Sama teknisinya ditanya “kamu dari es te em mana mba?”. Saya hanya bisa tertawa sambil jawab “saya anak es em A pak…makanya masang kumparan motor aja belibet..hehe”.

Teman-teman yang di esemka

Lulus SMP, beberapa teman sekelas ada yang masuk SMK. Di Pekalongan, yang hits saat itu adalah SMK 1 (ini sekolahnya Dian Pelangi lho). Selain SMK 1, ada SMK Tekstil dan SMK dwija praja dengan jurusan otomotif juga sih yang cukup jadi incaran. Sedangkan saya, masuk SMA negeri dong sesuai dengan keyakinan bahwa SMA negeri lebih baik. Bagaimana dengan mereka saat ini? teman-teman yang milih SMK itu, sekarang sudah kerja mapan semua. Bahkan waktu saya masih kuliah, mereka sudah mulai merintis karir. Ada yang kerja di perusahaan, ada yang buka usaha sendiri.

Sarjana Engineering VS lulusan esemka

Saya kerja di perusahaan otomotif yang sangat dekat dengan dunia engineering. Sebagaian besar karyawan di sini lulusan SMK lho. Dan bagaimana dengan saya yang sarjana engineering? Sering kalah cekatan dalam hal teknis dengan mereka. Jujur, saya malu. Tapi itulah memang bedanya. Sarjana disiapkan cakap dalam hal manajerial, kalau SMK skill nya siap pakai. Meski saya dapat kuliah perbengkelan, motor bakar, praktikum terpadu mekanika dan bahan teknik, termodinamika, dan kawan-kawannya tetap saja anak SMK lebih jago. Okedeh kalau urusan bikin report, analisa, follow up sana-sini biar saya yang urus.
Seperti hari ini, ketika ada part mesin datang dari Jerman untuk keperluan maintenance minggu depan. Bukan saya yang memeriksa part tersebut, melainkan para lulusan SMK. Mereka lebih paham detil per partnya dibanding saya. Jika hasil inspeksi ada ketidakcocokan, baru deh tugas sarjana follow up ke si pengirim.

Baca: Suka duka female engineer

Rekan-rekan kerja saya itu, sepulang kerja banyak juga yang lanjut kuliah. Iya, jadi…jaman sekarang lulusan SMK juga bisa lanjut ke perguruan tinggi.
Meski di bangku kuliah juga ada praktikum, praktik lapang, KKN bahkan penelitian, ketika berbicara skill lapang…mendingan anak SMK atau anak diploma deh.

Ketika si adik ingin masuk SMK

Juli 2015 konsentrasi saya benar-benar terpecah karena adik saya keukeuh sumakeuh mau masuk SMK. Padahal saya sudah berusaha sekuat tenaga memaksa dia masuk madrasah aliyah yang cukup bergengsi. Dia bisa lolos seleksi di madrasah itu (fyi..seleksinya baca kitab gundul yang entah bagaiamana kisahnya saya nggak ikutan). Sesuatu yang dipaksa pasti nggak asik. Iya, saya salah. Dia nggak betah di madrasah dan tetap ingin masuk SMK. Well, akhirnya dengan berat hati pindahanlah adik saya ke SMK jurusan akuntansi. Bukannya saya masih tidak percaya dengan SMK, tapi yang saya khawatirkan adik saya itu hanya ikut-ikutan teman-temannya. Buktinya, setahun di jurusan akuntansi dan sudah saya coba fasilitasi dengan buku-buku kece agar kemampuannya ngga nanggung…eh dia malah bilang setelah lulus mau jadi perawat.

Sekolah kejuruan dan MEA

Skill adalah modal untuk bertarung di MEA (masyarakat ekonomi asean). Memilikih sekolah kejuruan yang baik adalah pilihan bijak. Tidak semua sekolah kejuruan memiliki fasilitas yang mumpuni, maka telitilah sebelum membeli. Kalau yang maunya SMA saja bagaimana? Ya tak jadi soal, soft skill bisa kok kita latih di manapun.
Kalau kamu lulusan SMK, jangan merasa minder deh sama sarjana.
  1. Mindset tentang SMK badung dan ga bener memang masih melekat y mba hehehehe entah kenapa terdiskriminasi karena paradigma dan mindset negatif padahal mereka justri setelah lulus siap pake.

  2. Adekku juga lulusan SMK Multimedia. Yah kalo sama dia dikit-dikit bisa belajar potosop atau minta dibikinin infografis, hihi.

  3. Menurutku balik lagi ke minat. Mau yang mengasah skill mending udah diarahkan ke SMK. Mau yang belajar ekonomi ya ke SMEA. Dan lainnya.

    Gak ada yang lebih buruk atau lebih baik kok. Asal sesuai aja sama kita.

    Itu sih menurutku 🙂

  4. SMK sekarang makin banyak penjurusannya, dan update dengan teknologi terbaru. Dan ternyata bagian MIS di kantorku tenyata sekarang banyak yang lulusan SMK, mereka selain jago di bidang hardware juga ahli di bidang network, salut lah buat lulusan SMK sekarang.

  5. Aku termasuk tuir banget ya lulusan SMK'00, dan jaman aku dulu kebetulan aku sekolah di SMEA 1 yang sekarang menjadi SMKN 2 Gambir, dan jurusannya saat itu hanya ada 3, manajemen bisnis, akuntansi dan sekretaris, untuk STM sendiri ada grafika, pembangunan, elektro, mesin, penerbangan.
    Kalau jaman sekarang SMEA dan STM menjadi SMK dan jurusannya pun banyak dan dipastikan lulusannya pun dapat direkrut langsung oleh tempat mereka melakukan praktek lapangan kerja.
    Dipastikan SMK sekarang jauh lebih berbobot jurusannya dari jaman aku dulu. SMK BIsaaaa
    Btw ini komen apa Curcol ya hehehehe maaf ya kepanjangan…

Tinggalkan Balasan