sponsored

Segera Lakukan Tiga Hal Ini Setelah Jadian Agar Sakinah

Juni 17, 2016
Hal yang harus dilakukan agar sakinah, merencanakan hubungan sakinah, aia asuransi syariah sakinah, aia sakinah assurance
Jadian dengan seseorang yang kita idamkan adalah kebahagiaan tersendiri. Menjadi pasangan baru, menapaki cita-cita bersama, hidup terasa lebih bermakna. Jangan larut dalam euforia jadian terlalu lama sehingga kita melupakan hal-hal yang sebenarnya penting.

Sebagai individu berbeda yang akhirnya dipertemukan dan bersatu, ada baiknya melakukan beberapa hal ini agar hubungan jadi sakinah. Kalian tentu tidak ingin segera berpisah, atau yang mengerikan adalah salah pilih. Sebelum kita membahas lebih jauh, saya perlu menggaris bawahi pengertian jadian yang dimaksud. Jadian yang saya maksud disini lebih ke peresmian hubungan secara serius. Bisa berupa khitbah, tunangan, atau jika ada yang punya keyakinan lain, bahwa jadian sesungguhnya adalah setelah ijab qobul…ya silakan saja memaknainya demikian.

1| Mengenali mantan dari pasangan

Penting banget nih, daripada sudah terlalu jauh lalu terjadi prahara perihal urusan per’mantan’ an, lebih baik di’clear’ kan dari awal. Saling jujur saja satu sama lain, siapa orang-orang yang pernah mengisi hari-hari dan menjadi sebab kita senyum-senyum sendiri. Saling terbuka mantan yang mana yang masih mengganggu pikiran bahkan masih sering ketemuan juga perlu lho. 
Kadang pembahasan soal mantan memang terasa berat. Usahakan suasananya enak ya, santai saja gitu. Sambil kepo bersama tentang socmednya akan lebih baik. Barangkali ada mantanmu yang sudah beranak dua atau ada yang sedang bahagia-bahagianya dengan gebetan barunya, yang begitu kan akan menenangkan pasangan kita. Nggak perlu insecure lagi dengan godaan mantan. Baper nih?

2| Mengenali keluarga pasangan

Sebuah hubungan serius tentu bukan cuma milik sepasang anak manusia. Ada orang tua, kakak-adik, paman-bibi, kakek-nenek, pakdhe-budhe, yang perlu kita kenali. Termasuk juga para sahabat dari pasangan. Seringkali dengan mengenali mereka kita akan mengetahui lebih detil soal kehidupan dan karakter pasangan lho. 
Khusus keluarga inti, dengar-dengar sih mertua adalah pihak yang perlu ‘dipepet’ secara intensif. Bagaimana tidak…mereka yang merencanakan, membuat, melahirkan, dan membesarkan pasangan kita kok. Ya mana mau melepas begitu saja buah hati separuh jiwa ke orang yang salah. 

3| Membuat Rencana Hubungan Ke Depan

Mau dibawa kemana hubungan kita? Hubungan yang serius pastinya tidak ada kalimat ‘gimana entar deh’. Kesannya kok kaku banget ya…apa nggak let it flow saja? Sebagai wanita, saya sih lebih suka ada perencanaan. Ehem…bawa aku dalam rencana masa depanmu ya.
Jadi, apa saja sih yang harus direncanakan? Kita bikin Repelita seperti jaman orde baru? Eh..Repelitas apaan sih? Itu lho Rencana Pembangunan Lima Tahun, hehehe. Ya,,,nggak perlu senjlimet membuat bisnis plan untuk lomba atau tugas kuliah. Menurut saya sih, ada dua hal inti yang harus segera direncanakan setelah jadian.

Kapan nikah?

Ya ngapain jadian sih kalau endingnya nggak ke arah sini? Buat pencitraan saja? Ah…puas-puasin itu pas masa-masa abege. Makin dewasa, tekanan kapan nikah itu makin kencang bahkan mungkin bisa nerbangin balon udara ke batas terbang pesawat Boeing. 
Baca: cara-cara menjawab pertanyaan kapan nikah

Memulai Investasi Bersama

Ngomongin nikah ya pasti nggak akan kelewat dong soal duit. Sembari saling mengenali dan menjajaki, segeralah mencoba investasi. Jaman sekarang, model investasi sudah beragam. Dari yang sesederhana beli tanah hingga yang seabstrak main saham. 
Sebagai seorang muslim yang awam banget, saya hati-hati soal investasi. Jangan sampai modal buat masa depan kok didapat dari cara yang nggak halal. Khawatirnya, dari ketidaktahuan saya itu malah bikin harta jadi nggak berkah. Jadi, apa harus jualan air zam-zam? Jualan alat sholat? Nggak harus begitu sih. Meski jualan kitab suci pun, kalau caranya nggak benar ya..potensi riba dan hal lain yang mengotori harta akan tetap terjadi
A photo posted by Shintaries Nijerinda (@shintaries) on Jun 12, 2016 at 6:06am PDT

Minggu lalu, saya ngabuburit di coffee institute Jaksel. Lho? Ngabuburit di kafe? Iya..nggak salah. insyaAllah juga berkah kok, meskipun nggak ada ustadz yang menyampaikan kultum…tapi saya mendapat pencerahan soal investasi syariah khususnya yang berbentuk asuransi. 
Asuransi? Eh..boleh juga tu..sekalian aja daftarin asuransi kesehatan pasangan kita. Ada lho ternyata produk Asuransi yang bisa sekaligus investasi eh tapi syar’i…namanya Asuransi Kesehatan Syariah AIA.

Hal yang harus dilakukan agar sakinah, asuransi kesehatan syariah aia, merencanakan hubungan sakinah, aia asuransi syariah sakinah, aia sakinah assurance

Jadi, AIA yang perusahaan asuransi terkemuka itu mengeluarkan AIA Sakinah Assurance. Prinsipnya saling tolong menolong dan insyaAllah nggak riba deh. Layaknya pasangan hidup, asuransi sudah selayaknya menjadi teman setia yang selalu ada untuk mendukung meraih mimpi dan membantu menghadapi risiko tak terduga. Core value dari asuransi kesehatan syariah AIA Sakinah adalah Tenang, Tenteram, Optimal, dan Bahagia.

Saat ini saya baru memakai asuransi kesehatan dari BPJS dan perusahaan tempat bekerja, jadi…belum punya asuransi yang untuk investasi. Ya bolehlah ya untuk dikulik lebih lanjut di websitenya.

Hal yang harus dilakukan agar sakinah, asuransi kesehatan syariah aia, merencanakan hubungan sakinah, aia asuransi syariah sakinah, aia sakinah assurance
Untuk masa depan kita nih sayang….*uhuk
Punya tips lain agar hubungan jadi sakinah? Share di kolom komentar ya, terima kasih.
  1. Tips diatas sudah kami jalani… eaaaaaaa ada lagi supaya cinta selalu bersemi xixixi suami istri kalau ngomong gak boleh bentak bentak biasain ngomongnya manja manja gt…. soalnya sekali kebiasaa. Keras kenceng bentak hmmm percayadeh ketagihan…. kalau sama sama lembut tu adem simata adem dihati do anything itu nyaman…. dan jadilah sahabat satu sama lain supaya kalau ada masalah gak bakal keluar….

  2. Selain pembahasan mantan… alangkah lebih baiknya jika niat dekat nya sesuai komitmen untuk menikah atau tidak… luruskan niat nikah bersamanya karena Allah Ta'ala… halah hehehhehe

  3. Pas baca judulnya, agak aneh mbak… pacara kok bisa sakinah… ternyata ada penjelasan lebih lanjutnya 😀

  4. Hahahaha aku bacanya deg deg serr gitu mba nayy hahaha. Bagian mantan emang kudu diomongin sih, jangan diumpetin bilang udah nggak ada apa apa tau tau masih di-maintain. Padahal udah akrab sama mamanya #kemudiancurhat hahaha

    Mba nayy ajak aku dong kalo ada event event begitu, ya walopun agak minder juga sih soalnya bloggingnya jarang jarang -.-