[Review Book] Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi

Inteligensi embun pagi, review inteligensi embun pagi, supernova, dewi lestari, dee
Supernova 6
Inilah seri novel yang bakal saya ingat seumur hidup. Dan untuk novel Indonesia, saya rasa Dewi Lestari paling cetar deh. Bayangin aja, nulis 6 novel yang kesemuanya akhirnya nyambung menjadi satu kesatuan. 15 tahun, bukan waktu yang singkat. Dari saya sekolah…sampai grand final nya sata saya sudah kerja. Supernova itu supranatural tapi bukan klenik. Bukan novel ala FTV dan bukan ala sherlock holmes. Udah deh, kosongin fikiranmu dan biarkan hipnotis Dewi Lestari berkerja. Buat yang belum baca supernova 6, tenang saja. Review saya ini nggak ada spoiler kok, hehehe. Sungguh, saya suka dengan endingnya. Apik…mak suri. 

Identitas Buku
Judul: Inteligensi Embun Pagi
Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 698
Sinopsis (Back cover)
Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.
Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.
Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.
Hidup mereka takkan pernah sama lagi.
Review
Saran saya, baca ulang supernova 1-5. Dan kalau kamu belum baca satupun..wajib banget baca. Khususnya supernova 1 Kesatria, Putreri, dan Bintang Jatuh.
Semua nyambung
Inteligensi Embun pagi lahir 15 tahun setelah supernova 1 dimulai. Ini adalah penyatuan dari seri 1-5. Semua sistem yang terasa aneh di supernova 1 terkuak dan jadi terasa nyata. Bukan hanya itu, hal-hal sepele di seri-seri sebelumnya ternyata ada artinya..dan itu penting. Tokoh-tokoh yang saya pikir ‘meaningless’ dan cuma jadi pemanis cerita, punya peran.
Ketika sains dan konsep religi disatukan
Saya mulai curiga dengan si penulis. Apakah Dewi Lestari ini semacam manusia cerdas dari dimensi lain?Supernova adalah penyatuan konsep sains serta religi namun dibawakan secara fiksi. Iya..ini fiksi. Entahlah,,selama baca supernova, saya sering lupa kalau ini fiksi. Konsep kematian, konsep dimensi, konsep kehidupan alam ruh, sumpah..ini sihh kayak yang saya yakini. Tapi, ya..istilah yang dipakai Dee memang beda. 
Tentang Mitos dan Portal
Dalam kepercayaan yang saya yakini, makhluk selain manusia itu ada. Bahkan yang berwujud manusia tapi punya misi khusus dan bisa lahir kembali..itu juga ada. Wali itu bukan mitos. Konsep infiltran di supernova itu seperti pemahaman saya akan konsep wali. 
Portal ke dimensi lain
Dari kecil, saya yang tinggal di desa akrab sama yang namanya ‘jalur’ ke alam lain. Bukan segitiga bermuda sih, tapi semacam batu..pohon..atau lokasi tertentu. Hal-hal yang dulu terasa ajaib, saat ini bisa dinyatakan dengan ilmu pengetahuan. 
Alam ruh
Dee bercerita lewat tokoh Zarah, si partikel. Bahwa hidup di dunia ini hanya mimpi dari kehidupan sebenarnya. Dalam hidup yang sebenarnya, semua sudah dirancang..dan di sana kita tak berwujud apa-apa. Hingga akhirnya kita lahir di dunia dengan perjanjian yang sudah kita buat. Tapi, kita lahir dalam kondisi amnesia alias diberikan kekuatan ‘lupa’ terhadap apa yang sudah kita alami di alam lain itu. Bukankah konsep alam ruh, lahir, hidup di dunia..juga seperti itu?
Sebuah Pencarian Jawaban
Dee menulis Supernova sebagai pencarian jawaban atas pertanyaan tentang eksistensi kehidupan. Saya menemukan jawaban-jawaban itu, detik ini. Entah besok, bisa jadi saya ragu lalu mencari jawaban lagi. Tentang hakikat raga, tentang untuk apa, tentang siapa sebenarnya yang ada dalam diri saya. 
Kedalaman riset
Sungguh, supernova akan jadi seri yang ompong dan tidak akan seheboh ini jika tanpa riset mendalam. Saya yakin, yang dituliskan Dee bisa dipertanggungjawabkan di meja dunia ilmu pengetahuan. 
Rate
5 of 5
Quote
Sebenarnya banyak sekali quote yang layak untuk saya sampaikan di sini. Quote khas Dee yang sangat  ajaib dalam meilih kata. Tapi, saya ambil satu saja..yang mana dalam quote ini tersirat inti dari Supernova 1-6. 

“Cinta memang membutakan, Alfa. Satu-satunya substansi yang mentransendesi segala perbedaan, termasuk perbedaan dimensi. (halaman 62)

Baca Juga:
Review Supernova 2: Akar
Review Supernova 3: Petir
Review Supernova 4: Partikel
Review Supernova 5: Gelombang
Terima kasih sudah menyimak Friday hobies yang kali ini membahas buku setelah dua minggu ngomongin cerita kelayaban. Bacalah, maka kamu akan menemukan jawaban. 

43 Replies to “[Review Book] Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi”

  1. Rani R Tyas says: Balas

    cuma orang-orang tingkat pemahaman serius yang bisa mendalami novel ini, beuh.. keren Nay

    1. Justru jangan serius-serius kalau baca supernova mba. Kosongkan pikiran saja..hahah

  2. pengen tanyab nih, endinya gimanana? please jawab

    1. Hahaha ngga seru nanti kalau cerita di sini.

  3. laili umdatul khoirurosida says: Balas

    Aku belum pernah baca bukunya dee. Aku mau nabung biar bisa beli semuanyaa..
    sepertinya dari review ini aku *nggak mudeng* tapi jadi penasaran..

    1. Dulu aku baca yang no.1 di perpus sekolah…yang no.2 di penyewaan buku (ah..udah lamaaa banget yah)

  4. Lidya Fitrian says: Balas

    ooh gitu ya sarannya, baiklah aku keluarin lagi Supernovaku baru beli yg ke-6. makasih yaaa reviewnya

    1. Hihihi iya mba Lia..terutama supernova 1..harus masih inget

  5. Gustyanita Pratiwi says: Balas

    ti ti tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk kamu dah beli ini in? akuuuuu beloman
    yg gelombang aja masih rapi ama covernya huhu
    tapiiiii dari sekian supernova paling suka yg petir, paling kocakkk soalnya

    1. Buruan baca..keburu banyak spoiler gentayangan hahahha

  6. Innayahhhh lu sudah kelar aja baca bukunya iep. Aku baru setengah nich habisin gelombang wkwkwk.. itupun dipaksa kelarin sebelum nerima iep.

    1. Asiik masih anget berarti nanti ingetannya pas baca Iep

  7. Man to the tabs! Udah keluar aja reviewnya. Mihihi. Udah ditweetkan ke Ibu Suri belum jeung Inayah?
    Sudah sampe halaman 450. FONIKSnya kampret banget munculnya. Hahahaha. Sebelum dia muncul males beudh baca ceritanya. Campur aduk bacanya. In a good way. Hahahaha.

    1. Dasar Mpreet!! Hahah padahal dulu aku abai banget pas baca Petir. Cuma fokus sama Elektra. Ternyataaa…ohh.

      Iya donks udah ngasi tau ibu Suri

  8. Harus segera beli nih bukunya..

    1. Ditunggu reviewnya mba Ikaa

  9. lagi baca ini sih sekarang 😀

    1. Aseek ditunggu reviewnya

  10. Ira guslina says: Balas

    Pertengahan feb ke gramed nyari ini belum beredar. Padahal udah banyak yg nyetatus udah lahir. Jadinya beli novel lain. Ah..

    Masukin list buku maret ah. Review mba Nay bikin tambah ngebet baca lengkap novelnya.

    1. Kalau pertengaha Feb…PO di toko buku onlinr mba.
      Ditunggu reviewnya yaaah

  11. IEP memang karya yang mengagumkan, saya setuju dengan pendapat Mbak Inayah. Namun, setelah membaca ini hingga akhir benang kusut di kepala saya tidak semuanya terurai.Masih ada yang belum terjawab :').
    Reviewnya bagus btw 🙂

    1. Benang kusutnya…kenapa harus ada mereka? Hahahha

  12. ini yg terakhir ya mba..saya liat tayangannya di hitam putih. tebelnyaaa, jujur yg pertama saja blm baca hehe jd penasaran banget

    1. Harus baca dari yang pertama. Tebel tapi kalau seru mah cepet beres malah pengen nambah haahah

  13. bisa jadi referensi buat kuliah filsafat bukunya nih mbak. pengen baca lagi deh jadinya :3

    1. Udah baca yang nomor berapa?

  14. aku dah tamat, tapi aku masih ga ngerti jadi fungsi ama tugasnya peretas itu apa? huhuhuhu

    endingnya iya bagus, bikin deg-degan tapi karna bahasanya buatku terlalu tinggi jadi banyak yg ku skip T_T

    1. Kurasa bahasanya malah bahasa sehari-hari…ga yang scientist gt. Kalau udah baca yang 1-5 pasti ga mau skip