Tought

Bu Megono, Penjaja Obat Kangen Pekalongan

Januari 28, 2016
menabung untuk memberdayakan, btpn, umkm, mass market, terima kasih mass market, megono, pekalongan
sarapan sego megono

Sendok demi sendok nasi putih
bercampur urap nangka ini masuk ke mulut. Sego megono bukan hanya menu sarapan
sehat nan terjangkau, lebih dari dari itu…dari tiap suapannya adalah obat
kangen kampung halaman. Merantaulah, sebab dengan begitu kamu akan tahu bahwa
tempat pulang terindah adalah rumah.
Kata orang bijak sih sepert itu,  kamu pernah merantau? Kalau jawabannya iya,
pasti deh setuju. Pulang kampung seminggu sekali rasanya berat di ongkos,
padahal obat kangen itu ya ketemuan. Jika sudah begini, saya biasanya datang ke
belakang pasar Roxy kota Jababeka. Di situ, ada remah-remah obat kangen di
sepiring sego megono khas Pekalongan. 
Bukan food truck
Sabtu pagi, sebuah motor dengan
bak terbuka di belakangnya terparkir di belakang pasar. Di samping motor ada
spanduk kecil bertuliskan ‘nasi uduk megono khas Pekalongan’. Mata saya
berbinar-binar dan langsung mendekat ke warung tenda mobile itu. Kita sering
melihat food truck yang menjajakan makanan-makanan hits di pusat keramaian. Entah
idenya dari mana, warung ini sepertinya mengadopsi konsep tersebut (tanpa sengaja).
‘bu..ini beneran jual megono?’
‘iya ndok (sapaan untuk anak
perempuan), mau pakai nasi uduk atau nasi biasa?’
‘ibu..asli pekalongan?’
Ituah ekspresi saya waktu itu. Betapa
bahagianya menemukan makanan khas kampung halaman. Sego megono adalah menu
wajib orang Pekalongan. Kalau ada nasi ulam betawi, nasi kuning bandung, nasi
gudeg jogja…maka Pekalongan punya nasi megono. Di jabodetabek, ngga banyak
yang menjualnya. Bahkan, setelah saya merantau selama 7 tahun…ini adalah
penjual megono pertama yang saya temukan. 
Baca juga: nasi megono pertama diBogor
Langganan
Hampir tiap weekend saya sarapan
disitu, kadang bahkan hari kerja dibela-belain berangkat lewat pasar. Kalau sarapan
di sana, itu tandanya lagi kangen suasana rumah. Beberapa kali saya share tentang
keberadaan warung megono ini di social media. Lumayan banyak yang respon,
terutama sesama perantauan. Ada yang nanya lokasi, harga, dan tentunya rasa. 
Pagi ini rasa sego megononya
masih sama, tapi kedekatan saya dengan warung megono portable ini makin gurih
. Beberapa
kali terlintas dalam pikiran untuk bertanya mengapa warung ini tidak
dikembangkan dengan sewa ruko dan semacamnya? Tapi, setelah direnungkan lagi,
disinilah keunikannya. Dan tentu, dengan cara seperti ini harga jual bisa
ditekan. 
3 tahun sudah menjadi langganan
di sini, apa yang bisa saya berikan untuk ceceran obat kangen yang tersaji
hangat tiap pagi ini? 
Ikut Memberdayakan Warung Megono?
Belajar mata kuliah bisnis 6 SKS
beberapa tahun lalu sepertinya belum membuat saya percaya diri terjun langsung
membuka usaha. Lebih baik ikut memberdayakan yang sudah ada. Wah sok banget
sih? Emang kita bisa ngapain? Nanem modal? 
menabung untuk memberdayakan, btpn, umkm, mass market, terima kasih mass market, megono, pekalongan
Kamu pilih yang mana?

>> Beli dagangannya
Beli dagangannya lalu sebarkan dari mulut ke mulut. Biasanya ini sih otomatis ya.
kalau ada rekomendasi kuliner, cepet banget tersebar di komplek. Lokasi pasar
memang hanya beberapa langkah aja di depan gerbang, jadi..ya..bisa banget jadi
pilihan dong. Cara primitif marketing dari mulut ke mulut masih terbukti
efektif kok, dan biasanya lebih dipercaya. 
>>Share di sosial media
Ini langkah paling gampang dan
terkesan ecek-ecek. Duhh modal paket data doang kak? Eitss..jangan salah ya,
sekarang jamannya digital. Darimana saya tahu soal food truck lah, kue cubit
green tea lah, atau kentang rasa mi goreng kalau bukan dari sosial media. Instagram,
twitter, facebook, blog, atau sesederhana share di chat grup. Sekali-kali
broadcast yang pasti ada kan bisa,,,daripada broadcast hoax mulu ya kan? Heheh..

>>Nabung
Hah? Nabung? Duitnya buat elu atau
si ibu megono? Duitnya buat saya dan semua pemilik usaha kecil menengah macam
bu megono. Kok bisa? Ternyata ada lho jenis tabungan yang sengaja dibuat untuk
memberdayakan mass market di Indonesia. Mass market itu apa ya kak? Hehe..bukan
pasar mas-mas yahh..mass market itu ‘pasar’ yang pelakunya adalah para
pensiunan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat prasejahtera
produktif. Salah satu bank yang concern di bidang itu adalah bank BTPN, doi
sampai ngeluarin tabungan sinaya untuk memberdayakan mass market lho. 
Kalau kita nabung di BTPN,
dananya akan dikelola di program daya. Apa tuh? Jadi program daya itu ngga cuma
kasih modal ke mass market, justru ini adalah program berkelanjutan yang
fokusnya pada kesehatan, kesejahteraan, dan pelatihan praktis kewirausahaan. Mantep
banget kan..menabung sekaligus memberdayakan? 
Simulasinya menabungnya bisa kita coba di www.menabunguntukmemberdayakan.com kayak gini nih..

menabung untuk memberdayakan, btpn, umkm, mass market, terima kasih mass market, megono, pekalongan
masukkan email
menabung untuk memberdayakan, btpn, umkm, mass market, terima kasih mass market, megono, pekalongan
detail setoran dan jangka waktu menabung
menabung untuk memberdayakan, btpn, umkm, mass market, terima kasih mass market, megono, pekalongan
hasil simulasi menabung

Kalau duitnya didiemin aja, duitnya mungkin bukan bertumbuh malah berkurang ya, hwehhee.

>>Bantu modalin
Biar dagangan si ibu makin hits,
bisa tuh nanem modal. Tapi, saya sih belum berani kalau yang ini. Masalah duit
beginian kalau masih cupu dan polos mending jangan. Kecuali ada pihak ke-3 yang
bisa mastiin semua aturan mainnya.
Selama manusia belum
makan kapsul aja, bisnis kuliner akan terus dicari. Dan selama masih ada kaum
perantau, kuliner khas kampung halaman di kota besar..harus diberdayakan.
:
punya cerita serupa?
  1. Kadang kalo ada org yg usaha, trus saya suka usahanya, trus saya mikir, mereka udah merambah ke sosmed blom ya?
    Gimana ya management bisnisnya. Dannnn juga brp modalnya.
    Good luck ya

  2. Ini program yang membantu ya, mba :). Aku juga suka nasi megono.Dlu jualan dekat kantor. Belakangan dcari2 ga kualan lagi. Hiks

  3. sippp, dukunganmu mantab surantab, dna memang harus begini ya mbak, utk membantu keberlangsungan *aseg, usaha kecil macam warung sego megono ini. sukses bwt dikau yak 🙂

  4. Sukak banget sama postingannya. Soft sellingnya kena bangett.. Semoga para pelaku umkm seperti Ibu Megono ini bisa terbantu ya Mbak Innayah. Saya sendiri belom nemu nasi pecel ala Surabaya yang pas di lidah.