Indonesia | Traveling

Lawang Sewu More Than Instagenic

Desember 10, 2015
Apa yang kamu pikirkan ketika
mendengar kata Lawang Sewu? Gedung tua..semarang..angker..gedung hantu..atau
uji nyali. Iya, ikon tempat uji nyali kayaknya udah melekat banget buat
bangunan yang berada di jantung kota Semarang ini. Sekitar tahun 2007, saya
jalan (beneran jalan kaki) di sekitaran Lawang Sewu. Duhh..ngeri banget, suram.
Bahkan kata Ibu saya, Lawang sewu itu tempat mencari pesugihan. Hiihihihihihihi…*evilLaugh.
Apa yang terjadi pada Lawang Sewu di 2015? Gedung indah yang instagenic dan
ternyata punya nilai sejarah tinggi.
lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
lawang sewu di malam hari lebih anggun

Saksi sejarah dari masa-ke masa
Perjalanan ini berawal dari
membaca buku Jejak Langkah nya Pramoedya Ananta Toer. Beberapa kali disebutkan
bahwa Semarang saat itu adalah pusatnya kegiatan perkeretaapian. Menarik bagi
saya mengulik catatan Pram tersebut, sebab saya adalah ‘anak kereta’ hahaha
yang kemana-mana nyaman pakai moda kereta api.

Baca Juga: Jejak Langkah, Tetralogi Buru #3

Gedung lawang sewu (seribu pintu)
dibangun tahun 1904. Jadi, 4 tahun sebelum Budi utomo didirikan. Zaman itu..sebagian
besar penduduk jawa masih berceker ayam alias tak mengenakan alas kaki.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
bendera Indonesia

Pada akhir tahun 1863, Nederlands Indische Spoorweg  Maarthappij (NIS) telah menguasai lahan
seluas 18.232 meter persegi yang berlokasi di bundaran Tugu Muda Semarang yang
dahulu disebut Wihelmina Plein.
Kemudian seorang arsitek bernama Ir.P. de Rieu ditugaskan untuk merancang dan
membangun rumah penjaga dan gedung percetakan di lokasi tersebut. Bersamaan
dengan itu sang arsitek juga diminta untuk membuat desain Gedung Utama yang
diperuntukkan sebagai kantor Nederlandsch
Indische Spoorweg Maatscappij
(NIS). Tetapi sayang, rencana pembangunannya
terhambat hingga akhir tahun 1903. Kemudian ditunjuklah Prof.Jacob K.
Klinkhamer (Delft), N.J. Ouendag serta dibantu C.G. Cintroen untuk membangun
Gedung Utama NIS dengan mengacu pada perpaduan gaya arsitektur tropis dan
Eropa. Pembangunannya dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai Juli 1907.
Proses ini memakan waktu dan biaya, dikarenakan sebagian besar bahan bangunan
diimpor dari Eropa dan merupakan pesanan khusus.

Nama Lawang Sewu berasal dari
julukan yang diberikan masyarakat Semarang. Sebuah toponim terhadap bangunan
ini sejak berpuluh tahun lalu karena memiliki pintu yang jumlahnya sangat
banyak.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
apakah pintunya ada seribu? hitung coba

Awalnya lawang sewu dipakai
sebagai kantor kereta api pusat wilayah hindia belanda. Setelah Merdeka,
digunakan oleh djawatan kereta api Republik Indonesia. Yang lumayan ngeri,
lawang sewu adalah saksi pertempuran lima hari di Semarang pada Oktober 1945
antara Jepang melawan Angkatan Muda Kereta Api.

Unta Pernah Ada di Jawa
Percaya atau engga nih..sebelum
ada kereta api yang awalnya di Semarang itu, pemerintah Hindia Belanda
mendatangkan ratusan unta ke Jawa. Buat apa? jadi..di wilayah Solo dan Jogja adalah
pusatnya perkebunan. Untuk membawa hasil bumi, dipakailah unta. Dengan pemikiran
‘di timur tengah..unta dipakai angkut-angkut..lewat padang pasir pula. Kalau di
Jawa yang tropis dan adem..pastilah bisa juga’. Beberapa hari saja unta-unta
itu bertahan, selebihnya skait-sakitan dan tewas.

Menjelajah Lawang Sewu
Jam 12.00 saya tiba di gerbang
lawang sewu. Siang kok..bukan malem, hhehe. Harga tiket masuknya 10.000 rupiah
saja tanpa guide, kalau pakai guide sih 30.000. Karena niat awalnya emang hanya
buat foto-foto..yasudah jalan sendiri. Di halaman lawang sewu ada lokomotif
tua, nah..ini ternyata Lawang Sewu memang sudah berubah jadi museum lho sodara-sodara.
Tapi saya nggak berpikir bakal se-museum-ini. Jadi, saya menjelajah Lawang Sewu dengan arah terbalik dari belakang ke-depan. Biar greget lah yah…heheh.

Museum Lawang Sewu
Dari tempat loket, saya belok ke
kanan. Ada pohon besaaar nan rindang di depan bangunan menyerupai rumah. Ternyata
itu museum lawang sewu. Nah loh apa itu? Di museum ini, kamu bisa menemukan
sejarah lawang sewu dari masa ke masa. Ada foto-foto proses pemugaran,
restorasi, dan benda-benda dari zaman baheula. Benda-benda bersejarah itu
dimasukkan ke dalam kotak kaca. Dengan santainya saya letakan kamera di atas
kotak itu. Sejurus kemudian…baru ngeliat ada tulisan “dilarang menyentuh
kotak kaca”. Karena di situ tidak ada pengawas, saya yang nggak tahu..jadi
melakukan kesalahan deh. Ada cctv nggak yah? Kayaknya engga deh.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
bersama turis Samarinda

Gedung B Lawang Sewu
Awalnya cuma niat foto-foto,
setelah masuk bangunan gedung lawang sewu….niat saya bertambah. Nggak cuma foto
lagi, tapi juga belajar sejarah..dan uji nyali (lhoh). Nggak bisa uji nyali,
lha wong rame gini dan terang benderang kok. Hampir seluruh ruangan di lantai
satu berisi peninggalan masa lalu.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
turis kebayoran ikutan foto

Ketika tiba-tiba saya merasa
pemandangan di sekitar berubah jadi mode sephia,,,saya terbawa ke 1900an
awal…jaman Belanda. Terbawa aroma masa lalu deh serius. Syahdunya, antiknya,
binar-binar angker itu nggak ada sama sekali. Lagi-lagi saya nyari kamera CCTV
pas mau foto-foto..hahaha. nggak ada larangan foto sih, tapi malu aja kalau
selfi-selfi terekam CCTV hahaha.

Gedung B yang merupakan gedung
tambahan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai dasar saja yang ada isinya, lantai
di atasnya masih kosong dan dipugar. Ada sih bagian yang nggak boleh
dimasuki..tapi saya nggak mikir aneh-aneh, mungkin itu memang belum
dipugar..jadi khawatir malah rusak kalau tidak dilindungi.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
sepertinya ini ada akses ke bawah tanah

Setelah Lawang sewu digunakan
sekitar 10 tahun, kebutuhan ruangan dirasa kurang. Pada tahun 1916, dibangunlah
gedung tambahan yang arsitekturnya sama dengan gedung utama tetapi
konstruksinya berbeda. Gedung B ini menggunakan beton bertulang, tidak seperti
bangunan utama yang memakai batu bata.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
pesona pintu lawang sewu yang antik
Gedung Utama Lawang Sewu
Daya tarik gedung utama adalah
sebuah kaca mozaik warna warni yang konon bercerita tentang kehidupan masa itu.
Saya sih nggak ngeh ya ngelihatnya..tapi memang indah…udah kayak di Eropa
gitu. Di bagian ini ada penjaganya, benar-benar diawasi biar pengunjung nggak
ke lantai 2. Kok? Saya juga nggak nanya sih lantai 2 dan 3 gedung utama itu
kenapa tertutup. Gedung utama lebih gelap dan dingin dari gedung B.

lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
aslinya kece banget lho

Di lantai dasar menarik sekali lho. Benda-benda sisa perkereta apian jaman dulu terpajang apik. Sayangnya pas disini gerah banget jadi nggak lama-lama deh.

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
miniatur stasiun kereta pertama

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
karcis jadul

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
telepon jadul

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
peta rel kereta pertama
Lawang Sewu More Than Instagenic
Niat awal saya hanya foto-foto
sembari menunggu waktu check in hotel. Eh..malah dapat banyak ilmu dan gambaran
masa lalu dari moda angkutan favorit, kereta api.

Mudah Dijangkau
Karena terletak di jantung kota
Semarang, Lawang sewu dapat dijangkau dari mana-mana. Bahkan jalan kaki pun
bisa jika kamu menginap di sekitaran jalan pemuda. Soal parkiran? Kalau saya
sih bawa motor, jadi parkir di parkiran yang kayaknya liar di samping gedung. Kalau
mobil atau bis…mungkin ada tempatnya. Kok saya nggak lihat parkiran ya?


Keluar dari Lawang Sewu pas
banget tengah hari. Enaknya kulineran…yuk cuuss..ke tempat jajan pinggir
jalan yang legendaris dan masyhur itu.

  1. Dulu pernah,sekitar 2010,akses wisatanya boleh sampe ke bagian menara paling atas,juga teras atas yg pas ngadep ke tugu muda. Sekarang kayaknya udah gak boleh 🙁

  2. Berarti skrg lawang sewu yang terlalu spooky yaa? Tp mungkin tetap butuh keberanian utk masuk ke sana. Kalo mau masuk banyak2 dzikir kali yaa? Hehehe…

  3. Baru tahu dulu ada impor unta. Kenapa nggak gajah ya?

    Anyway, pohon besar yang ada di tengah lawang sewu itu dirimu sangka itu pohon apa mbak?

  4. ya cakep juga kalo pas anglenya bagus ya In…itu yang pintu kaca ada gambar gambarnya mirip gereja yah..klo unta ada di jawa, berarti dia hebat ya…bisa menyesuaikan diri gitu…eh tapi di bonbin juga ada unta juga , jadi ya wajar sebenarnya wakkkkakakkaka

  5. Jadi misteri Impor unta itu beneran ya? Waduh… kenapa gak Impor mantan, ya. Biar tidak ada hati yang tersakiti. 😀

    Lawang sewunya emang keren banget, sih. Apalagi shoot yang ngambil fotonya juga udah lumayan pinter. Jadi enak dilihat. 🙂

    Btw, beneran di sana itu serem?

  6. lawang sewu, udah beberapa kali ke semarang gak pernah singgah ke lawang 1000. malah ke brown canyon.

    ternyata kalo malem bagus juga. kalo gitu mah gak ada seremnya lawang sewu.

  7. Entah kenapa kalau saya melihat/berada diantara bangunan bersejarah (baik peninggalan penjajah ataupun peninggalan kerajaan-kerajan), saya cenderung lebih memperhatikan disain bangunan, seserem atau serusk apapun kondisi bangunan tersebut. Setelah itu baru saya memperhatikan cerita jejarahnya. hehe