[Review buku] Jejak Langkah, Tetralogi Buru #3

Buku sejarah di sekolah ternyata hanya membahas Boedi Utomo, Syarikat Dagang Islam, bahkan Kartini hanya dari satu sudut pandang. Dari Jejak Langkah, banyak hal yang saya ketahui khususnya tentang masa terbentuknya berbagai macam organisasi di Indonesia. Juga tentang kondisi Bali, Lombok, dan Aceh pada awal 1900an. Anak muda perlu tahu, yang tua harus tahu.
tetralogi buru, jejak langkah, pramoedya ananta toer, sejarah, buku, literary, resensi
source

Identitas Buku
judul: Jejak Langkah
penulis: Pramoedya Ananta Toer
penerbit: lentera dipantera
tahun terbit: 2007
jumlah halaman: 724

Resensi
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namn juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.


Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode. Dan roman ketiga ini, Jejak Langkah, adalah fase pengorganisasian perlawanan.


Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan Pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prajaji.


Dengan koran ini, Minke bereru-berseru kepada rakyat Pribumi tiga hal: meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghapuskan kebudayaan feodalistik. Sekaligus lewat langkah jurnalistik, Minke berseru-seru: ‘Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.

Review
seri tertralogi buru ke-3 ini membuat saya antusias. Nggak nyangka 700an halaman bisa dibaca dengan santai dan seru..kayak baca Harpot heheh. Awalnya saya pikir organisasi pertama yang muncul di Indonesia adalah boedi utomo. Berbagi sisi diambil dengan jelas, apa adanya, dan menarik. Pun tentang Kartini. Sosok yang diagungkan itu, apa yang saya ketahui sebelumnya? ter-oh..oh-deh pokoknya, kamu harus baca sendiri. 

Pantas jika Tetralogi buru sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Yang tidak pantas adalah kenapa buku sebagus ini bisa dilarang edar? Peran wanita di buku ini sangat menonjol. Istri-istri (tapi bukan poligami) dari si tokoh bukan perempuan biasa. Dibalik pria hebat ada wanita cerdas, cerewet, keras kepala, tapi setia. 

Salah satu hal menarik adalah munculnya istiah philogynik. hihihih Pram menyebut Minke si tokoh dnegan istilah ini. Hey kamu,,pria..yang suka mengagumi keindahan wanita terang-terangan, kamu philogynik. Jelek? enggak sepenuhnya. Yang penting kamu nggak macam-macam sama pasanganmu. 

Bagian paling menguras emosi adalah di 2 lembar terakhir. Tapi kalau saya ceritakan nanti malah spoiler. Intinya, Minke sangat bertanggung jawab. Nggak cuma ke organisasi, tapi juga ke urusan pribadi. Mending dia menceraikan istrinya dengan ditinggali harta benda daripada ngegantungin dia karena ketidakjelasan nasib dalam pembuangan. 


Rate
4 dari 5 bintang

quote

 “Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan.” (Minke, 430)


10 Replies to “[Review buku] Jejak Langkah, Tetralogi Buru #3”

  1. kayaknya ini semacam kode ke seseorang yak 😀 ? hehehehe…

    dibalik pria hebat ada mantan yang kecewa :)) (mantan gebetan, mantan pacar, mantan yang pernah nolak, mantan copet… )

    1. kode? situ kali yang hobinya coding mas…hahahaha

  2. baru bisa sampe di bumi manusia.

    dan dulunya, sebelum baca bumi manusia, waktu masih sekedar sering liat kutipan-kutipan atas nama Minke, saya kira dia itu perempuan. 🙂

    1. iyaa saya pikir juga Minke itu cewe,,ahhaha. masih berat kalau di bumi manusia…kalau udah nyampe anak semua bangsa,,bakal nemu deh rasa penasaran

  3. Djangkaru Bumi says: Balas

    Ada 4 buku yang berkesinambungan ceritanya. Dan aku sudah punya semuanya.

    1. ohhhh gitu…gimana tuh,,paling seru yang mana?

  4. Rifal Nurkholiq says: Balas

    Kalau gak salah di buku ini Ang San Mei meninggal yah? Digantikan sama Princes apa gitu. Entah kenapa gak terlalu suka tokoh princes, berasa kurang inisiatif gimana gitu, gak kaya ang san mei yang menginspirasi untuk membuat organisasi.
    Kalau kata aku sih yang paling seru Bumi manusia, soalnya banyak konflik antara keluarga malema Ah tjong dan pribumi.
    buku kedua, observasi di pabrik gula.
    buku ketiga, mempelopori organisasi
    buku keempat, belum baca. Baru baca awalnya tapi sudut pandangnya bukan lagi minke jadi males bacanya. Hahaha

    1. Prinses juga ada peran lho..dia yang nembak para pemburu MInke di Bandung.
      buku keempat beda sudut pandang..sudah sebulan baru dapat seperempat buku hahhaha

  5. […] saja deh, hehehe. Tetralogi buru ke-1 Bumi Manusia  Tetralogi buru ke-2 Anak Semua Bangsa Tetralogi buru ke-3 Jejak Langkah Jadi, tetralogi buru sempat dilarang beredar di jaman orde baru lho. Kira-kira kenapa ya? meski […]

  6. […] Baca Juga: Jejak Langkah, Tetralogi Buru #3 […]

Tinggalkan Balasan