Begalan, Banyumasan Traditional Marriage Procession

Seni tutur
Begalan merupakan kesenian yang dilaksanakan 
pada upacara pernikahan
di wilayah
Banyumas. Prosesi adat ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pengantin
selama mengarungi bahtera rumah tangga. Begalan , seperti hal nya kesenian Jawa
Tengah lainnya sangat sarat  makna. Tidak
hanya sebagai tontonan, begalan merupakan tuntunan dan tatanan yang perlu kita
jaga. 
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
Begalan
Beberapa
waktu  lalu saya menghadiri undangan walimah
sahabat di Kota Cilacap. Setelah akad  nikah
selesai dilaksanakan, ada upacara adat yang sangat menarik. Sebagai orang Pekalongan,
inilah pertama kalinya saya menyaksikan prosesi begalan. Biasanya upacara adat
yang saya saksikan di wilayah pantai utara Jawa Tengah berupa injak telur,
suap-suapan, dan penganten digendong sang ayah ke pelaminan. Ini di Cilacap kok
ada begal? Alamak….!!

Prosesi Begalan
Rombongan
penganten pria dikawal
oleh seseorang yang
bernama Surantani
. Dalam rombongan
ini ada beberapa orang yang memikul peralatan rumah tangga (disebut brenong kepang). Ketika rombongan sampai
di depan rumah mempelai wanita, mereka dicegat oleh begal yang
bernama
Sur
adenta. Begal bermaksud merampas
alat-alat rumah tangga tersebut.
Di
sinilah terjadi seni tutur begalan, saat terjadi dialog antara Surantani dan
Suradenta. Suradenta menanyakan nama serta maksud dari setiap perabot yang
dibawa rombongan mempelai pria. Setiap p
eralatan
tersebut memiliki makna simbol dan berisi falsafah  Jawa yang berguna bagi kedua mempelai yang
akan menempuh hidup baru mengarungi kehidupan berumah tangga.
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
persiapan sebelum menuju mempelai wanita

Dalam
pikulan yang disebut brenong kepang
terdapat beberapa p
erlengkapan dapur yang wajib dibawa, yaitu: 
  • Wangkring, alat seperti pikulan
    kayu. Bermaksud orang yang akan menjalani hidup bersuami/beristeri harus
    dipertimbangkan terlabih dahulu, supaya dapat menghadapi keadaan senang susah
    dipikul bersama.
  •  Ian dan Ilir,
    jenis kipas dari bambu kecil dan besar sebagai lambang orang yang sudah
    berkeluarga dapat membedakan perbuatan yang baik dan yang buruk.
  • Cething, Gambarannya
    cething memiliki bentuk 
    sing amba cangkeme, wetenge gedhe nanging bokonge ciut.  simbol
    manusia hidup haruslah selalu ingat bahwa manusia adalah makhluk Tuhan dan
    hidup di suatu negara atau tempat  atau
    suatu wadah yang mempunyai tatanan/aturan dan tidak sekehendak hati.
  • Centhong, simbol istri ataupun suami harus pandai menjaga diri agar tidak
    terjadi perselisihan, suami tidak boleh sewenang-wenang terhadap istri, semua
    kebutuhan rumah tangga harus ditanggung bersama. 
  • Kukusan, simbol setelah
    berani berumah  tangga harus belajar
    untuk mencukupi kebutuhan. Irus, simbol
    suami ataupun
     istri jangan mudah terpengaruh oleh orang lain
    yang nantinya dapat merusak keluarga.
  • Siwur, Asih-e aja diuwur-uwur. simbol kalau sudah mendapat putra harus
    berbuat adil.

begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
brenong kepang
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
perdebatan surantani dengan suradenta
Setelah
Surantani berhasil menyebutkan segala macam filosofi perlengkapan yang
dibawanya, Suradenta mempersilahkan rombongan mempelai pria menemui pihak
mempelai wanita dan membagi-bagikan isi pikulan ke hadirin yang menyaksikan
prosesi. Begalan diakhiri dengan injak telur, pecah kendi, dan prosesi lainnya
seperti pada upacara adat pengantin jawa tengah pada umumnya.
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
rebutan peralatan dapur
Saat
ini, peralatan dapur yang dibawa untuk begalan sangat beragam. Akan tetapi,
perlengkapan yang disebutkan di atas harus disertakan. Bisa jadi, suatu saat
akan ada peralatan dapur elektreonik seperti blender dan microwave hehehe.
Sejarah
Begalan
         
Konon,
begalan diawali pada
zaman Adipati Wirasaba. Dia berhajat mengawinkan putrinya
yang bungsu bernama Dewi Sukesi dengan putri sulung Adipati Banyumas yang
bernama Pangeran Tirtokencono. Seminggu setelah akad nikah, pengantin putri  diboyong ke rumah pengantin pria atau dalam
bahasa Jawa disebut Ngundhuh Manten
. Dalam perjalanan, rombongan penganten dicegat oleh begal yang
bermaksud merampas semua barang yang
dibawa oleh rombongan pengantin.
Untuk
menghindari kejadian ini terjadi lagi, maka diadakanlah upacara begalan dengan
maksud untuk menjauhkan roh-roh jahat dari mempelai pengantin.

“Seni
begalan
dapat dijadikan sebagai tatanan yakni sebagai
adat istiadat di daerah setempat dalam hal ini wilayah banyumasan. Sebagai t
untunan  sebab
sarat akan wejangan bagi mempelai pengantin. Selain itu, begalan juga dapat
dijadikan
tontonan
karena dalam tutur dan tariannya sangat menghibur. Menggunakan bahasa
setempat disertai dengan tingkah yang jenaka, sangat jauh dari unsur seram
seperti namanya.

16 Replies to “Begalan, Banyumasan Traditional Marriage Procession”

  1. tetanggaku orang asli Banyumas masih juga menyelenggarakan acara semacam ini, peralatan dapurnya dipikul lalu untuk diperebutkan tamu undangan yang datang, seru sepertinya mengingat sudah jarang yang mengadakan acara seperti ini.

    1. Seru dan heboh, apalagi yang rebutan kebanyakan ibu-ibu heheh..

  2. nandira aluna kusuma says: Balas

    ternyata nama setiap peralatan rumah tangga punya makna yang cukup dalam ya mbak ๐Ÿ™‚

    kalau tentang banyumas saya taunya cuman lagu 'lengger banyumasan'.
    lagu enak tuhh mbak walau nggak ngerti artinya ๐Ÿ™‚

    1. orang jawa mah kan gitu, setiap benda dan laku dicari filosofinya. sangat mendalam..

  3. Uniek Kaswarganti says: Balas

    Filosofi di balik prosesinya ini sarat makna ya mba. Baru tau loh aq soal begalan ini ๐Ÿ™‚

    1. sayapun baru kali pertama itu menyaksikan. yang begini, jangan sampai punah lah yah..

  4. Titis Ayuningsih says: Balas

    Wah serunyaaa ๐Ÿ˜‰ semoga adat jawa ini masih tertanam ke jiwa anak" muda sekarang ataupun nantinya

    1. Yoook, yang belom nikah..ntar pas nikah nanggap begalan, heheh. Kalau orang Banyumasan

  5. Kalo anak" sekarang mah udah dijajah ama gadget dan sebangsanya, kalo tidak dilestarikan pasti tidak lama budaya kaya gitu cepat luntur :((

    1. Tuga kita juga sih yang sudah dewasa,,pas nyelenggarain nikahan..yang begini gini jangan diskip. Meskipun kadang acara udah full, demi penghematan waktu dan biaya

  6. sarat akan filosofi, meskipun belum pernah lihat begalan, tapi tradisi yang harus dilestarikan ๐Ÿ™‚

    1. Iya mbak, kaya'e cuma ada di wilayah banyumas khususe Cilacap.

  7. namanya begalan ya ? kayak lagi marak2nya kemarin2 ya "begal" hehe. iya ya kyknya soal budaya gitu banyak filosofi-filosofinya, benda ini menyimbolkan apa, benda itu menyimbolkan apa. btw lagi ikut lomba ya ?

    1. iya mas lagi ikut lomba. kali ini motivasi terbesarnya promosi…hahaha…

  8. Wow … keren ya Begalan ini, aku baru tahu berbagai peralatan dapur itu ada maknanya.

    Semoga menang ya buat lombanya.

    1. amiin..makasih ya mbak. motivasi utamanya buat promosi sih..

Tinggalkan Balasan