Traveling semarang: 2 hari penuh keberuntungan

Traveling semarang
kali ini memang penuh keberuntungan. Katanya kalau niat kita untuk kebaikan,
maka Tuhan akan mempermudah. Benar sekali. Niat saya dan rombongan memang untuk
silaturahim serta menghadiri undangan pernikahan sahabat, sebut saja Toni. Dari
beberapa minggu sebelumnya, saya sebagai EO ‘trip to semarang’ hahaha sudah
menyusun itenary. Research mengenai lokasi yang harus didatangi, kuliner, dan
jangan lupa akomodasi. Sabtu-minggu, express getaway banget kan. Jadi, harus
maksimal. Bagaimana saja keberuntungan di Semarang? Begini ceritanya
 Traveling, semarang, kuliner, review, novotel semarang, rental motor semarang, whiz semarang, bebek gendut semarang, lawang sewu, klenteng sam poo kong, s2 semarang, kota lama, oleh-oleh, pandanaran, bandeng juwana, wingko babat, masjid agung jawa tengah, simpang lima

Keberuntungan pertama: Hotel
Saya dan 2 orang teman sudah booking hotel di Whiz hotel via
booking.com . alhamdulillah dapat 297k semalam sudah include sarapan. Lokasi hotel whiz
ini di tengah kota. Mau kemana aja jalan kaki juga bisa, hehehe. check in  jam 14.00, padahal kereta Harina yang membawa
kami sudah landing di Semarang pada jam 5 pagi. Masa kita jalan-jalan bawa gembolan
!! hahhaha kan backpacker. Inilah keberuntungan pertama ‘DAPAT TUMPANGAN GRATISDI NOVOTEL’. Kok bisa? Jadi kebetulan, ada sahabat kami yang sedang business
trip di Semarang. Dia stay di Novotel yang lokasinya berseberangan dengan hotel Whiz. Jadilah pagi-pagi bisa mandi berendam air hangat di Novotel, sarapan, dan
tidur sebentar. Whiz hotel kamarnya lebih sempit dari kamar kost-kost an
saya, jangan dicompare deh sama kamar novotel…heheheheh.
Keberuntungan kedua: Rental Motor
Semarang memang termasuk kota yang ramai karena ibukota
provinsi. Moda angkutan yang paling OKE kalau kamu mau menjelajah adalah MOTOR.
Yak,,motor sodara-sodara. Taxi bisa, tapi mahal dan kurang fleksibel. Kadangkala
kita harus ke lokasi yang nggak ada taxi nya kan? Bus trans Semarang? Hemm kamu
harus pastiin dulu rutenya pas atau engga dengan tujuan-tujuan kamu. Dan sama
seperti taxi, nggak semua lokasi dilewati bus ini. Saya rental motor di AlifRental motor .
Seperti tagline nya “Jangan mendadak kalau mau rental motor” hahahah. Keberuntungan
kedua ‘DAPAT MOTOR SEWAAN DENGAN HARGA BERSAHABAT’. Weekend di Semarang
biasanya rental motor penuh, makanya kamu perlu booking dari seminggu
sebelumnya paling tidak ya. Ada Mio sama honda beat dengan fasilitas helm 2 pcs. sehari tarifnya 60k saja, tapi harus kasih jaminan ya. ATM kita, sama KTP. Pakai surat perjanjian juga, aman dan recommend deh. 
Keberuntungan ketiga: Bebek Gendut Tembalang
Di itenary kami, sarapan pertama di Semarang adalah di nasi
gandul Pak Memed. Dengan bantuan google maps kami meluncur ke lokasi. Tetoott ..kok
nggak ada ya? Hahhaha entah belum buka, entah lagi nggak jualan…yang pasti
saya yakin google maps nggak salah. Meluncurlah kami, mencari
tempat makan pinggir jalan yang ‘tidak biasa’. Masa sih jauh-jauh ke Semarang
sarapan bubur ayam, lontong sayur, yang pakai embel-embel “Jakarta” hahaha misal ‘bubur ayam jakarta’. Karena
nggak nemu yang pas, jadilah diajak salah seorang teman sebut saja Boby buat ke
Undip Tembalang. Jauh? Iyaaak. Tapikan motoran, jadi santai saja (apalagi saya
yang nggak pegang stang, Cuma jadi navigator mantengin google maps).
 Traveling, semarang, kuliner, review, novotel semarang, rental motor semarang, whiz semarang, bebek gendut semarang, lawang sewu, klenteng sam poo kong, s2 semarang, kota lama, oleh-oleh, pandanaran, bandeng juwana, wingko babat, masjid agung jawa tengah, simpang lima
bebek kremes pak gendut Tembalang
Bebek gendut tembalang ini nggak jauh dari Undip, di jalan
Ngesrep. Eh ada foto Pak Bondan juga di situ, maknyuss nih kayaknya. Apalagi kalau
gratisan. Inilah keberuntungan ketiga DITRAKTIR BEBEK GORENG PAS LAGI LAPER
BANGET DAN NGGAK ANTRI. Rasa? Hemm ‘kerasa’ bebeknyaaa (anyir), tapi empuukk
dan nggak alot. Karena kami datang di jam nanggung (jam 10an) jadilah tanpa
antri.
Keberuntungan keempat: Lawang Sewu, Lekker Paimo, Klenteng
Sam poo kong
Nggak afdhol kalau ke Semarang tanpa ke lawang sewu. Niatnya
buat hunting foto, heheh. Padahal ini nggak Cuma tentang spot old building,
tapi lebih ke sejarahnya. Selama ini kesan bahwa Lawang Sewu adalah museum
kereta, tersamarkan atau bahkan belum banyak yang tahu. Tiket masuk Lawang Sewu
terjangkau banget, disarankan nggak usah pakai guide.
 Traveling, semarang, kuliner, review, novotel semarang, rental motor semarang, whiz semarang, bebek gendut semarang, lawang sewu, klenteng sam poo kong, s2 semarang, kota lama, oleh-oleh, pandanaran, bandeng juwana, wingko babat, masjid agung jawa tengah, simpang lima
Lawang Sewu
10k saja
 Baca juga: Lawang Sewu more than instagenic

Lekker Paimo ini pernah saya bahas lengkap di sini nih.
Silakan dibaca sebagai referensi. Dari Lekker Paimo saya belajar bahwa 

“kesabaran seringnya manis dan gurih seperti lekker cokelat pisang keju atau
lekker sosis mozarela.

antrian lekker Paimo
Menjelang maghrib di malam minggu, bukannya ke masjid malah
ke klenteng. Mengejar sunset di sam po kong ceritanya. Entahlah, suasana langit
kemerahan dengan background bangunan ala-ala film kungfu kolosal ini kok syahdu
banget ya. Tiketnya murah meriah, nggak usah khawatir karena kamu ke klenteng
pakai jilbab hehehhe. Disarankan ke sam poo kong pagi atau sore hari. Karena lokasinya
panas banget pasti kalau tengah hari. Kece deh buat foto-foto, berasa bukan di
Indonesia. Patokan klenteng Sam Poo Kong ini adalah dari depan RSUP Dr. Kariadi,
ambil kanan. Lurus saja, sampai sekitar 1km.
sam poo kong kala senja
Bisa menjelajah di 3 lokasi ‘must have’ di Semarang adalah
keberuntungan keempat. Dengan mengorbankan jam tidur siang, jam leha-leha sore
hari…hahhaha worth it karena nggak Cuma memanjakan mata namun juga lidah dan isi
kepala karena bisa menyelami masa lalu lewat sejarah.
Kebereuntungan kelima: Dinner di S2
Kalau jaman mahasiswa, nggak akan berani saya ke tempat
seperti ini. Beuh..tempat nongkrong high class Semarang dari etnis tionghoa dan
jepang nih kayaknya. S2 atau Sisingamagaraja Sites adalah ‘PUJASERA ELIT’ di
Semarang. Di S2 ada beberapa restoran (informasi dari sini )
:
Geisha Sushi menyajikan
sajian masakan Jepang seperti Donburi, kushiyaki, Yakimono, Temaki, Sashimi,
Nigiri Sushi, Gunkan Sushi.
Fleur Bistro menghadirkan masakan seperti Pizza, steak, pasta,
Soup, salad, sandwich dan masakan modern Perancis-Italia lainnya. 

Seroeni Peranakan Parlour menghadirkan
masakan Cina-Melayu seperti nasi, mie, bebek, ayam, daging, ikan, cumi-cumi,
kepiting.

Moshi-Moshi merupakan
tempat makanan hidangan seperti roti, jajanan-jajan Jepang.
bebek peking diolah jadi 3 menu berbeda untuk appetizer dan main course

Yang kami pilih adalah yang jualan chinese food. Entahlah itu
nama makananya apa saja, yang pasti ada bebek peking yang disajikan di meja lalu
sama chefnya dipotong jadi lumpia, dan 2 menu lain. Pertunjukan yang menarik.
Good ambience, little bit expensive, jadi beruntunglah saya
DINNER GRATIS DI S2 disponsori oleh sahabat saya yang tahun depan nikah. Semoga
lancar ya kaka…
Keberuntungan keenam: Konser Ruth Sahanaya
Sepulang dari S2 memang niatnya mau ke ‘Sentiling’ itu
adalah festival tahunan di kota lama Semarang. Pas nyampe sana, lho kok rame
ya..padahal sudah jam 22.30. di depan gereja blenduk ada stage, dan kami masuk
lewat smaping tenda backstage. Lho ada orkrestra, dan Ruth Sahanaya. Huwoooww….ini
nggak ada di itenary dan ini benar-benar keberuntungan.
wedangan dulu di jalan pemuda, serak habis nyanyi-nyanyi

Keberuntungan ketujuh: Car Free Day Semarang
Depan hotel ada car free day, meski ngantuk dipaksa deh
menyusuri jalan pemuda-jalan pandanaran-simpang lima (jalan kaki). Capek? Banget
! car free day di Semarang lebih tertib dari Jakarta atau Bandung, nggak ada
yang jualan di pinggir jalan. Nyempetin foto di land mark nya Semarang..Tugu Muda. tamannya sepertinya kurang terawat. sudah ada keran air yang bisa langsung minum, tapi nggak keluar airnya. Sarapan pas
sampai simpang lima tepatnya di depan hotel horison. Nasi ayam yang empuk ini Cuma
15ribu. Rute jalan kaki: Jl. Pemuda-jl. Pandanaran-Simpang lima-Jl. gajah mada- jl. MH Thamrin. 
tugu muda
sego ayam depan hotel Horison

Keberuntungan kedelapan: Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid agung jawa tengah itu bukan yang di Simpang lima
ya,,,coba tanya google maps deh hehhe. Habis dari kondangan kami sholat dzuhur
dan ganti kostum di masjid yang ada payung besarnya mirip masjid Nabawi ini. Karena
tengah hari, jadinya nggak begitu nyaman buat foto-foto. Halamannya panass
banget. Tapi, bagaimanapun itu wisata ke masjid selalu ada ke’adem’an
tersendiri. Meski jauh dari kota Semarang, worth it khususnya buat yang muslim.
Non muslim boleh masuk juga kok, nggak perlu tiket,,,heheh Cuma bayar parkir.
megahnya masjid agung jawa tengah
Keberuntungan kedelapan: Belanja oleh-oleh khas semarang
Ada banyak tempat oleh-oleh, tapi kami pilih yang paling
terkenal. Di Bandeng Juwana Pandanaran yang lokasinya pas seberang gedung UOB Suara
Merdeka. Ramai banget, ada banyak sekali macam oleh-oleh. Nggak Cuma bandeng
aneka varian bentuk dan ukuran, tapi juga moci..brownies,,kue kering..alamakk
surga oleh-oleh di satu tempat. Kalau kamu bawa mobil, agak susah parkir ya.
beli oleh-oleh dulu
Puas nggak 2 hari di Semarang? Puas !!
Sebagai orang Jawa Tengah, baru kali ini benar-benar ngerasain
PIKNIK di Semarang. Biasanya kalau ke Semarang ya karena ada urusan yang
mendesak. next time akan saya bahas deh detail tiap lokasi yang saya kunjungi, biar makin banyak yang visit Jateng. Jateng nggak cuma Semarang sih, tapi bisalah kita mulai dengan mengenal ibukota provinsinya. 

Piknik Itu Penting
piknik itu penting, meskipun kaki jadi pegel..kantong lebih cepat menipis..tapi muka nggak pucet lagi, hahahah. Apalagi kalau pikniknya nggak sekedar mencari hiburan, tapi juga mengisi daya otak dan hati #eeaaa.

“Semua peristiwa hanyalah semata-mata peristiwa, tapi cara
kita menyikapinyalah yang memberi label. Entah itu diberi judul tragedi atau
keberuntungan
(DEE, Supernova Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh)
 

14 Replies to “Traveling semarang: 2 hari penuh keberuntungan”

  1. Wah dr Semarang ya mbak… kok ga mampir? hehe 🙂

    1. semarange mana mbak? ya begitulah itenary padat heheheh.

  2. Wah dua hari sudah kemana-mana. Aku pernah ke Sam Poo Kong tapi sudah malam, cuma sebentar saja. Sempet nyicip nasi ayam di dua tempat berbeda, semuanya enak. Jadi pingin nasi ayam Semarang lagi 😀

    1. Iyaa lancar alhamdulillah. Masih belum bisa move on dari nasi ayam nih hahah

  3. khulatul mubarokah says: Balas

    Mbak, Bebek Gendutnya bikin kepingin. Sukses untuk lombanya ya

    1. Saya malah terngiang sambel terongnya hehehe.
      Iya mbak makasih ya, ayo ikutan juga lomba nulis cerita piknik 🙂

  4. Meriska Putri W says: Balas

    Aku kapam hari ke semarang malah dapet sialnya, hhu

    1. Waduhh,,gimana itu mba..?

  5. Nindya Prayastika says: Balas

    Dulu banget, pas aku masih kecil, aku pernah ke masjid agung jateng. Bagus banget tempatnya! Megah juga. Kapan yah aku ke semarang lagi :)))

    1. Masa sih? Bukannya ini masjid masih lumayan baru ya…hehehe. Oh mbaknya kali ya yang masih muda 🙂

  6. Murtiyarini, Arin says: Balas

    Terimakasih partisipasinya. Pengumuman diundur tgl 20 okt. goodluck.

    1. okay…ditunggu..

  7. […] membuat saya susah move on, tapi lokasinya yang bersih dan nggak crowd bikin saya nyaman. Baca: Muterin Semarang 2 Hari Murah Meriah Blogger Jateng Gayeng Sepertinya kita makin akrab dengan istilah jateng gayeng. Pak Ganjar […]

  8. […] Dua Hari Jelajah Semarang  Bahan tas yang paling ringan punya saya adalah katun Jepang. Enak kan,,nemplok aja gitu kalau bawa […]

Tinggalkan Balasan