Book

[Review Buku] Pulang

Februari 7, 2015

Ini adalah sejarah. Mereka meniupkan kisah yang membuat masa kecilku berantakan, kumuh, dan berisik. Ini novel pertama yang saya baca dimana menceritakan orang-orang dam keluarganya yang dicap PKI. Selama ini saya tahu sedikit sejarah bangsa ini khususnya peristiw G30S dari buku sejarah dan film. Jaman saya SD film itu sudah nggak ditayangkan lagi, karena sudah jaman reformasi. 

Judul: Pulang
Penulis: Leila S.Chudori
Penerbit: KPG
Tahun terbit: 2012
Sinopsis
Paris, Mei 1968.
Ketika gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia, bertemu Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris, Dimas bersama tiga kawannya–Nugroho, Tjai, dan Risjaf–terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari — isteri Hananto–yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.
Jakarta, Mei 1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 September sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, Putera Hananto, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.
Review
Baca Pulang ini bikin saya mikir juga “sejarah itu yang nyiptain siapa ya? Siapa yang nentuin dia Penjahat dia Pahlawan? Bukankah penilaian itu bisa dari berbagai sudut pandang?
Restoran Tanah Air ini mengingatkan saya dengan restoran “Indonesia” di Paris juga. Dan Resto itu juga dibuat oleh para keluarga Eksil, salah satunya Adik dari D.N Aidit. Apakah inspirasi ceritanya dari sana? Jangan-jangan ini novel fiksi yang sebagian besar nyata? Entahlah.
Cerita intrik di Restoran Indonesia dan Restoran Tanah Air pun hampir sama.
Banyak yang merekomendasikan novel Pulang. Bahkan diantara mereka begitu memuji Laila S.Chudori. Saya akui ini bagus, tema yang berbeda dan cara pengambilan point of view nya dari berbagai tokoh. Tapi,,,saya merasa,,,ehem…ini terlalu dewasa. Jadi, kalau diletakan buat bacaan di perpus sekolah misalnya agak kurang pas. Padahal ini keren.
Rate
2 dari 5 bintang
Quote

Sejarah telah membuat dan membentuk aku menjadi seperti ini. Sejarah juga yang menentukan perbuatan dan tindakanku di masa yang akan datang. 

Kau tak boleh menyeret-nyeret nasib dan perasaan orang hingga hati orang itu tercecer kemana-mana. Kau harus berani memilih dengan segala resikonya. 

Tinggalkan Balasan