[Review Film] Supernova; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Diambil dari novel berjudul sama yang diterbitkan di 2001. Supernova karya Dewi Lestari, cukup fenomenal. Kalau mau tahu versi novelnya bisa baca di link ini: http://nourainayah.blogspot.com/2014/09/review-buku-supernova-kstaria-putri-dan.html?m=1 .

Seorang teman pernah bilang kalau film yang cocok buat aku adalah yang based on book. Okay, that’s bisa jadi, hehehe. Setiap nonton film yang dari buku, kita pasti punya ekspektasi macam-macam. Imajinasi akan dihadapkan dengan kenyataan, cieeeh. Yang baca Supernova exited banget pas tahu mau difilmin, including me. 
       
Sinopsis
[baca link di atas tadi, plot nya hampir sama dengan novel. Nih saya kasih link sinopsis supernova KPBJ lagi http://nourainayah.blogspot.com/2014/09/review-buku-supernova-kstaria-putri-dan.html?m=1 ].
Review
Pemilihan pemain sebagi tokoh saya rasa pas ya, kecuali Junot. Hemm..ekspektasinya itu eksmud Jakarta yang ya..nggak kayak Junot. Dan nada bicara Junot sebagai Fere di sini kok masih sama dengan Zainudin di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk ya.
Settingnya di pseudo Jakarta. Katanya di Jakarta tapi nyatanya di Bali. Hhahaha. Sumpah itu resort yang dipakai buat rumah manteeeppp banget. Tapi kayaknya nggak terlalu dieksplore ya. 
Plotnya ringan banget, mudah dicerna. Beda sama versi novelnya. Di ending cerita, plot memang dibikin nggak sengambang plot novel. Karena kalau novel kan masih ada lanjutannya, di Supernova 2. Versi Film? Dewi Lestari nya aja belum tahu. 
Dialognya keren abiisss. Nggak cuma diambil dari novelnya yang pakai istilah-istilah sains gitu, tapi dikembangkan dengan sweet. Puitis bingiittt hahhaha. Dan…entah ya baca subtitile nya yang Bahasa Inggris terasa more bit. 
Overall, lumayan lah…nggak kerasa 2 jam  eh beres juga. Sekedar hiburan. Tapi kalau memainkan perasaan apa engga nya saya rasa Engga. Pas beres nonton, yaudah gitu aja nggak kebawa ke perasaan walaupun beberapa dialog nya “aaaaakkk aku pernah ngomong kaya gitu.”
Rate
3 dari 5 bintang. Kalau film ini nggak dari buku yang famous banget, animo penonton nggak akan kayak gini. Secara film, biasa. Cuma ya itu tadi, kepalang penasaran sama imajinasi novel.
Moral Story
Tumben nggak nulis quote? Wah yang mana ya,,,keren semua sih. Moral story aja. 
Ksatria itu yang mampu berdiri dari terjatuh di jurang. Jurang yang digali sendiri. 
Oiya satu lagi. Saya nggak ngedukung gay. Tapi…nggak merasa jijik sama sekali lihat 2 orang cowok pegangan tangan dan saling mengungkapkan perasaan. Saya jauh lebih jijik sama…ah..sudahlah. Oke,,enough ya,,daripada jadi emosi. Hahahah.

3 Replies to “[Review Film] Supernova; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”

  1. Aku malah suka di adegan gay itu.
    Actingnya mendalami banget. Kurang suka sama peran Diva malahan. 😀

    1. Hahah aku sih gtau gay itu gimana. Tapi yg jelas disitu diliatin klo yg gay itu g melulu yg banci atau berotot

Tinggalkan Balasan