Review

[Review Film] Rurouni Kenshin; The Legend Ends

Oktober 26, 2014
Jurus pamungkas dari Batosai akhirnya muncul juga. Nggak
perlu menunggu lama dari rilisnya Rurouni Kenshin Kyoto Inferno, seri ke-3 nya
The Legend Ends menjawab pertanyaan bagaimana ending Rurouni Kenshin. Kalau yang
sudah lupa jalan cerita Kyoto Inferno bisa baca di SINI.
source: media.tumblr.com
Plot
Sambungan dengan Kyoto Inferno nya pas banget. Terakhir kita
lihat ketika Kenshin menjatuhkan diri dari Kapal Sishio dan terdampar di pantai
entah mati entah hidup. Pastinya, Kenshin hidup masa jagoannya mati sih. Meski agak
kurang logis, tapi yasudahlah. Apa sih? Kenshin ini lho tau-tau diselamatkan
gurunya yang sudah 15 tahun nggak ketemu. Dalam kondisi pingsannya, Kenshin
diperlihatkan kondisi saat dia dulu pun ditemukan gurunya itu dan diberi nama
Kenshin. Aslinya Shinta. Pertemuan dengan gurunya ini dimanfaatkan Kenshin
untuk meminta jurus pamungkas mengalahkan Makoto Sishio. 
Guru Kenshin tidak
hanya memberikan jurus, teknik saja tidak cukup. Mindset Kenshin juga harus
diubah. Pentingnya nyawa Kenshin dan keinginan untuk hidup adalah alasan utama
dalam memenangkan pertempuran, bukan hanya dari kekuatan. Kaoru yang juga jatuh
ke laut ditemukan nelayan dan masuk rumah sakit untuk penyembuhan. Berkat tanda
sapu tangan dari penginapan Misao, Kaoru bisa bertemu lagi dengan teman-teman
seperjuangannya kecuali Kenshin.
Di Tokyo, kapal besar Makoto Sishio tiba. Tujuan utamanya menjatuhkan
pemerintahan baru. Terjadi kesepakatan antara pemerintah dan Sishio, Tokyo
tidak akan diserang asalkan pemerintah menyerahkan Kenshin dan dipenggal
hidup-hidup. Diam-diam kepolisian yang disitu tentu ada polisi Ito, menyiapkan
rencana penyerangan kapal Sishio.
Di Kyoto, Selebaran dicarinya Kenshin sudah smapai
dimana-mana, termasuk Misao. Elder yang masih sakit karena pertempuran dengan
Aoshi menyuruh Misao menemui Kenshin di tempat gurunya. Singkat cerita, di
Kyoto terjadi pertempuran antara Kenshin dan Aoshi. Di situlah Aoshi kalah dan
sadar bahwa Kenshin di pihaknya serta Misao benar-benar mencintainya.
Kenshin ke Dojo Kamiya, bertemu Megumi. Akhirnya, Kenshin
pakai baju merah itu lagi. Polisi datang, tanpa penyerangan berarti Kenshin
ditangkap dan diarak ke tempat pemenggalan. Kaoru dan yang lainnya menyaksikan
pengarakan itu.
Di dalam kapal, Sishio ternyata tidak bisa mengeluarkan
keringat. Makin banyak dia bergerak, makin pans tubuhnya. Ini adalah akibat
dari terbakarnya dia dulu. Sishio sudah diingatkan bahwa dalam pertempuran kali
ini dia hanya punya waktu 15 menit agar tidak membahayakan badannya sendiri.
Di lapangan pemenggalan, Kenshin sudah siap di bawah algojo. Ternyata,
kepalanya tidak terpenggal. Para algojo adalah polisi yang menyamar. Pertempuran
dimulai, Kenshin dan tokoh utama lainnya menuju kapal. Inilah saatnya jurus
pamungkas itu keluar. Sebelum bertemu Sishio, Kenshin terlibat pertempuran
sengit dengan Sojiro yang sebelumnya sudah mematahkan pedangnya. Di pertempuran
ini Sojirio tidak hanya takluk, tapi juga merasakan lagi sisi kemanusiaan yang
dulu hilang. Dia menangis.
Pertempuran tak terelakan dengan Sishio. 1 lawan 4. Jurus pamungkas
Kenshin Dragon Fly Heaven pun keluar. Sishio dengan pedang apinya. Tapi,
ternyata pertempuran itu berlangsung lama. Tubuh Sishio sudah melemah. Wanita yang
selalu menemaninya  turun ke pertempuran.
Dia menahan Kenshin agar tak menyerang lagi. Tapi, tiba-tiba Sishio menusuknya
dari belakang dengan pedang hingga menembus ke badan Kenshin. Keadaan Sishio
semakin lemah tapi dia terus memaksa bertarung. Endingnya, tubuh Sishio tidak
bisa menahan panas lagi hingga keluar api. Sishio mati.
Kenshin dan yang lainnya keluar kapal disambut hormat dari
pihak pemerintah.
Sebelum credit title, Kenshin mengucapkan perasaanya ke
Kaoru. aaaaaAAAAkkk
Review
Dibandingkan dengan Kyoto Inferno, The Legend Ends lebih
sadis. Sedikit percakapan banyak pertempuran. Darah dimana-mana. Meskpiun banyak
bagian yang nggak logis sih, seperti waktu Kenshin ditemukan gurunya di pantai.
Bagian aneh lainnya adalah Kenshin yang sudah ditusuk pedang sampai tembus tapi
masih hidup. Saktiiii. Ngomong-ngomong itu pedang Sishio seperti korek gas bisa
nyala. Hahaha.
Secara plot is good, kalau setting….karena saya suka nuansa
Jepang kuno, ya yang sekarang dapet juga. Meskpiun nggak sebanyak yang Live action
2012. Kenshin yang versi asli gini kok ngggak selugu yang versi kartun ya, serius
gitu. Penokohan lain rasanya cukup bagus.
Berkali-kali dibikin kaget sama backsoundnya, dan merinding lihat permainan pedang di The Legend Ends. Juga dibikin hampir nangis banget, hahaha..pas apa coba?Itu, pas Kaoru menyaksikan Kenshin mau dipenggal. 
Rate
4 dari 5
Quote

Pikirkan nyawanya sendiri dulu sebelum memikirkan nyawa
orang lain. Jika kau mati karena memperjuangkan hidup orang-orang yang kau
sayangi, mereka akan sedih. Nyawamu sama berharganya dengan nyawa yang lainnya.

Tinggalkan Balasan