[Review Buku] Kafka on The Shore

Kisah yang penuh misteri dan aneh tapi seolah-olah nyata. Ah pinter banget penulisnya. Pantas saja bisa jadi international best seller. Ini rekor bagiku, menyelesaikan 600 halaman novel terjemahan dalam 5 hari. 

Judul: Kafka on the shore
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Pustaka Alvabet 
Tahun terbit: 2005, terjemahan bahasa Indonesia 2008.
Ini novel yang detail dan kompleks tapi mudah dipahami dan seru, bagaikan baca komik detektiv conan. Tapi kisahnya bukan kisah detektif. Setting Kafka On The Shore adalah Jepang tahun 40an hingga 70an. Tokohnya Kafka, Nakata, nona Seiko, Oshima, Hashino, Jhoni walker, Kolonel Sander. Aneh kan? Memang aneh. Tapi seperti yang saya bilang diatas, ini menarik. Pasti kita pernah berpikir tentang sebuah dunia lain. Dunia arwah, dimana di situ adalah tempat netral antara hidup dan mati. Di kebudayaan kita Indonesia, hal itu sudah biasa. Tapi karena ini penulisnya Jepang, jadilah ada bumbu scifi, permainan emosi, san aroma filsafat. Saya saja jadi penasaran dengan karya Beethoven Trio ArchDuke. Hemm…jadi gini alurnya.
Ada 3 kisah yang akhirnya akan bertemu pada suatu titik. 
1. Kisah misteri anak-anak SD pingsan
Saya pikir, kisah masa lalu di tahun 40 an saat Jepang sedang perang ini adalah kisah tentang Ufo. Sampai akhir cerita, penjelasan lebih lanjut tidak ada. Misterius.
2. Kisah Kafka
Bocah 15 tahun yang kabur dari rumahnya karena ingin membebaskan diri dari kutukan ayahnya.
3. Kisah Nakata
Lanjutan dari kisah 1, dimana Nakata adalah korban dari sebuah misteri di masa lalu. Terperangkap dalam jiwa setengah mati. Bagian Nakata ini saya paling suka. 
Penulis lihai dalam memilih kata. Quotes saya sampai bejibun, bisa cek di www.inamangunkusumo.tumblr.com ya. Saya baca versi terjemahan bahasa Indonesia dengan cover dan judul yang tidak menarik. Kafka On The Shore “labirin asmara ibu dan anak”. Entah ya, penerbit seenaknya saja buat judul dan covernya seperti itu (kalau buku di gambar atas itu versi bahasa Inggris). Tapi, hasil terjemahanya bagus. Mudah dipahami dan tetap terasa indah. Dibandingkan dengan Norwegian Wood karyanya yang saya baca sebelum ini, Kafka On The Shore memiliki konflik yang lebih banyak dan lebih asyik. 
Inti dari kisah Kafka On The Shore adalah orang-orang yang berusaha lari dari kenyataan. Di bagian akhir, Haruki Murakami menuliskan “waktu membebanimu bagai sebuah mimpi lama yang ambigu. Kau terus bergerak, berusaha untuk lepas darinya. Tapi, bahkan seandainya kau pergi ke ujung dunia pun, kau tidak akan dapat lari dari waktu. Namun demikian, kau tetap harus pergi ke sana–ke ujung dunia. Ada sesuatu yang tidak dapat kau lakukan kecuali joka kau pergi ke sana.”
Overall, recommended. Tapi, bagi yang belum cukup umur harap waspada membaca kisah bagian Kafka ya…agak vulgar sih. 
Jadi, 4 dari 5 bintang untuk Kafka On The Shore Haruki Murakami.

Tinggalkan Balasan