Review Buku ; Titik Nol

Tiada kisah cinta yang tak berbubuh noktah, tiada pesta yang tanpa bubar, tiada pertemuan yang tanpa perpisahan, tiada perjalanan yang tanpa pulang. 

Judul: Titik Nol
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2013
Halaman: 556
  
Beberapa teman telah membaca buku ini sejak tahun lalu. Waktu cek di goodreads, ratingnya cukup bagus. Tapi kenapa banyak yang butuh waktu lama menamatkanya? Saya bereskan 500an halaman dalam durasi 8 hari. Tidak menyangka sih, kupikir akan sebulan. Saya selalu penasaran dengan negeri-negeri yang dilewati penulis. Cina, tibet, Nepal, Pakistan, India, Afghanistan, , yang letaknya di peta saja saya samar-samar. Negeri misterius serta selalu diberitakan dengan kemiskinan serta perang. Mungkin rasa penasaran ini yang membuat saya menyelami perjalanan penulis. Dari buku ini juga saya belajar banyak petuah dan filosofi Tionghoa. Pun termasuk jadi tahu ending dari cerita kera sakti, hehehe. 
Saya sangat suka foto-foto berwarna di buku ini. Ekslusif, karena bukan hasil mengunduh di google. Tajam, dan saya dibawa mengerti cerita nyata di balik setiap foto. Gaya penulisan yang menggabungkan cerita masa lalu dan cerita saat ini, tak membuat saya bingung karena batas-batasnya jelas.
Buku ini mirip sekali dengan The Geography of Bliss. Tebalnya, cara penulisannya, negara yang dikunjungi, tapi isinya beda sih. The Geography of Bliss lebih jelas tujuannya, yaitu mencari kebahagiaan. Tulisan terasa penting karena berdasarkan riset penulis. Titik Nol, sebuah catatan perjalanan saja yang kebetulan luar biasa beruntung penulisnya melewati semua itu. Sayang beribu sayang, entah kenapa halaman-halaman buku ini gampang sekali lepas. Saya biasa baca buku tebal, tapi tak ada yang sampai lepas begini halamanya.

Mencari kebahagiaan itu bagaikan ikan muda yang mencari laut. Dia telah berenang dari samudera ke samudera, pantai, pesisir, selat, sampai laguna. Tapi di mana laut? Dia terus mencari, tak juga ketemu. Ikan yang bijaksana menegurnya, memberitahunya bahwa dia sudah berada di laut. Si ikan muda protes: ini bukan laut ! Ini cuma air ! Dia lalu meneruskan perjalanan pencariannya, mencari dan terus mencari. (Hlm.316).

               3 dari 5 bintang untuk Titik Nol.

Tinggalkan Balasan